
—Kerajaan Pahlawan Lavendel.
Sebuah Kerajaan yang berada di bagian benua barat, dan juga salah satu dari Kerajaan yang memiliki sejarah panjang.
Enam ratus tahun lalu, Kerajaan ini pernah mengalami perang besar melawan salah satu dari pendosa besar.
Pendosa yang di kenal sebagai >Mother of Demon Beasts<, salah satu dari Tujuh Dosa Besar yang mengemban dosa Kerakusan.
Itu adalah perang antara manusia dan binatang iblis, kehancuran terbesar yang mengubah seluruh dunia.
Menurut sejarah, akibat dari perang tersebut, Kerajaan mengalami kerugian dan korban yang di luar perkiraan.
Perang itu di beri nama sebagai >Perang Iblis Besar<, perang yang terus berlanjut selama puluhan tahun.
Namun, perang tersebut berakhir dengan kemenangan Kerajaan Lavendel.
Semuanya karena di pihak Kerajaan memiliki Pahlawan Pedang Suci generasi ke-1, Draak Van Strovius.
Keluarga Strovius adalah keluarga yang setiap keturunan mereka selalu di berkati dengan >Unlimited Bless: Sword Saint<.
Mereka adalah kartu AS milik Kerajaan Lavendel untuk memenangkan perang besar tersebut.
Tapi, meskipun perang besar telah berakhir. Masih banyak sisa-sisa dari binatang iblis yang berkeliaran di mana-mana.
Berkat itu Kerajaan Lavendel di kenal sebagai sarang para binatang iblis.
Karena mereka memiliki lebih banyak binatang iblis dari pada dengan Kerajaan-Kerajaan lainnya.
Banyak orang menyebutnya sebagai sisa-sisa dari Kekacauan Tujuh dosa besar.
Walaupun perang sudah berakhir, semua orang masih ketakutan dengan eksistensi yang di sebut >Seven Daily Sins<.
[... Yah, seperti itulah legendanya, Eras-chan!]
—Di sebuah hutan yang gelap, terlihat siluet seorang gadis kecil yang sedang duduk.
Mempunyai rambut pirang cerah dengan iris mata berwarna merah penuh kemarahan, dan memakai jubah yang terlihat kusang.
Gadis kecil yang bernama Eras itu saat ini sedang duduk di atas tumpukan mayat-mayat dari ratusan binatang iblis.
Mayat binatang iblis itu memiliki variasi ukuran dan jenis yang berbeda-beda, ada yang seperti serigala, beruang, kalajengking, dan lain-lain.
Pemandangan itu terlihat sangat menyeramkan, namun ada sedikit keindahan yang unik dengan pemandangan itu.
Gadis kecil yang duduk di atas tumpukan mayat monster, itu adalah sesuatu yang jarang bisa kau lihat.
Setelah itu, Eras dengan santai berdiri dan melompat dari tumpukan mayat tersebut.
“Bakar semuanya.”
Sesaat setelah Eras mengatakan itu, mayat-mayat binatang iblis itu terbakar habis oleh api Kemarahan.
Tidak ada yang tersisa, seluruh tubuh dari binatang iblis malang itu hangus dan menjadi abu hitam yang bertebaran.
Sedangkan Eras dengan acuh tak acuh mengabaikannya dan kembali berjalan menelusuri hutan.
[Gyahahaha, Eras-chan benar-benar keren! Menakjubkan! Luar biasa! dan konyol! Ya yah, begitulah Eras-chan. Semuanya penuh dengan kemarahan, semuanya penuh dengan kegilaan, itu membuatku sangat bergairah!]
Suara berisik yang muncul di dalam kepala Eras seperti teriakan keras dengan suara seorang wanita yang sedikit sinting.
Namun, Eras sama sekali tidak menanggapinya. Dia hanya mendengus kesal dan terus berjalan.
Selagi Eras melangkah selangkah demi selangkah melewati hutan yang gelap, ada sesuatu yang melayang di hadapannya.
Itu adalah sebuah lempengan tipis yang bersinar berwarna merah gelap.
...---[Profil >Devine Protection Wrath System<]---...
[Name: >Eras Schoon<]
[Species: >Human<]
[Level: >179<]
[Health Point: >21.370<]
[Magic Point: >1600<]
[Unlimited Skill: >Sinner Authority<, >Cursed Fire<]
[Skill: >Zweep Art's<, >Overleven<, >Sewing<, >Fast<, >Telekinesis<, >Channeling<, >Steel Resistance<]
[Magic: >Al Bodem<, >Al Vuur<]
[Inventory: >Portable Food<, >Herbal Plants<, >Whip Curse<, >Whip<, >Magic Stone<,...]
