Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 28


__ADS_3

Meminta perpanjangan waktu, rupanya jadi hal apes yang harus di alami Lizi. Berniat mengobati encok, ia justru dibuat lebih parah lagi oleh Farez. Bagaimana tidak, niat hati ingin memberikan sentuhan manja pada sang istri, Farez malah memberikan sentuhan kasar. Tentu saja, sakit pinggang Lizi bertambah parah usai di pijit Farez.


"Sudahlah, Pak. Saya mau pijat refleksi saja di bawah!" gerutu Lizi menarik kembali bathrobes dan pergi ke toilet untuk berganti baju.


Niat hati ingin terlepas dari pandangan mata sang suami, dan pergi mencuci mata ke kolam renang yang ada di bawah. Namun yang terjadi, ia justru mendapati sang suami sudah terlihat rapi dengan tas selempang yang menempel di dadanya, persis seperti mamang yang biasa jualan air mineral di lampu merah. Hanya saja, yang ini kualitas mamangnya super, karena di import dari negeri seberang.


Baiklah, lanjut!


"Ma-mau ngapain, Pak?" Lizi masih berdiri di depan pintu kamar mandi dengan ekspresi bingung dan kaget melihat Farez sudah rapi.


"Nemenin kamu!"


Nyess! Harusnya hati Lizi meleleh mendengarnya, tapi ia justru kesal lantaran aksi cuci matanya terancam gagal. Sudah begini, apa yang mau dikata, akhirnya Lizi hanya bisa pasrah saat di antar Farez turun ke bawah.


"Mbak, saya mau Spa dong!" ucap Lizi pada resepsionis yang ada di lobby.


"Oh, baik, Kak. Bisa ditunggu sebentar, biar nanti rekan saya yang mengantar," jawab wanita yang terlihat masih muda itu dengan ramah. Sangking ramahnya, senyum resepsionis muda itu bahkan cukup lebar.


Namun entah siapa yang resepsionis itu senyumi, entah Lizi atau sosok yang ada di belakang Lizi? yang jelas, senyuman itu berhasil membuat siku tangan Lizi mendarat sempurna di dada bidang sang suami.


"Oke!" jawab Lizi singkat padat dan jelas. Lalu pergi begitu saja dan duduk di sofa yang berada di samping resepsionis.

__ADS_1



Ada setidaknya 4 set sofa yang ditata cukup rapi. Setiap satu set mendapatkan meja kecil yang diletakkan di antara sofa panjang dan kursi. Di atasnya ada vas bening berisikan bunga Lily putih yang terlihat segar. Lalu, di tengah satu set sofa terdapat meja panjang dengan beberapa majalah dan buku di atasnya.


Keadaan lobby tidak begitu ramai pada saat itu, hanya terlihat beberapa tamu yang sedang cek-out, juga beberapa yang terlihat fokus dengan ponselnya, duduk di sofa yang sedikit jauh dari mereka.


Lizi terlihat sibuk dengan ponselnya, mengambil beberapa gambar untuk dijadikan story. Sedangkan Farez justru terlihat sibuk membaca sebuah buku yang di letakkan di atas meja.


Melihat Farez fokus dengan bukunya, entah kenapa tiba-tiba otak Lizi terpikirkan hal menarik untuk menggoda sang suami. Dia pun bangkit dari kursinya dan berpindah ke sofa, duduk di sebelah Farez.


Ponsel dengan logo Nanas Sobek itu masih berada di tangannya, saat Lizi tiba-tiba bernyanyi mengeluarkan kekuatan 'Cempreng'nya tanpa ada rasa malu.


I've been here all night


I've been here all day


(Aku di sini seharian)


And boy, got me walkin' side to side


(Dan kau, membuatku berjalan sempoyongan)

__ADS_1


– Side To Side – By Ariana Grande –


Farez tertegun untuk sejenak, matanya hilang fokus, pikirannya kacau. Kali ini bukan karena kencemprengan sang istri yang membuat jiwanya tergoncang, melainkan arti dari lagu yang baru saja Lizi nyanyikan.


Pria itu masih mencoba untuk tenang. Ia tak menoleh, menatap wajah absurd sang istri yang entah sedang menggoda atau mengejeknya. Namun saat Lizi hanya bernyanyi pada bagian reff dan tak melanjutkan lagunya, Farez tiba-tiba mempunyai topik untuk menggoda Lizi.


Dengan santai ia menutup buku, lalu menoleh menatap wajah Lizi yang sebenarnya, cukup cantik jika dilihat dari jarak dekat.


"Kenapa? Tidak mau meneruskan?" Tatapan Farez terlihat cukup tajam, sampai-sampai membuat Lizi diam. Entah, itu karena tatapan Farez, atau karena lirik lagu selanjutnya yang tidak ingin ia nyanyikan.


"I'm talking to ya. See you standing over there with your body, feeling like I wanna rock with your body. And … we don't gotta think 'bout nothing." (Aku beritahu padamu. Melihatmu berdiri di sana dengan tubuhmu, rasanya aku ingin menyatu dengan tubuhmu. Dan … kita tidak perlu memikirkan apa pun)


Farez hanya mengucapkannya tanpa nada, tetapi setiap kata yang keluar tadi, berhasil membuat Lizi diam tak mampu berkata-kata dengan mulut yang menganga. Ada ekspresi kesal yang tergambar di wajah Lizi, ia bahkan menggigit bibirnya sambil mengepalkan tangan seperti ingin melayangkannya.


Sedangkan Farez, dia justru menaikkan satu sudut bibirnya. Lalu, dengan sedikit mengejek dia mengedipkan satu mata.


FAREZ FABIAN!


Lihat bagaimana aku akan membalasmu nanti!


__ADS_1


Sebenernya translate 'Side to Side' itu 'sisi ke sisi', tapi lebih pas pake kata 'sempoyongan' sesuai dengan kata sebelumnya.


Dahlah, lanjut lagi yak. Jangan lupa like, vote dan hadiah.


__ADS_2