
Minah pun merenung di pinggir ranjang. Ia merasa majikannya itu sangatlah baik kepadanya. Namun di sisi lain, majikannya sudah melakukan hal jahat karena sudah mempekerjakan Rian sebagai simpanannya. Hal itu membuat Minah merasa canggung. Ia tidak bisa melakukan hal itu kepada Tante Maya. Ia tidak ingin Tante Maya mendapatkan hal yang buruk, karena baginya Tante Maya adalah seorang majikan yang sangat baik. Hanya saja ia salah melakukan tindakan seperti ini.
“Nyonya sebenarnya sangat baik. Aku tidak ingin membuatnya jatuh ke dalam masalah, karena aku juga masih ingin bekerja dengannya. Aku hanya ingin memberitahukan ini kepada Elsa, agar Elsa bisa menghentikan Rian, untuk bekerja dengannya,” gumam Minah, yang merasa sangat sedih ketika mendengar Tante Maya yang sudah tidak bisa dipisahkan lagi dengan Rian.
“Kalaupun ingin menikah, mereka harusnya menikah. Jangan seperti ini. Ini sama saja menyalahi kodrat. Aku tidak ingin membuat rumah tangga Elsa hancur, hanya karena hal ini saja. Elsa harus tahu apa yang terjadi dengan suaminya di sini,” gumamnya lagi, yang lalu segera bangkit untuk mempersiapkan semua hal untuk dia bawa ke kampung halamannya.
Sementara itu di sana, Tante Maya yang baru saja selesai melakukan hal itu dengan Rian. Ia merasa kurang puas dengan servis yang Rian berikan. Saat ini, ia merasa ketertarikannya terhadap Rian sepertinya sudah menurun, membuat Tante Maya merasa agak bingung menghadapinya saat ini.
Perlahan ia pun segera pergi dan beranjak dari ranjang tidurnya, untuk keluar menuju ke arah pantai. Ia merasa tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Ia hanya membutuhkan ketenangan dan merasa ada yang salah dari dirinya dan juga Rian saat ini.
“Sepertinya Rian sudah tidak seperti dulu lagi. Apa aku yang terlalu merasakan perasaan aneh itu?” gumam Maya, merasa sangat kesal dengan keadaan ini.
Ia mengambil handphone-nya itu, lalu segera menghubungi Hakim. Ia pun duduk pada kursi yang tersedia di pinggir pantai, disertai dengan payung yang membuat keadaan menjadi teduh. Ia masih mengenakan bikininya, karena ia malas untuk mengganti pakaian baru. Ia hanya ingin menikmati suasana pantai sendiri, tanpa adanya Rian di sisinya.
Sambungan telepon pun terhubung, Maya segera memperbaiki sikap duduknya saat ini.
__ADS_1
“Halo Hakim? Apakah kau mendengarku?” tanya Maya.
Hakim pun menjawab, “Ya, aku mendengar. Ada apa, Tante Maya?”
“Sepertinya aku harus meminta bantuanmu kembali,” ujarnya membuat Hakim merasa bingung mendengarnya.
“Maksudnya meminta bantuan apa, Tante Maya?” tanya Hakim lagi, yang tidak mengerti dengan apa yang Tante Maya maksudkan.
“Bersama Rian sepanjang hari ini, membuatku merasa sangat bosan. Apalagi ditambah Rian yang sepertinya sudah tidak seperti dulu lagi. Performanya dalam hal ranjang sudah turun, apalagi saat ini aku sudah menginginkan ke level yang lebih tinggi lagi. Aku tidak bisa seperti ini dengannya. Apalagi ia saat ini sudah mulai menolakku kembali seperti saat pertama kita kenal. Aku tidak bisa melanjutkan bersamanya,” ujar Tante Maya, membuat Hakim merasa kaget mendengarnya.