...---[>End<]---...
Setelah melihat papan status yang hanya bisa di lihat oleh Eras sendiri, ekspresinya sama sekali tidak berubah.
[Oi oi, Eras-chan, ada apa denganmu? Apa kau tidak enak badan? Apa kau terluka? Apa kau sudah hancur? Apa kau memang seperti itu? Apa kau marah? Gyahahaha, tenang saja aku akan selalu bersamamu, semuanya demi kemarahanmu. Jadi bicarakanlah sesuatu kepadaku, apa masalahmu?!]
Suara dari Wrath System yang terdengar sinting dan berisik itu mengganggu pikiran Eras, tapi dia sama sekali tidak peduli.
Dia hanya menghela nafasnya dan berkata dengan ekspresi yang datar.
“Tidak. Hanya saja rasanya sulit untuk tersenyum.”
__ADS_1
Itu adalah kata-kata yang keluar dari hatinya, kata-kata hampa yang tidak ada maksud tertentu.
Namun, meskipun begitu ada sedikit kesedihan di dalam kata-katanya tersebut.
Dulu, dia hanya gadis desa biasa yang bisa kau temukan di mana saja. Dia tersenyum, dia bermain, dia belajar, dan melakukan banyak hal yang menyenangkan...
Akan tetapi, semuanya telah berubah. Sejak iblis busuk yang datang ke desanya dengan membawa keputusasaan sejati.
Semuanya telah hancur, semuanya telah terbakar, semuanya telah menghilang, dan semuanya telah berakhir....
Kehidupannya yang normal sudah tidak ada, sekarang dia hanya di penuhi dengan kegilaan dan kemarahan.
Dia telah memutuskan untuk membalaskan dendamnya kepada bajing*n yang membuat semuanya menjadi kacau.
Dia belajar caranya bertahan hidup, dia belajar caranya membunuh, dia belajar caranya memakai senjata, dan dia telah mempelajari berbagai banyak hal yang baru.
Semuanya demi membunuh iblis busuk yang telah merebut segalanya dari dirinya.
“Ini sudah tiga tahun sejak saat itu, dan aku juga sudah cukup kuat sekarang.”
Apa dia masih ragu? Eras menundukan wajahnya saat dia mengatakan hal itu.
[Gyahahaha, kebodohan! Kegilaan! Kemarahan! Masa lalu! Balas dendam! Semuanya sangat konyol dan bergairah! Tenang saja, Eras-chan. Selama di sini ada aku yang mendukungmu, selama kau memiliki kemarahan dan kegilaan, semuanya akan baik-baik saja, pasti baik-baik saja, karena semuanya akan baik-baik saja! Eras-chan adalah pengguna >System Seven Daily< yang mengemban dosa Kemarahan, bukankah begitu?]
“Aku harap begitu.”
Eras hanya menjawab singkat dari perkataan Wrath System yang penuh dengan kepercayaan diri yang aneh.
Suara tawanya terdengar seakan-akan dia mengutuk dan mengejek segala dan segalanya yang dia benci.
Kata-kata yang dia lontarkan seakan-akan meremehkan dan menginjak-injak segala dan segalanya yang dia suka.
Kebencian, kemarahan, kesepian, kesedihan, kepribadian Wrath System seakan-akan menggambarkan >Eras Schoon< itu sendiri.
Itu sedikit membuat dia jengkel, namun dia biasanya hanya akan mengabaikan kata-kata yang di katakan oleh Wrath System.
Bukan berarti mereka memiliki hubungan yang sangat dekat atau apa.
Eras hanya menganggap Wrath System sebagai alat yang berguna untuk balas dendamnya.
Bagaimanapun, dia harus segera membunuh iblis busuk yang telah membuat dirinya menjadi kacau seperti ini.
“Iblis busuk itu harus musnah.”
Setelah Eras menyatakan hal itu, sesaat kemudian seekor binatang iblis menerjangnya dari belakang.
“Grooorrrr–!!!”
Raungan dari binatang iblis itu membuat Eras sedikit terkejut, sebuah cakar segera menghampiri tubuh Eras.
Pohon yang ada di sekitar sana hancur saat terkena dengan cakaran binatang iblis itu yang meleset.
