Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 31


__ADS_3

Dua orang itu pergi meninggalkan ruang Spa dengan bergandengan tangan, terlihat mesra dan serasi, meski beberapa orang mencemooh di belakang. Bagi Lizi, wanita cuek yang mengenal pepatah 'Biarkan anjing menggonggong, karena kalau mengeong itu kucing' tindakan mereka tidak patut mendapat perhatian darinya, dia justru semakin acuh dan memamerkan kemesraan di hadapan mereka.


Benar, seperti dunia milik mereka berdua, karena yang lain kontrak dan lupa bayar!


Namun kemesraan itu hanya sebentar saja. Lizi segera melepaskan tangannya dari tangan Farez begitu mereka keluar dari ruang Spa.


"Suka banget jadi tontonan!" gerutunya kesal dengan suara lirih sembari melepaskan tangannya. Namun meski suaranya lirih, Farez yang berjalan di sampingnya tentu bisa mendengar dengan sangat jelas.


"Cemburu?" ejek Farez.


"Dih! Siapa yang cemburu?" Lizi mengibaskan rambutnya dan terus berjalan. "Inget, Bapak udah nikah. Yah, meski janur kuning belum melengkung karena nikahnya dadakan!" lanjutnya sambil melirik Farez.


Farez nampaknya mengerti dengan sindiran yang dilontarkan sang istri. Kali ini dia yakin, ini bukan tebak tebak berhadiah, melainkan insting seorang pria saat menyadari bahaya dari kecemburuan sang istri.


"Jadi ini termasuk peringatan? Atau pemberitahuan?" tanyanya sembari menaikkan salah satu alisnya dan melirik Lizi.


Gadis itu tidak menjawab, dia justru menghela napas kasar, lalu melirik. Sabar, Zi, sabar.


Bermaksud hendak sabar dan tetap diam dengan sikap Farez yang menurutnya sangat amat menjengkelkan, tiba-tiba saja, dia mendapatkan cara untuk mengerjai sang suami.

__ADS_1


Tepat pada saat mereka berjalan, Lizi melihat seorang wanita dengan bikini berjalan ke arah mereka. Pada saat wanita itu berpapasan, Lizi mencolek pantat wanita itu sambil bersiul.


Seketika, wanita itu menoleh dan berteriak lantaran kaget. "Hey, Mas!" Teriakan itu sontak membuat Farez dan Lizi menoleh.


Raut wajah Lizi jelas tak nampak kaget, tidak seperti Farez yang justru kebingungan. Terutama saat wanita itu berjalan mendekat ke arah mereka.


"Udah punya bini masih colak colek!" cerca wanita itu menatap tajam ke arahnya. Ganteng juga sih sebenernya, tapi … udah punya bini.


Farez yang tidak mengerti hanya bisa diam sambil mengerutkan alis dan menyipitkan mata. Ngomong apa sih dia? "Tu-tunggu, ini ada apa? Siapa yang nyolek?" tanyanya.


Tanpa basa basi, wanita itu langsung menyikut perut Farez. "Udah nyolek gak kaku! Rasain tuh!" ucapnya lantas pergi meninggalkan Farez.


Mendengar sang istri tertawa, Farez langsung menoleh. Dengan melihat sang istri menertawakannya, dia bisa menebak, jika semua itu adalah perbuatan Lizi.


LI-ZI A-ZI-ZAH!!!


Percayalah, bukan sakit yang membuat Farez ingin menerkam istrinya bulat-bulat, melainkan rasa malu. Dia hampir tak bisa berkata-kata saat seluruh mata yang ada di sana memandangi dirinya dengan tatapan konyol.


Farez pun berjalan dengan langkah cepat menyusul Lizi, berharap dia bisa membuat perhitungan dengannya.

__ADS_1


Di sisi lain. Lizi yang ingin cepat cepat naik ke atas, pun terlihat beberapa kali memencet tombol lift. Berharap lift cepat terbuka sebelum Farez datang. Namun, Tuhan tidak memihaknya dan lebih memihak suami yang sudah terdzolimi.


"Kenapa buru-buru, Sayang!" Suara Farez terdengar jelas, persis datang dari belakang telinganya.


Bulu kuduk Lizi langsung berdiri seketika, sekujur tubuhnya mendadak kaku tak dapat bergerak.


Mampos kau, Zi. Cangcut Pororo udah dateng!



Selamat pagi, Babang Diego hari ini Up sore ya. Paginya ditemenin babang Farez dulu.



Judul : Pendamping Hidup Mommy Sashi


Author : Putri Nilam Sari


Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.

__ADS_1


Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?


__ADS_2