Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 28: Kemunculan Yang Tak Terduga


__ADS_3

“... Huft~ Udaranya semakin dingin.”


Menghembuskan nafasnya yang mengeluarkan sedikit kabut, Rogant berjalan di tengah hutan yang gelap.


Setiap langkahnya selalu dipenuhi dengan kebanggaan dan kelembutan yang sedikit aneh.


Dia masih tetap maju dan terus berjalan untuk menuju tempat tujuannya, yaitu kediaman pemimpin dari distrik lampu merah.


Rambut putih Rogant bersinar terang seperti bulan di langit malam, namun sekarang rambut itu sedikit berantakan.


Alasannya—


“Hei, cepat turunkan Meily!”


“Ahaha, ini adalah hukuman. Jadi, kau harus menahannya.”


“Tapi ini sedikit memalukan! Meily sudah bukan anak kecil lagi sampai harus di gendong di kepala!”


Meskipun Meily terus memberontak di atas kepala Rogant, tapi dia sama sekali tidak memperdulikannya.


Ini semua adalah hukuman, hukuman karena Meily telah membunuh tanpa berpikir terlebih dahulu...


Tadinya Rogant ingin menghukumnya dengan tegas, tapi dia menggantinya dengan hukuman menggendong Meily di atas kepalanya.


“... Saat itu aku juga terkejut. Bukan Meily yang melakukannya, tapi itu bergerak sendiri.”


“Ya yah, pada akhirnya itu mu bergerak karena pikiranmu sedikit terguncang, kan? Padahal hanya karena permen.”


“Emmpphh! Pokoknya cepat turunkan Meily!”


Menggembungkan pipinya yang memerah, Meily yang tidak memiliki alasan untuk membantah, mulai menggoyangkan Rogant.


Tapi, Rogant hanya tertawa kecil dan membiarkannya saja. Baginya itu adalah reaksi yang lucu.


Mereka terus berjalan seperti itu di sepanjang hutan yang gelap, di bawah sinar bulan yang hanya setengah bagian.


Dalam perjalanan, Meily terus-menerus merengek minta di turunkan, jadi pada akhirnya Rogant juga menurutinya.


Setelah itu—


“Aaah~ Pakaianku menjadi sedikit kusut.”


“Hei, Meily, kita sudah sampai. Sepertinya tempat itu.”


—Di depan mereka terdapat rumah kayu yang sederhana, tapi itu terlihat sangat elegan karena di bangun di tengah hutan.


“Hmm~ Itu rumah yang terlihat kecil.”


“Meily, ini bukan soal besar atau kecil rumahnya. Ada keindahan yang unik tentang ini, kau harus belajar tentang seni baru mengetahuinya.”


“Rogant mengatakan sesuatu yang tidak Meily mengerti.”


Meily hanya memiliki reaksi datar dari keunikan rumah kayu tersebut. Sedangkan, Rogant memuji pemandangan eksotik itu.


Keindahan dari rumah kayu yang berada di tengah hutan saat di malam hari, bagi Rogant itu adalah pemandangan yang luar biasa.


Dia hanya pernah melihat pemandangan seperti ini di majalah fotografi saja, jadi saat melihatnya secara langsung benar-benar berbeda saat melihatnya di foto-foto saja.


Setelah itu tanpa basa-basi lagi, Rogant dan Meily berjalan mendekati rumah kayu tersebut.


Tentu saja, mereka juga harus waspada. Saat melirik ke-kiri dan ke-kanan, Rogant mengangguk puas.


“Yah, sepertinya kita tidak perlu khawatir kalau ada jebakan.”


“Hmm~ Bukannya kau terlalu waspada, Rogant.”


“Ahaha, inilah kenapa Meily-chan tetaplah anak kecil. Kau harus lebih berhati-hati dan memikirkan segala kemungkinan.”


“A-Aku bukan anak kecil! Meily juga selalu hati-hati dan berwaspada!”

__ADS_1


Sambil terus bercanda, mereka akhirnya sampai juga di depan pintu rumah kayu tersebut.


