Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 41


__ADS_3

Farez pada saat itu terlihat sedang mengobrol dengan seorang pria. Terlihat obrolan mereka begitu asik, sampai Lizi masuk ke dalam pun, Farez tidak mengetahuinya.


Ruangan itu hanya seluas 105 meter persegi, dengan beberapa sofa empuk di sudut, dan beberapa kursi. Serta, ruangan indoor yang langsung menghadap ke kolam ikan dan taman.


"Mar, Mer!" Sapa Lizi yang berlari kecil sambil menenteng tang jinjing menghampiri meja Trio EM yang persis berada di sudut seperti kata Marimar.


Emang suka nyempil kek upil nih Trio Em. Mau heran, tapi temen kerja gue!


"Zi? Eh, elu sama siapa?" tanya Mersendes yang berdiri lebih dulu menyapa Lizi. "Kok tau kita nyempil di sini?"


"Gue ketemu Marimar di depan. Gak sengaja aja!" Lizi lantas duduk di kursi yang ternyata tak jauh dari posisi sang suami.


"Eemm … kebetulannya pas banget. Ye gak, Bestai!" Goda Maryani mengedip ke arah Mersendes, yang langsung membuat Lizi mengerti maksudnya.


"Apaan sih?"


Maryani pun menggerakkan kepalanya ke arah Farez yang sedang asik mengobrol dan tertawa. "Tuh, si Bapak Kos. Kebetulan juga ya ketemu di sini." Maryani pun tertawa.


"Eh buset!" Seru Lizi frontal. "Aneh lagi kalau ketemu di kamar, ini tempat umum, jadi wajar dong!" Lizi yang sudah gugup, karena takut ketahuan, tiba-tiba mengambil minuman di depannya dan langsung menyeruputnya tanpa permisi.


Tepat pada saat itu, dua orang gadis tiba-tiba berjalan menghampiri Farez dan temannya. Mereka bahkan saling berjabat tangan satu sama lain, sebelum akhirnya duduk di kursi.


Oh, puck, si Anjing! Siang bolong beraninya selingkuh! Mata Lizi membulat penuh, menatap Farez dengan segala tekanan emosional yang luar biasa.

__ADS_1


"Wah wah, si Bapak Kos! Grasak grusuk juga rupanya," ucap Marimar yang baru tiba.


"Eh, Zi. Sii Bapak Kos bukannya masih lajang ya? Dia duda kan?" tanya Mersendes yang penasaran.


Keempat pasang mata itu masih terus memperhatikan meja Farez. Melihat dua orang pria dan dua wanita sedang bercengkrama cukup dekat. Bahkan wanita yang duduk di hadapan Farez sempat menepuk lengan kekar penuh sensasional milik Farez beberapa kali.


"Gak! Dia udah nikah, lagi!" jawab Lizi singkat, padat, penuh penekanan.


"Whats – Apa!" Seru mereka kompak menatap Lizi untuk sesaat, lalu kembali menatap Farez.


"Emm, mungkin itu istrinya. Cantik sih!" timpal Maryani berusaha mendengar obrolan keempat orang itu.


"Ya, lumayan lah. Saingan gue agak berat. Mundur aja mundur, janur juga udah melengkung!" Marimar pun ikut menyahut.


"Dia bukan istrinya!" sahut Lizi sedikit lantang.


"Tau dari mana, Zi? Lu pernah ketemu sama bini barunya?" Maryani menatap Lizi penuh tanya.


Membuat gadis itu kikuk dan segera meletakkan gelas plastik yang pemiliknya belum ditemukan. Lalu berdehem sebentar sebelum menjawab pertanyaan dari salah satu Trio EM.


"Ooh, itu … se-sempet sih, liat, sekilas. Istrinya cantik kok, sumpah! Beneran cantik, gadis itu mah kalah jauh!" jawabnya penuh percaya diri dan berhasil membuat Trio EM mengangguk seolah percaya dengan perkataan temannya itu.


Gak salah kan? Gue emang cantik kok!

__ADS_1



Vote mana vote!!!


Hadiah mana Hadiah. Kembang, Kopi??



Judul : Suamiku Kekasih Mamaku


Author : Nophie


Aletta Wijaya, gadis manis berusia 20 tahun dipaksa menikah dengan kekasih mamanya yang bernama Hans Armando Javier, 39 tahun. Nilam Wijaya, 38 tahun, mama dari Letta, meninggal tepat sehari sebelum pernikahannya dengan Hans berlangsung karena mengetahui rahasia kelam sang kekasih.


Arland dan Merlita Javier, memaksa Letta untuk menikah dengan Hans agar pernikahan bisnis antara keluarga Javier dan Wijaya tetap berjalan.


Sedangkan kakek Wijaya hanya bisa pasrah karena perusahaannya sangat bergantung dengan kucuran dana dari keluarga Javier.


Lalu apakah sebenarnya yang menjadi rahasia seorang Hans?


Berhasilkah pernikahan beda usia antara Hans dan Aletta?


Temukan jawabannya disini...

__ADS_1


__ADS_2