Dinikahi Om Duda

Dinikahi Om Duda
Bab 54


__ADS_3

"Terus kamu maunya aku harus gimana biar bisa percaya? Yang jelas, aku gak mau talak kamu!"


Alih-alih menjawab, Lizi justru memutar badannya hendak melangkah pergi. Namun sebelum kaki itu meninggalkan Farez lebih jauh, pria itu dengan cepat meraih tangan Lizi.


"Jangan pergi! Jawab dulu dong, Zi," tegas Farez.


"Apa sih, Pak. Aku cuma mau duduk, capek berdiri terus!"


Du-duduk?


Speechless, Farez sampai tidak bisa berkata apa-apa untuk menanggapi sang istri dan hanya melepaskan tangannya. Membiarkan Lizi berjalan menjauh dan duduk di tepi ranjang.


"Kenapa masih berdiri, Bapak gak capek?" tanya Lizi terdengar sedikit frontal.


Tanpa berkata, Farez berjalan mendekat. Namun bukannya duduk di samping Lizi, ia malah berjongkok di bawah kaki sang istri.


"Ba-bapak ngapain jongkok di bawah? Cepet berdiri! Aku ngajaknya duduk di atas bukan di bawah!" Lizi mencoba menarik tangan Farez, tapi pria itu masih kekeh tidak mau bergerak.


"Ngak! Aku gak akan berdiri sampai kamu kasih aku alasan, kenapa minta cerai gitu aja!" tegas Farez.


Mendengar itu, Lizi terdiam dan langsung melepaskan tangan Farez. Hatinya terasa sakit, dia juga tidak tahu tentang perasaannya pada pria yang sedang berjongkok di depannya ini. Beberapa hari bersama, Lizi akui memang dia nyaman dengan keberadaan Farez. Pria itu seolah bisa mengimbangi otaknya yang memang gesrek.


Farez begitu perhatian, jahil pun tau batas, tidak seperti dirinya. Bahkan setelah kejadian hari ini, dia merasa jahilnya memang sedikit kelewat batas. Namun Farez bukannya marah, dia justru dengan sabar menghadapi Lizi.


"Kenapa diam?" Farez membuyarkan lamunan sang istri.

__ADS_1


"Memang, sejak kapan Bapak suka?" Lizi mulai memberanikan diri untuk bertanya tentang perasaan Farez.


Mungkin dia sendiri sudah suka dan nyaman. Namun lantaran Farez beberapa kali menipu dia, ada rasa sakit dalam hatinya. Lizi takut, jika Farez hanya bermain-main saja.


"Sejak pertama kamu datang ke sini," jawab Farez sedikit santai.


What the … itu udah berapa tahun? Gak salah ni orang?


"Ba-bapak udah pernah nikah, kenapa cepet jatuh cinta? Gak perlu nipu saya lagi, Pak." Lizi memalingkan wajahnya dan menghela napas panjang.


Farez pun ikut menghela napas, lalu bangkit dan duduk di samping Lizi. Sorot matanya lurus ke depan, memandang jauh daun pintu yang masih terbuka.


"Sebelum bokap meninggal, dia menitipkan salah satu anak temannya. Saat itu aku masih kuliah, jiwa mudaku masih bergelora, tapi dipaksa nikah gitu aja." Suara Farez terdengar sedikit lebih berat.


"Jujur aja, dua tahun menikah, aku belum ada rasa. Gak cinta, juga gak nyaman. Cerita gini, aku jadi agak bersalah sama dia kalau ingat."


"Terus? Kalian cerai gitu aja?"


"Kita di ceraikan," jawab Farez sedikit datar.


"Sama?"


"Kematian."


Lizi tertegun mendengar jawaban Farez. Selama ini dia hanya mengenal Farez sebagai seorang duda, tapi belum pernah mendengar alasan ia menjadi duda. Sekarang, alasan itu sudah diutarakan langsung olehnya.

__ADS_1


"Waktu nikah, dia sudah sakit parah dan pernikahan kita hanya bertahan 3 tahun lebih," lanjut Farez menjelaskan.


"Dia orang baik. Ya, aku akui itu, hanya saja, aku masih belum tertarik bahkan sampai dia menghembuskan napas terakhirnya."


"Terus, kenapa Bapak bertahan?"


"Amanah bokap, mau gimana lagi. Tapi aku udah jelasin ke dia soal perasaan dan tangung jawabku sebagai suami."


Lizi mengangguk, berusaha memahami cerita dari sang suami. Entah itu benar atau tidak, dia bisa mencari tahu setelah ini.


"Jadi, kalian belum pernah …."


Dari beberapa pertanyaan yang keluar dari bibir Lizi sejak tadi, baru sekarang ia mengeluarkan pertanyaan absrudnya. Namun pertanyaan absrud begini justru yang ditunggu-tunggu oleh Farez.


"Aku pria tulen, Sayang. Setidaknya sekali dua kali lah. Aku juga seorang suami, selayaknya aku beri dia nafkah batin."


Oke, itu masuk akal juga.


Lizi kembali menganggukkan kepalanya, memahami perkataan Farez yang memang ada benarnya. Sedangkan Farez yang melihat Lizi mengangguk, langsung menarik tubuh sang istri dan memeluknya.


"Jangan paksa aku buat talak kamu, karna aku gak akan bilang itu, ngerti?!"



Ini kayaknya Om mantan duda, gak jadi menduda lagi 🤣🤣

__ADS_1


Harapan readers untuk jadi istri yang ke tiga, auto kandas 🤭🤣🤣


__ADS_2