Dinafkahi Sugar Mommy

Dinafkahi Sugar Mommy
Ajakan Tante Maya


__ADS_3

“Ya, aku pasti akan melakukannya untukmu,” ujar Rian, yang mendapatkan senyuman hangat dari Tante Maya.


“Baiklah aku akan menunggunya. Aku senang sekali Jika kau akan memberikanku hadiah,” ujar Tante Maya, membuat Rian pun merasa sangat senang mendengarnya.


“Pasti, kau harus senang mendengarnya. Karena aku akan memberikan hadiah spesial untukmu. Walaupun tidak mahal, tapi aku rasa itu adalah benda yang kau butuhkan,” ujar Rian, membuat Tante Maya semakin terkesima dengannya.


Tangan Tante Maya melingkar ke arah leher Rian, yang membuat Rian merasa agak canggung mendapatkan perlakuan seperti itu.


“Bagaimana kalau kita melewati hari ini dengan sedikit berolahraga? Aku ingin sekali melakukan hal ini lagi, sebelum akhirnya kita kembali ke rumah. Aku ingin membuat kesan terbaik di antara kita sebelum kita pulang dari pulau ini. Aku ingin selamanya mengingat dan mengukir kenangan denganmu,” ujar Tante Maya, membuat Rian merasa sangat risih mendengarnya.


Walau demikian, Rian tidak bisa menolak apa yang menjadi permintaan dari Tante Maya. Hal itu membuatnya merasa bingung harus mengatakan apa pada Tante Maya. Rian pun bersikap seolah-olah ia biasa saja menanggapi Tante Maya. Ia juga membelai lembut wajah Tante Maya, kemudian kedua lengan tangannya melingkar pada pinggul Tante Maya, dan ia menekankan sedikit pinggul Tante Maya kepadanya. Hal itu membuat Rian mampu meniadakan jarak di antara mereka.


Sedikit sentuhan saja mampu membuat Tante Maya merasa terpacu, untuk melakukan hal yang lebih dari ini. Karena merasakan ada sesuatu yang menyentuh miliknya, Tante Maya pun merasa sangat membutuhkan Rian secepatnya.


“Aku bisa saja melakukannya kapan pun denganmu, tapi itu tidak baik dilakukan di siang hari. Bagaimana kalau aku menjaga staminaku di siang hari, untuk melakukannya malam hari bersamamu? Supaya aku bisa menjaga daya tahan tubuhku lebih dulu dan mengumpulkan energi untuk malam nanti?” tawar Rian, yang berusaha untuk mengulur waktu mereka, agar tidak melakukannya hal itu lagi saa ini.


Namun, Tante Maya yang sudah gatal tidak ingin menunda semua yang ingin ia lakukan dengan Rian.

__ADS_1


“Aku tidak mau menunda semuanya. Aku hanya ingin kau melayaniku saat ini. Aku butuh kau sekarang,” ujar Tante Maya, yang merasa efek obat yang ia konsumsi sudah mulai terasa.


Memang, saat Rian pergi ke toilet, Tante Maya pun segera mengkonsumsi obat perangsang yang ia pesan sebelumnya. Ia merasa harus menggunakan benda itu, agar bisa melakukan hal bersama dengan Rian, lebih lama dari biasanya. Ia juga ingin hal itu membuat Rian merasa sangat puas, karena ia juga ingin memberikan kepuasan kepadanya, selain dirinya yang ingin diberikan kepuasan oleh Rian.


Namun tak disangka, saat ini Rian malah menolaknya seperti itu. Hal itu membuatnya sedikit kesal dan bagaimanapun caranya ia harus melakukan hal itu bersama dengan Rian.


Namun, karena Rian sudah terlalu lelah melakukannya, bersama dengan Tante Maya yang tidak ada habisnya itu, ia merasa harus beristirahat sejenak dan tidak melakukan apa pun dulu untuk hari ini. Karena bersama Tante Maya, mereka terus melakukan hal itu. Baru saja pagi tadi mereka melakukannya, tetapi siang ini Tante Maya menginginkannya lagi untuk melakukan hal itu lagi.


