Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 10: Kebanggaan Jiwa Kecil


__ADS_3

Tubuhnya berantakan, dengan kondisi yang mengerikan.


Rogant telah kehilangan banyak darah, dan merasakan rasa sakit yang luar biasa saat tubuhnya digigit oleh para serigala itu.


Tapi, wajahnya tenang, dia sendiri juga heran dengan kasusnya, merasa tidak nyaman saat seluruh jiwanya menjerit sedangkan dirinya sama sekali tidak memperdulikannya.


Dia bertanya-tanya, perasaan macam apa ini? Kenapa aku membiarkan tubuhku terluka?


Dia sendiri bahkan tidak mengetahuinya, atau mungkin, dia sudah tidak memperdulikannya.


Hal-hal yang aneh terlintas dikepalanya begitu dia mencoba untuk menolong gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai “Meily”.


Iris mata coklat itu melihatnya dengan penuh harapan, dan juga ketakutan yang polos.


Rogant tidak mengerti kenapa dia masih takut, dia sudah terselamatkan.


Bukankah seharusnya disini dia tersenyum?


Apa dia perlu membunuh para serigala itu terlebih dahulu, agar dia tenang? Itu berhak untuk di coba.


“Grr?”


Serigala itu mengerang, seperti hewan konyol yang tidak jelas perilakunya.


Kebuasan yang dia tunjukkan, tidak berlaku lagi saat Rogant memotong tangan kirinya dengan wajah yang apatis.


Pisau dapur muncul entah darimana, dan Rogant menggunakan pisau itu untuk memotong anggota tubuhnya sendiri. Dia hampir tertawa saat melihat ekspresi konyol yang di tunjukkan oleh serigala itu.


Tapi, tidak ada yang salah, dan tidak ada yang lucu. Dengan raut wajah yang dingin, dia hanya melakukan apa yang bisa dia lakukan.


Dia menggunakan pisau dapur untuk memotong tangannya, setelah itu membuang pisau yang berlumuran darah merah, dan menggunakan tangan yang tersisa sebagai senjata untuk membunuh.


Tangan kanannya memegang leher serigala, yang hampir terjatuh bersama dengan tangan kirinya.


—Sesak nafas, sesak nafas, dan sesak nafas, serigala itu sesak nafas ketika lehernya dicekik.


Mendapati dirinya ditangkap oleh tangan manusia, serigala itu memberontak. Cakarnya mencoba untuk menggores kulit Rogant, agar dia mau melepaskannya.


Tapi, tangan Rogant, masih dengan kuat mencengkram lehernya. Itu terlalu kuat, hingga membuatnya kejang-kejang dengan busa di mulutnya.


Perlawanan hanya berlangsung selama beberapa detik, dan dia hanya bisa putus asa dengan nafas yang di ikat.


Kemudian—


“>Savagery


Persis di depan mata gadis kecil itu, leher serigala tersebut hancur berkeping-keping dengan daging yang berserakan.


Kepalanya yang copot, terjatuh dan berguling-guling. Meily memiliki firasat buruk tentang hal ini.


Tapi, sebelum dia berhasil bereaksi, kepala sudah berada di depan matanya.


Itu adalah kepala serigala, dengan tubuh yang sudah tidak berada lagi bersamanya. Di ujung kepalanya, hanya terdapat lumpur merah serta daging yang di hancurkan.


Mata mendelik melototinya, mulut terbuka dengan busa putih sebagai air liurnya.


Pemandangan itu terlalu mengerikan.


Darah muncrat mengenai pipinya, membuat Meily tidak sanggup untuk menahan rasa jijiknya dan memuntahkan semua isi perutnya.


“—Hrk! Eeek!”


Rogant tidak memperhatikannya, tidak ada penyesalan atau rasa bersalah di dalam hatinya. Hanya ada senyuman lebar yang sebelumnya tidak ada di sana.


Bibirnya membentuk bulan sabit, melihat itu, Meily bertanya-tanya, apa dia manusia?