Namun, saat Rogant mendekati rumah itu. Dia tiba-tiba terdiam membeku dan menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu rumah kayu tersebut.


Rogant menyipitkan matanya saat dia menatap pintu itu, sedangkan Meily hanya memiringkan kepalanya kebingungan.


—{Haaah! Ini sedikit merepotkan}, Pikir Rogant sambil menghela nafasnya.


[Master?!]


“Aku tau itu, kau tidak perlu khawatir, Pride-chan. Yah, aku juga sudah memprediksi kemungkinan seperti ini.”


Pride System memberi peringatan singkat kepada Rogant, suasananya semakin tegang.


Setelah itu, Rogant memberi isyarat kepada Meily untuk tetap diam dan menjauh dari dirinya.


Meskipun sedikit bingung dengan tingkah Rogant yang aneh, Meily tetap mengikuti perintahnya.


Melihat Meily yang sudah menjauh, Rogant sekali lagi menghela nafasnya dengan lelah dan mengulurkan tangannya.


Dia berniat mengetuk pintu itu, semuanya terdengar sangat sunyi, lalu dengan sedikit enggan Rogant mengetuk pintunya.


Terdengar suara satu ketukan pintu di dalam hutan yang sunyi, namun—


“... Dasar perusuh!”


—Kesunyian itu segera menghilang dengan suara kayu yang hancur dan Rogant yang mati.


Mata Meily melebar terkejut saat melihat Rogant yang mati tertusuk dengan sesuatu yang biru dan halus.


Benda aneh itu menusuk tepat di perut Rogant secara tiba-tiba. Itu benar-benar pemandangan yang horor.


Sekarang warna biru cerahnya sedikit ternodai dengan warna merah darah dan sedikit dihiasi dengan organ-organ dalam manusia.


“Hoho, sepertinya semua sudah berakhir.”


Segera setelah asap itu menghilang, mata Meily benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Itu adalah bentuk keindahan yang berbeda dengan manusia, wanita cantik dengan rambut berwarna biru cerah dan kulit seputih salju muncul dari balik asap tersebut.


Dia memakai pakaian miko, tapi dia sedikit memamerkan belahan dada dan tubuhnya membuat pakaian suci itu terlihat mesum.


Dia benar-benar memiliki daya tarik seksual yang tinggi berkat lengkungan tubuhnya yang menggoda.


Senyuman dan tatapannya juga terlihat menggoda, tapi Meily merasa dia adalah tipe orang yang buas dengan nafsu membunuhnya.


Namun dari itu semua, yang paling membuat Meily terpesona dan terkejut adalah...


... Sembilan ekor rubah berwarna biru cerah yang ada di belakangnya. Tidak hanya itu, dia juga memiliki telinga yang berbuluh.


Benar, dia adalah manusia rubah ekor sembilan.


“Ho~ Apa yang kau lakukan disini, gadis manis?”


Wanita itu melirik ke arah Meily yang masih terpesona dengan kecantikan yang berbeda dengan manusia itu.


Akan tetapi, Meily segera berpikir tenang. Dia menarik nafasnya, dan menatap wanita itu dengan tatapan yang tajam.


Rogant selalu mengajarinya untuk tidak selalu terkejut dengan hal-hal yang seperti ini.


“Nah, gadis manis, di sini aku tidak ingin membunuhmu. Jadi bagaimana kalau kita berteman saja.”


“Hmm~ Kau mengatakan sesuatu yang sama seperti Rogant.”


“Rogant?”


Wanita itu menaikan alisnya bingung, tapi saat dia melirik ke arah pemuda yang tertusuk di ekornya. Dia akhirnya mengerti.


Namun, tetap saja dia tidak mengerti. Kenapa dirinya yang agung harus di samakan dengan manusia yang mati itu.

__ADS_1


Wanita rubah itu mendekati pemuda yang masih berada di ekornya tersebut dan memandangnya.


Alis matanya naik terpesona dengan kecantikan rambut putih milik Rogant.


