Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 34


__ADS_3

Lizi sudah menutup matanya rapat-rapat, takut jika buaya yang sudah birahi itu merudalnya kapan saja. Melihat wajah Lizi yang ketakutan, entah kenapa Farez justru merasa gemas. Tiba-tiba dia tertawa, lalu mengulurkan tangan dan menjentik kening Lizi kuat-kuat.


AAHH


Erangan Lizi melengking. Entah kenapa, suara Lizi saat mendessah seperti itu terdengar lebih merdu daripada saat ia bernyanyi. Yah, ini fix sudah di buktikan oleh Farez sebagai seorang suami yang perkasa.


"Sakit tau, Pak!" Lizi menggosok gosok kening licin nan mulus miliknya. Tambah gesrek gak nih otak gua? Atau tambah miring?


Farez memandang Lizi sekelebat, sebelum akhirnya ia mengambil handuk dan menutupi Belut Super andalannya lagi.


"Loh, Pak. Kenapa ditutup?" Gue pikir bakal langsung gas. Mengecewakan!


Farez menoleh ke belakang, dengan gaya santai menjawab pertanyaan Lizi. "Oh, mau dilanjut? Aku sih gak masalah, paling paling, butuh 4 sampai 6 ronde baru bisa selesai."


Glek!


Lizi terlihat menelan salivanya. Dua ronde kayaknya masih oke sih, tapi kalau 4,5,6 …. Bisa ngakang seminggu nih gue.


Sorot mata Lizi masih fokus menatap punggung sang suami yang menurutnya cukup kekar dan atletis. Bahkan sorot mata itu masih belum lepas, meski Farez sudah duduk di sofa dan mulai menikmati makan siangnya.

__ADS_1


Diliat liat … lumayan ganteng, tubuhnya bagus. Yah meski tua, tapi gak tua tua banget lah.


Lizi masih asik menikmati setiap lekuk wajah serta tubuh atletis sang suami, saat tiba-tiba pria itu mendongak dan menatapnya dengan sorot mata tajam.


"Pikiranmu traveling kemana lagi sekarang!" bentak Farez membuat Lizi memanyunkan bibirnya.


"Kenapa? Aku mengagumi suami sendiri, memangnya gak boleh?" Goda Lizi yang kemudian mengubah posisinya, berusaha memamerkan lekuk tubuh dengan gaya seerotis mungkin.


Ketika lawan sudah memasang badan, jangan lupa siapkan senjata untuk segera menggempurnya.


Ini semacam pepatah yang tiba-tiba terlintas dalam pikiran Farez, manakala sorot matanya mendapati sang istri yang memamerkan tubuh erotisnya. Pepatah ini, Author juga tidak tahu Farez dapat dari mana, mungkin pengalaman pribadi.


Benar, Farez pun berhasil membuat pikiran Lizi traveling dari kutub utara ke kutub selatan. Bahkan masih sempat membantu Biksu Tong mengambil kitab suci ke barat.


Bibir sexynya … tubuh atletis 8 kotak … juga, Belut Super yang meskipun lagi mengkerut, tapi tetap kawaii dan gumus.


Wah wah wah! Gue baru sadar kalau lakik gue gantengnya emang maximal! Apa gue perlu buka baju sekarang?


Lizi menelan salivanya, lalu bangkit berdiri dan berjalan mendekati Farez. Dua tangan itu langsung ia letakkan di atas pundak sang suami. Sorot matanya juga fokus menatap Farez. Tangan kanan yang tafi di atas pundak, tiba-tiba turun ke bawah, melewati bagian tengah dari dua dada bidang sang suami. Lalu, perlahan turun, semakin turun hingga melewati pusar.

__ADS_1


"Pak … eh salah, Sayang, ayo kita …."


"Makan!" Farez dengan cepat menarik tangan Lizi hingga gadis itu duduk si sofa dengan baik dan benar. Membuat dua mata Lizi langsung membulat penuh.



Ngebayangin Lizi yang udah berusaha menggoda, malah di tarik di suruh duduk 🤣


Ibaratnya, udah susah susah naek, sampe atas gak boleh lanjut 🤣🤣🤣


Dah jangan lupa jempol dan sajen. Mumpung masih pagi 😌😌



Judul : Bukan Dijodohoan


Author : Kaka Shan


Awalnya Alea hanya ingin memberikan kesan baik agar dapat memenangkan hati dua calon investor bagi proyek yang dia tangani. Mereka adalah CEO muda dari dua perusahaan berbeda. Namun, siap sangka jika lewat rencana itu Alea malah membuat kedua CEO itu tertarik padanya.

__ADS_1


Alih-alih mengutamakan masalah kerja sama, kedua CEO tampan itu malah berlomba-lomba mendapatkan hati Alea. Lantas, siapakah yang akan memenangkan hati Alea? CEO Anderson yang terkenal sebagai Don Juan sejati Atau CEO Arga's Air yang pembawaannya begitu sholeh dan manley?


__ADS_2