__ADS_1


Tangan masih di angkat dalam posisi yang sama saat dia mencekik leher serigala itu.


Meily tidak sanggup, dia sudah tidak sanggup lagi untuk melihatnya. Pikirannya seketika langsung buyar, denyutan rasa sakit membuat kepalanya meronta-ronta dalam kesakitan.


Tubuhnya panas, melihat harga dirinya yang telah tiada, dia hanya bisa pasrah.


Dia dan orang lain, kesadarannya seketika terbagi menjadi dua, sehingga tidak yakin siapa dirinya yang sebenarnya.


Ingatannya berawan, tapi tidak hujan, hanya ada awan yang menggumpal untuk menjadi halangan yang menyebalkan.


Otaknya kekurangan akal sehat, namun kepalanya masih ingin sadar, sayangnya tubuh menggeliat dalam bentuk protesnya.


—Apa aku akan mati?


Meily bertanya, tapi bahkan dia sendiri tidak terlalu yakin dengan jawabannya sendiri.


Tenaganya yang dia gunakan untuk berpikir telah sirna, dia tidak tahan dengan denyutan rasa sakitnya. Hatinya terlalu lemah untuk menahan guncangan mental yang terlalu kuat.


Seketika, dia mengingat wajah-wajah dari orang yang dia sayangi.


Setelah itu...


Tubuh rapuhnya terjatuh, dengan posisi yang merangkak di tanah yang kotor.


Pandangannya berkedip-kedip, dan terasa berat untuk di pertahankan.


Sebelum Meily pingsan, bibirnya merangkai beberapa kata dengan suara yang rendah.


“Eras... chan..”


Setelah itu, berguling dan terjatuh, Meily pingsan bersamaan dengan air mata kecil yang jatuh dari ujung pelipis matanya.


...\=\=\=[★★★★★★]\=\=\=...


Tanpa ampun dan keraguan, Rogant menghancurkan daging, kerongkongan, tulang leher, dan tubuh yang menyambungkan nyawa serigala itu.


Untuk serigala lainnya, mereka sangat mudah.


Dia menggunakan mayat tubuh serigala yang sudah mati tersebut, untuk dijadikan perantara di antara serigala lainnya.


Jadi...


Dengan jelas dan dingin, bibirnya, yang membentuk senyuman sadis, berkata dalam suasana hati yang bahagia.


“>Soul Resonance


Seketika itu juga, serigala yang berada di kaki dan perutnya, mati dalam kondisi leher dan tubuh yang terputus.


Sebuah kematian yang serupa dengan serigala yang pernah Rogant bunuh sebelumnya.


[Skill: >Soul Resonance< adalah skill dimana Master bisa menyambungkan jiwa-jiwa seluruh mahkluk hidup menjadi satu. Contohnya, jika satu jiwa mengalami kematian, jiwa yang terhubung dengan jiwa yang mati itu juga akan mati dengan cara yang 100% sama. Ini memudahkan anda untuk menghancurkan ratusan atau bahkan ribuan mahkluk hidup hanya dengan membunuh satu mahkluk hidup saja.]


“Yah, aku tau, itu adalah skill yang luar biasa. Kau berhak untuk mendapatkan rasa terima kasihku.”


[Sama-sama.]


Selesai menanggapi kebanggaan Pride System. Rogant memperhatikan para mayat serigala, mengamati apakah mereka benar-benar mati dengan cara yang serupa.


“Tidak ada keraguan.”


Kekuatan ini telah melampaui akal sehat manusia, dan dengan mudah memutar balikkan logika di dunia ini. Balasan atas kematian yang serupa, ketidakadilan ini membuat siapapun pasti akan merasa terhina.


Kerja keras, harga diri, perasaan, semua itu di injak-injak dengan posisi dan cara yang sama. Kesetaraan dari kematian yang tidak menyenangkan, hal ini terlalu mengerikan.


Skill ini sangat menjijikan saat kau melihatnya dalam sudut pandang yang berbeda.

__ADS_1


Tapi, sepertinya Rogant sama sekali tidak memperdulikannya.