Segera mengambil posisi bertarung, Eras mengambil sesuatu dari dalam >Inventory<.
Itu adalah sebuah cambuk. Cambuk dengan panjang sekitar sepuluh meter lebih dan memiliki warna hitam gelap yang mengeluarkan aura kematian.
Binatang iblis yang terlihat seperti seekor beruang raksasa dengan tubuh berwarna hitam itu sedikit ketakutan saat melihat cambuknya.
Tapi, binatang iblis itu menguatkan mentalnya dan sekali lagi menerjang ke arah tubuh gadis kecil tersebut.
Namun, Eras dengan lincah menghindarinya, dia melompat-lompat dari satu pohon ke pohon lain dengan kecepatan yang menakutkan.
Melihat itu, si binatang iblis hanya bisa terdiam sambil menunggu kesempatan untuk menyerang.
Setelah itu—
“Dasar bodoh.”
—Sebuah api muncul dan membakar cambuk Eras.
Tapi, Eras masih tetap tenang meskipun di seluruh cambuk itu di selimuti oleh api yang mengerikan.
“Groorrr–!!!”
Binatang iblis itu meraung mengekspresikan rasa takut dengan api yang membara.
Eras yang masih melompat-lompat untuk mengecohkan binatang iblis itu menguatkan pergerakannya dan menerjang si binatang iblis.
Dia mengangkat cambuknya yang berapi-api dan menebas punggung dari binatang iblis itu.
Walaupun luka yang di beri sangat kecil, namun itu segera membesar dan membesar. itu adalah Unlimited Skill >Sinner Authority< milik Eras, yaitu Memperkecil dan Memperbesar.
Selanjutnya dia menggunakan Unlimited Skill >Cursed Fire< untuk membakar binatang iblis itu dengan api kemarahan.
Api itu semakin menyebar ke seluruh tubuh si binatang iblis. Dia menjerit dengan kesakitan dan dia meraung dengan kemarahan.
Si binatang iblis itu menari-nari dengan menyedihkan sambil terbakar di seluruh tubuhnya.
Namun, Eras sama sekali tidak memperdulikannya. Dia hanya dengan tatapan dingin terus menyaksikan penderitaan dari binatang iblis itu.
[Gyahahahaha! Terbakar! Terbakar! Membara dengan api kemarahan! Dan hangus menjadi debu hitam yang menjijikan! Sangat luar biasa! Semuanya sangat bergairah! Eras-chan benar-benar sangat gila!!]
Suara Wrath System terus berdengung keras di dalam kepala Eras, dia mengerutkan keningnya saat mendengarkannya.
Mereka sudah bersama selama tiga tahun lamanya, itu waktu yang cukup lama untuk bisa berteman dengan baik.
Namun, meskipun begitu. Setiap kali Eras mendengar Wrath System, dia selalu merasa jengkel dengan sifatnya.
__ADS_1
Mereka benar-benar tidak bisa akrab satu sama lain, terlalu banyak yang perlu untuk di persoalkan agar mereka bisa akrab.
Saat Eras mendengar Wrath System berbicara, dia selalu menghela nafasnya dengan berat dan menyipitkan matanya, lalu mengatakan sesuatu di dalam hatinya...
... Menjijikkan!
...---[★★★★★★]---...
—Setelah Eras selesai membunuh binatang iblis itu, dia segera pulang.
Saat ini Eras tinggal di Ibukota Kerajaan Lavendel, di sana dia mengurus dirinya sendiri dengan mandiri.
Meskipun awalnya sedikit sulit, tapi sekarang dia benar-benar sudah terbiasa.
Dia sekarang tinggal di penginapan yang ada di dalam Ibu kota dengan fasilitas yang bagus. Itu adalah sesuatu yang bisa kau banggakan.
Namun, Eras sama sekali tidak memikirkannya. Selama dia memiliki tempat perlindungan dan makanan, maka semuanya baik-baik saja.
Bagaimanapun, tujuan hidupnya hanya untuk membalaskan dendamnya.
Dia juga telah mendaftarkan dirinya sebagai tentara bayaran untuk menafkahi hidupnya sendiri.
“Lebih baik aku segera mandi.”
Setelah mengendus-endus tubuhnya, Eras mengatakan sesuatu sambil mengerutkan keningnya.
Dia saat ini berada di dalam kota dan dengan santai berjalan melewati kerumunan orang-orang yang ramai menuju tempat penginapannya.
