
Hujan menetes dari langit.
Namun, saat Kizuna pergi keluar untuk mencari Rogant, dia terkejut dengan hujannya yang berubah menjadi darah.
Organ-organ dalam, mayat binatang iblis, dan bau busuk langsung menyerang dirinya.
Dia mengerutkan keningnya, memutar matanya, menutup hidungnya, dan menahan semuanya.
Saat Kizuna melakukan itu, dia melihat siluet seseorang yang berdiri di tengah-tengah kekacauan ini. Tapi, tanpa ragu-ragu Kizuna mendekati siluet tersebut.
Akan tetapi, saat dia semakin dekat dengan siluet tersebut, tiba-tiba kakinya terhenti.
Kizuna menyipitkan matanya.
“Apa semuanya sudah... selesai, Tuan?”
Ada sedikit keraguan dan ketakutan di dalam suara Kizuna. Dia dengan gemetar menekan rasa takutnya sambil menggenggam erat kedua tangannya di depan dada besarnya.
Dia ragu, apakah pemuda yang ada di depan nya adalah Night Rogant, seseorang yang dia cintai?
Dia takut, apakah dia akan kehilangan dirinya yang berharga?
Karena bagaimanapun juga, saat ini pemuda dengan rambut putih yang berdiri di depan nya memiliki penampilan yang berbeda.
Yah, dia memiliki lumpur keburukan di lengan kanannya yang berbentuk seperti sebuah pedang aneh.
Kizuna sebelumnya sama sekali tidak melihat pertarungan Rogant dengan jelas karena dia berada di tempat yang jauh, dan karena hujan dia tidak bisa melihat dengan jelas daerah sekitar.
Tapi, karena telinganya sensitif, jadi saat dia sadar bawah semuanya menjadi hening, dia tau bahwa pertarungannya telah berakhir.
Akan tetapi, saat dia melihat pemandangan ini. Dia menjadi ragu dan gelisah.
Hujan darah, jeroan yang berserakan, lima puluh mayat dari binatang iblis yang secara aneh mereka memiliki kematian yang sama, dan Rogant yang berdiri di atas semua itu tanpa terkena darah atau luka sama sekali.
Jadi, mau tidak mau, Kizuna harus bimbang, apa pemuda yang berdiri di atas kematian ini semua benar-benar Night Rogant?
“... Tuan?”
Kizuna mengerutkan bibir merahnya yang menggoda dan dengan gemetar memanggil Rogant sekali lagi.
Saat dia menyadari, detak jantungnya berdetak kencang, tapi ini bukan perasaan yang sama seperti saat dia bersama Rogant.
Ada rasa sakit yang jelas di dalamnya. Itu semakin sakit dan sakit saat dia dengan takut menunggu pemuda itu angkat suara.
Ada harapan dan ada keputusasaan yang bersemayam di dalam dirinya.
Setelah itu, seakan-akan dirinya adalah orang yang paling bahagia didunia, Rogant berkata.
“Yah, Kizuna, aku berhasil membunuh mereka semua. Sesuai janji, aku masih hidup, bagaimana? Aku hebat, kan?”
“....” Kizuna tertegun, dia beberapa kali berkedip untuk menyadarkan dirinya.
—{Syukurlah, dia masih seperti biasa.} Pikirnya seraya menghela nafas lega.
Lalu, senyuman manis nan menggoda tersirat di wajahnya yang cantik.
“Tuan, apa anda baik-baik saja?” Tanyanya sambil berjalan mendekati Rogant dengan ceria.
Bahkan dia sudah tidak memperdulikan lagi tentang mayat dan jeroan binatang iblis yang dia injak saat berjalan.
Siluetnya yang indah nan agung berjalan dengan anggun melewati hujan darah untuk mendekati orang terkasihnya.
Rogant yang melihat itu menoleh ke arah Kizuna dengan senyuman yang lembut.
Dia masih seperti biasa, pikir Kizuna.
“Oh ayolah, kau bisa menungguku di kereta saja. Sekarang tubuhmu menjadi kotor dengan darah.” Kata Rogant sembari dia menghela nafasnya lelah.
“Fufu, tolong jangan khawatirkan aku. Anda lah yang seharusnya lebih memperhatikan diri Anda.” Kata Kizuna dengan santai.
Lalu saat dia melihat kondisi Rogant dari bawah sampai atas, dia bertanya dengan suara yang khawatir.
