
Hal baik tidak selamanya terus berlanjut, setelah berhasil mengalahkan semua serigala itu, Rogant hanya berjalan-jalan disekitar hutan, mencari tempat untuk beristirahat.
Ada baiknya dia mendapatkan sebuah goa, yang cocok untuk peristirahatan sementara.
Tapi, lebih dari itu, sekarang dia telah menemukan masalah yang berbeda.
“Sial, aku tidak memiliki makanan.”
Tangan ditaruh di perutnya, mengelus lembut saat suara gerutu menghampirinya.
Keluhan yang dibuat perutnya adalah bukti dari rasa laparnya, karena dia membuang-buang waktu dengan serigala itu, malam telah tiba.
Dia tidak memiliki waktu lagi untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan dan minum.
Keluar malam-malam adalah pilihan yang ceroboh, meski dia masih bisa melihat, dia tidak mengenali lingkungan disekitarnya. Itu cukup berbahaya, jadi dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya besok.
Sebagai keberuntungan, dia berhasil membuat api, yang menjadi satu-satunya teman yang mendampinginya.
Api merah menyala-nyala, menerangi kegelapan dengan cahayanya yang menari-nari.
Terdengar bunyi patah dari kayu yang terbakar, memainkan suara indah dari kesunyian malam yang sepi.
Pada saat Rogant melamun dalam pikiran pasrahnya, suara lain menghampirinya.
[Apa Master telah melupakan saya? Jika Master dalam masalah dengan makanan dan minuman, saya bisa membantu.]
Dikejutkan oleh suara yang datang langsung dari kepalanya, Rogant mengerutkan keningnya dengan tidak senang, tapi ekspresinya segera melunak begitu dia menghela nafasnya.
—Itu adalah Pride System, temannya yang lain.
Membalas suaranya, Rogant berkata dengan suara yang sedikit bingung.
“Apa kau bisa membantuku, Pride-chan?”
[Tentu! Master sangat beruntung, ini adalah satu-satunya hak istimewa milik anda. Di dalam >Status< anda, terdapat fungsi yang bernama >Shop System<, yang dibuat khusus oleh Pandora-sama untuk anda!]
Mendengar nama “Pandora” keluar, bibir Rogant membentuk senyuman sedih.
Namun, dia memutuskan untuk menutup matanya, dan menjawab perkataan antusias milik Pride System dengan senyuman lembutnya.
“Kau terus mengatakan hal yang aneh setiap saat. Meskipun kau mengatakan sesuatu tentang >Status< atau >Shop System< atau apapun itu. Aku masih tidak mengerti dengan semuanya, bisakah kau menjelaskannya?”
[Umm, yah, kurasa itu yang akan terjadi... Baiklah. Master, tolong lakukan apa yang saya katakan. Cobalah untuk mengatakan “Open Status” di dalam hati anda.]
“Hmm, apa gunanya?”
[Master akan tau setelah mencobanya.]
“Aku mengerti.”
Melakukan apa yang diperintahkan Pride System, Rogant menutup matanya, mencoba untuk fokus seperti yang suara itu katakan.
Tidak ada detail yang baik dengan apa dia harus “fokus”, tapi entah bagaimana Rogant berhasil melakukannya.
Dalam pikiran dan hati yang tenang, dia berkata dalam benaknya.
__ADS_1
Open... Status
[Baiklah. Master, sekarang anda bisa membuka mata anda.]
Rogant membuka matanya, perlahan dan perlahan, mencoba untuk menikmati hati tenangnya selama mungkin.
Namun, hal itu tidak bertahan lama, begitu dia melihat apa yang berada didepannya, matanya terbuka lebar dalam keterkejutan.
“Ini...”
Rogant mengernyit, terlihat bingung dalam ekspresinya. Jadi, Pride System menjawabnya dengan penuh antusias, seperti anak kecil yang sedang memamerkan barang berharganya.
[Ini adalah >Status< anda, Master!]
Apa yang berada di depannya adalah sebuah lempengan transparan berbentuk persegi, yang memiliki warna biru tua dengan tulisan-tulisan yang menunjukkan informasi pribadinya.
Terlihat seperti papan layar dari ponsel pintar yang pernah dia lihat di dunia sebelumnya.
Di sana berisi—
...\=\=\=[>Status Player<]\=\=\=...
...[Divine Protection: Pride System]...
Name: >Night Rogant<
Age: >18 th<
Level: >???< [Exp: ???/???]
Mana Point: >???<
Power Point: >???<
Title: >Otherworlders<, >Tea Connoisseur<, >Seven Deadly Sins<, >The Pride<, >Sinner<
Skill: >Savagery<, >Mental Zero<, >Poison of Desire<, >Soul Resonance<
Unlimited Skill: >Book of Destiny<, >Authority of Pride<, >Plague of Witch's<
Inventory>>>
Shop System>>>
...\=\=\=[>End<]\=\=\=...
Melihat papan statusnya, Rogant sedikit terkejut, alis matanya terangkat.
“Ini seperti game.”
[Oh, apa Master mengerti? Itu bagus, jadi saya tidak perlu menjelaskannya lagi. Apa Master pernah bermain game sebelumnya?]
