
Rambut putihnya yang sehelai demi sehelai bersinar terang seperti bulan di langit malam dan menampakkan kecantikan yang polos.
Mata sayu nya yang seakan-akan meremehkan dan menginjak-injak seluruh bentuk kehidupan dan kematian.
Di sertai dengan senyuman yang bercampur aduk dengan kepolosan dan kekejaman.
Teror ketakutan dari pemuda itu mengikat dan melilit seluruh tubuh dan jiwa yang ada di sekitar tempat tersebut.
Eksistensi dari tujuh dosa besar yang mengemban dosa Kebanggaan, >Night Rogant< telah muncul di hadapan Kizuna.
“Baiklah, mari kita mulai pesta utamanya, Ki,zu,na-chan♡”
“Kau... Tidak...! Bagaimana mungkin?! Apa yang sebenarnya terjadi?! Seharusnya kau sudah mati!”
Kebingungan Kizuna bergema di seluruh hutan gelap tersebut, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Apa yang sebenarnya terjadi? Meskipun dia terus mencari jawabannya, tetap saja dia tidak mendapatkannya.
Terlalu banyak yang perlu dia pikirkan, dari awal sampai akhir. Semua kejadian yang dia lihat benar-benar tidak masuk akal.
Seorang penyusup, gadis kecil yang kuat, mayat dari kenalannya, dan sekarang pemuda yang seharusnya sudah mati, tapi sekarang sedang berdiri di hadapannya.
Terlalu banyak yang perlu dia pikirkan, tapi dia tidak tau harus mulai dari mana dia memikirkannya.
Meskipun dia mahkluk yang agung, tetap saja ini terlalu berlebihan bagi dirinya.
Setelah itu—
“Ya yah, untuk bisa mencapai ini semua. Aku benar-benar kerepotan.”
—Pemuda itu hanya tersenyum kecil, mengangkat bahunya, dan mengatakan sesuatu yang berbeda dari yang Kizuna harapkan.
Pemuda itu sama sekali tidak menjawab pertanyaannya, bagaimana seseorang yang seharusnya sudah mati bisa hidup lagi.
Apa itu semacam ilusi optik? Atau itu sejenis Bless regenerasi, tidak, itu tidak mungkin.
Tidak mungkin Bless regenerasi bisa menghidupkan orang yang sudah mati. Kalau begitu apakah itu >Unique Bless< seperti dirinya.
Tapi, sayangnya dia tidak pernah mendengar sesuatu yang seperti itu sebelumnya.
Bahkan, dia juga tidak pernah mendengar tentang Bless yang bisa mengendalikan kegelapan.
Mereka terlalu misterius, untuk kasus yang terburuknya itu adalah >Unlimited Bless<.
Seseorang di dunia ini yang mempunyai >Unlimited Bless< setau Kizuna, hanya Pedang Suci saja.
Jadi apa mungkin pemuda itu juga pengguna >Unlimited Bless< yang belum diketahui, jika memang benar, Kizuna tidak akan memiliki kemungkinan satupun untuk menang.
Namun, pemikirannya langsung dihancurkan dengan kalimat pemuda itu selanjutnya.
“Perkenalkan namaku Night Rogant, salah satu dari tujuh dosa besar yang mengemban dosa Kebanggaan!”
Pemuda itu memperkenalkan dirinya seakan-akan dia benar-benar menantikan momen ini.
Mata Kizuna melebar di penuhi keterkejutan.
“Tujuh... dosa... besar.”
Apa yang Kizuna dengar benar-benar sesuatu yang paling terburuk di antara yang terburuk.
Ketakutan dan keputusasaan segera melilit tubuh dan jiwanya, perasaan suramnya tidak bisa dia sembunyikan.
—{Tidak! Itu mustahil! Kenapa disini ada tujuh dosa besar?!}, Kizuna di lema dengan kebingungan yang tidak berhenti-henti.
Jika dia terus memikirkannya dan menganalisis informasi, mungkin kepalanya akan hancur.
Tapi, dia tetap akan terus memikirkannya. Bagaimanapun, Kizuna adalah mahkluk yang agung.
Dia memikirkan segala kemungkinan yang ada dan mencari kesimpulan yang tepat.
Pertama, apakah yang di katakan pemuda itu benar? Ada kemungkinan dia berbohong, tidak, kurasa itu tidak.
Seseorang yang mengaku dirinya sebagai tujuh dosa besar hanya orang bodoh yang benar benar bodoh saja.
Tapi sepertinya pemuda itu bukan tipe orang yang seperti itu.
Semuanya berubah menjadi lebih buruk, Kizuna paham betul apa itu eksistensi dari tujuh dosa besar.
__ADS_1
Mereka adalah orang-orang sinting yang hanya memikirkan keinginan egoisnya sendiri, bahkan meskipun itu harus merebut nyawa orang lain.
Contohnya seperti pendosa yang muncul enam ratus tahun yang lalu.
Itu adalah tragedi yang sangat mengerikan yang sudah di kenal oleh semua orang yang ada di dunia.
Jika lawannya benar-benar salah satu dari tujuh dosa besar, maka hanya kematian yang menunggu dirinya.
