
Lizi terus menarik tangan Farez keluar dari coffee shop Gedebug yang ada di kawasan Blok M, dan terus menariknya hingga mereka tiba di tempat parkir.
"Kenapa sih, sewot ya? Cemburu?" tanya Farez dengan santainya meski tangannya ditarik paksa Lizi.
Lizi menghela napas kasar, kemudian melepaskan tangan Farez. "Nikah baru dua hari, udah digatelin yang lain!" bentaknya sambil berkacak pinggang.
Melihat Lizi marah, Farez bukannya takut atau khawatir. Ia malah tetap memasang tampang stay cool, dan dengan santai melipat kedua tangannya ke dada, sambil memasang senyum manis menatap Lizi.
Oh My … please jangan tatap gue seperti itu, Pak Duda. Eh, salah dia udah nikah dan jadi suami gue sekarang.
"Bapak ngapain senyum-senyum? Buka pintunya lah, panas nih!" Lizi berjalan ke sisi kiri, bersiap membuka pintu mobil.
Sedangkan Farez, masih tetap memasang tampang santai saat membuka pintu. Pada intinya, pria yang sudah melepas julukan Duda nya itu sedang bahagia, lantaran berhasil membuat sang istri cemburu padanya sekali lagi.
Farez langsung menekan pedal gasnya lagi, setelah masuk ke dalam mobil dan segera keluar dari kawasan Blok M.
"Jadi makan di Solsola?" tanya Farez dengan nada lembut, lembut selembut sutra. Eh ….
"Udah kenyang, langsung pulang aja!" pinta Lizi masih terdengar kesal.
Farez tak lagi menawari Lizi lagi, dan langsung memutar kemudi menuju indekos miliknya. Lizi yang sadar jika mereka sedang menuju ke indekos, tiba-tiba merasa kesal dan mengumpat Farez dalam hati.
__ADS_1
Dasar, gak peka!
Sesampainya di indekos, Lizi terlihat sedang celingukan, menoleh ke seat belakang mencari sesuatu untuk menutupi wajahnya. Farez yang seakan tau apa yang di cari Lizi, langsung mengambil topi dan langsung memakaikannya di kepala Lizi.
"Siang gini gak ada yang tau. Mereka semua kerja," ucap Farez yang kemudian turun dari mobil.
Lizi masih sempat mengedarkan matanya, melihat ke arah kaca mobil depan. Memastikan jika kamar kamar indekos itu tertutup, barulah ia turun dan mengikuti Farez masuk ke dalam rumah.
Wah, untung gak ada yang lihat! Lizi menghela napas lega, sambil melepas topinya saat berhasil masuk ke rumah Farez.
"Udah jadi suami-istri juga, kenapa masih sembunyi-sembunyi?" Farez melepas jaket kulitnya, lalu duduk di sofa bermain dan mulai sibuk dengan ponselnya.
"Ya, itu karena Bapak ngajak nikahnya dadakan. Pasti mereka mikirnya saya bunting duluan." Lizi pun ikut merebahkan dirinya di sofa.
"Termasuk insiden Telor Ceplok?" Lizi terkekeh, kala mengingat malam malam menegangkan saat tongkat itu melayang dengan indah di sela dua paha Farez.
"Kalau dibuat film, bakal seru nih. 'Menikah karena Telur Ceplok' atau 'One Night with Telur Ceplok'" Lizi kembali terkekeh puas.
Mendengar ocehan Lizi, lagi-lagi pria itu hanya mampu menggeleng kepalanya. Mau heran, tapi dia sendiri sudah mengucap ijab atas namanya. Namun seheran-herannya dia, setidaknya ia tidak terlalu dirugikan dalam hal ini. Yah, meski pada awalnya ia harus merasakan sakit.
"Mau makan apa?" tanya Farez saat Lizi puas tertawa.
__ADS_1
"Apa aja deh, Pak. Aku bukan pemilih kok!" jawab Lizi dengan di akhiri senyum manisnya.
Eh, dia gak ngamuk? Padahal tawa gue udah menggelegar kek petir. Lizi menatap Farez yang kembali sibuk memesan makanan di SapiPod.
Iya lah pak gak rugi, gimana sih. 🤣
Jangan ngiler, jangan ngiler. Udah jadi suami orang soalnya 🤣🤣
Judul : Atmosphere
Author : Hilmiath_
Adhara Andromeda, seperti namanya yang berarti bintang paling terang di antara rasi bintang. Adhara adalah gadis ceria yang selalu menerangi orang di sekitarnya. Adhara bukanlah gadis dari keluarga kaya, ia hanya gadis biasa yang berhasil masuk dalam sekolah elit.
Namun, di hari pertamanya sekolah ia malah harus terjebak pada tiga laki-laki tampan yang di sebut pangeran sekolah. Masalah tak pernah henti melibatkannya pada ketiga pangeran tersebut. Hingga rasa sayang menjebak mereka, ketiga pangeran tersebut perlahan menyayangi Adhara dengan rasa yang berbeda.
Sedangkan Adhara juga mulai menyayangi mereka delam berbagai arti menyayangi. Bagaimana Adhara akan menghadapi setiap masalahnya bersama tiga pangeran tersebut? Baca ceritanya agar kalian tidak penasaran siapa yang kira-kira akan menarik hati Adhara dan menjadi pelabuhan untuk gadis itu.
__ADS_1
Arche dengan sikap hangat nya, Chan dengan sikap dinginnya, Atau Antariksa dengan sikap kasarnya?