Dilan Picisan

Dilan Picisan
hurt


__ADS_3

"Maaf dek, kakak emang pengecut,"


(Iyan)


...----------------...


Dilan-gadis dengan rambut dikepang dua itu merubah posisi duduknya yang semula membelakangi temannya menjadi berhadapan.


Dilan menatap malas teman temannya yang duduk dibarisan paling belakang.


Pembelajaran pertama telah berakhir, jam istirahat bagi para siswa pun dimulai.


Namun tidak bagi Dilan,Miara, Bobby, Theo, Aruk,dan seorang cowok asing dikelas mereka yang duduk di bangku tengah.


"Oee! Kutu kupret!!" Pekik Dilan pada anak baru itu.


"Ngapain Lo sekolah disini!" Lanjutnya.


"Santai Lan, santai,woles atuh," seru Bobby.


"Iya nih Dilan, woo!" Timpal Aruk.


"DIEM LO BERDUA!!"sarkas Dilan."urusan gue sama nih 'bocah sableng'." Ucap Dilan seraya menunjuk Iyan-cowok yang dimaksud dengan dagu.


Iyan-menelan ludah berat.


"Emang ada apa sih,Lan? Antara Lo sama Iyan?"tanya Miara kali ini.


Dilan menoleh pada Miara kemudian mendelik horor pada Iyan.


"Ngomong elah, malah diem Lo," ucap Bobby pada Dilan yang terus menatap horor Iyan tanpa bicara.

__ADS_1


"Gue sama nih kutu...."ucap Dilan menggantung kalimatnya.


"Saudara,"ujar Iyan menyela.


Semua yang ada di sana melotot tidak percaya.


Bagaimana mungkin Dilan yang pecicilan plus maniak puisi itu ternyata bersaudara dengan Iyan si murid baru yang pintar dan gak suka neko-neko.


Tidak mungkin!


Impossible! Pikir mereka serempak.


"TIRI!!!" Ralat Dilan.


"Gue sama dia saudara 'TIRI'. Satu bokap beda nyokap,cuih." Lanjut Dilan menekankan kata 'tiri'.


"Wow!!" Bobby bereaksi sambil bertepuk tangan lebay.


"Seriusly?" Theo kali ini dengan santai.


"Ck, Lo semua bisa diem gak!" Pekik Miara.


"Gue masih gak percaya Lo sama Dilan saudara,Yan. Ya meskipun saudara tiri kan, tetep aja Lo berdua ada ikatan darah," ucap Bobby pada Iyan.


Dilan mendelik mendengar itu perkataan Bobby.


"Maksud Lo?!"kesal Dilan."gue gak pantes saudaraan sama si kupret! Heh! Buaya dugem, ada juga dia yang kagak pantes jadi kakak gue, males banget gue anjir," hardik gadis itu.


"Emang Lo berdua ada masalah apa sih sampe kayak benci banget Lo sama Iyan , Lan?" Tanya Theo.


Dilan tidak menjawab pertanyaan dari Theo, gadis itu malah beranjak dari tempat duduknya berniat keluar kelas.

__ADS_1


"Hah,mules gue lama lama," kata Dilan lalu meninggalkan kelas.


Namun tepat didepan kelas gadis berkepang dua tersebut mengumpat dengan keras.


"ANYING!!!" umpatnya.


Miara, Bobby, Theo, Aruk serta Iyan kaget mendengar teriakkan Dilan.


Untung saja tidak ada guru yang melihat ataupun mendengar umpatan gadis itu, kalau tidak auto masuk BK pasti.


"Buset..! Si Dilan kerasukan apa tuh, tumben ngamuk kayak gitu." Heran Bobby yang di angguki yang lain.


"Hooh, gak biasanya. Pertama kalinya gue liat Dilan segitu marahnya," timpal Aruk.


"Berantem sama Bara juga dia gak segininya," gumam Miara.


"Eh,Yan! Sebenarnya Lo sama Dilan ada problem apa sih sampe dia bersikap segitunya banget ke elo, gue ngerti sih mungkin emang Lo berdua gak akur sebagai saudara tiri tapi sikap Dilan gak wajar banget menurut gue," pertanyaan Theo mewakili teman yang lain.


"Iya bener, gue bukannya mau ikut campur urusan keluarga Lo, tapi Dilan itu adalah sahabat kita, gue gak mau dia sampe terluka cuma gara gara elo, gue gak peduli meskipun Lo itu kakaknya Dilan atau bukan, gue cuman mau lindungin sahabat gue dari luka apapun itu," ucap Bobby tulus.


"Bisa bijak juga Lo, Bob. Tumben," ledek Aruk.


"Anjis," umpat Bobby.


Iyan hanya menghela nafas tidak menjawab pertanyaan teman temannya.


Cowok itu tenggelam dalam pikirannya.


Ia tak tahu jika ternyata Dilan adik tirinya ternyata bersekolah di SMA Garuda Bangsa.


" Maaf dek, kakak emang pengecut," batin Iyan .

__ADS_1


__ADS_2