
Kerumunan para wanita yang sibuk mengerubungi Rian mampu membuat laki-laki itu tidak bisa bernapas dengan lega, apalagi tidak sedikit yang bahkan menyentuh tangan atau bagian pribadi lainnya milik Rian membuat Hakim yang melihat hal itu sedikit jengkel, dia jelas ingin mendapatkan keuntungan dari kebaikannya terhadap Rian jika bukan karena dirinya mungkin Rian tidak akan mendapatkan pekerjaan bagus seperti sekarang ini.
"Permisi aku harus membawanya pergi sekarang juga," ucap Hakim sambil sesekali menepiskan tangan para wanita yang ingin menggagalkan usahanya membawa Rian pergi.
"Kenapa aku dikerubungi seperti tadi? Memangnya aku seperti gula?" tanya Rian sedikit bingung karena memang dirinya seperti gula di antara para semut-semut betina.
"Mereka jelas tertarik padamu, Rian. Karena itulah aku menyelamatkanmu dari para wanita, namun ada satu wanita yang mungkin saja kamu akan suka, aku akan memperkenalkannya padamu," jawab Hakim dengan tatapan berbinar seperti dia akan mendapatkan sesuatu yang berharga.
Rian jelas hanya mengangguk-angguk kepalanya saja, dia tidak tahu apa-apa karena itu dia hanya diam dan menuruti semua yang Hakim lakukan.
Beberapa saat kemudian mereka menemui Tante Maya, seorang wanita yang mampu membuat Rian terpana karena Tante Maya jelas tidak seperti usianya yang sudah menginjak kepala empat, kulit yang terawat dengan baik membuat wanita itu begitu nyaman dipandang membuat Rian bahkan hampir lupa memperkenalkan dirinya.
"Kamu Rian, ya? Perkenalkan aku Tante Maya," ucap wanita itu sambil tersenyum ke arah Rian.
"Aku Rian, senang bisa berkenalan denganmu," sahutnya dengan sedikit gelagapan karena Tante Maya terus saja menatap ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Senang berkenalan denganmu juga, Rian. Kamu di sini bersama Hakim, ya? Dia memang tidak pernah gagal dalam hal seperti ini," ujar Tante Maya sesekali melirik ke arah Hakim yang seperti sudah memberikan kode padanya untuk segera memberikan apa yang dia inginkan.
"Hal seperti ini? Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu, Tante Maya. Apa ada sesuatu yang aku tidak ketahui?" Jelas Rian bertanya apa maksud dari perkataan Tante Maya barusan karena memang dia sama sekali tidak mengerti.
Tante Maya menggelengkan kepalanya. "Tidak-tidak, lupakan saja apa yang aku katakan barusan, aku senang ada seseorang yang berbicara tidak formal padaku karena usia."
"Apa kamu ingin aku berbicara formal?"
__ADS_1
"Tentu saja itu tidak perlu, aku lebih suka kamu berbicara apa adanya seperti ini, Rian. Oh ya apa kalian sudah makan? Aku akan membelikan apa pun yang kalian mau, pesanlah."
Mendengar hal itu sontak membuat Hakim yang tadinya hanya diam langsung bersemangat dan memesan banyak makanan karena sangat jarang Tante Maya mau mengeluarkan banyak uang di luar keinginannya.
"Kamu tinggal bersama siapa, Rian?" Tante Maya bertanya sambil memasukkan beberapa kentang goreng ke dalam mulutnya, kini hanya tersisa dirinya dan Rian di dalam ruangan.
"Bersama Hakim, Tante Maya. Tapi jika sudah banyak uang aku akan mencari tempat tinggal sendiri." Tante Maya mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia mengerti dengan apa yang Rian katakan, bisa jadi hal yang bagus jika memang Rian belum memiliki tempat tinggal.
"Kamu mau tinggal bersamaku? Aku akan memberikan fasilitas yang lengkap untukmu jika kamu bersedia, Rian," tawar Tante Maya membuat Rian seketika langsung membelalakkan matanya. Dia sebenarnya mau tapi bingung dengan pekerjaannya nanti ketika berada di rumah Tante Maya.