“Apa Tuan baik-baik saja?”
“Hmmm... Yah, aku baik-baik saja. Bahkan aku menjadi lebih baik dari sebelumnya.” Jawab Rogant sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Mendengar itu, Kizuna menghela nafasnya.
Melihat orang yang dia cintai masih seperti biasa membuat Kizuna merasa sangat lega seperti hatinya mengecil dengan lembut.
Dia tidak yakin apa yang akan terjadi kepada dirinya jika dia mengetahui Rogant mati.
Dia tidak ingin sampai kehilangan dirinya. Dia tidak ingin sampai berpisah dengannya.
Karena Kizuna Miko telah bersumpah setia hanya kepada pemuda ini saja.
Meskipun harus mengorbankan nyawanya dia akan melindungi pemuda ini.
Dia tidak ingin orang yang dia cintai menghilang di dalam kehidupannya.
“Ngomong-ngomong, Kizuna.” Panggil Rogant yang membuat Kizuna tersentak.
“Y-Yah, ada apa Tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?” Kata Kizuna dengan pipi yang tersipu malu, telinga dan ekornya menegang.
Dia terlalu malu dengan apa yang baru saja dia pikirkan.
“Umm... Bukan apa-apa, aku hanya ingin tau bagaimana keadaanmu dan Meily. Apa kalian berdua juga baik-baik saja?”
“Fufu, tolong jangan khawatir. Kami berdua baik-baik saja, saat ini Meily-chan ada di dalam kereta naga bermain bersama bonekanya.” Jawab Kizuna dengan jelas.
“Begitu.” Rogant mengangguk puas.
Kizuna memperhatikan ekspresi Rogant dengan penuh penasaran.
—{Apa dia mengkhawatirkan ku? Apa hanya karena itu saja aku bisa se-senang ini?}
Sekali lagi, dia memegang jantungnya, dan saat dia melakukannya, dia menyadari bahwa detak jantungnya berdebar-debar.
Mereka gembira, begitu juga dengan sembilan ekor yang berdansa di belakangnya. Dia tersenyum bahagia.
Selagi Kizuna memikirkan hal itu, tiba-tiba telinganya berkedut, dia mendengar suara yang aneh.
Saat dia mencari sumber suara itu, Kizuna mendapatkannya berada di lengan kanan Rogant yang terlihat menjijikkan seperti daging bagian dalam manusia yang terbuka keluar, itu juga berdenyut-denyut seperti jantung mahkluk hidup.
Hitam dan gelap, seperti lumpur keburukan.
“Hm? Maksudmu tangan ini?” Rogant dengan santai mengangkat tangan kanannya dan menunjukkannya kepada Kizuna.
Dia mengangguk pelan, “Yah, apa itu bisa kembali seperti semula, Tuan?”
“Aku tidak tau.” Rogant segera menjawabnya yang membuat Kizuna menarik nafasnya, dia terlihat benar-benar khawatir, lalu, “Hm? Apa? Hah? Kau bilang ini bisa kembali? Sungguh?”
“....” Alis mata Kizuna terangkat saat dia melihat Rogant yang berbicara sendiri.
Setelah itu, Rogant terus berbicara sendiri seolah-olah ada seseorang yang membalas perkataannya.
Tapi, Kizuna sama sekali tidak bisa mendengarnya. Dia hanya memperhatikan Rogant yang mulai berbicara sendiri dengan ekspresi seperti anjing yang di tinggalkan.
Dia memang sering melihat Rogant berbicara sendiri. Dia juga sudah di kasih tau sama Meily, kalau Rogant memiliki orang lain yang tinggal di dalam kepalanya.
Awalnya Kizuna berpikir bahwa itu gila dan tidak mempercayainya, jadi saat dia bertanya kepada orangnya langsung.
Rogant hanya menjawab, “Ini adalah kekuatan spesial >Seven Deadly Sins<”
Yah, meskipun Kizuna masih bingung. Dia hanya bisa diam, jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.
Namun, saat Rogant berbicara sendiri seperti sekarang ini.
Kizuna merasa dirinya di abaikan, itu membuatnya sedikit kesepian.
Setelah beberapa detik berlalu, akhirnya Rogant selesai.
“Apa anda telah selesai, Tuan?” Tanya Kizuna dengan senyuman yang kesepian.
Rogant juga memperhatikan hal itu, tapi apa dia sadar bahwa Kizuna kesepian atau tidak.
