
‘Elma harus secepatnya mengetahui hubungan Rian dan juga Tante Maya! Aku harus secepatnya mengatakan hal ini kepada Elma. Aku tidak bisa menunggu sampai nanti, karena khawatir kejadiannya akan menjadi sangat rumit,’ batin Mina, yang tidak ingin membuat Rian merasa bahagia, dengan apa yang ia miliki saat ini.
Tentu saja semua ini adalah pemberian dari Tante Maya, sehingga membuatnya tidak ingin sampai Rian merasakan hal lainnya.
‘Bukannya aku cemburu, tapi aku sangat kasihan terhadap Elma. Karena lelaki busuk ini tiba-tiba saja datang ke ibukota dan melakukan sesuatu hal yang buruk, bersama dengan seorang wanita. Sementara itu keluarganya di kampung halaman, berpikir bahwa mereka akan dapat dibahagiakan oleh Rian. Tapi pada kenyataannya Ryan yang malah mencari rezeki yang tidak halal untuk diberikan kepada anak dan istrinya,’ batin Mina.
Mina meletakkan piring yang baru saja ia cuci, ke dalam tempatnya. Ia merasa harus segera menyelesaikannya, kemudian segera menghubungi majikannya untuk meminta cuti tahunannya. Karena dirinya yang sudah tidak tahan lagi, menyimpan rahasia ini sendirian. Ia harus bisa memberitahukan kepada Elma, agar Elma bisa mengambil keputusan dalam rumah tangga mereka. Ia khawatir, jika terus-menerus seperti ini, Rian pasti akan melakukan hal yang lebih dari ini. Bukan hanya kepada Tante Maya, tetapi kepada orang yang lainnya juga.
‘Ya, aku harus segera menyelesaikan pekerjaanku. Jangan sampai aku membuat sebuah keputusan yang salah. Aku harus pulang hari ini juga, dan ingin memberitahukan kepada seluruh warga dan juga terkhusus untuk Elma yang adalah istri dari Rian,’ batinnya.
Ketika ia sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun segera bersiap untuk menghubungi majikannya itu. Ia harus secepatnya pulang ke kampung halamannya, agar ia tidak memikirkan hal seperti ini lagi.
Mina berjalan ke arah kamarnya, karena ia ingin sekali segera menghubungi majikannya, yaitu Tante Maya. Ia harus mengatakan yang sebenarnya, karena dirinya tidak ingin berada dalam sebuah kesalahan besar, karena sudah memendam semua hal ini dari istri Rian. Ia harus bisa mengutarakan semuanya, karena hanya dialah kunci dari semua permasalahan yang ada.
Ia tidak bisa melakukan apa pun, dan hanya bisa berharap jika Tante Maya memberikannya izin untuk pulang ke kampung halamannya.
Saat ia sudah berada di dalam kamar, ia segera meraih telepon rumah karena jika ia menggunakan telepon pribadinya, Tante Maya sama sekali tidak akan ingin menerimanya. Harus ada perantara, yaitu telepon rumah.
Mina duduk di pinggir ranjang, dan menekan extension nomor telepon Tante Maya. Ia berharap bisa dapat kembali pulang secepatnya, tanpa harus mengganggu Tante Maya lebih jauh dari ini. Tangannya gemetar, ketika ia menekan beberapa nomor yang ada pada bagan telepon rumah.
__ADS_1
Namun ia harus menguatkan diri, untuk segera melakukannya.
‘Aku harus bisa!’ batinnya, sembari tetap menekan extension nomor Tante Maya itu.
Ia segera masuk ke dalam sambungan telepon, dan menunggu telepon terhubung.
Beberapa saat berlalu, tetapi ia sama sekali tidak mendapati Tante Maya menerima teleponnya. Ia merasa ragu, untuk menghubunginya kembali karena ia khawatir jika dirinya sampai mengganggu Tante Maya. Karena jika Tante Maya terganggu, ia tidak bisa menjamin dirinya akan aman. Selama ini ia tidak pernah menghubungi Tante Maya, jika tidak ada hal yang sangat urgent. Namun kali ini, ia memberanikan diri untuk berpamitan kepada Tante Maya.
