Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 38


__ADS_3

Farez keluar dari kamar mandi dengan dua sudut bibir yang mengarah ke bawah. Sepertinya, Lizi benar-benar sudah membuatnya kesal setengah mati. Bagaimana tidak, dia harus menyelesaikan hal yang disebabkan oleh tangan nakal Lizi dengan Tante. Iya, Tante, Tangan Tengen (Tangan Kanan) 


Namun sebaliknya, Lizi justru terlihat senang melihat wajah kesal Farez. Setidaknya, gadis itu sudah berhasil membuat sang suami 'menanggung' padahal, nangung juga tidak enak baginya. 


Lizi yang sejak tadi duduk di sofa dengan memakai Bathrobes yang menutupi lekuk tubuhnya, tiba-tiba bangkit. Dia berjalan mendekati Farez yang sedang mengeringkan rambut dengan handuk.


"Sayang …." panggilnya dengan nada menggoda dan langsung memeluk Farez. "Jangan cemberut, itu tidak baik!" lanjutnya. 


"Hentikan! Cepat mandi sana! Kita pulang setelah sarapan!" 


Farez nampaknya masih mentolerir perbuatan jahil sang istri. Yah, setidaknya dia perlu rencana matang untuk membalas istri liciknya itu. 


"Oh, gak diperpanjang nih?" Lizi menatap Farez yang meliriknya lengkap dengan senyum penuh pesona yang sebenarnya tidak bisa ditolak oleh Lizi. 


Namun entah sejak kapan, tatapan Farez berubah. Menjadi tajam penuh dengan intrik dan kelicikan, yang kemudian membuat Lizi melepaskan pelukannya. 


"Iya deh iya, aku pergi mandi!" Lizi berbalik dan lantas pergi ke kamar mandi tanpa bisa protes sedikit pun.


Tak sampai satu jam, Lizi sudah keluar dengan rambut yang setengah basah dan bathrobes yang menutupi tubuhnya. Sorot matanya langsung tertuju pada ranjang mereka yang sudah rapi. Juga satu set baju dan underwear yang diletakkan di atas. 


Perasaan tadi belum sempet ….

__ADS_1


Lizi menoleh, melihat Farez sedang berdiri dengan kemeja berwarna navy serta celana panjang hitam polos. Penampilan yang terlihat berbeda dengan vibes ala CEO di drama, berhasil membuat Lizi berdecak kagum dalam hati. 


Dia bahkan langsung mengaku bahwa sang suami cukup tampan meski dengan bulu-bulu tipis di wajah macho dan dewasa. Ya, Lizi mengakui jika Farez tidaklah tua, melainkan dewasa.


Farez yang pada saat itu sedang berbicara dengan seseorang melalui panggilan telepon, tiba-tiba menoleh ke arah Lizi. 


"Oke, tiga jam lagi," ucapnya kemudian mengakhiri panggilan telepon. 


"Apa kamu keberatan makan di mobil?" Farez memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celananya. 


"Tidak, kenapa?" 


Lizi mengambil underwear yang ada di atas ranjang sambil menyela Farez, "Ngak masalah, kita bisa cari Drive thru."


Farez sempat merogoh sakunya lagi untuk mengambil ponsel, lalu mencari tempat drive thru terdekat. Belum ada lima menit sejak matanya fokus menatap ponsel, ia menengadah hendak memberitahu Lizi. 


Namun, gadis yang berdiri tidak jauh dari tempatnya justru sedang asik berjoget hanya dengan underwear yang melekat di tubuh, sambil mengeringkan rambut dengan hair dryer.


Lagi lagi, Farez hanya bisa menghela napas kasar sambil menepuk jidatnya, saat melihat tingkah konyol Lizi yang sebenarnya bukan hal aneh. Meski dia sendiri sudah belajar untuk terbiasa, tapi tingkah tingkah absrud Lizi selalu bisa menarik perhatian dan membuatnya geleng geleng kepala.


Sepertinya aku perlu membanya ke seorang terapis, atau … diruqiah saja?

__ADS_1


Barang-barang sudah dirapikan oleh Farez saat Lizi mandi. Sekarang, mereka hanya perlu Cek-Out dan mengambil tanda pengenal, sebelum pergi meninggalkan hotel yang sudah menjadi saksi malam pertama dan kedua dengan ronde yang tak terhitung.



Sat set kan


Jempol jangan lupa di goyang



Judul : Ketulusan Hati Seorang Istri


Author : Mphoon


Seorang istri bernama Suci Permata Sari berusia 24 tahun, yang telah di diagnosa oleh seorang dokter bahwa dia tidak bisa memiliki keturunan.


Suci menyuruh sang suami yaitu Dimas Hartawan berusia 26 tahun, untuk mencari wanita lain agar mereka bisa secepatnya memiliki keturunan dengan syarat wanita itu bisa membagi Haknya dengan adil bersama Suci.


Apakah Dimas berhasil menemukan pengganti Suci dengan syarat tersebut?


Dan apakah Suci dan madunya bisa hidup akur serta saling membagi haknya?

__ADS_1


__ADS_2