
Mereka dari KUA ….
Dari Kantor Urusan Agama ….
Lizi menelan salivanya kasar, lalu buru-buru duduk di sebelah Farez. "Pak, kita baru sepakat loh, kenapa orang dari KUA sudah datang?" bisiknya lirih diakhiri anggukan kepala, menyapa para tamu.
"Calon yang lu bilang, Rez?" tanya seorang pria muda yang usianya sekitar 30 tahunan.
Farez dengan cepat menaruh tangannya kepala belakang kepala Lizi sembari mengelusnya. "Bantuin gue daftar ya. Berkasnya besok gue antar."
Whats?
Lizi menoleh dengan tampang terkejutnya, memandang Farez yang justru berbalik memandangnya dengan seulas senyum bahagia.
Dengan sangat terpaksa, ia pun menarik beberapa kali sudut bibirnya, hingga seulas senyum terpaksa terlihat dengan jelas.
"Sayang, kamu buru-buru banget sih!" ucapnya sembari memukul paha Farez dengan tampang gemas. Gemas sekali hingga Lizi ingin menjadikan Farez samsak tinju. Jika tidak ada orang, Lizi pasti sudah melakukannya.
Namun Farez hanya menyingkirkan tangan yang sedang gemas itu. Lalu kembali ke topik pendaftaran nikah mereka.
"Satu minggu lagi, bisa kan, Bing?"
Satu minggu!
__ADS_1
Pada awalnya Farez ingin menikah dua minggu lagi. Namun tiba-tiba dia merubah keputusannya. Membuat Lizi ternganga tak berkutik, bahkan teman Farez pun ikut terkejut.
Lizi sempat protes, tetapi Farez mengancamnya dengan Belut Super andalannya yang masih terbaring lemah tak berdaya. Dan lagi-lagi, Lizi hanya bisa mendengus.
Setelah rapat Paripurna berlangsung. Tobing, Tornado, dan Topan pun kembali dengan membawa berkas yang langsung mereka siapkan pada hari itu juga. Hanya tersisa fotocopy Kartu Keluarga yang akan menyusul.
"Pak, kita kan baru setuju, kenapa buru-buru sih?" Lizi kembali protes setelah semua tamu telah pergi. "Perjanjian Pra-Nikah kan aku belum buat!"
Namun Farez hanya mengedikkan bahu, lalu pergi dengan gaya berjalannya yang masih, ngangkang. Sedangkan Lizi, menendang-nendang meja dengan kakinya sambil mendengus kesal.
Gini, gue harus bilang apa sama emak? Masa iya ujug-ujug nikah? Mana seminggu lagi pula, aahh!
Tak mau berlarut-larut kesal dengan pemilik Belut Super yang telurnya hampir dia pecahkan. Lizi pun kembali ke kamarnya sambil menyusun UUP (Undang-Undang Pernikahan). Pasal-pasal dan ayat, dia tulis dengan penuh perhitungan. Termasuk dengan pasal bercinta yang sebenarnya dia masih cupu, meski beberapa kali mengikuti kursus online lewat film Ikeh-Ikeh Kimochieh.
Hahaha! Pasal UUP gue sudah jadi! Mau nikah besok pun, hayuk lah pak!
Namun karena hari masih siang, dan mungkin akan banyak mata yang akan melihatnya. Lizi pun mengurungkan niatnya dan kembali lagi saat malam hari.
Dan pada malam hari yang cerah bertabur bintang, dengan gaya petantang-petenteng, Lizi pergi menemui Farez. Dia mengetuk pintu rumah pria itu dengan cukup pelan sembari memanggil namanya.
"Pak, Om, Paman, Ahjussi, Oppa," sebut Lizi lirih.
Untung saja, telinga Farez masih cukup sensitif mendengar panggilan lirih bak speaker yang kehilangan daya. Pria itu dengan telanjaang dada dan hanya memakai boxer, pergi membuka pintu.
__ADS_1
Tentu saja, pemandangan roti sobek itu membuat Lizi menganga takjub. Lizi yang sejak tadi duduk berjongkok, bersembunyi di antara pagar tanaman hias agar tidak kelihatan orang, pun mendongak menatap Farez yang hanya menggunakan kolor kuning dengan motif Pororo.
Hal ini othor juga masih mendalami, kenapa Pororo bisa nyangkut di cangcutnya Farez.
"Eh buset, kenapa malah Pororo yang dateng?" Lizi yang kaget sempat terjerembab duduk terjatuh ke belakang
"Kenapa? Ngetuk aja kayak mau maling jemuran!" Farez berdecak ketus.
"Maling jemuran mana ada yang panggil-panggil, Pak!" Lizi mencoba berdiri, lalu berjalan menunduk masuk ke dalam rumah. Rupanya dia masih terlalu takut jika di ketahui penghuni kos.
"Nih, Pak. Undang-Undang Pernikahan, eh maksudnya, perjanjian Pra-Nikah!" Lizi menyodorkan beberapa lembar kertas berukuran A4 pada Farez.
Farez menerimanya tanpa protes, lalu perlahan-lahan membaca pasal-pasal yang di tulis Lizi. Setelah membaca dengan selektif kening Farez sedikit berkerut.
Hadir lagi nih.
Dah ya, 3 bab lunas hari ini.
Othor butuh parameg kalau disini 🤣🤣
Sajen jangan lupa!
__ADS_1