Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 37


__ADS_3

Setelah aksi pacuan kuda yang menguras banyak tenaga, juga aksi Farez dalam berkembang biak. Kini mereka berdua sama-sama terlelap dalam lelahnya, sambil memeluk satu sama lain hingga pagi menjelang.


"Morning, Sayang," sapa Farez yang sudah bangun lebih dulu dan melihat Lizi mengerjap.


Sepertinya, otak Lizi masih miring pagi ini. Dia seperti melupakan sore menjelang malam yang penuh gairah kemarin, dan dengan santainya memeluk Farez yang masih telanjang dada.


Sampai akhirnya, otak miringnya perlahan naik dan berubah ke posisi semula. Adegan adegan panas pelan pelan tergambar di otaknya. Membuat Lizi langsung melepaskan Farez dan terjingkat bangun. Tanpa berkata apa pun, atau melihat Farez, Lizi berjalan seperti orang kik-kuk dan pergi ke kamar mandi.


Gak boleh sok gengsi, nanti mubazir. Bener sih, tapi … malu coy! Mana kemaren gue anarkis banget lagi.


Lizi menatap cermin yang ada di dinding wastafel. Melihat wajahnya yang terlihat memerah, dengan rambut yang acak acakan.


Aahh … pie iki? Masa iya harus tebal muka sama dia? Niatnya jual mahal gitu, tapi semalem … malah banting harga! Oh My ….


Lizi memutar kran air, lalu buru buru membasuh muka yang terlihat lecek tak karuan. Hati dan pikirannya masih saling berdebat pada saat itu. Memikirkan cara untuk menghadapi Farez nantinya. Namun belum sempat ia menemukan cara, Farez tiba-tiba menerobos masuk dan langsung memeluk Lizi dari belakang.


Kedatangan Farez tiba-tiba tentu membuat Lizi terkejut, gadis yang sedang mencuci muka itu bahkan terjingkat kaget.

__ADS_1


"Ba-bapak ngapain?" tanyanya sambil mengedikkan bahu. Berharap Farez segera mengangkat kepala yang diletakkan di pundaknya.


Namun Farez cukup bebal. Dia justru mempererat dekapannya tanpa berkata apapun. Lizi juga tidak mau diam saja, dia berusaha mengendurkan tangan Farez dengan terus bergerak. Namun gerakan tubuhnya justru membuat pantatnya terdorong oleh batang yang mengeras.


Sudah bisa dipastikan, jika batang itu adalah Juno, Belut Super milik Farez yang kembali menunjukkan kegagahannya.


"Kamu gak bisa diem sebentar? Kalau Juno beraksi lagi, jangan salahkan aku, oke!"


Peringatan dari Farez langsung membuat Lizi menelan salivanya kasar dan seketika diam mematung, tidak berani bergerak sedikitpun. Setelah aksinya semalam yang memakan waktu hampir satu jam lebih, Lizi benar-benar dibuat kapok oleh Farez dan Juno.


"Emm, Pak. Su-sudah hampir siang, kita gak mungkin perpanjang waktu lagi kan?" tanya Lizi sedikit gugup. Takut jika Farez kembali memelorotkan underwear pink miliknya.


"Pa-pak," panggil Lizi sedikit menggeliat geli, lantaran bulu-bulu tipis milik Farez menyentuh kulitnya.


"Jangan panggil 'pak'! Kau selalu lupa, apa perlu aku ajari lagi?" ucap Farez dengan nada menggoda.


Waah wah, gak bisa nih! Si Mantan Duda juga perlu dikerjain dikit.

__ADS_1


Lizi tiba-tiba memutar tubuhnya menghadap Farez, lalu mengalungkan satu tangannya di leher sang suami. Dengan tatapan tajam penuh dengan siasat licik, Lizi menurunkan salah satu tangannya, hingga … dia berhasil bertegur sapa dengan Belut Super Farez.


Senyum Lizi menyeringai, bersamaan dengan pijatan dan sentuhan yang dilakukan tangan kanannya. Hingga berhasil membuat Farez menggigit bibir bawahnya.


Namun saat Juno berhasil berdiri dengan kokoh, Lizi tiba-tiba melepaskannya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Farez yang sudah siap membajak sawahnya lagi.


"Pak, main sama Tante dulu ya!"


Farez menghela napas kasar, dengan dua kepala yang berdenyut tak karuan, tapi lawan mainnya justru kabur begitu saja.


Lizi Azizah!!!



Gemes, dari kemaren di tolakin mulu 😑😑


Vote, hadiah, like jangan ketinggalan.

__ADS_1



__ADS_2