
Setelah selesai menikmati waktu pijat memijat, perawatan wajah, rambut, hingga kuku. Aura wajah Lizi terlihat lebih segar saat berjalan keluar dari ruang perawatan menuju kasih.
Dilihatnya ruangan yang luasnya hanya 44 meter persegi itu, dengan beberapa sofa dan meja. Semua orang nampak memperhatikan pintu kaca. Entah apa yang sedang mereka lihat.
Jiwa keponya pun meronta ronta seketika, membuat tubuhnya bergerak tanpa sadar mendekati pintu. Dilihatnya lekat lekat pintu kaca itu dengan baik, sambil berdiri tak jauh dari kaca.
Liatin apa sih? Tai cicak nyempil di pojok?
Tidak ada yang aneh, kolam renang juga terlihat sepi, hanya ada tahi cicak yang nyempil di sudut bagian atas. Sangat tidak mungkin jika itu menjadi daya tarik mereka.
Namun saat Lizi mencoba melihat lebih detail, dari seberang kolam renang, ada dinding kaca yang langsung memperlihatkan beberapa orang sedang berolahraga.
Oh, roti bantal 6 kotak.
Melihat enam orang pria dengan otot otot super mereka, tiba-tiba membuat kerongkongan Lizi kering. Pikirannya melesak jauh, ke beberapa waktu yang lalu ketika dirinya berada di bawah, dan sang suami berada di atas.
Lengan dan dada bidang dengan urat urat yang terlihat di kulit putihnya. Terlihat lebih menggoda lagi saat tetesan peluh menetes di tengah-tengah.
Ah pemandangan yang sangat indah. Bak sungai oasis di tengah padang pasir. Sangat amat menggoda.
Lizi yang terus terfokus pada pria pria itu, tiba tiba tersentak. Mendadak ia menyadari, jika salah satu dari keempat pria itu adalah sang suami.
__ADS_1
Glek! Salivanya ditelan kuat-kuat, dengan batin yang terus mengumpat sang suami.
Liat kan, ditinggal bini bentar aja udah tebar pesona! Dasar Duda Bangkotan!
Tepat ketika Lizi menyadari bahwa sang suami berada di ruang Gym dan sedang menjadi objek mata para wanita di sana, Farez terlihat sedang meletakkan alat olahraga. Dia sempat mengusap keringat, sebelum akhirnya berjalan keluar dan sedang menuju tempat Spa.
Nampaknya, dia baru saja mendapat panggilan dari kasir, jika sang istri sudah selesai melakukan treatment.
"Wah, lihat! Dia berjalan kemari," ucap salah seorang wanita yang duduk di sofa bersama dua orang temannya.
Entah kenapa, emosi Lizi tiba-tiba tersulut. Raut wajahnya berubah masam dengan sorot mata tajam. Sepertinya, Farez berhasil membuatnya tau bagaimana rasa cemburu.
Namun saat Farez membuka pintu dan masuk ke dalam, raut wajah Lizi seketika berubah. Wanita yang baru saja kehilangan keperawanannya itu berlari menghampiri Farez. Persis seperti film Prindapan dengan gaya slow motion dan rambut yang melambai-lambai.
Sikap Lizi yang berubah 180 derajat, seketika membuat Farez terkejut. Pria itu bahkan sempat menaikkan satu sudut bibirnya saat Lizi memanggilnya seperti itu. Namun saat dia melihat sekitar, Farez langsung bisa memahami, jika Lizi sedang menunjukkan kecemburuannya.
Dengan santai dia membelai rambut Lizi di depan semua orang, hingga membuat mereka dirundung rasa iri. "Baru aja. Udah selesai? Ayo bayar dulu." tanya Farez dengan nada lembut dan langsung dijawab Lizi dengan anggukan.
Kemesraan mereka, sontak membuat beberapa wanita di sana langsung bergunjing.
Mereka tidak pakai cincin nikah, pasti masih pacaran. Masih bisa nih di pepet dikit.
Ocehan ocehan mereka, tentu saja didengar oleh Lizi . Namun dia hanya menghela napas kasar sambil mengibaskan rambut dengan angkuh.
__ADS_1
Sayang sekali, kalian terlambat! Dia milikku sekarang! Hahaha.
Lizi pun masih menggandeng tangan Farez dengan mesra saat berjalan keluar, dan lagi-lagi, dia mengibaskan rambut dengan tengilnya. Seolah mengejek mereka yang tadi mengagumi Farez.
"Mbaknya beruntung ya, punya suami tampan gitu!" ucap petugas kasir kepada salah seorang temannya.
"Yang ganteng emang cepet laku sih."
"Iya, yang kaya juga!"
Udah 2 bab hari ini. Sajen jangan sampe lupa 🤣
Judul : Akhir Pernikahan Dini
Author : CovieVy
Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.
Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.
__ADS_1
Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku?