
Di dalam hutan yang gelap, Rogant berjalan sendirian di tengah malam. Dia berjalan sambil bersenandung seperti biasanya.
Tidak ada hal yang penting yang ingin dia lakukan, dia hanya merasa ingin jalan-jalan saja.
Saat Rogant mengatakan itu. Kizuna bersikeras ingin ikut, tapi Rogant menolaknya.
Dia juga meninggalkan Meily bersama Kizuna di penginapan. Bagaimanapun, Meily telah berjuang keras kali ini.
Jadi, setidaknya untuk sekarang biarkan dia beristirahat sebentar.
“... Semoga kau bahagia di alam sana.”
Rogant menyatukan kedua tangannya, menutup matanya, dan berdoa di depan makam seseorang.
Itu adalah makam dari seorang wanita yang bernama >Reyna Loyalis<
Meily dan Kizuna telah berkerjasama untuk menguburnya di dalam hutan ini.
Semuanya telah berakhir, atau lebih tepatnya semuanya akan di mulai. Perjalanan Rogant yang sebenarnya.
[... Ini adalah awal dari perjalanan Master. Jadi bukannya lebih baik anda beristirahat.”
Suara seorang wanita terdengar di dalam kepala Rogant. Mendengar itu, Rogant menatap ke langit dan berkata.
“Aku hanya ingin jalan-jalan sebentar saja, kau tidak perlu khawatir, Pride-chan.”
[Kalau jalan-jalan, bukannya lebih baik di dalam kota saja. Kenapa harus di luar?]
Mendapatkan pertanyaan dari Pride System, Rogant menghela nafasnya yang mengeluarkan sedikit kabut.
“Yah, ini bukan masalah luar atau dalam. Aku hanya ingin ganti suasana saja.”
[Seperti itukah? Saya tidak terlalu mengerti.]
“Suatu hari, kau akan mengerti.”
Mereka terus berbicara di bawah sinar bulan yang hanya setengah bagian. Rogant tersenyum kecil dan mengangkat tubuhnya, berdiri.
Setelah selesai berziarah, dia melanjutkan jalan-jalannya di tengah malam yang dingin.
Dia terus berjalan sambil bersenandung, senyuman yang lembut terlihat sangat misterius saat dia terus berjalan.
Seiring berjalannya waktu, Rogant menemukan sebuah tempat yang bagus. Itu adalah pemandangan yang terbuka dan memukau.
Sebuah bukit di ujung hutan, saat Rogant melihat ke atas. Dia dengan jelas bisa melihat seluruh bintang-bintang dari situ.
Rogant memutuskan untuk beristirahat sebentar di tempat itu, dia membeli secangkir kopi susu dari >System Shop< miliknya.
Membeli tempat duduk kemah dan bersantai sambil memandangi bintang-bintang yang ada di langit.
[Ngomong-ngomong, Master. Akting anda saat merebut hati Kizuna-chan sebelumnya benar-benar hebat. Apa anda pernah belajar akting sebelumnya?]
Alis mata Rogant sedikit berkedut saat Pride System menanyakan hal tersebut.
Dia mengerutkan keningnya dengan serius dan menjawab dengan nada kesal.
“Pride-chan, tolong jangan hancurkan suasanaku saat ini. Apa kau sengaja melakukannya?”
[Maafkan saya, Master. Apakah itu pertanyaan yang sensitif?]
__ADS_1
Tidak ada satupun rasa bersalah yang terdengar dari suara Pride System. Tapi, Rogant hanya mengabaikannya.
Dia menyeruput kopinya dan menghela nafas panjang, lalu berkata dengan suara yang kecil.
“Tidak. Tidak juga, hanya saja aku sedikit kurang suka saat kau membahas tentang hal yang merepotkan di saat seperti ini.”
Ada sedikit kesedihan dan kemarahan di kata-katanya, Pride System paham bahwa Masternya berbohong.
Namun, dia hanya diam tanpa menindaklanjuti pembicaraannya demi kenyamanan Masternya.
Rogant mengedipkan matanya dan menatap ke arah langit-langit malam.
Saat dia melakukan hal itu, tiba-tiba ada bintang jatuh yang terlihat di langit yang penuh bintang-bintang di depannya.
Suasananya sangat tenang dan damai, Rogant mengangguk puas dengan situasi saat ini.
“Yah, kalau Meily ada di sini, pasti sekarang akan sangat berisik. Sesekali seperti ini juga tidak buruk.”
[Oh iya, Master. Kenapa saat itu anda membiarkan Meily-chan bertarung sendiri? Bukannya itu kurang efisien.]
Jika saat ini seseorang melihat Rogant, mungkin dia akan terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri.
Akan tetapi, Rogant sama sekali tidak memperdulikannya. Bagaimanapun, mempunyai teman bicara itu bagus.
Tersenyum lembut seperti biasa, Rogant membalas pertanyaan Pride System dengan santai.
“Hmmm, bisa di bilang aku hanya terlalu paranoid.”
[Maksud anda?]
“Karena aku tau bahwa kali ini lawanku adalah rubah ekor sembilan. Aku harus berwaspada, jadi aku membiarkan Meily bertarung sendiri untuk mendapatkan beberapa informasi.”
[Bukannya informasi dari ingatan yang anda curi sudah cukup. Kenapa harus sangat berhati-hati sejauh itu?]
