Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 24


__ADS_3

Setelah konferensi ranjang panjang yang tergolong singkat. Lizi dan Farez akhirnya menemukan kesepakatan. Lizi setuju dengan panggilan baru untuk Farez, sedangkan Farez sendiri sudah setuju untuk pulang hari ini.


Acara makan-makan prasmanan pun sudah berakhir. Keluarga Farez berpamitan lebih dulu untuk kembali ke kota masing-masing. Sedangkan Lizi masih mencoba berpamitan pada kedua orang tuanya.


Pada awalnya, sang ibu merasa sedikit keberatan dengan kepulangan anak gadisnya yang sebentar lagi akan kehilangan keperawanan dengan cara yang mungkin cukup estetik. Namun, Pak Bakti mencoba menjelaskan pada sang istri.


"Sudahlah, mereka juga pengen cepet kasih kita cucu!"


Sahutan Pak Bakti langsung membuang Lizi menelan salivanya kasar. Sedangkan Farez justru diam-diam tersipu malu.


"Ya sudah ya sudah. Nanti cari hotel kalau lelah, gak perlu dipaksakan." Bu Eja memberi sedikit saran yang membuat hati anaknya justru kalang kabut.


"Dokumen nikah belum keluar, Bu. Kalau kena grebek gimana?" Nanti dikiranya aku open BO sama om-om lagi, huh!


"Kasih aja video kalian akad nikah tadi!" Sahut Pak Bakti yang membuat hati Lizi tambah acak-acakan.


Mendengar kedua orang tuanya terus memojokkannya, Lizi akhirnya setuju. Iya, hanya sekedar persetujuan formalitas agar dia bisa segera kembali.


Namun kepulangannya kali ini tidak membuahkan hasil apa pun, tidak seperti biasanya. Padahal dulu, minimal ia bisa membawa beras 1 karung, minyak, gula, bahkan ayam kampung yang biasanya langsung ia jual ke penadah. Padahal minyak sekarang sedang mahal-mahalnya, sungguh sayang sekali Lizi tidak membawanya.

__ADS_1


Dibalik kosongnya tangan Lizi, nyata ia berhasil membawa sesuatu yang menurut kedua orang tuanya sangat bermanfaat dari pada minyak, yaitu seorang suami.


Pulang jomblo, balik-balik laku!


Mobil hitam itu sudah dinyalakan sejak tadi oleh Farez. Setelah bersalaman dan berpamitan, mereka berangkat kembali ke Ibu Kota.


"Akhirnya, pulang juga!" Hela napas Lizi terdengar berat di telinga Farez yang duduk di sebelahnya.


"Mau cari hotel dimana?" tanya Farez to the poin.


Matahari belum sepenuhnya tenggelam pada saat itu, tapi Farez sudah tidak sabar ingin melepaskan rasa lelahnya yang belum tuntas. Iya ngantuk, itu yang mau Farez tuntaskan.


Berharap sang istri bisa memberinya respon yang baik, tapi wanita itu justru menjawabnya dengan ketus.


Dua jam mengemudi, Farez menepikan mobilnya di sebuah rest area. Dia sempat turun dan membeli kopi, lalu merebahkan tubuhnya sebentar di kursi belakang.


"Perjalanan kita masih panjang loh, Pak. Kok malah tiduran sih?" Lizi sedikit protes, tidak terima jika perjalanannya semakin di tunda.


"Bisa nyetir? Setirin coba! Biar aku juga bisa molor!"

__ADS_1


Lizi menelan salivanya kasar sambil menggaruk rambutnya yang tidak terasa gatal. Entah kenapa, itu seperti jadi kebiasaan saat Lizi bingung harus menjawab apa.


"Ya udah deh, cari hotel aja!"


Keputusan Lizi membuat mata Farez yang sejak tadi terasa berat, menjadi sangat ringan, bahkan cerah seperti iklan obat tetes mata Nisto. Membahas tentang hotel, tentu saja jiwa muda Farez kembali bergejolak. Ia langsung bangkit, dan kembali duduk di kursi pengemudi.


Perjalanan ia tempuh lagi, setidaknya selama 3 jam sambil mencari referensi hotel terbaik ala Traveloko. Sampai akhirnya, ia keluar dari tol menuju hotel yang ditunjuk langsung oleh Mbah Glogglo, sumber segala informasi terupdate, teraktual, dan tapi kurang terpercaya.


Menepilah mobil hitam itu di sebuah hotel dengan nama Siapapun Suka. Bangunan hotel kali ini pun tidak jauh berbeda seperti sebelumnya, tinggi, bertingkat, dan kinclong.


"Selamat malam, selamat datang di hotel Siapapun Suka." Sapa seorang resepsionis.


"Kamar President Suit ya, Kak," ucap Lizi tersenyum manis kepada petugas.


Hah, mampus! Dari tadi mikirin cara buat ngerjain si Bapak duda satu ini. Akhirnya nemu cara brilian.



Awas, Zi. Dikerjain balik bisa encok 2 hari 2 malem🤣🤣

__ADS_1


Dari siang muter-muter sama naskahnya Lizi gak kelar-kelar. Giliran malem aja, auto jadi gesrek 🤣


Besok resepsi jangan lupa minta amplopan sama readers, Zi.


__ADS_2