Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 66


__ADS_3

Farez masih menganga takjub menatap istri yang baru satu minggu ia nikahi. Lipstik matte dengan polesan bedak tipis, terlihat natural, tapi tetap cantik.


"Ulala ulala. Centong deh bok." Mince berjalan melenggak lenggok menghampiri Lizi, lalu melempar jas yang ia pegang pada Farez.


Banci kaleng sialan!


Farez mengambil jas yang tersangkut di kepalan dan menutupi matanya. Lalu berusaha mengambil jas sialan agar bisa melihat Lizi kembali. Namun saat ia berhasil mengambil jas, Mince justru menutupi pandangan mata Farez dengan tubuhnya yang sama sekali tak seksi.


Farez mengepalkan tangannya dan mulai mengumpat Mince. Gue tandain lo, Terong Belanda. Pulang nanti, abis tuh terong!


Namun dari kejahilan Mince, Lizi terlihat cukup peka. Ia menggeser tubuh Mince, lalu memperlihatkan gaun indahnya pada Farez.


"Gimana, bagus gak?" tanyanya.


Farez dengan mata berbinar bak lampu sokle, mengangguk sambil mengangkat kedua jempolnya. Dia bahkan tersenyum saat Lizi berputar memperlihatkan tubuh sexy dengan gaun pengantin model duyung.


Bukan hanya Farez dan Mince yang mengagumi kecantikan Lizi, tapi berapa staf yang bekerja di sana pun ikut mengagumi kecantikannya. Namun hal itu seakan tak memuaskan hati Lizi, ketika ia menatap dirinya kembali di cermin.


Kayak ada kurang deh.


Setelah memikirkan beberapa pertimbangan tentang gaun yang ia pakai. Pada akhirnya ia memutuskan untuk mencoba baju yang lain. Dia mengambil satu baju yang dibawa oleh staf, lalu masuk kembali ke dalam ruang ganti.

__ADS_1


Tindakan Lizi sempat membuat Farez menaikkan satu alisnya bingung. Namun tak sampai lima menit, ia kembali dengan gaun baru yang melekat di tubuhnya.


"Gimana?" tanya Lizi menatap Farez yang duduk di sofa.


Sekali lagi, Farez menggelengkan kepala sambil mengangkat dua jempolnya. Bahkan saat melihat Mince yang asik ngupil, juga memperlihatkan jempolnya.


Namun, Lizi masih kurang puas. Pada akhirnya ia mengambil satu baju dan di coba lagi. Lalu keluar dan bertanya pendapat mereka yang tentunya masih sama.


"Bilang jelek kek! Gini kan jadi bingung pilih yang bagus yang mana!" pekiknya kesal, lalu mengambil gaun ke empat.


Ini adalah gaun terakhir yang Lizi pilih sendiri dari seratus model. Dia berharap, dari keempat gaun yang dia coba, Farez atau Mince bisa memberi pendapat, mana dari gaun itu yang terjelek.


Namun saat ia berganti baju, Farez tiba-tiba menerobos masuk ke dalam dan membantu Lizi menaikkan resleting gaunnya.


"Termasuk pake cangcut sama beha?"


"Ya, gak pakai pun cantik!"


PAK! Tangan berjemari lentik itu langsung mendarat dengan lembut di pundak Farez. "Itu sangg'e namanya!" ucap Lizi kesal.


Namun Farez justru terkekeh setelahnya, lalu menciumi pipi sang istri. Lizi yangs edikit risih dengan bulu-bulu di dagu Farez, langsung mendorong wajah sang suami.

__ADS_1


"Cukup! Ini di ruang ganti!" ujar Lizi berusaha melepaskan diri. Namun Farez justru tak peduli.


"Itu Juno mau di blacklist lagi?"


Seketika Farez melepaskan dekapannya lalu mengangkat kedua tangannya. "Ampun, Sayang," ucapnya penuh rayuan maut, yang pada akhirnya membuat Lizi menghela napas panjang.


"Mana yang paling jelek dari ke empatnya?" tanya Lizi fokus menatap cermin besar di hadapannya.


Farez terlihat berpikir sejenak, mengingat ketiga model baju sebelumnya yang memang cocok. Hanya saja, baju pertama bagian belakangnya sedikit terbuka mirip baju 'Sundel Bolong'. Lizi akan terlihat sexy saat memakainya, dan dia tidak menyukai itu.


"Fix, yang pertama jelek!" tegas Farez.


Lizi mengangguk kemudian mendorong Farez keluar agar dia bisa berganti pakaian. Tak beberapa lama, ia mengambil gaun pertama, dan memberikannya pada Mince.


"Gue ambil yang ini!"


Seketika, Farez hanya bisa melongo mendengar jawaban sang istri. Bagaimana tidak, jelas-jelas dia meminta pendapat tentang gaun yang paling jelek. Namun yang dia pilih justru gaun itu.


Wanita ... memang bukan main.


__ADS_1


Ya gitu deh bang, Wanita.


Maklumi ya, apalagi rada gesrek 😌


__ADS_2