“Maksudmu di dunia sana?”
[Yah.]
__ADS_1
“Kurasa tidak, aku hanya pernah melihat temanku memainkannya.”
[Kenapa Master tidak ikut?]
“Karena ibuku melarangku. Dia mengatakan bahwa itu tidak baik untuk kesehatan.”
[Master memiliki ibu yang tegas.]
Rogant tidak menanggapi perkataan Pride System, dan fokus kembali kepada layar yang ada didepannya.
Saat dia lebih memperhatikannya, dia mengerutkan keningnya dengan ragu, dan bertanya kepada Pride System tentang hal yang membuatnya penasaran.
“Ngomong-ngomong, bukankah papan statusku sedikit aneh? Kenapa ada tulisan yang tidak bisa di ketahui?”
Rogant merujuk kepada >StatusHal ini tentu membingungkan, meskipun tidak bisa dibilang dia ahli dalam game.Setidaknya, Rogant paham bahwa ini adalah sesuatu yang aneh untuk mendapatkan tanda tanya di dalam papan statusnya.“Apa ini error?”[Saya rasa tidak.]“Rasa? Apa kau pun tidak tau tentang hal ini?”Mendengar pertanyaan Rogant, Pride System terdengar sedih dan meminta maaf.[Saya minta maaf. Bahkan saya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Saya memiliki beberapa spekulasi tentang hal ini, tapi saya masih tidak bisa menemukan kebenarannya.]“Begitu, tidak apa-apa. Aku mengerti.”[Maafkan saya.]Meskipun sudah dimaafkan, Rogant masih bisa merasakan perasaan Pride System yang masih kecewa. Sepertinya dia merasa sangat bersalah dengan dirinya sendiri.Rogant tidak tau harus berbuat apa. Tapi, untuk sekarang, dia akan melakukan apapun yang dia bisa untuk meringankan suasananya.“Umm, ngomong-ngomong, aku sangat lapar, kenapa kita tidak makan dulu? Kau pernah mengatakan sesuatu tentang >Shop System<'kan sebelumnya. Bisakah kau mengajariku bagaimana cara memakainya?”Rogant bertanya, dengan senyuman tipis yang memiliki simpati kecil dalam kebaikannya yang hangat.Mungkin kurang efektif untuk menurunkan kesedihan Pride System, tapi hanya inilah yang bisa Rogant lakukan.Dia tidak pandai dalam menghibur seseorang.Yah, bagaimanapun, dalam kasusnya—Dia hanya pintar dalam membuat seseorang marah kepada dirinya.[Saya minta maaf. Master benar, anda sudah sangat lapar. Jadi, sebagai permintaan maaf, tolong biarkan saya membantu Master untuk membuat makanan.]“Yah, tolong.”[Kalau begitu, saya akan berusaha.]Meskipun dia tidak tau dia berhasil atau tidak. Yang pasti, mereka melewati malam mereka bersama tanpa ada sesuatu yang terjadi.
Hal ini tentu membingungkan, meskipun tidak bisa dibilang dia ahli dalam game.
Setidaknya, Rogant paham bahwa ini adalah sesuatu yang aneh untuk mendapatkan tanda tanya di dalam papan statusnya.
“Apa ini error?”
[Saya rasa tidak.]
“Rasa? Apa kau pun tidak tau tentang hal ini?”
Mendengar pertanyaan Rogant, Pride System terdengar sedih dan meminta maaf.
[Saya minta maaf. Bahkan saya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Saya memiliki beberapa spekulasi tentang hal ini, tapi saya masih tidak bisa menemukan kebenarannya.]
“Begitu, tidak apa-apa. Aku mengerti.”
[Maafkan saya.]
Meskipun sudah dimaafkan, Rogant masih bisa merasakan perasaan Pride System yang masih kecewa. Sepertinya dia merasa sangat bersalah dengan dirinya sendiri.
Rogant tidak tau harus berbuat apa. Tapi, untuk sekarang, dia akan melakukan apapun yang dia bisa untuk meringankan suasananya.
“Umm, ngomong-ngomong, aku sangat lapar, kenapa kita tidak makan dulu? Kau pernah mengatakan sesuatu tentang >Shop System<'kan sebelumnya. Bisakah kau mengajariku bagaimana cara memakainya?”
Rogant bertanya, dengan senyuman tipis yang memiliki simpati kecil dalam kebaikannya yang hangat.
Mungkin kurang efektif untuk menurunkan kesedihan Pride System, tapi hanya inilah yang bisa Rogant lakukan.
Dia tidak pandai dalam menghibur seseorang.
Yah, bagaimanapun, dalam kasusnya—
Dia hanya pintar dalam membuat seseorang marah kepada dirinya.
[Saya minta maaf. Master benar, anda sudah sangat lapar. Jadi, sebagai permintaan maaf, tolong biarkan saya membantu Master untuk membuat makanan.]
“Yah, tolong.”
[Kalau begitu, saya akan berusaha.]
__ADS_1
Meskipun dia tidak tau dia berhasil atau tidak. Yang pasti, mereka melewati malam mereka bersama tanpa ada sesuatu yang terjadi.