
Darah merah berceceran mengotori ruangan itu. Satu mayat dari seorang pria paruh baya telah terjatuh di lantai yang dingin.
Kepalanya lepas dari tubuhnya seperti sebuah boneka yang kepalanya di copot. Terlihat jelas di detik-detik kematian pria paruh baya itu, sebuah kegelapan telah menerjang dan menebas kepalanya.
Kelopak matanya terbuka, tapi sama sekali tidak ada cahaya kehidupan di matanya, pria itu mati dengan ekspresi kebingungan.
Darah merah bersiul dari lehernya yang sudah tidak terhubung lagi dengan anggota tubuh lainnya. Namun, meskipun melihat pemandangan yang mengerikan itu secara langsung.
Sang Iblis masih tetap tersenyum lembut dengan senyuman kebahagiaan yang lebar.
“Umu, teknik yang bagus.”
Mengangguk pelan, Rogant mengangkat suaranya lebih dulu dengan kekaguman di wajahnya.
Rambut putihnya bersinar lebih terang dari pada ribuan kilauan emas yang ada di tempat tersebut.
Senyumannya yang menyihir telah memikat banyak kehidupan untuk meraih kematian hanya demi kebahagiaan egoisnya saja.
Di sebelah kanan Rogant yang kagum, berdiri seorang wanita cantik dan menggoda dengan sembilan ekor rubah yang berwarna biru cerah di belakangnya, Kizuna Miko.
Dia adalah seorang pemimpin dari bisnis pelacuran di distrik lampu merah, dan juga seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk kebahagiaan.
“Haahh~” Dia menghela nafas lelah, “Yah, Meskipun itu sedikit membuatku terkejut, tapi... Yah, itu adalah teknik yang bagus. Sepertinya kau sudah berkembang pesat, Meily-chan.”
Mendapatkan pujian yang hangat, Meily membusungkan dada ratanya dengan penuh kebanggaan.
Dia berbicara dengan suara yang menggoda tidak seperti penampilannya yang seperti anak kecil.
“Haha~ Itu sudah jelas, karena Meily telah banyak berlatih.”
“Hoho, baiklah, sepertinya latihan mu dengan ku membuahkan hasil. Kalau begitu, aku akan menambahkan jadwalnya.”
Kizuna berkata, matanya tertutup sebelah dengan senyuman yang menggoda, tapi dia sekarang tersenyum seperti kakak yang jahil.
“Eeeh~ Meily tidak suka, itu sangat melelahkan. Jadi, Meily tidak membutuhkan tambahan jadwal latihan.”
Meskipun dia merajuk dengan nada yang tidak menampakkan sisi seorang gadis, bagi Kizuna dan Rogant itu sedikit imut karena dia masih anak kecil.
Mereka berdua tertawa. Melihat itu, Meily menggembung pipinya dengan kesal.
Selesai tertawa, Rogant berkata.
“Ya yah, lebih baik kita kembali ke bisnis lagi. Kizuna, bisakah kau membersihkan mayat Terota-san ini?”
Kizuna membungkuk hormat, “Serahkan kepadaku, Tuan.”
Dia sedikit tersipu saat mengatakannya, sembilan ekornya berdansa di belakangnya.
Sepertinya dia menyukai dirinya yang dapat di andalkan oleh pria yang dia cintai.
“Nee, Rogant, bagaimana dengan keluarga nya? Apa lebih baik kita bunuh juga?”
Meily bertanya, dia dengan santai duduk di atas pangkuan Rogant.
“Tidak.” Kata Rogant dengan santai, “Sangat tidak menarik jika seperti itu.”
Meily memiringkan kepalanya kebingungan, Rogant tersenyum bak seorang iblis saat dia melanjutkannya.
__ADS_1
“Gunakan koin itu untuk menentukan siapa saja yang berhak untuk hidup, dan siapa saja yang akan mati.”
Alis mata Meily terangkat, Kizuna juga memperhatikan hal itu, mereka berdua memalingkan pandangannya ke arah sekeping koin emas yang tergeletak di lantai.
Koin itu adalah mata uang kerajaan Lavendel yang di sebut sebagai emas mulia, ada ukiran kepala burung di balik koinnya.
Menurut legenda kerajaan Lavendel, seperti nya itu adalah ukiran burung Garuda ilahi yang pernah menyelamatkan kerajaan.
Berkat jasa itulah, sekarang burung itu telah di kenang dan di ukir di atas koin emas tersebut.
Namun, sekarang, ukiran koin emas Garuda yang di kagumi dan di sayangi itu, saat ini sedang di pakai untuk menentukan takdir seseorang.
Sang pelaku tersenyum, itu adalah senyuman yang meremehkan segala bentuk kehidupan dan kematian.
“Pakai metode yang sama dengan yang kita lakukan kepada Terota-san, kau mengerti?”
Meily menjawab dengan antusias, “Meily mengerti!”
“Kalau begitu, bagaimana dengan organisasi nya, Tuan?” Kizuna bertanya, dia tersenyum.
“Umm...”
Rogant menaruh tangannya di dagu membuat pose seperti sedang berpikir keras.
Setelah beberapa detik berpikir, pemuda itu menjawab dengan senyuman lembut di wajahnya yang tidak manusiawi.
“Bagaimana kalau kita bakar saja?” Dia mengusulkan saran, “Aku yakin tidak akan jadi masalah jika kita bakar, lagian organisasi itu sudah menjadi milikku.” Lanjutnya.
“Anda betul.” Kizuna mengangguk setuju, “Kalau begitu, aku akan menyewa beberapa ahlinya untuk melakukan hal itu.”