Itu tidak penting.
“Ah, yah, maafkan aku, maafkan aku.” Kata Rogant dengan santai dan senyuman lembut, tapi itu membuat Kizuna sedikit senang.
“Umm... Jadi, apa lengan kanan anda bisa di sembuhkan?” Tanya Kizuna berharap.
__ADS_1
Rogant mengangguk pelan, “Yah, sepertinya ini bisa kembali seperti semula.”
“Syukurlah,” Kizuna menghela nafasnya lega yang membuat Rogant terkekeh.
“Baiklah, ini mungkin akan menjadi sedikit meriah. Perhatikanlah...”
Mengatakan hal itu, Rogant mengangkat tangannya di hadapan Kizuna dan tiba-tiba—
“Wraarrrrgggghhhh—!!!”
—Jeritan keras yang memekakkan terdengar dari lengan kanan Rogant.
“A-Apa ini?” Kizuna menutup telinganya sembari menutup sebelah matanya juga.
Namun, Rogant hanya tersenyum santai dan terus memperhatikan lengannya yang mulai menggeliat-geliat seperti seekor cacing.
Setelah itu, lumpur keburukan-nya semakin menipis dan mengecil. Mereka seperti terserap ke dalam tangan kanannya Rogant.
Semakin lama mereka semakin mengecil dan pada akhirnya mereka menghilang.
Lumpur keburukan itu telah hilang, tetapi—
“Yah, sepertinya itu tidak sepenuhnya hilang.”
—Ada bekas hitam-hitam di lengan kanan Rogant.
Meskipun begitu, setidaknya lumpur keburukan nya tidak terlihat menjijikkan seperti sebelumnya, hanya ada bekas seperti corak hitam di lengan kanannya saja.
Dia memegang tangannya dan menggaruk corak hitam itu mencoba apa corak itu bisa di hilangkan, tapi hanya perasaan sakit yang dia dapatkan.
Rogant menghentikannya, dia merasa jika dia menggaruknya lebih keras lagi, mungkin hanya akan membuat dagingnya tercuil.
Dia hanya bisa menghela nafas pasrah.
“Haahh... Yah, aku bisa menutupinya dengan sarung tangan nanti. Untuk sekarang biarkan saja seperti ini.”
Kizuna juga memperhatikannya, dia dengan ragu-ragu bertanya, “Apa... Apa itu tidak terasa sakit atau panas, Tuan?”
Rogant menolehkan pandangannya ke arah Kizuna yang khawatir, dan menjawab.
“Tidak, aku merasa bisa menggerakkannya seperti tangan biasa. Sepertinya sama sekali tidak ada efek sampingnya.”
“Begitu, syukurlah.” Kizuna menghela nafas.
“Ha-ha, yah, bukannya sudahku bilang aku baik-baik saja. Sekarang lebih baik kita ke kereta naga, aku tidak ingin kau terkena demam karena hujan.” Kata Rogant seraya dirinya berjalan melewati Kizuna ke arah kereta kuda yang saat ini berada sedikit jauh.
Kizuna juga mengikutinya dari belakang, dia tersenyum manis nan menggoda, “Fufu, tolong jangan khawatirkan itu, Tuan. Aku di sini memiliki ketahanan terhadap virus.”
“Aha-ha, yah, hanya untuk jaga-jaga saja.”
“Bukannya anda yang harus mengkhawatirkan diri anda.”
“Aku? Kalau aku baik-baik. Aku memiliki tubuh yang tidak akan terkena penyakit.”
Yah, lagian dia bisa menulis ulang takdirnya.
“Hari ini juga sudah mau malam. Lebih baik kita makan malam dulu.”
“Yah, itu ide yang bagus. Aku yakin Meily-chan saat ini juga kelaparan.”
“Tapi, sebelum itu kurasa kau harus membersihkan dirimu dulu, Kizuna.”
“Oh, anda benar.”
“Baiklah, aku akan membuatkan tendanya untuk itu. Kau tunggulah di kereta bersama Meily.”
“Aku akan membantu anda.”
“Yah, mari kita lakukan bersama-sama.”
Setelah itu, mereka berdua kembali lagi seperti biasanya tanpa ada masalah sama sekali.
Yah, mungkin hanya Rogant yang secara tidak sengaja mengintip Kizuna berganti baju.
Tapi, itu adalah cerita yang berbeda dari ini...
__ADS_1