Selagi dia terus mengfokuskan dirinya dengan keadaannya saat ini, tiba-tiba dia mendengar suara orang yang berteriak keras.
“Meily bukan anak kecil–!!”
Matanya melebar di penuhi dengan keterkejutan, Eras benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Jantungnya berdetak kencang di penuhi dengan kerisauan, pikirannya menjadi kosong di penuhi dengan kebingungan.
Segera pandangannya menoleh ke arah sumber suara tersebut, namun dia sama sekali tidak bisa menemukan pelakunya.
Tapi, dia dengan jelas mendengarnya, dia mendengarnya dengan sangat jelas nama dari sahabatnya yang berharga.
“... Meily... Chan...”
Eras mengucapkan nama sahabatnya tersebut, dia segera berlari dengan perasaan yang campur aduk mencari orang tersebut.
Melihat ke kanan dan ke kiri, Eras berlari keliling kota mencari seseorang yang baru saja berteriak menyebut nama sahabatnya.
Dia berlari dan berlari sambil membayangkan wajah dari sahabatnya tersebut, jika bisa dia ingin melihatnya sekali lagi.
Memang benar saat itu iblis busuk tersebut sama sekali tidak membunuh Meily, sahabatnya.
Jadi dia selalu mengatakan kepada dirinya bahwa Meily pasti masih hidup di suatu tempat.
Selama tiga tahun ini, Eras tidak bisa berhenti memikirkan sahabatnya.
Bagaimana dengan kabarnya? Apa dia baik-baik saja? Apa dia tidak menderita bersama iblis busuk itu? Apa dia masih hidup dengan sehat? Apa dia bisa mengurus dirinya sendiri?....
Pertanyaan demi pertanyaan terus menghantui pikiran Eras saat dia memikirkan sahabatnya, air matanya menetes melampiaskan perasaan rindunya.
Dia ingin bertemu dengan sahabatnya lagi, dia ingin tertawa dengan sahabatnya lagi, dia ingin bermain dan melakukan sesuatu dengan sahabatnya seperti dulu lagi.
Dia sudah membayangkan hal itu ratusan sampai ribuan kali, dia benar-benar sangat ingin bertemu dengan sahabatnya kembali.
“Meily-chan! Meily-chan! Meily-chan! Kau ada di mana?! Ini aku Eras! Kumohon jawab aku, Meily-chan...!!”
Eras terus berteriak sambil mencari di sekeliling kota, namun dia sama sekali tidak menemukannya.
Dia berlari dan berlari sambil menyebut-nyebut nama sahabatnya.
Dia menangis dengan sangat menyedihkan berharap berjumpa dengan sahabatnya.
Namun dia sama sekali tidak menemukannya, dia tidak menemukannya, dia tidak menemukannya, dia tidak menemukannya, dia sama sekali tidak menemukannya...
Tidak ada, dia tidak bisa menemukannya di manapun. Sebelumnya dia benar-benar jelas mendengarnya, itu adalah nama sahabatnya.
Apa itu hanya kesalahpahaman? Apa mungkin itu hanya nama orang lain yang mirip saja? Tidak, siapa yang peduli dengan itu!
Jika dia memang bukan sahabatnya, maka dia perlu mencari taunya sendiri. Meskipun kemungkinannya sangat kecil, dia harus mencarinya.
Dia harus mencarinya dan mencarinya, akan tetapi dia sama sekali tidak menemukannya.
Eras terus mencarinya di manapun, tapi dia tidak menemukannya, dia sama sekali tidak menemukannya sahabatnya
Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia? Dimana dia?...
... Dimana Meily?
Meskipun Eras telah mencarinya di manapun, namun dia sama sekali tidak menemukannya. Meily tidak ada di manapun...
Setelah itu—
“Sial! Sial! Sial! Kau ada dimana... Meily-chan?”
—Eras terjatuh, kepalanya terbentur oleh tanah yang keras. Dia merangkak dengan sangat menyedihkan, air mata membasahi wajahnya.
Dia sama sekali tidak bisa menemukan sahabatnya.
[Gyahahaha, menyedihkan! Sangat menyedihkan! Semuanya sangat menyedihkan! Kebodohan, ini adalah sebuah kebodohan! Kebodohan dari masterku yang toIoI! Bangkitlah Eras-chan! Tidak ada gunanya kau mencarinya! Semuanya telah berakhir, semuanya telah berakhir di bakar oleh api kemarahan!!]
__ADS_1