Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 45


__ADS_3

"Oke Stop, Pak!" teriak Lizi menghentikan tawa Farez dan membuat pria itu menoleh menatapnya. Yah, setidaknya tawa renyahnya berhenti, meski senyumnya masih sesekali lepas dari bibirnya.


"Bapak kesurupan?" tebak Lizi asal.


"Nih mulut! Asal aja kalau ngomong." Farez menyentil bibir Lizi dengan pelan, membuat Lizi langsung menutupi bibirnya.


"Bapak sendiri yang mancing. Saya lagi serius, malah tiba-tiba ketawa. Kan nyeremin!"


Skakmat! Farez tak berkutik lagi. Pada akhirnya ia hanya bisa berpura-pura batuk, lalu mengalihkan pembicaraan.


"Oke oke, kita bahas yang tadi! Sampai dimana tadi?" Farez berpikir sejenak, mencoba mengingat adegan terakhir.


"Gak usah kerja!" sahut Lizi terdengar ketus. Namun Farez justru meresponnya dengan santai.


"Iya, itu. Ngak perlu kerja, lagi pula kamu sudah ada suami yang kasih nafkah," jelas Farez.


Setelah menghabiskan dua porsi nasi, sepertinya otak Lizi masih berjalan cukup pelan. Bagaimana tidak, dia bahkan lupa jika sudah menikah dengan juragan indekos. Namun bukan Lizi namanya jika tidak jual mahal.


"Bapak yakin? Sanggup?" Lizi berniat menggoda Farez. Sampai akhirnya, pria dengan brewok tipis itu mengambil tas, lalu merogoh isinya.


Dompet hitam panjang dikeluarkan dari dalam, lalu dibuka di depan Lizi. Dengan santainya ia mengambil dua lembar kartu berwarna hitam bertuliskan ABC dan BINI, lalu meletakkan dua kartu itu di depan Lizi.


"Satunya credit card, satu lagi debit," ucap Farez tiba-tiba. "Sebagian penghuni indekos disini bayarnya lewat ABC, itu jadi uang nafkah. Credit cardnya, bisa buat jajan."


Glek!

__ADS_1


Lizi menelan salivanya kasar, ketika menatap dua kartu berwarna dasar hitam di hadapannya, kemudian menatap wajah Farez. Kali ini Lizi tidak punya alasan lagi untuk menolak atau protes, dua kartu itu langsung membungkam mulutnya.


"Ini … gak salah kan?" Lizi menatap wajah Farez heran.


"Kenapa, kurang?" tanya Farez dan langsung dapat gelengan kepala dari Lizi. "Jadi gimana? Kamu resign aja deh, jadi istri yang baik, diem di rumah," tutur Farez.


Lizi mengangkat tangannya ke depan, bermaksud menyuruh Farez berhenti berbicara agar ia bisa berpikir sejenak.


"Stop! Saya perlu mikir dulu!" terangnya.


Beberapa detik berpikir, nyatanya sebungkus nasi Padang dan rendang, juga paha bebek goreng, belum bisa membuat otaknya encer. Demi bisa berpikir lebih jernih, Lizi membungkuk, meletakkan kepalanya di meja yang tingginya hanya selutut.


"Ka-kamu ngapain?" tanya Farez yang heran dengan tingkah sang istri.


Mikir? Mikir sambil –


Belum sempat Farez menebak, Lizi sudah mengangkat kepalanya. "Oke, Fix!" pekiknya sedikit membuat Farez terkejut.


"Saya bakal jadi istri yang baik dan diam di rumah." Lizi menoleh, menatap Farez lalu tersenyum dengan liciknya.


Setelah dipikir-pikir, ditimbang, diputar dan dijilat. Tawaran Farez memang tidak ada ruginya bagi Lizi. Setidaknya, dia tidak perlu lagi membayar indekos, bekerja bagai kuda, dan hanya diam di rumah. Lagi pula, hubungan mereka sudah halal. Kalau pun nanti bercerai, Lizi juga mendapatkan seluruh indekost yang dia tempati sesuai dengan perjanjian.


Benar, pada akhirnya, Lizi memelih resign dan menjadi istri yang baik dengan diam di rumah. Diam, diam-diam menghabiskan uang Farez. Begitu yang ia rencanakan dengan licik.


"Oke, kalau begitu besok aku antar kamu urus surat resign di kantor!" tegas Farez.

__ADS_1


"Eh ...." Gue bakal ketahuan sama orang kantor dong? Bodoh amat lah, besok resepsi mereka juga bakal tau.


"Gak masalah sih, Pak, kalau mau anter besok. Cuman, saya tetep perlu kunci kamar. Ada laporan yang harus di serahkan ke HRD."


Farez mengangguk, lalu merogoh tasnya lagi untuk mengambil sesuatu. Sepersekian detik kemudian, dia dengan santainya menyodorkan kunci pada Lizi.


"Nih!" ucap Farez.


Njir, gue kena tipu!



Soal licik melicik, gak ada yang bisa nandingin a


Mantan Duda pokoknya 🤣🤣 Kibulin bini teros bang jan kasih kendor.



Judul : Not You


Author : Ag Sweetie


Rumah tangga yang mati-matian dipertahankannya selama ini, hanya untuk sebuah identitas lengkap di mata dunia, berakhir karam begitu saja. Rahasia besar yang disembunyikannya bertahun-tahun, terkuak sendiri oleh pengakuannya.


Di samping itu, dalam kehancuran yang dia alami, seseorang dari masa lalunya datang. Seseorang yang menjadi alasan awal kehancuran Vlora. Namun, siapa sangka? Orang itu bukanlah pria yang dimaksud, bukanlah masa lalu Vlora yang sesungguhnya. Lantas siapa orang yang dimaksud? Kehancuran apa yang sudah dia ciptakan? Dan apa kaitannya dengan rahasia yang disembunyikan Vlora?

__ADS_1


__ADS_2