Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 27: Kebahagiaan Seorang Pelacur


__ADS_3

Klak... Terdengar suara kayu patah yang cukup keras.


Suara itu berasal dari langkah kaki seseorang yang secara tidak sengaja menginjak sebatang kayu.


“Yah, apapun itu. Ini benar-benar tidak terduga kalau orang yang menguasai distrik lampu merah tinggal di dalam hutan.”


“Hmm~ Aku yakin dia orang yang aneh.”


Terdengar dua suara yang berbeda dari dalam hutan yang gelap. Saat ini juga malam hari, bulan dan bintang masih ada di langit-langit.


Dua siluet sedang berjalan dengan bangga di bawah sinar bulan yang hanya setengah bagian.


Rambut putihnya bersinar terang seolah-olah meremehkan segala bentuk kehidupan dan kematian.


Rambut hitamnya berkilau indah seolah-olah menodai segala bentuk kepercayaan dan cinta.


Rogant dan Meily saat ini berada di dalam sebuah hutan menuju ke suatu tempat.


Tujuan mereka adalah kediaman dari seseorang yang memimpin distrik lampu merah.


Selain mereka berdua, juga ada satu lagi siluet yang berjalan di depan mereka, dia adalah seorang pemandu jalan.


Seorang wanita dengan kecantikan kelas atas, tentu saja dia adalah seorang pelacur di rumah prostitusi.


Dia memiliki rambut panjang berwarna biru gelap yang terurai lebar, tapi sekarang dia mengikatnya agar tidak mengganggu saat berjalan.


Kecantikan alami dan tubuh yang menggoda,


sangat di sayangkan kalau wanita seperti itu adalah seorang pelacur yang pekerjaannya memuaskan hasrat nafsu para lelaki.


Dia saat ini memakai gaun berwarna ungu yang anggun dan sedikit terbuka, namun gaun itu sekarang terlihat sangat berantakan.


Alasannya sangat mudah, itu karena Rogant sesaat yang lalu telah membuat kekacauan di rumah prostitusinya.


Mungkin dia terjatuh dan bertabrakan dengan orang lain sampai membuatnya berantakan.


Yah, bagaimanapun juga, sampai sekarang dia masih ketakutan seperti anak kecil saat mengingat kejadian yang terjadi sebelumnya.


Dari semua orang, dia telah terpilih sebagai pemandu Rogant dan Meily, itu adalah kesialan di antara kesialan terburuk yang pernah dia alami semasa hidupnya.


Kalau bisa dia sekarang juga ingin segera kabur dari sana meskipun itu terlihat menyedihkan.


Tapi, rasa takut membuatnya mengurungkan niat tersebut. Apa yang akan terjadi kalau dia kabur?


Apa mereka berdua akan membiarkannya kabur begitu saja?


Tidak, itu jelas tidak mungkin. Kasus terburuknya dia akan mati mengenaskan dengan tubuh yang di mutilasi menjadi beberapa bagian.


Itu adalah jenis kematian yang paling menyedihkan, ketakutannya benar-benar menggambarkan dirinya saat ini.


Namun, selain rasa takut, ada juga kebencian di dalam dirinya.


Itu adalah kebencian besar terhadap teman-temannya yang telah seenaknya menyuruh dirinya sebagai pemandu.


Dari semua orang, kenapa harus dia yang terpilih? Apa dewa telah menghukumnya?


Tidak, kurasa tidak. Dia adalah seorang wanita cantik yang dicintai dewa, meskipun dia melakukan pekerjaan yang kotor sebagai seorang pelacur, tetap saja...


Kepercayaan dan keyakinannya kepada dewa masih belum menghilang, dia bukanlah orang kafir yang suka menghina para dewa.


Semua penyebab kenapa dirinya bisa ada di sini itu karena teman-temannya yang biadab telah mengorbankannya.


Memang benar, hanya dia sajalah yang mengetahui letak rumah dari pemimpinya, tapi, meskipun begitu, kenapa harus dia sendiri yang jadi pemandunya.


Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang menolong dirinya, pelanggannya yang selama ini dia layani juga hanya mengabaikannya.


Dia benci, dia marah, dia mengutuk mereka yang telah mengkhianatinya. Apapun itu, dia harus segera kembali dan membunuh mereka semua kalau bisa.


Teman-temannya, pelanggannya, semuanya harus mati di tangannya sendiri. Ini adalah bentuk dari balas dendam atas pengkhianatan mereka.


Namun untuk saat ini yang bisa dia lakukan hanyalah menggertakkan giginya dan menahan amarahnya.


Sekarang yang perlu dia khawatirkan adalah dua orang yang saat ini sedang mengikutinya.


Berjalan membelakangi mereka sambil membawa lentera benar-benar sesuatu yang menakutkan daripada saat dia mendapatkan pelanggan yang memiliki hobi aneh.


Setelah itu—


“Hei, bisakah kau memberitahuku siapa namamu?”


—Seseorang mengajak dirinya berbicara, dia adalah seorang pemuda dengan rambut berwarna putih cerah.


Si wanita sedikit tersentak saat dirinya terpanggil, wajahnya menegang penuh ketakutan.


Kepalanya terasa seperti sedang berada di dalam ruang penyiksaan, tusukan demi tusukan membuat jiwanya terkikis.


Seorang iblis sekarang sedang mengajaknya berbicara, apa yang harus dia lakukan?


“Umm... Tuan yang terhormat, apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?”


Dengan segenap keberaniannya dia mencoba untuk berbicara. Tapi, wajahnya sangat pucat dan putus asa.


