
—Saat malam hari di sebuah gua dekat pegunungan.
Cahaya terang berwarna merah sejati memancarkan berkahnya di dalam gua yang gelap.
Itu adalah sebuah api unggun yang menari-nari menerangi kegelapan tersebut.
Pancaran cahaya dari api unggun itu menampakkan beberapa paras wajah seseorang.
“Oi, apa kalian sudah dengar? Sepertinya desa Tulis melarikan diri ke ibu kota. Ini kesempatan kita untuk mencari hiburan.”
Suara itu adalah seorang pria, dia adalah pria dengan zirah kulit di dadanya. Senyuman lengkungnya menyatakan bahwa dia jahat.
Wajah kerutan yang tampak seperti bandit yang sangat berpengalaman itu benar-benar cocok dengan karakternya.
Wajahnya menyeringai lebar dengan tatapan yang tajam penuh niat jahat.
Sudah pasti dia memiliki rencana yang buruk. Mungkin bagi orang lain itu buruk, tapi bagi mereka itu pasti rencana yang bagus.
Namun—
“Oi oi, bos. Katanya mereka melarikan diri karena >Iblis Putih<, apa ini akan baik-baik saja?”
Seperti yang di katakan salah satu anak buahnya yang ada di sana, >Iblis Putih< adalah mahkluk yang berbahaya.
Dia adalah monster yang saat ini menjadi gosip panas di daerah sini. Di katakan bahwa dia berkeliling membakar desa-desa tanpa ampun.
Jika mereka adalah orang bijak, maka seharusnya di sini mereka mengurungkan niatnya dan tidak melakukan hal yang bodoh.
Namun, mendengar anak buahnya yang toIoI itu. Bos bandit yang hebat hanya tertawa keras dan menepuk-nepuk pahanya.
Dia menatap bawahan toIoInya itu dan memberinya jawaban yang menggiurkan.
“Tenanglah, coba pikirkan saja. Penduduk desa berjalan-jalan tanpa pengawal sambil membawa harta mereka, dan selain itu ada wanita juga. Buat apa kita malah takut di sini hanya karena >Iblis Putih< itu? Oh ayolah!”
Bos benar-benar kecewa kepada anak buahnya yang pengecut.
Tapi karena dia pemimpin mereka dia harus mengajari anak buahnya yang toIoI dengan baik.
Senyuman percaya diri dari bos bandit dan kata-katanya membuat anak buahnya menelan ludah terpancing dengan godaannya.
Mereka menatap bos bandit itu dengan tatapan penuh loyalitas dan kegembiraan.
Bagaimanapun juga yang di katakan bos bandit itu benar. Lagian penduduk desa yang kabur dari desanya tanpa pengawal itu sangat bagus untuk menjadi target mereka.
Ini seperti makanan mewah tanpa racun yang di siapkan hanya untuk mereka santap.
Sudah jelas mereka akan memakannya dan menikmatinya dengan sangat gembira. Ini adalah kewajiban...
... Harta, makanan, minuman keras, dan hiburan.
Benar, itu adalah hiburan. Hiburan dari tubuh seorang wanita untuk melepaskan seluruh hawa nafsu mereka dengan buas.
Setelah mereka mengetahui hal itu, tidak mungkin mereka hanya diam saja, kan?
Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan sesuatu yang bodoh seperti >Iblis Putih< itu. Ini adalah hidangan mewah yang sudah di siapkan oleh >Iblis Putih< untuk mereka.
Malahan mereka seharusnya berterima kasih kepada >Iblis Putih< itu, bukan malah menakutinya.
Dengan begitu, rencana mereka sudah di tentukan. Tidak waktu untuk terus berdiam diri, mereka harus cepat...
“Hehehe, aku sudah tidak sabar untuk melakukannya. Kita pasti mendapatkan berkah keberuntungan dari—”
“Hah?!”
“Bos?!”
Mereka semua terkejut saat melihat si bos bandit yang tiba-tiba tertusuk dengan sesuatu yang aneh di kepalanya.
Senyuman si bos bandit masih membekas, tapi hidung, mata, alis, dan wajahnya hilang di isi dengan kegelapan.
Tubuh anak buahnya menegang dan terkejut menyaksikan fenomena aneh itu.
Selagi mereka masih kebingungan dengan apa yang terjadi, kegelapan yang menusuk kepala si bos bandit menghilang.
Tubuhnya terjatuh, tapi sayangnya sebelum dia bisa terjatuh ke bawah kegelapan sekali lagi menerjangnya.
Kali ini kegelapan itu menusuk perut bos bandit itu dan mengangkatnya ke atas dengan tumpahan darah yang banyak.
Itu adalah bentuk dari manusia yang memiliki lubang kosong di kepalanya, bisa terlihat daging merah yang sangat indah di atas sana.
Melihat itu, para anak buah menjerit lirih dan menahan nafas mereka, lalu mayat bos mereka di banting dengan bunyi daging yang hancur.