Lagian bukti bahwa pemuda itu sekarang masih hidup adalah bukti yang kuat untuk menyatakan bahwa dia adalah salah satu dari tujuh dosa besar.
Karena, selain kegilaan mereka, tujuh dosa besar juga dikenal memiliki kekuatan yang di luar akal sehat.
Jadi kemungkinan besar pemuda itu masih hidup adalah karena kekuatannya sebagai salah satu tujuh dosa besar.
Sekarang semuanya benar-benar menjadi sangat buruk, Kizuna sama sekali tidak bisa mengalahkan pemuda berambut putih tersebut.
Saat dia memikirkan hal itu, tiba-tiba sesuatu terlintas di pikirannya seperti sambaran petir.
“... Rambut putih... Aku pernah mendengar sesuatu sebelumnya tentang ini... Hah, apa mungkin?...”
Kizuna mengernyitkan dahinya saat dia terus bergumam sesuatu yang aneh sendirian.
Dia memikirkan sesuatu tentang rumor yang akhir-akhir dia dengar dan menjadi terkenal di kerajaan.
Mahkluk yang berkeliling sambil membakar desa-desa yang ada di sekitar, lalu kata putih yang membuat Kizuna terpikat olehnya.
Tidak salah lagi, jika memang seperti itu, maka semuanya pasti berhubungan.
Dia menelan ludahnya, matanya tidak bisa menoleh dari rambut putih pemuda itu.
Saat Kizuna mencoba untuk mencari tau ekspresi pemuda itu, dia hanya tersenyum seolah-olah sedang menunggu sesuatu.
Ketakutan yang melilit tubuh Kizuna semakin lama semakin kuat saat dia terus berhadapan dengan pemuda tersebut.
“Apa, mungkin, kau >Iblis Putih”
Bibir lembutnya gemetar saat Kizuna mengatakannya.
Dia merasa seperti kehidupannya baru saja berkurang saat dia berbicara dengan salah satu tujuh dosa besar itu.
“Oh, kau benar-benar lambat dalam menyadarinya. Tapi yah, itu sudah cukup mengesankan kau masih bisa berpikir jernih di saat seperti. Seperti yang diduga dari mahkluk agung...”
Rogant tersenyum puas dan memberikan tepuk tangan meriah kepada Kizuna yang masih meringkuk di tanah.
Untuk bernafas saja sudah membuatnya sangat kesulitan, setiap kata yang di keluarkan Rogant membuat buluh kuduknya merinding.
Dia ingin segera kabur dari tempat itu, tapi itu adalah masalah yang berbeda lagi. Dia tidak yakin bisa kabur dari sana.
Lagian selain tujuh dosa besar, dia juga harus mewaspadai gadis kecil berambut hitam itu.
“Hmm~ Rogant, lihatlah! Meily hebat, kan? Meily telah menyelesaikan seluruh tugas yang Rogant berikan!”
“Ya yah, kau hebat. Berkat dirimu semua rencana berjalan dengan lancar. Aku akan memberimu hadiah setelah ini.”
“Ehehe, Meily sudah dewasa!”
Meily menaruh kedua tangannya di pinggang dan membusung dadanya yang rata dengan bangga.
Rogant mendesah pelan dan mengelus kepala gadis kecil itu dengan lembut.
“... Yah, meskipun ada satu hal yang di luar perkiraan. Kenapa setiap rencanaku selalu ada satu yang berbeda?”
Mengatakan itu, Rogant hanya tersenyum masam dan menghela nafas lelah.
Seperti yang Rogant katakan, setiap rencananya selalu ada satu hal yang mengejutkannya.
Pertama adalah saat dia pergi ke desa Meily, saat itu kemunculan Eras benar-benar di luar perkiraan Rogant.
Dan sekarang rencananya saat ini juga memiliki satu hal yang di luar perkiraan. Itu adalah—
“Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk membunuh Reyna-san, aku berniat menggunakannya untuk... Yah, itu untukmu, Kizuna-chan.”
Mendengar namanya di panggil, Kizuna spontan tersentak kaget dan dia merasa jantungnya mau keluar.
Ketakutan yang besar membuat hati dan tubuhnya sangat berat.
Wajahnya menjadi pucat, dia menyipitkan matanya ke arah Rogant mencoba mencari tau pikirannya.
__ADS_1
Angin malam yang saat ini menyentuh tubuhnya terasa seperti sebuah tusukan jarum yang terus mengikis jiwanya.
Tapi, Rogant tidak memperdulikannya. Dia tersenyum lengkung seperti bulan sabit dan melanjutkannya.
“Padahal aku berencana untuk membuat Reyna-san terbunuh di tanganmu, tapi sepertinya rencana menjadi sedikit berubah.”
Pernyataan itu benar-benar membuat Kizuna tidak bisa berkata-kata. Harga dirinya seakan-akan sedang di injak-injak.
Matanya yang penuh dengan kemarahan dan kebencian di arahkan kepada Rogant yang hanya tersenyum santai.
Kizuna benar-benar tidak bisa diam setelah Rogant mengatakan sesuatu yang di luar akal sehat itu.