“Oh, sangat di sayangkan pemuda manis seperti ini aku bunuh. Padahal, aku ingin memasukkannya ke dalam koleksiku jika bisa.”


“Aaah~ Aku mengerti perasaanmu, bagaimanapun Meily juga pernah berpikir seperti itu.”


Secara tidak terduga mereka memiliki pemikiran yang sama, wanita itu tertawa pelan dengan anggun.


Mengangkat tubuh Rogant, dia menaruhnya di tanah dengan perlahan. Meily hanya bisa diam menatapnya.


Dia merasa agak kesal karena Rogant di sentuh dengan wanita lain, tapi dia menahan amarahnya.


“Hmm~ Jadi, bisakah kita memulainya. Perkenalkan namaku Night Meily, seseorang yang mengabdikan dirinya kepada kebahagiaan.”


“Ho~ Kau gadis yang sopan. Yah, jika kau menginginkannya, aku sudah siap kapanpun. Ngomong-ngomong, namaku adalah Kizuna Miko. Meily-chan, kau bisa memanggilku 'Onee-sama' kalau kau mau.”


Semakin kesal dengan sikap dari wanita rubah yang bernama >Kizuna Miko< itu, Meily tanpa aba-aba menyerangnya begitu saja.


Sesuatu yang hitam dan gelap keluar dari sekitar tubuhnya dan menerjang rubah ekor sembilan itu.


“Hoho, ini kekuatan yang menarik.”


Kizuna menaikkan alisnya kagum dengan kegelapan yang menerjangnya, namun dia masih tetap tenang.


Mengibaskan seluruh ekornya, dalam sekejap semua kegelapan Meily lenyap.


Tentu, itu membuat Meily terkejut dan sedikit syok, tapi dia sekali lagi memunculkan kegelapannya.


“Terima ini!”


Kali ini dia membuat ribuan jarum dari kegelapan dan menerbangkannya ke arah Kizuna dengan kecepatan yang menakutkan.


Itu adalah serangan tusukan yang bisa membuat dagingmu tercuil satu persatu.


Namun, Kizuna dengan mudah menghalau semuanya dengan ekornya. Dia menutup satu matanya ketika melakukannya.


Senyumannya yang menggoda masih terlihat di wajahnya yang cantik dan putih seperti salju.


“Ahaha, semuanya percuma saja.”


“Berisik! Apa-apaan itu, bukannya itu sedikit curang!”


Meily cemberut karena semua serangannya berhasil di halau, tapi wanita itu hanya tertawa kecil dengan anggun, lalu berkata.


“Meily-chan, apa kau pernah dengar klan serigala biru? Aku adalah orang suci dari klan tersebut yang memiliki berkah seorang Saint.”


Itu adalah berkah spesial yang hanya diberikan kepada seseorang yang spesial saja.


Klan serigala biru adalah seorang demi-human setengah serigala dan setengah manusia.


Klan mereka adalah klan yang sedikit langka, mereka memiliki kemampuan bertarung di atas rata-rata dari klan demi-human lainnya.


Tapi, di katakan mereka sudah punah sejak pertempuran melawan tujuh dosa besar enam ratus tahun yang lalu.


Jadi sulit di percaya bahwa masih dari mereka yang masih hidup dan yang lebih mengejutkannya lagi.


Dia adalah seorang gadis kuil yang mendapatkan berkah >Unique Bless: Saint<, serta merupakan rubah berekor sembilan.


Namun, tetap saja, meskipun begitu, Meily tidak tau apa-apa tentang klan serigala biru atau tentang kepunahan mereka.


“Hmm~ Yah, aku hanya tau kau itu orangnya menyebalkan.”


Dia sama sekali tidak memperdulikannya.


Melihat tingkah Meily, Kizuna menghela nafasnya dengan anggun. Sepertinya, dia juga tidak mempermasalahkannya.


Sekali lagi, kegelapan dan rubah ekor sembilan menerjang satu sama lain di bawah sinar bulan yang indah.

__ADS_1


__ADS_2