"Aki sebenarnya mau tapi aku akan bekerja apa di sana?" Tante Maya tersenyum melihat kegelisahan Rian tentang hal itu, meskipun laki-laki tampan di depannya belum tahu akan bekerja sebagai apa ketika bersama dirinya nanti tapi Tante Maya tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali.
"Kamu tenang saja, aku akan memberikan pekerjaan yang cocok untukmu."
Setelah persetujuan dari Rian, Tante Maya langsung mengirimkan sejumlah uang kepada Hakim yang sekarang tengah menikmati makanannya, dia sama sekali tidak peduli dengan sosok Rian.
Tanpa Rian sadari dia dijual oleh Hakim kepada Tante Maya, padahal dia sudah berpikir jika Hakim adalah orang yang bisa dia percaya namun nyatanya tidak seperti itu.
***
Hakim lalu bertemu dengan Tante Maya setelah Rian mabuk berat karena memang wanita itu sengaja memberikan banyak alkohol untuk Rian minum. Ya, tentu saja tujuan utamanya agar bisa membawa laki-laki itu dengan mudah.
"Bagaimana, Tante? Suka dengan orang yang aku bawa kali ini?" tanya Hakim dengan raut wajah liciknya.
__ADS_1
"Ya, kamu memang pintar memilih, Hakim. Dia akan tinggal bersamaku setelah ini, aku harap kamu bisa menyiapkan beberapa alasan agar dia tidak ketakutan ketika tinggal bersamaku," jawab Tante Maya sambil memberikan kunci sepeda motor baru yang dia belikan untuk Hakim.
"Tentu saja aku tidak akan melupakan hal itu, lagipula Rian membawa keuntungan yang banyak untukku," sahut Hakim.
Tante Maya lalu mengangguk-anggukkan kepalanya dan menyuruh Rian untuk segera pergi. Banyak yang menatap ke arah Tante Maya dengan perasaan iri karena bisa mendapatkan laki-laki setampan Rian. Mereka berharap memiliki banyak uang seperti Tante Maya agar bisa membeli semua yang mereka inginkan.
Setelah kepergian Hakim, Tante Maya lalu berjalan menuju ke tempat Rian tidur sekarang, dia ingin membangunkan laki-laki itu tapi Tante Maya urung dan lebih memilih untuk menyuruh asistennya membawa Rian ke dalam mobil dan mereka akan segera pulang ke rumah yang sudah disiapkan Tante Maya untuk Rian.
"Apa Anda yakin jika laki-laki ini baik, Nyonya? Saya rasa dia hanya ingin harta Anda," ucap asisten Tante Maya.
"Kamu jangan sok tahu, dia baik atau tidak itu terserah padaku karena aku yang memilihnya. Jadi kamu tidak perlu ikut campur dengan masalah ini," ujar Tante Maya dengan tatapan tidak sukanya. Jelas asistennya terlalu mencampuri urusannya, dia tidak suka akan hal itu karena baginya Rian memang terlihat baik di matanya.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah, mungkin rumah yang akan ditempati Rian tidak terlalu besar namun memang terlihat mewah.
"Rian, bangun."
Rian sedikit bingung di mana dia sekarang, namun ketika melihat Tante Maya yang sudah berada di depannya membuat Rian seketika langsung terkejut.
"Kamu berada di rumahku, untung saja kamu bangun jika tidak mungkin aku akan mendorongmu masuk ke dalam," lanjut Tante Maya sedikit bergurau dengan Rian.
"Tante Maya? Apa aku sudah tertidur sangatlah lama? Astaga kepalaku pusing sekali." Rian memegangi kepalanya yang terasa berat.
"Sedikit lama? Mungkin. Tidak masalah aku akan menunggu kamu bangun."
__ADS_1
Rian menganggukkan kepalanya, dia lalu turun dari mobil mengikuti Tante Maya yang berjalan tidak terlalu jauh darinya. Dia sedikit bingung ketika Tante Maya tiba-tiba mengandeng tangannya dan mengajaknya ke sebuah kamar yang gelap membuat jantung Rian langsung terpacu dengan begitu cepat.