Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 47


__ADS_3

Nyess!


Meleleh sudah hati Mantan Duda yang baru menikah dua hari lalu. Farez yang merasa puas dan tidak bisa menyembunyikan akhirnya menunduk dan tersenyum. Yah, setidaknya usahanya tidak sia-sia.


Butuh beberapa detik, sampai Farez bisa menyembunyikan perasaan senangnya dan kembali mencari cream untuk mengobati bibir Lizi.


"Jadi, tadi ngapain dateng ke kamar?" tanya Lizi sekali lagi.


"Ohh, mau nawarin makan!" Ah, ketemu. Farez mengambil cream dan cotton bud. Mencelupkan satu sisinya ke air, lalu mulai mengusap luka di bibir Lizi.


Dia cukup telaten juga. Lizi masih memperhatikan Farez, melihat pria itu dengan hati hati mengobati bibirnya yang sobek akibat kejatuhan ponsel, entah kenapa ada yang sedikit aneh dalam hatinya.


Jika dilihat dengan baik, Farez memang cukup tampan dengan brewok tipisnya yang ternyata cukup menggoda dan menambah kesan maskulin. Ditambah, usia yang sudah mencapai 30 tahun, membuat sikap dan cara berpikirnya sedikit dewasa. Yah, meski sesekali dia harus mengimbangi kemiringan sang istri.


Lizi pada akhirnya mau mengakui, bahwa sebagai suami, Farez memang layak diperhitungkan dengan baik. Terlebih, sikapnya yang perhatian seperti sekarang.


"Oke, beres!" ucap Farez selesai mengobati bibir Lizi. "Kamu laper?" tanyanya.


"Sedikit!"

__ADS_1


"Tunggu satu jam lagi deh. Biar obatnya agak kering," tutur Farez sibuk membersihkan kotak obatnya dan langsung di balas anggukan oleh Lizi.


Kotak obat sudah dibereskan, Farez pun sedang mengembalikan semuanya ke tempat semula. Sedangkan Lizi, dia menyandarkan tubuhnya di sofa, lalu melihat ponselnya. Penasaran, siapa yang tiba-tiba menghubunginya tadi.


Setelah di cek, rupanya panggilan tadi berasal dari Trio EM. Mungkin mereka melihat video Lizi yang sedang viral dan ingin menanyakannya secara langsung. Namun karena Lizi tidak berbicara dengan jelas, ia mengabaikan panggilan dan sibuk menjelajahi sosial media.


Sedangkan Farez yang mengembalikan kotak obatnya, terlihat sedang menghubungi seseorang.


"Ya, atur aja deh gimana enaknya, Sal. Pokoknya besok dia dateng langsung beres!" titah Farez pada seseorang melalui panggilan telepon.


"Gak bisa dadakan gini dong, Rez."


"Duh, kenapa bawa-bawa apartemen. Oke deh, langsung aku urus surat resign Lizi."


Tanpa menjawab, Farez langsung mengakhiri panggilannya begitu saja. Gini aja lama, dasar, Salep. Heran, gimana ceritanya dia bisa dinamai begitu.


Farez kembali setelahnya. Berniat ingin menanyakan makan malam pada Lizi, pria itu justru di kejutkan dengan Lizi yang tertidur puas di sofa, dan entah sudah sejak kapan. Jelas-jelas belum ada lima menit, bahkan tangannya masih memegang ponsel yang menyala.


Bisa ditebak, bibirnya pasti kejatuhan ponsel. Ah, dasar anak Abegeh!

__ADS_1


Pada akhirnya, Lizi tetap tidur hingga pagi menjelang. Matanya perlahan terbuka, ia terlihat berkedip beberapa kali, sampai akhirbya menyadari hal yang tak asing dalam pengedaran matanya.


Ini … kamar Om Duda!


Lizi bangkit dari tidurnya, melihat sosok sang suami yang terbaring tidur di sebelahnya tanpa baju dan hanya menggunakan boxer Pororo andalannya, pikirannya kembali kacau.


Mampus! Gue semalem gak Sidikapap sambil merem kan? Asli ini gak lucu!


Lizi masih berpikir keras, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam, saat tiba-tiba Farez menarik tanggannya dan membuat Lizi jatuh dalam dekapan Farez.


"Gak usah mikir aneh-aneh. Kamu tidur dengan tenang semalam!" jelas Farez sambil menutup mata.


Kok dia tau kalau gue lagi mikir ….


...☆TBC☆ ...



Edisi FarLi udahan dulu hari ini. Jangan lupa tutup dengan setangkai mawar dan kopi.

__ADS_1


Itu ... Itu ... yang baca doang tapi gak Like!! Hari kalian senin terus kah?


__ADS_2