
Elsa menunggu kedatangan Hakim di teras rumah Mak Ratih karena memang ada yang ingin ditanyakan. Wanita itu sengaja menunggu di sini karena nantinya Hakim pasti akan menemuinya. Butuh waktu sedikit lama agar Hakim bisa menemui Elsa karena pria itu sedang mengerjakan urusannya.
Elsa menunggu sambil memainkan kakinya yang berdiri di atas lantai keramik teras itu, ia membuat pola abstrak dengan tak tentu arah. Elsa benar-benar berharap kalau Hakim mau mengabulkan permohonannya, karena sejujurnya Elsa tidak mau berjauhan dari suaminya.
Hakim langsung menemui Elsa yang tengah menunggu di teras rumah Mak Ratih. Ia melihat wanita itu sedang membuat pola abstrak dengan kakinya. Ia pun memanggilnya dengan suara pelannya hingga membuat Elsa langsung menghampiri Hakim.
"Elsa...." panggil Hakim.
"Ada apa kamu mencariku?" Pria itu bertanya dengan raut penasaran.
"Ada yang ingin ku tanyakan," jawab Elsa.
"Apa? Apa Rian pergi dari rumah lagi?" tanya Hakim yang semakin penasaran.
Namun, Elsa menggelengkan kepalanya pelan, bukan itu alasan ia ingin bertemu dengan Hakim. Alasan yang sebenarnya adalah karena ia mendapat kabar bahwaHakim memberi Rian pekerjaan di luar kota. Elsa tahu kalau saat ini keluarga mereka sedang kesusahan dan membutuhkan uang, tetapi jika ia harus berpisah dari Rian, maka ia tidak mau.
"Apa benar suamiku meminta pekerjaan padamu ke luar kota?" tanya Elsa.
Hakim mengangguk, sebenarnya Hakim sedikit terkejut karena Elsa mengetahui hal ini. Namun, ia tidak bisa berbohong pada Elsa, karena pada kenyataannya Rian memang meminta pekerjaan itu padanya.
__ADS_1
Sejujurnya Hakim sedikit kasihan pada Rian yang harus bekerja banting tulang demi memenuhi kebutuhan pria itu dan istrinya, sebagai seorang teman maka ia pasti akan membantu. Perasaannya ia kecualikan meskipun ia memang menyukai Elsa.
Mendengar itu membuat Elsa jadi takut, raut wajah wanita itu langsung berubah. Elsa takut Rian akan meninggalkannya, ia tidak mau berjauhan dari suaminya itu. Meskipun hidup dalam serba kecukupan, tetapi Elsa merasa bahagia dengan kehidupan mereka.
Asalkan tidak ada pertengkaran dan perpisahan di antara ia dan Rian, maka ia sama sekali tidak masalah dengan hal itu. Baginya, lebih baik hidup sederhana tetapi bisa bersama daripada berkecukupan tetapi harus berpisah. Elsa trauma, ia tidak mau kalau nantinya Rian menemukan wanita yang lebih baik darinya kemudian pria itu akan meninggalkannya.
Elsa sama sekali tidak berniat menuduh Rian seperti itu, tetapi tak menutup kemungkinan kalau seorang pria bisa saja berselingkuh jika berjauhan dari istrinya dan menemukan tempat nyaman lain.
"Aku mohon, kamu jangan mencarikan Rian pekerjaan ke luar kota. Aku tidak mau berpisah dari Rian." Hakim terkejut ketika tiba-tiba saja Elsa memohon supaya dirinya tidak mencarikan pekerjaan untuk Rian di kota.
"Aku tidak mau berpisah dari suamiku, aku memohon dengan sangat agar kamu tidak mencarikan pekerjaan untuknya." Tatapan Elsa sarat akan permohonan, wanita itu benar-benar sungguh-sungguh dengan perkataannya.
Elsa memang tidak mau berpisah dengan Rian, sekali pun alasan Rian ke kota untuk bekerja. Jauh dari orang yang disayangi terasa sangat berat baginya, membayangkannya saja ia tidak mau, apalagi kalau sampai mengalami. Ia benar-benar akan terus bersedih jika hal itu terjadi, ia tidak mau berpisah satu meter pun dari suaminya.
