Dinafkahi Sugar Mommy

Dinafkahi Sugar Mommy
Tamat


__ADS_3

“Segera hubungi Rian, Elma!” suruh Mak Ratih, membuat Elma pun mengangguk kecil lalu segera pergi mengambil handphone-nya yang berada di dalam kamarnya.


Perlahan ia mengambil handphone-nya, karena khawatir membangunkan Faqih. Ia kembali ke arah Mak Ratih, lalu duduk pada tempat duduknya kembali. Ia berusaha menghubungi Rian, dan sangat membuatnya cemas.


Beberapa saat berlalu, Rian menerima teleponnya. Elma senang bukan main, karena ternyata tidak terjadi sesuatu dengan Rian.


“Halo, Mas Rian gak apa-apa?” tanya Elma langsung to the point.


“Halo, kenapa bagaimana? Aku baik-baik saja,” ujarnya membuat Elma lega mendengarnya.


“Syukurlah kalau begitu. Mas pulang ke sini kapan? Aku dan Faqih rindu.”


“Tunggu, mungkin lusa aku kembali.”


“Baiklah, sampai jumpa Mas.”


Mereka pun menyudahi sambungan teleponnya.


Elma melempar pandangan ke arah Mak Ratih. “Baik-baik aja Mas Rian, Mak. Tidak terjadi apa pun dengan dia.”


“Syukurlah kalau begitu.”


Karena merasa Rian sudah aman, Elma pun menjadi tidak khawatir lagi.


Dua hari kemudian Elma masih setia menunggu kepulangan Rian. Saat ini ia sedang mengajak main Faqih di pelataran rumahnya, bersama dengan Mak Ratih.


“Faqih pinter,” ucap Elma, yang sedang menggendong Faqih. Mak Ratih tersenyum memandang ke arah Faqih.


“Sudah semakin pintar Faqih,” ujar Mak Ratih.


Mereka dikejutkan dengan mobil yang melintas di hadapan mereka. Pandangan mereka tertuju pada mobil tersebut. Mereka bertanya-tanya dalam hati, siapa yang datang menggunakan sebuah mobil yang sangat keren baginya.


Dari dalam sana, terlihat Rian yang menurunkan kaca jendela mobilnya. Elma melihatnya dengan sangat kaget, karena ternyata Rian yang sudah kembali dari Jakarta.


“Mas Rian!” pekik Elma senang, ia pun segera menghampiri Rian bersama dengan Faqih.


Rian keluar dari dalam mobilnya. Ia pun segera memeluk istri dan anaknya, membuat mereka seperti teletubies yang sedang berpelukan. Mak Ratih menghampiri Rian, dan setelah memeluk Elma, Rian pun segera mencium tangan Mak Ratih.


“Akhirnya Mas pulang juga. Ayo masuk, aku buatkan makan siang untuk Mas,” ajak Elma dengan sangat ramah.


“Gak usah, Elma. Kita langsung jalan aja. Kita makan di luar,” tolak Rian, membuat Elma senang mendengarnya.


“Wah ... kita makan di luar. Kalau gitu ayo kita pergi Mak!” ajak Elma, tetapi Mak Ratih tertahan mendengarnya.

__ADS_1


“Biar kalian saja yang pergi. Mak di sini saja ya. Mak gak mau merusak kesenangan kalian. Kalian ‘kan baru saja bertemu. Biar kalian menghabiskan waktu bersama dulu,” tolak Mak Ratih, membuat Elma tersadar mendengarnya.


“Beneran, Mak?” tanya Elma memastikan, yang mendapatkan anggukkan dari Mak Ratih. “Ya udah kita jalan dulu ya Mak.”


“Hati-hati di jalan.”


Mereka pun pergi meninggalkan Mak Ratih di sana, membuat Mak Ratih menghela napasnya panjang.


“Mak!” panggil seseorang, tak lama setelah Elma dan Rian pergi jalan-jalan dengan mobilnya.


Minah berdiri di hadapannya bersama dengan Mak Ijah. Mereka memandang Mak Ratih dengan prihatin, membuat Mak Ratih bingung melihat mereka.


“Ada apa, Minah? Kenapa tergesa-gesa?” tanya Mak Ratih.


“Bisa bicara sebentar Mak?”


Mak Ratih memandang mereka bingung. “Bisa. Ada apa?”


“Mak, langsung pada intinya saja ya Mak. Rian ... sudah menjadi simpanan bosku di kota. Dia mendapatkan semuanya itu hasil menjadi gigolo bosku, Mak!” ujar Minah membuat Mak Ratih terkejut mendengarnya.


“Apa?!”


“Ya, Ratih. Mina tidak mengatakannya langsung. Dia takut dan menungguku untuk mengatakannya bersama. Sekarang, kau sudah tahu semuanya tentang Rian. Tolong, beritahukan pada Elma untuk menjauhinya,” ujar Mak Ijah.


“Baik, kita tunggu mereka pulang.”


Mereka pun menunggu Elma kembali ke rumah mereka. Setelah menunggu 3 jam lamanya, Elma baru pulang bersama dengan Rian. Mak Ratih dan yang lainnya bersiap untuk mengatakan langsung kepada Elma, tentang kejadian yang Rian lakukan.


Elma menghampiri mereka. “Lho, banyak sekali orang di sini,” ujarnya.