Dia baru saja mendengar rencana keji dari mulut salah satu tujuh dosa besar.
“Kau! Apa, yang sebenarnya kau inginkan?!”
Mengerahkan segala keberanian dan kemarahannya, Kizuna bertanya kepada Rogant dengan tatapan tajam.
Ekornya juga menari-nari di belakangnya seakan-akan menggambarkan dirinya yang saat ini sedang marah besar.
Namun, meskipun begitu, Rogant sama sekali tidak memperdulikannya. Itu percuma saja untuk mengancamnya...
Rogant hanya akan tersenyum semakin lebar dan lebar seolah dia sedang menikmatinya.
Mengambil nafas panjang, Rogant berbicara dengan suara yang semakin lama semakin keras.
“Ya tentu saja! Itu demi kebahagiaan Reyna-san. Kau tau, kematian adalah bentuk kebahagiaan dan kematian saat kau di bunuh oleh orang yang paling berharga buatmu sendiri, itu adalah kebahagiaan sejati! Aku telah berpikir keras membuat skenario dimana kalian berdua saling membunuh! Aku tidak peduli siapa yang akan menang. Kalau Reyna-san yang menang, maka aku hanya perlu memaafkannya saja! Kalau kau yang menang, itu juga bagus bagiku! Pada akhirnya aku hanya ingin salah satu di antara kalian mendapatkan kebahagiaan sejati!! Ini adalah keinginan murni dari diriku! Luar biasa, bukan?...”
Pidato Rogant benar-benar terdengar keras di telinga Kizuna, matanya dipenuhi dengan ketakutan dan keputusasaan.
Semua yang dia dengar terlalu gila sampai mau menghancurkan pikirannya. Rasa jijik kepada Rogant semakin meningkat.
Rasanya organ-organ dalamnya sedang di aduk-aduk sampai membuatnya ingin muntah.
Waktu di sekitarnya seakan-akan berhenti dan hanya bisa mendengar suara pidato iblis itu.
Semua yang di katakan Rogant bukanlah omong kosong atau bualan, jika dia memang menginginkannya...
Dia bisa dengan mudah membuat dua orang yang harusnya saling mencintai, menjadi saling membunuh satu sama lain.
Begitulah kengerian dari eksistensi yang bernama >Night Rogant<, seseorang yang mengemban dosa Kebanggaan.
Sedangkan Meily hanya diam dan mengangguk menyetujui semua ucapan Rogant.
Melanjutkan pidatonya sekali lagi, Rogant merentangkan kedua tangannya dan tersenyum bak seorang iblis.
“... Ahahaha! Ya yah, sayang sekali semua itu sudah tidak bisa lagi. Meily-ku telah membunuh Reyna-san, aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa membuat kalian saling membunuh. Yah, tapi tenang saja. Aku telah menyuruh Meily untuk mempertemukan dirimu dengan Reyna-san. Pertemuan kembali dengan anak kesayanganmu lagi, itu pasti sangat amat mengagumkan, kan?! Yah, pada akhirnya, meskipun ada kejadian yang di luar perkiraanku, setidaknya rencana awalnya masih berjalan dengan lancar sesuai rencana! Karena di sini aku berhasil menghancurkan mentalmu! Hehe! Ahahahaha!!”
Rogant mengakhiri pidatonya dengan suara tawa yang keras dan tatapan yang tidak ada belas kasihan.
Kizuna setelah mendengar semua pidatonya saat ini meringkuk di penuhi dengan keputusasaan.
Tubuhnya sudah lemas, pikirannya sudah lemas, sudah tidak ada satupun yang tersisa dari dirinya.
“Ahaha... Ahahaha, aaahh... Kau benar-benar menakutkan.”
Kizuna tersenyum dan menertawakan dirinya sendiri yang sangat amat menyedihkan.
Kizuna benar-benar tidak ingin seseorang melihatnya saat ini. Dia tidak ingin seseorang melihat kondisinya saat ini.
Jika ada kenalannya yang melihatnya saat ini, dia pasti akan mengejarnya dan langsung membunuhnya.
Pikirannya telah gila, mentalnya telah hancur, apapun yang dia alami saat ini hanya dipenuhi dengan kegilaan.
Meskipun Kizuna adalah mahkluk agung, dia tetap seorang mahkluk hidup yang memiliki perasaan. Dia masih bisa mengalami rusak pikiran.
Semua rencana Rogant berjalan lancar, semuanya berjalan terlalu lancar sampai itu benar-benar sangat menakutkan.
Dari awal sampai akhir, semuanya berjalan sesuai rencana. Yah, meskipun ada satu hal yang berbeda.
Tapi, itu tidak sampai menghancurkan semua rencananya. Rencana Rogant berjalan dengan sempurna.
Baiklah, sekarang sudah saatnya untuk menyelesaikan tujuan sebenarnya dari semua rencana sempurnanya ini.
Menarik nafasnya yang dingin, Rogant mengulurkan tangannya ke arah Kizuna dan berkata dengan nada lembut.
“Nah, Kizuna-chan, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku.”
__ADS_1