‘Gimana ini? Apa aku harus menghubunginya sekali lagi?’ batin Mina, yang merasa harus menghubunginya lagi.
Mina segera menekan kembali extension nomor Maya, dengan tangan yang masih terasa gemetar. Ia pun segera melakukan hal itu, kemudian kembali menunggu telepon itu tersambung.
“Halo,” sapa seseorang di sana, yang ternyata adalah Tante Maya.
“Halo, Nyonya. Apa saya mengganggu Nyonya saat ini?” tanya Minah dengan sangat sopan, agar Maya tidak tersinggung dengannya.
Dari arah sana, Tante Maya pun kini baru saja selesai melakukan hubungan dengan Rian. Ia merasa sangat segar, tetapi juga sangat mengantuk saat ini. Ia duduk di pinggir ranjang, sembari menguncir rambutnya yang terurai, dengan telepon yang ia jepit pada telinga dan juga bahunya.
“Saya baru saja selesai. Ada apa, Minah?” tanyanya.
__ADS_1
Minah pun senang mendengarnya. “Nyonya, jika diizinkan, saya ingin kembali pulang ke kampung halaman saya, untuk sementara waktu. Saya ingin mengambil cuti tahunan saya, karena saya ingin merawat kerabat saya yang sakit. Hanya sementara waktu, nanti setelahnya saya akan kembali lagi ke sini,” ujar Minah menjelaskan.
Maya memijat keningnya, “Berapa lama kau ingin kembali ke kampung halamanmu?” tanya Maya.
“Mungkin sekitar satu minggu atau jika kurang, saya akan memberikan informasi kepada Nyonya nanti. Karena kerabat saya benar-benar tidak memiliki siapa-siapa lagi, dan hanya saya yang dekat dengannya,” ujar Minah yang memang tidak sepenuhnya salah dan berbohong.
Selain ingin merawat kerabatnya yang sakit, ia juga ingin memberitahukan kepada Elsa mengenai Rian, yang saat ini menjadi selingkuhan majikannya itu. Karena kebetulan Maya sedang berada di luar kota, pekerjaan Minah pun tidaklah banyak.
Maya berpikir keras, karena dirinya sangat membutuhkan sosok Minah untuk melakukan pekerjaan rumahnya. Namun, hal itu ternyata harus berbenturan dengan kebutuhan dan keperluan Minah di kampung halamannya. Ia tidak bisa menahan Minah, karena itu sudah hak dari Minah.
“Baiklah, tolong minta seseorang yang ada di sana untuk mencarikan penggantimu untuk sementara waktu. Silakan kamu ambil cuti tahunanmu, dan jika perlu habiskan dengan catatan kau harus mendapatkan penggantimu lebih dulu,” ujar Tante Maya, membuat Minah merasa sangat senang mendengarnya.
“Baik, Nyonya. Saya akan mengatakannya kepada orang yang ada di sini,” ujarnya.
“Ya sudah, nanti aku akan kirimkan ke rekeningmu ongkos untuk kau pulang ke kampung halamanmu,” ujar Tante Maya membuat Minah semakin terharu mendengarnya.
“Apakah yang Nyonya katakan itu benar?” tanya Minah, yang merasa sangat dihargai bekerja di tempat ini.
“Ya, tentu saja aku akan mendukung, jika itu adalah keperluan yang mendesak. Mengingat gaji bulan ini pun belum saya bayarkan, jadi biarlah kau pulanglah ke kampungmu dengan tenang. Jangan memikirkan apa pun,” ujar Tante Maya, membuat Mina pun merasa sangat senang mendengarnya.
__ADS_1
“Baik, terima kasih Nyonya, karena sudah mengerti dengan keadaan saya. Saya merasa sangat senang bisa bekerja dengan Nyonya. Saya berharap saya bisa terus bekerja bersama dengan Nyonya,” ujar Minah.
Tante Maya pun mengangguk kecil mendengarnya. “Ya, kau hati-hati di jalan. Salam untuk keluargamu di sana. Sudah ya, saya tutup teleponnya,” ujar Maya yang lalu segera menutup sambungan telepon mereka.