Juga, perkataan Kizuna menutup tirai dari akhir pembicaraan ini, Meily masih duduk di pangkuan Rogant.
Sedangkan Kizuna yang sibuk segera pergi dari ruangan bawah tanah itu. Tapi, di saat itu juga—
“Ah, Kizuna!”
Rogant memanggilnya, Kizuna yang tersentak berhenti di jalan dan memalingkan pandangannya ke arah pria yang dia cintai.
Rogant tersenyum, “Ngomong-ngomong, aku tadi mendapatkan informasi menarik tentang >Kuil Kehidupan<. Aku ingin kita membahas nya bersama.”
Mata Kizuna melebar, ekornya menegang, telinganya berkedut saat dia menangkap kata 'Bersama' dari bibir Rogant.
—{Bersama— Itu artinya hanya kami berdua!}, Pikirnya, kedua pipinya memerah, dia tersipu malu sampai ke telinganya.
Jantungnya berdebar dengan sangat kencang, dadanya terasa sangat hangat dan nyaman.
Dia tidak mengerti perasaan seperti apa yang sekarang dia rasakan.
Namun, satu hal saja yang dia mengerti. Saat ini, dia benar-benar sangat bahagia, dia merasa senang.
... Itu adalah yang terpenting
Ke-sembilan ekornya berdansa dengan sangat cepat di belakangnya, dia merasa malu, jadi dia menundukkan kepalanya.
Dengan senyuman yang samar-samar, Kizuna membalas ajakan Rogant dengan suara yang gugup.
“I-Iya... Aku... Mengerti, Tuan*~*”, Dia benar benar sangat malu sampai keluar asap dari kepalanya.
__ADS_1
Rogant yang tidak menyadari perasaan malu Kizuna, dia hanya mengangguk puas, “Umu, aku tunggu di dalam kamarku nanti.”
Setelah itu, tanpa mengatakan apapun lagi, Kizuna membungkukkan kepalanya dan pergi dari tempat itu dengan emosi yang hampir meledak.
[Master benar-benar seorang laki-laki yang tidak peka. Saya akan menambahkan ini sebagai poin selingkuh anda.]
Suara seorang wanita terdengar dari dalam kepala Rogant.
Berkat perkataan wanita itu, Rogant mengerutkan keningnya dengan ekspresi bingung di wajahnya.
“Apa aku melakukan sesuatu yang aneh sampai itu menambahkan poin... Umm, selingkuh milik ku?” Dia sedikit ragu untuk bertanya.
Lagian poin selingkuh apaan? Dia sendiri juga tidak pernah tau tentang hal itu. Tapi, karena dia jenius, dia yakin bahwa itu pasti sesuatu yang tidak menyenangkan.
Sebelum menjawab, wanita yang ada di dalam kepala Rogant menghela nafas panjang seolah-olah kecewa kepada Masternya yang sedikit bodoh.
[... Master, mengajak seorang wanita lain masuk ke dalam kamar anda itu sudah di anggap sebagai tindakan 'Selingkuh'.]
Rogant memiringkan kepalanya, dia masih bingung, “Kenapa begitu?” Tanyanya, polos.
Pride System menghela nafas sekali lagi, kepolosan Masternya di bidang percintaan benar-benar membuatnya kerepotan.
Rogant terlihat seperti anak SMP, atau mungkin SD. Dia mungkin hanya tau tentang cinta ABC saja.
[Apa anda hanya pura-pura polos? Atau anda benar-benar polos. Bahkan meskipun saya memakai kemampuan analisa saya, saya tetap tidak mengerti.]
Rogant semakin bingung, dia menyipitkan matanya menatap ke ruangan yang kosong. Berpikir keras untuk mencari tau arti Pride System.
Setelah itu, dia mengangguk pelan dan berkata, “Lupakan saja.”
Selagi mereka berdua terus berbicara, Meily yang berada di pangkuan Rogant telah menghabiskan tiga permen sekaligus.
Waktu terus berjalan, mereka semua pulang ke rumah mereka bersama-sama.
Rumah itu terletak di belakang kerajaan Lavendel di sebuah hutan lebat, di dalam sana kau akan menemukan rumah kayu yang berdiri di bawah cahaya bulan.
Sesampainya di sana mereka berdua di sambut oleh Kizuna dengan pakaian gadis kuilnya.
Seperti yang sudah mereka rencanakan, mansion organisasi terbakar, beberapa anggota keluarga Terota Bizel di bunuh dengan kejam oleh Meily yang langsung berangkat ke kediamannya.
Dan satu lagi, tentang pembicaraan Rogant dan Kizuna tentang informasi menarik >Kuil Kehidupan< berjalan lancar, tapi itu berakhir kecewa untuk Kizuna.
Karena dia terlalu gugup untuk berada di dalam satu ruangan bersama Rogant berdua saja, dia sama sekali tidak bisa konsentrasi.
Wajahnya memerah sampai ke telinga, saat Rogant mengusulkan sebuah saran. Dia hanya bisa menjawab 'Ya' karena gugup.
Tidak ada hal aneh satupun yang terjadi. Setelah itu semua, mereka terjatuh ke alam mimpi dan menunggu hari esok datang.
Hari-hari terus berlalu dengan penuh kedamaian seakan-akan itu hanyalah sebuah ilusi masa lalu.
Tanpa semua mahkluk hidup sadari, musim telah berganti.
Mereka semua mengucapkan selamat tinggal untuk musim dingin dan selamat datang untuk musim semi.
Ini sudah saatnya untuk kelompok Rogant melanjutkan kisah perjalanan mereka menuju >Kuil Kehidupan
—Namun, sayangnya, yang menunggu mereka di sana adalah sebuah penderitaan dan kehancuran.
__ADS_1