Rian yang menyadari ada Minah di sana, sontak mendelik. “Kenapa Mina ada di sini juga? Apa yang akan ia lakukan?” batinnya yang sudah merasa ketakutan, khawatir Minah mengatakan semua hal yang ia ketahui tentang dirinya dan juga Tante Maya.


“Langsung aja ya, Elma. Aku ke sini untuk memberitahukan kepadamu. Suamimu ... telah bekerja sebagai seorang gigolo di kota. Makanya dia punya banyak uang untuk memberikanmu banyak hal yang kau inginkan!” ujar Minah, sontak membuat Elma mendelik tak percaya mendengarnya.


“Apa?!” pekik Elma, yang lalu memandang ke arah Rian yang merasa sangat takut saat ini.


“Ya, ini dia bukti Rian yang menjadi gigolo Tante Maya,” ujar Minah, sembari menunjukkan video singkat antara Rian dan juga Tante Maya, yang sedang melakukan hal mesum bersama.


Kejahatan dan kebusukan Rian terbongkar saat ini juga. Hal itu membuat Elma memandangnya sinis, karena ia tidak bisa menerima semua yang Rian lakukan itu.


“Elma, aku bisa jelasin—”


“Apa lagi yang harus dijelasin, Mas? Aku bodoh, karena sama sekali gak curiga sama kamu. Aku bodoh, karena sudah menerima kamu dan uang haram kamu itu, Mas!” bentak Elma, yang merasa sangat kesal dengan apa yang sudah ia lihat.

__ADS_1


Bagi Elma, selingkuh adalah hal yang tidak bisa dimaafkan.


“Elma dengerin dulu—”


“Gak! Aku gak mau dengar apa pun! Aku minta cerai! Aku akan urus semuanya, dan kamu harus setuju atas semuanya. Aku gak mau ada sangkutannya sama kamu lagi! Aku gak butuh suami seperti kamu!” bentak Elma, yang lalu segera masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu rumah.


Keputusan yang Elma ambil sangatlah tepat. Tidak ada air mata, hanya ada amarah yang meluap.


Rian bingung harus bagaimana. Untuk mendapatkan hati Elma, ia merasa sudah tidak bisa. Akhirnya ia pun segera pergi dari sana tanpa berpamitan dengan Mak Ratih dan yang lainnya. Ia mengemudikan kembali mobilnya ke arah Jakarta, untuk menemui Tante Maya.


Selama berjam-jam ia mengemudikan kendaraan yang Maya pinjami itu, ia pun sampai kembali di Jakarta. Dengan segera ia berlarian ke arah Maya, karena hanya Maya yang saat ini bisa menolongnya. Jika Maya ingin, ia ingin menikahi Maya saja untuk menggantikan posisi Elma.


Langkahnya terhenti ketika ia berada di depan ruangan kamar Maya. Matanya mendelik, ketika ia mendengar ******* Maya dan juga ******* pria lain yang ada di dalam kamarnya. Rian mengepal tangannya, kesal karena ternyata Maya bermain dengan pria lain di belakangnya.


Rian mendobrak pintu kamar tersebut, dan menemui mereka yang sedang menyatu.


“Apa-apaan kamu?” pekik Tante Maya, yang lalu segera menutupi tubuhnya menggunakan selimut bersama dengan pria yang saat ini menidurinya itu.


“Ba_jingan! Siapa lelaki ini?” pekik Rian, kesal dengan hal tersebut.


Tante Maya mengubah sikap posisinya, lalu memandang ke arah Rian dengan sinis.


“Mau apa kau ke kamarku?” tanya sinis Maya, membuat Rian merasa sangat kesal mendengarnya.


“Kenapa kau bertanya seperti itu? Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau di sini bersama dengan pria asing?” Rian mengotot di hadapan Tante Maya.


“Ini adalah baby-ku yang baru. Kau bukan lagi baby-ku, karena aku sudah tidak memerlukanmu lagi. Aku sudah memiliki Arshan, dan tidak akan pernah kembali denganmu!” bentak Tante Maya, membuat Rian merasa tak percaya mendengarnya.


Rian tak percaya, Elma telah membuangnya. Saat ini Tante Maya pun membuangnya, membuatnya sangat kaget dan terkejut dengan apa yang dikatakan Maya padanya.


“Apa maksudmu, Maya?” tanya sinis Rian, kesal mendengarnya.


“Aku sudah tidak memerlukan dirimu! Aku sudah tidak memiliki gairah apa pun untukmu! Silakan pergi dari sini, tinggalkan seluruh barang pinjaman yang aku pinjamkan padamu!” ujar Maya, sontak membuat Rian mendelik tak percaya.


“Tapi, Maya ....”


“Tidak ada tapi! Aku sangat tidak memerlukanmu lagi. Enyahlah!” bentak Maya, yang melanjutkan untuk melakukan hal itu dengan Arshan, lelaiki yang saat ini bersama dengannya.


Rian tidak menyangka, ia sudah dibuang oleh Elma dan juga Maya. Kini, ia hanya bisa pergi karena tidak ada siapa pun yang memerlukannya lagi. Itu adalah risiko, yang harus Rian ambil saat ini.


Rian telah kalah, dan pergi dari sana untuk selamanya.


TAMAT

__ADS_1


__ADS_2