Hakim hanya diam, ia menatap wajah Elsa yang sedikit berkaca-kaca. Dalam hati pria itu merasa iri kepada Rian karena begitu dicintai oleh Elsa. Rian begitu beruntung mendapatkan Elsa, seseorang yang juga ia cintai. Sayang beribu sayang karena Elsa lebih memilih Rian ketimbang dirinya, padahal cintanya pun tak kalah besar dari Rian.
Buktinya ia harus pergi ke luar kota saat Elsa dan Rian menikah karena ia tak sanggup menyaksikan hari bahagia keduanya dan hari patah hati baginya. Walaupun saat ini ia harus rela Elsa bahagia bersama Hakim, ralat... Elsa tak sepenuhnya bahagia karena hanya hidup serba kekurangan bersama Rian.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu berniat mencarikan pekerjaan untuknya di sana? Kamu tidak mau mengabulkan permohonanku ini? Aku tidak mau berpisah dari suamiku, seharusnya kamu tahu itu, Hakim. Jangan diam saja, respon perkataanku!" desak Elsa saat Hakim hanya diam.
__ADS_1
Lagi dan lagi Hakim hanya diam, pria itu sama sekali tidak merespon perkataan Elsa karena ia bingung apa yang akan ia katakan pada wanita itu.
Di sisi lain, Rian bekerja di hari pertama sebagai kuli panggul di toko beras yang ada di pasar. Pekerjaannya begitu berat karena harus mengangkat sekarung beras dan memindahkannya ke tempat lain.
Rian masih belum terbiasa bekerja seperti itu sehingga beberapa kali ia membuat kesalahan. Satu kali Rian membuat kesalahan, maka ia dimaafkan. Namun, saat yang kesekian kalinya ia membuat kesalahan, Ko Rio sebagai pemilik toko tidak bisa diam lagi.
"Rian... Rian.... Ini sudah yang kesekian kalinya kamu menjatuhkan beras, masih untung kantung berasnya tidak rusak!" Ko Rio menegur Rian sambil berkacak pinggang.
"M-maafkan saya, Koh," ucap Rian sambil menunduk.
Ia sadar diri kalau ia memang salah, makan dari itu ia tidak boleh bersikap kalau ia benar. Sebagai seseorang yang hanya bekerja di tempat orang, ia harus lebih tahu diri. Walaupun sebenarnya kali ini bukan kesalahan Rian, karena tadi ada orang yang entah sengaja atau tidak menyenggolnya sehingga ia menjatuhkan karung beras itu.
Namun, Ko Rio jelas saja tidak akan percaya dengan apa yang ia katakan, sehingga hal yang harus dilakukan oleh Rian adalah meminta maaf. Ko Rio tidak akan mau mendengarkan alasan apapun darinya, pria itu hanya ingin mendengar kata maaf saja.
"Kamu itu kalau memang belum sarapan ya seharusnya sarapan dulu supaya ada tenaga mengangkat karung beras! Sudah tahu akan melalakukan pekerjaan berat, malah tidak sarapan!"
"Sekali lagi kamu menjatuhkan sekarung beras, kamu tidak akan saya bayar ya! Dengarkan kata-kata saya ini!" tukas Ko Rio sebelum pergi meninggalkan Rian.
Rian menghela napas dalam, pria itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Kali ini Rian harus hati-hati, ia tidak boleh melakukan kesalahan lagi jika tidak ingin kalau gajinya tidak dibayar. Rian membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan istrinya.
__ADS_1
Jika ia tidak dibayar maka ia dan Elsa akan makan apa? Rian berusaha sekeras mungkin agar tak lagi melakukan keslahan. Semua ini demi Elsa, ia harus kuat bekerja keras karena memang ia adalah tulang punggung keluarga. Ia tidak boleh hanya mengandalkan Elsa saja.
BERSAMBUNG....