Dengan menggunakan Unlimited Skill >Sinner Authority< miliknya, Rogant bisa menambahkan ingatan orang lain ke dalam dirinya.
Saat itu, dia telah menambahkan ingatan >Reyna Loyalis< ke dalam dirinya dan mendapatkan beberapa informasi.
Dia tau kalau lawannya kali ini adalah salah satu dari mahkluk agung yang terkenal di ras demi-human.
Dia juga tau kalau Kizuna adalah pengguna >Unique Bless: Saint< yang sangat langka, jadi sebab itulah. Rogant harus berhati-hati lebih dari biasanya.
Lawannya adalah mahkluk agung dengan berkah Unique Bless, dia harus memikirkan berbagai macam kemungkinan yang ada.
Mempertimbangkan segala situasi dan membuat rencana yang sempurna, untuk itu dia perlu menjadikan Meily sebagai umpan.
Dia perlu mencari tau bagaimana cara bertarungnya Kizuna dan bagaimana sifatnya.
Setiap informasi sekecil apapun itu sangat penting untuk kemenangan Rogant.
Lalu yang terpenting adalah apakah dia lebih kuat dari Meily atau tidak. Jika iya, maka Rogant harus mundur.
[Bukannya itu artinya anda mengorbankan Meily-chan. Kenapa anda sampai melakukan hal itu?]
“Tidak ada alasan yang khusus. Terlalu merepotkan untuk memikirkan hal itu. Pada akhirnya, Meily baik-baik saja, kan?”
[Saya pikir anda harus lebih lembut lagi dalam memperlakukan seorang gadis.]
Rogant hanya mendengus pelan dan menganggap perkataan Pride System tidak penting.
__ADS_1
Alat adalah alat, memang benar kita harus memakai alat dengan hati-hati. Tapi, Rogant bukanlah orang yang lembut seperti itu.
Dia akan memanfaatkan segalanya hanya demi mengabulkan keinginan egoisnya saja.
Namun, jujur saja, Rogant juga tidak menginginkan Meily mati saat itu. Dia hanya ingin menguji Meily...
Apakah dia sanggup terus bersama Rogant atau tidak? Lagian dia juga harus sedikit memberi Meily pelajaran.
Dia tidak boleh membiarkan Meily berpikir bahwa tidak ada seseorang yang lebih kuat dari dirinya.
Dengan begitu, Meily bisa tumbuh dan berkembang semakin kuat dan kuat dari pengalaman yang dia dapatkan.
Itu adalah sebuah pertaruhan, tapi walaupun Rogant kalah, dia tetap tidak akan rugi. Jadi, pada akhirnya dia tidak terlalu peduli.
[Master, saya yakin anda suatu hari akan di tusuk dari belakang.]
“Ya yah, aku akan memikirkannya. Lagian, walaupun aku di tusuk dari belakang, aku pasti akan baik-baik saja, kan?”
[Tentu, selama Master memiliki >Book of Destiny< anda akan baik-baik saja.]
“Itu luar biasa.”
Rogant tertawa kecil saat mereka terus berbicara santai seperti orang kantoran profesional.
Malam terus berlalu, tapi mereka tetap di sana mengobrol sambil meminum kopi susu di bawah lautan bintang-bintang.
Angin malam semakin dingin. Setelah beberapa jam Rogant beristirahat, akhirnya dia berniat untuk bergerak kembali.
Membakar sampah cangkir kopi susunya dan berdiri dari tempat itu.
“Baiklah, ini juga semakin dingin. Lebih baik kita pulang saja, aku yakin Kizuna sedikit khawatir. Kalau Meily, kurasa dia sudah tidur.”
Menaruh kembali kursi kemah di dalam >Inventory< nya, Rogant hendak ingin pulang ke penginapan mereka yang telah di siapkan oleh Kizuna memakai uangnya.
Meskipun di traktir perempuan membuat hati seorang pria di dalam diri Rogant sedikit tidak nyaman.
... Namun, sekarang dia tidak memperdulikannya.
Lagian sekarang mereka adalah rekan, jadi mereka harus saling membantu.
Dengan pemikiran seperti itu, Rogant menyakinkan dirinya bahwa semuanya baik-baik saja.
“Ngomong-ngomong, Master. Kapan anda akan melanjutkan perjalanan anda selanjutnya?”
Sebelum Rogant sempat berjalan, Pride System bertanya kepadanya.
Rogant setelah melakukan sedikit olahraga ringan untuk merilekskan ototnya yang kaku, dia menjawab.
“Kita akan pergi setelah musim dingin ini selesai.”
“Baiklah, apa anda sudah menetapkan tujuan anda selanjutnya?”
Mendengar itu, Rogant menutup matanya seakan-akan sedang merenungkan sesuatu.
Setelah itu, dia membuka matanya dan tersenyum dengan sangat bahagia, lalu berkata.
“Kita akan pergi ke >Kuil Kehidupan<, dimana katanya di sana ada seorang gadis berambut putih yang terkurung.”
Angin kencang langsung membelai rambut putih Rogant yang bersinar terang seperti bulan di langit malam.
__ADS_1
Namun, ada sedikit kekejaman dan kegembiraan polos yang mewarnai rambut putihnya itu.
>Night Rogant< melangkahkan kakinya dengan bangga menuju tujuannya yang selanjutnya.