Organ-organ dalamnya berceceran, dan cipratan darah mengotori baju dan wajah mereka semua.
Setelah itu—
__ADS_1
“Aaah~ Aku minta maaf atas salamku yang kasar, sepertinya kalian terkejut. Tapi, tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir.”
—Terdengar suara dari balik kegelapan yang ada di depan mereka.
Para anak buah itu tersentak kaget, tubuh mereka langsung menegang dan jantung mereka berdetak dengan sangat kencang.
Mereka semua menatap ke arah sumber suara tersebut yang keluar dari balik kegelapan.
Klak klak klak... Terdengar suara langkah kaki yang sangat kecil dan kian mendekat.
Kematian sedang mendekati mereka selangkah demi selangkah, jadi mereka di larang untuk bernafas.
Meskipun mereka berniat melarikan diri, tapi insting mereka yang mereka tajamkan selama ini mengatakan bahwa...
—{ Aku akan mati kalau aku bergerak!}, Pikir mereka dengan ketakutan.
Langkah kaki itu semakin mendekati mereka dan menekankan jiwa mereka akan kematian mengerikan seperti bos mereka tadi.
Tidak ada yang membuat suara, tenggorokan mereka di kunci oleh aura kematian sehingga membuat mereka tidak bisa bersuara.
Nafsu membunuh yang besar itu membuat organ-organ dalam mereka menjerit-jerit ketakutan.
Setelah itu, wujud dari kematian mereka menampakkan sosoknya yang rupawan.
Secara bersamaan mereka menelan ludah dan menyipitkan mata mereka ke arah sosok tersebut.
Di saat yang bersamaan—
“Ya yah, maaf membuat kalian menunggu. Perkenalkan namaku Night Meily, orang yang mengabdikan dirinya kepada kebahagiaan.”
Para anak buah tidak bisa menutupi ekspresi keterkejutan mereka. Tentu saja, mereka wajar terkejut...
Yah, bagaimanapun juga, sosok yang berdiri di hadapan mereka sekarang adalah seorang gadis kecil yang sangat imut dan polos.
Seorang gadis kecil dengan rambut berwarna hitam malam yang indah dan iris mata warna ungu yang cantik.
Dengan memakai jubah hitam yang gelap, sosok itu berdiri bangga dengan senyuman yang menggoda.
Tapi, di atas semua itu yang membuat jiwa mereka menjerit adalah sebuah kegelapan yang menari-nari di sekitar gadis kecil tersebut.
Mereka langsung sadar bahwa gadis kecil itu sangat berbahaya hanya dengan sekali lihat.
Jadi tidak ada satupun dari mereka yang berani membuat gerakan sedikitpun.
Namun—
—Mereka langsung mengerutkan wajah mereka dengan bentuk kerutan dari keputusasaan sejati.
Tidak ada tempat bagi mereka untuk melarikan diri, mereka akan musnah dibunuh oleh gadis kecil yang menyebut dirinya >Night Meily<.
Akan tetapi, mereka tidak begitu bodoh sampai menyerah begitu saja kepada kematian.
Meskipun menyedihkan, mereka harus tetap berjuang meraih harapan setipis apapun.
“Dasat bajing*n! Hraaggghhhh–!!!”
Salah satu dari mereka berteriak dengan sangat keras sampai membuat gua itu bergetar.
Dia meraung dan menerjang tubuh gadis kecil di depannya dengan pedang yang ada di kedua tangannya.
Langkahnya sangat tajam, tapi tangannya gemetar dengan penuh ketakutan mengayunkannya ke arah gadis kecil itu.
Melihat itu, temannya yang lain terkejut dan menyaksikan tekad kuat dari temannya yang mencoba untuk melawan kematian.
Namun—
“Kau sangat berisik. Bisakah kau sedikit anggun dalam melakukan serangan.”
—Suara yang menggoda itu menginjak-injak harga diri, martabat, dan harapan dari anak buah yang menyedihkan itu.
Sebuah kegelapan menelan pemuda itu tanpa sisa dan hanya menyisakan kepalanya saja.
“Hah?”
Semuanya berakhir dalam sekejap mata, tubuh teman mereka langsung menghilang dan tenggelam ke dalam kegelapan.
Melihat teman mereka yang berakhir menyedihkan membuat semuanya berseru dengan kebingungan.
Jiwa dan pikiran mereka benar-benar tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Lalu, kepala dari temannya itu bergelinding menjumpai teman-temannya yang diam membeku untuk menyadarkan mereka semua.
Secara reflek mereka melihat ke arah kepala yang melotot dengan sangat putih terlihat seperti jiwanya sudah menghilang.
Tubuhnya sudah hilang, harapannya sudah hilang, nyawanya sudah hilang, semuanya menghilang di telan kegelapan.
__ADS_1
“Hiikkhh!!... Ueekkk!!”
Mereka menjerit melengking dan muntah-muntah dengan air mata yang terlihat sangat menyiksa mereka.