“... Yah, ini menarik, dan juga menakjubkan. Aku akan terus menggunakannya...”


Rogant berkata, mengabaikan omong kosong yang terlintas di benaknya, dan melontarkan kata-kata yang tidak berada di garis pandang kemanusiaan.


Setelah itu, dia akhirnya melirik ke arah Meily yang terkapar dibelakangnya, dan bergumam dengan ekspresi yang skeptis.


“Ngomong-ngomong, apa yang harus aku lakukan dengan Meily-chan yang pingsan? Aku berniat untuk membuatnya membalas budi dengan mengantarkanku ke desanya. Tapi, sepertinya itu tidak mungkin untuk sekarang.”


[Apa yang Master katakan? Jika Master mau, saya bisa mengantar anda sendiri ke desa terdekat dengan fungsi >Navigasi System<.]


“Dasar bodoh, meski aku pergi ke sana, tidak ada jaminan mereka akan membiarkanku masuk. Apa lagi dengan penampilan yang seperti ini, mereka akan mencurigaiku. Itu merepotkan.”


[Saya tidak mengerti... Tidak bisakah anda membawa gadis ini ke desa dan mengatakan bahwa anda menyelamatkannya saat dalam bahaya, dengan begitu kecurigaan mereka akan berkurang.]


“Itu juga terlalu beresiko, bagaimana jika mereka menganggapku sebagai orang jahat yang mencurangi seorang gadis kecil.”


[... bukankah anda hanya terlalu banyak berpikir Master?]


“Ini bukanlah sesuatu yang bisa di ketahui oleh kecerdasan buatan sepertimu. Aku tidak ingin dianggap sebagai lolicon.”


[Yah, saya tidak akan komentar tentang fetish Master, mengingat anda berpacaran dengan Pandora-sama. Saya pikir anda tipe orang yang seperti itu.]


Rogant mendengus kesal saat menanggapi gagasan Pride System yang kurang beralasan.


“Jangan samakan gadis ini dengan Pandora milikku. Mereka jelas berbeda.”


[Yah, saya tidak pantas untuk mengatakan hal itu. Kalau begitu, apa yang akan anda lakukan sekarang?]


—Apa yang harus aku lakukan?


Rogant juga bertanya-tanya, dia tidak memiliki ide yang bagus untuk mengatasi masalah ini. Jika dia menunggu Meily bangun, itu akan memakan waktu yang lama.


Dan Rogant sudah bosan bermain di dalam hutan terus, dia ingin cepat-cepat 'merasakan' hal yang berbeda.


Dalam hal ini, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ketidaksabaran akan membuatnya menjadi gila jika dia tahan— tidak, dia memang sudah gila.


Kalau begitu, apa dia bisa memikirkan sebuah cara dengan pikiran gilanya?


—Sesuatu, hal yang berbeda, perasaan, dan ketidaksabaran, pikirannya terus berputar dalam ketidakpastian, dan logika selalu menepis akal sehatnya.


Dia tidak tau harus berbuat apa.


Pikirannya memasuki jalan buntu, Rogant memegang dagunya dan berpikir keras.


Saat garis pandangnya berpindah, itu seperti gambaran kabur yang mulai menjadi jelas.


Mata Rogant tertuju kepada mayat para serigala itu, dan seketika—


“>Soul Resonance<...?”


Sebuah ide tiba-tiba terlintas di dalam benaknya.


[Master, kau tidak akan—]


Sepertinya Pride System mengerti apa maksudnya. Tapi, Rogant mengabaikan reaksinya, dan hanya menutup mata gelapnya dan membukanya saat dia menatap tubuh Meily dengan tatapan yang melankolis.


Bibir secara perlahan-lahan membentuk sebuah senyuman.


Akan tetapi, berbeda dari sebelumnya.


Kata “Iblis” sangat cocok untuk menggambarkan senyuman gila itu.


“Baiklah, mari kita buat sedikit kekacauan.”

__ADS_1


__ADS_2