“Ya ... memang aku adalah orang yang sangat beruntung, karena sudah mendapatkan Rian dari wanita lain yang mengincarnya, tetapi saat ini performa Rian sudah turun. Aku tidak bisa melanjutkannya. Aku mencoba memakai obat perangsang sendiri, untuk mencoba sejauh apa dia bisa membuatku puas. Tetapi ternyata dia hanya sebatas itu saja. Bahkan jika aku tidak menggunakan alat bantu, mungkin aku tidak akan mencapai ******* saat ini,” ujar Tante Maya blak-blakan kepada Hakim, membuat Hakim merasa sangat kecewa dengan Rian.
“Wah ... kalau seperti itu, itu namanya sudah keterlaluan. Dia tidak bisa lagi untuk membuatmu senang, kau harus mencari pria lain untuk membuatmu merasakan hal yang ingin kau rasakan bersama dengannya. Aku akan setia membantumu, kau tenang saja! Aku akan mencarikan pria yang lebih muda dan lebih gagah daripada Rian. Aku jamin itu,” ujar Hakim membuat Tante Maya merasa sangat senang mendengarnya.
“Aku sangat menantikan hal itu. Tolong segera kau carikan pengganti untuk Rian. Aku tidak ingin menunggu lebih lama, karena hasratku harus selalu terpenuhi. Aku tidak bisa menunggu untuk mendapatkan sentuhan dari seorang pria. Itu adalah kebutuhanku setiap harinya. Bahkan setiap waktu,” ujar Tante Maya, yang meminta tolong kepada Hakim untuk melakukan hal tersebut.
__ADS_1
“Yah, pasti aku akan carikan yang terbaik untukmu. Kau tunggu saja,” ujarnya. “Kalau boleh tahu, apa kriteriamu selain Rian?” tanyanya, Tante Maya pun menghela napasnya panjang.
“Aku ingin seseorang, yang memiliki sesuatu yang lebih panjang daripada milik Rian. Karena bagiku Rian masih belum memenuhi kriteria yang aku inginkan. Memang tidak bisa disalahkan sih, karena kebanyakan pria di wilayah ini, memang hanya memiliki ukuran seperti itu. Tapi mungkin ada beberapa orang di wilayah ini yang memiliki hal seperti itu,” jawab Tante Maya yang merincikan semua hal yang ia inginkan dari sosok yang akan menggantikan Rian.
“Untuk yang seperti itu, aku tidak tahu pasti. Yang jelas, aku akan berusaha untuk mencarikannya untukmu,” ujar Hakim, yang merasa harus melakukannya agar bisa mendapatkan bayaran yang tinggi jika ia sudah berhasil menemukannya.
“Yah ... aku harap kamu bisa cepat. Karena aku tidak akan tahan jika harus menunggu lebih lama lagi. Untuk sementara waktu, aku akan menggunakan Rian, karena memang dia sangat menggoda untuk dipandang. Tetapi entah mengapa, aku merasa performanya sudah menurun dari biasanya. Jadi aku masih belum puas saat ini.” Tante Maya menjelaskan duduk permasalahannya kepada Hakim.
“Ya, aku juga berharap bisa cepat menemukannya. Tapi apakah kau berselera dengan pria asing?” tanyanya.
“Terserah kau saja, yang penting pria itu memiliki hal yang aku inginkan. Tapi untuk catatan, aku tidak suka pria yang berkulit hitam. Tolong carikan pria yang berkulit putih sama seperti Rian,” ujarnya.
“Tentu saja, aku akan melakukannya,” ujar Hakim yang memberikan garansi kepada Tante Maya, jika ia bisa melakukannya dengan baik. Ia tidak akan mungkin mengecewakan Tante Maya, karena ia juga ingin mendapatkan uang yang banyak, dari hasil transaksinya nanti, ketika itu berhasil.
“Baik, aku akan mengakhiri telepon ini segera. Tolong kau tahan dulu untuk sementara waktu ini, karena untuk mencarikan apa yang kau inginkan, sangatlah sulit. Kau bertahanlah dulu dengan Rian. Manfaatkanlah dulu waktumu dengan dia. Walaupun kamu masih belum puas, kamu harus bertahan.” Hakim meminta Tante Maya untuk mempertahankan hal tersebut.
__ADS_1
“Ya. Ya sudah, sampai nanti,” ujar Tante Maya, yang lalu segera memutuskan sambungan telepon mereka.