Batuk-batuk, menangis terisak-isak dan terjatuh berlutut seperti hewan yang menyedihkan.
“Apa ini?! Apa ini?! Semuanya tidak masuk akal! Apa yang terjadi?! Kenapa menjadi seperti ini?!”
Tidak ada jawaban, mereka tidak akan mendapatkan jawabannya, karena mereka akan segera mati.
Meskipun mereka menjerit, menangis, meminta tolong, meraung, semuanya tidak ada gunanya.
Harapan mereka sudah di telan oleh kegelapan yang kejam, mereka sadar hanya kematian yang menjemput mereka nantinya.
Lalu apa yang perlu mereka lakukan?—
“Hei, selanjutnya siapa? Karena kebahagiaan tidak datang begitu saja, kalian harus datang sendiri.”
Gadis kecil itu berbicara dengan suara yang menggoda tidak seperti penampilannya dan selain itu dia benar-benar gila.
Mereka menatap dewa kematian yang imut itu dengan tatapan penuh air mata dan terpuruk.
“Aku kesini sebagai utusan untuk memberi kalian kebahagiaan, jadi aku harus cepat-cepat menyelesaikannya dan kembali lagi.”
Dia melanjutkan sambil memiringkan kepalanya dengan senyuman menggoda yang terlihat tidak manusiawi.
Percuma saja membicarakan tentang kemanusiaan dengan monster yang penuh dengan kegilaan itu.
Tidak ada satupun dari mereka yang mengerti dengan perkataan monster itu.
Namun, dengan kaki yang bergetar mereka mencoba untuk bangkit dan menatap ke arah kematian sekali lagi.
“Bagus, sangat bagus. Yah, seperti itulah hal yang bagus.”
Entah apa yang membuat monster itu kegirangan, dia tertawa dan tersenyum seperti gadis kecil pada umumnya.
Melihat itu, para anak buah hanya bisa pasrah dengan nasip mereka dan mengambil senjata mereka masing-masing.
Mengarahkannya ke gadis kecil itu dan meraung dengan putus asa. Tidak ada satupun dari mereka yang mencoba kabur.
Karena mereka saat ini berada di gua jadi hanya ada satu jalan keluar mereka.
Itu adalah dengan membunuh gadis kecil itu dan lari menuju jalan keluar yang ada di belakang sana.
Tangisan yang terisak-isak, nafas yang terengah-engah, jantung yang lupa berdetak, dan tubuh yang gemetar ketakutan.
Mata mereka sama sekali tidak memancarkan cahaya kehidupan dan harapan sama sekali.
Saat mereka berlari ke arah kematian, tubuh mereka langsung di potong-potong dengan tarian kegelapan yang sangat indah.
Darah merah bertumpahan dimana-mana dan bagian-bagian tubuh mereka melayang dengan keindahan yang unik.
Mereka berteriak dan menyebut nama teman mereka yang mati, tapi segera kematian itu juga menghampiri diri mereka sendiri.
Semuanya hanya di penuhi oleh keputusasaan, sama sekali tidak ada harapan bagi mereka untuk hidup.
Ini adalah pembantaian yang mengerikan dengan suara tawa yang bergema di gua itu.
“Ahahaha, Kalian berlari ke arah kebahagiaan dengan keinginan kalian sendiri. Kalian pantas untuk mendapatkan kebahagiaan ini.”
Sungguh gila dan tidak masuk akal, kenapa hal seperti ini harus menghampiri mereka?
Benar-benar, pasti berkah keberuntungan telah membenci jiwa busuk seperti mereka.
Tapi, setidaknya dengan kematian mereka bisa mendapatkan kebahagiaan yang setara.
Bahkan mereka yang berjiwa busuk masih bisa mendapatkan kebahagiaan, itu karena mereka bisa mengalami kematian.
Bagaimanapun juga—
“... Kematian adalah bentuk kebahagiaan sejati.”
—Malam itu, para bandit musnah di tangan utusan dari kebahagiaan itu sendiri.
Tarian kegelapan terus menari-nari dengan anggun untuk menyebarkan kebahagiaan kepada bandit-bandit itu.
Semua bagian tubuh mereka di mutilasi dengan sangat rapi seakan-akan seperti seni dari bentuk kemanusiaan itu sendiri.
Setelah semuanya selesai, si pelaku menghela nafas dengan pelan tanpa perasaan sama sekali.
“Huft~ Semuanya sudah beras. Aku harus pergi melihat Rogant sekarang.”
Meily membalikkan tubuh mungilnya dan pergi keluar dari gua itu dengan senyuman yang riang dan polos.
Dia bersenandung dan berjalan pergi meninggalkan potongan-potongan daging manusia di gua itu.
__ADS_1
Pembantaian demi kebahagiaan egois itu telah merubah gua itu menjadi karya seni tubuh manusia yang luar biasa.
Selanjutnya siapa lagi yang akan bernasip sama seperti mereka?—