Hal itu tentu saja tidak bisa untuk Rian, yang adalah lelaki normal. Lain halnya dengan lelaki yang abnormal, yang malah membutuhkan lagi dan lagi hal seperti itu.


“Apakah harus sekarang melakukan itu?” tanya Rian, membuat Tante Maya merasa jengkel kembali mendengarnya.


Rian pun merasa sangat kaget, karena Tante Maya yang bertanya seperti itu padanya. Ia sangat takut, jika Tante Maya yang ingin menghentikan supply uang kepadanya.


“Wow ... aku sama sekali tidak menghindarimu, tapi aku hanya ingin memberikan saran kepadamu, agar kita bisa mencapai puncak bersama-sama. Jika salah satu dari kita tidak memiliki kesiapan yang cukup, maka aku tidak akan menjamin kalau kita sama-sama mencapai puncaknya nanti. Jika aku tidak bisa mengelola tenaga, aku mungkin saja nanti aku tidak akan bisa memberikan yang terbaik untukmu, dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku harus bisa memberikan semua hal yang aku bisa untukmu,” ujar Rian, membuat Tante Maya menghela napasnya dengan panjang.


“Tapi aku sudah tidak bisa menahannya,” ujar Tante Maya, yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, kalau dirinya sudah mengkonsumsi obat perangsang, sehingga membuat nafsu birahinya naik dan tidak bisa tertahankan lagi.

__ADS_1


“Apakah butuh sesuatu yang lain? Aku akan membuatmu merasa nyaman, selain melakukan hal itu,” ujar Rian, membuat Tante Maya merasa tidak ingin mendengarnya.


“Aku tidak membutuhkan apa pun selain dirimu saat ini! Cepat lakukan!” bentak Tante Maya, yang membuat Rian merasa sangat tertekan.


Memang pekerjaan yang Rian lakukan sangatlah mudah, dan juga memiliki kenikmatan. Namun, jika terus-terusan melakukan hal seperti ini, ia juga tidak bisa menjamin akan bisa melakukannya. Rian butuh yang namanya privasi, dan juga istirahat untuk tidak melakukan hal itu lagi secara berkala.


Mungkin melakukan hal itu sehari satu kali, masih bisa ia lakukan. Namun jika sudah beberapa kali dalam sehari, ia merasa sangat tidak bisa melakukannya. Namun karena ia tidak ingin membuat Tante Maya yang murka, ia pun mengangguk kecil mendengarnya.


“Baiklah, ayo kita nikmati siang ini bersama,” ajak Rian yang merasa harus bisa melakukannya untuk mereka.


Hal ini ia lakukan demi dirinya, yang tidak ingin kehilangan semua hal yang ia miliki yang diberikan oleh Tante Maya. Ia tidak ingin Tante Maya sampai menarik kembali apa yang sudah ia dapatkan. Akan tetapi, Tante Maya melihat dan membayangkan Rian yang saat ini menolak dirinya, ia merasa sangat kesal ketika dia mengatakan hal itu padanya.


“Baiklah, ayo kita mulai,” ajak Tante Maya, membuat Rian merasa kesal tetapi ia harus bisa menahannya.


Rian pun mulai melakukan hal yang harus ia lakukan dengan Tante Maya. Berhubung mereka sudah ada di dalam kamar, mereka pun jadi tidak terlalu jauh untuk cepat melakukan hal tersebut. Perlahan Rian menanggalkan bikini Tante Maya yang khusus untuk pergi ke pantai. Lalu ia segera menuntun Tante Maya untuk melakukan hal tersebut bersama dengannya.


***

__ADS_1


Sementara itu Mina yang saat ini hendak pulang ke rumahnya, bingung. Karena ia tidak bisa menghubungi Tante Maya saat ini. Sudah beberapa kali ia mencoba menghubunginya, tapi Tante Maya tidak bisa mengangkat teleponnya.


Mina harus secepatnya pulang ke kampung halamannya, untuk memberitahukan hal ini kepada istri dari Rian tentang permasalahan ini.


__ADS_2