Sedangkan Rogant hanya tersenyum lembut dan mengangguk dengan puas dengan respon yang dia dapatkan.


“Tidak, bukan apa-apa. Aku hanya ingin tau siapa namamu.”


“Seperti itukah? Tolong maafkan saya karena lupa memberitahu nama saya. Kalau begitu, untuk menembus kesalahan saya, saya akan memberitahunya. Nama saya adalah Reyna Loyalis, saya adalah anak dari ibu yang merupakan seorang pelacur, kalau ayah saya—”


“Ah, tidak perlu, tidak perlu. Aku hanya ingin mengetahui namamu saja. Yah, kalau begitu, izinkan aku memanggilmu Reyna-san, dan kalau bisa, panggil aku Rogant saja.”


Reyna sedikit lega saat dia tau bahwa pemuda itu tidak marah, malahan dia semakin bingung.


Setelah dia lihat sekali lagi, pemuda itu benar-benar hanya tampak seperti orang biasa.


Apa benar pemuda yang tampak seperti laki-laki biasa ini adalah seorang iblis yang keji, memang benar rambut putih itu sangat langka.


Ini adalah kali pertama Reyna melihat seseorang yang memiliki rambut berwarna putih.


Rambut biru gelapnya juga langka, tapi tidak selangka rambut putih. Masih banyak orang yang memiliki warna rambut seperti dirinya.


Lagian jika di lihat dari dekat, pemuda itu juga kelihatan lebih muda darinya, jadi tidak mungkin rambutnya putih karena faktor usia.

__ADS_1


Yah apapun itu, itu hanya rambut, kan? Sekarang bukan itu masalahnya, Reyna sedikit bingung dengan karakter pemuda tersebut.


—Apa dia benar-benar orang yang kejam?


“Aaah~ Rogant bersenang-senang bersama wanita lain, ini bisa dianggap selingkuh loh~”


Seorang gadis kecil dengan rambut hitam pekat berbicara sama Rogant dengan suara yang menggoda.


Reyna menjerit lirih di dalam hatinya saat dia melihat gadis kecil itu, wajahnya semakin pucat penuh dengan ketakutan.


Bagaimanapun dia tau kalau gadis kecil itu bukan gadis kecil biasa, dia adalah orang yang bisa membunuh tanpa rasa bersalah sama sekali.


Dan juga, kegelapan yang menari-nari di sekitar gadis kecil itu. Itu adalah pemandangan yang tidak akan pernah dia lupakan.


Bergerak dengan kecepatan menakutkan dan memotong-motong tubuh manusia dengan mudah, lalu memakannya tanpa tersisa.


Apa itu masih bisa disebut manusiawi? Bahkan sekarang dia masih bisa tersenyum dengan bahagia.


Senyuman menggodanya seakan-akan menghina seluruh martabat dan harga diri seorang manusia.


Selain itu, dia juga masih anak kecil. Semuanya benar-benar sangat tidak masuk akal.


Dunia pasti sudah gila, pikirnya.


Namun, meskipun begitu, pemuda yang bernama Rogant itu dengan santai berbicara dengan gadis kecil tersebut.


“Ahaha, ada apa denganmu Meily? Apa kau cemburu? Apa kau kesepian karena tidak aku ajak bicara?”


Rogant dengan senyuman lembut mengelus kepala gadis kecil yang bernama Meily itu.


Tapi, sepertinya Meily tidak menyukainya, dia menyilangkan kedua tangannya dan menggembungkan pipinya yang memerah.


“Tidak, aku pikir kau pasti memiliki sesuatu untuk diberikan kepada Meily, kan?”


“Sesuatu?”


Pikiran Rogant sedikit lambat untuk mengetahui apa maksud Meily. Tentu saja, itu membuat Meily semakin kesal.


Reyna juga menguping pembicaraan mereka berdua dari depan. Yah, meskipun dia sedikit ketakutan.


Sambil terus menyilangkan kedua tangannya, Meily mengatakannya dengan keras.


“Ini sudah waktunya untuk cemilan malam!”


Suara Meily bergema sangat keras di dalam hutan itu, beberapa hewan juga lari ketakutan karena dikejutkan.


“Ahaha, yah kau benar. Ini salahku, aku melupakannya. Aku minta maaf, aku minta maaf. Baiklah, ambillah ini.”


“Hmph! Yah, selanjutnya tolong jangan di lupakan. Untuk kali ini saja, aku akan memaafkanmu.”


Rogant mengambil sesuatu dari sakunya dan memberikannya kepada Meily, itu adalah sesuatu yang berwarna-warni dan bulat.


Reyna sama sekali tidak mengetahui benda tersebut, tapi sepertinya itu cemilan. Ini pertama kalinya dia melihat yang seperti itu.


Yah, kalau soal cemilan kau pasti berpikir tentang kue atau coklat. Tapi, sepertinya itu berbeda.


Meskipun dia sedikit penasaran, tapi sekarang dia tidak boleh membuat lengah dirinya dengan benda itu.


“Eh? Ti-Tidak... Aku tidak perlu!”


Reyna tiba-tiba di tawarkan untuk diberi benda bulat aneh tersebut, tapi dia menolaknya.


“Jangan sungkan, makanlah. Ini sangat manis.”


Reyna sedikit terkejut saat Rogant dengan santai melempar beberapa benda bulat itu kepadanya.


Sangat sulit untuk menangkapnya saat dia melemparnya tanpa aba-aba, tapi Reyna tetap mendapatkannya.


Dia menaruh lentera nya di pinggang terlebih dahulu, lalu menyipitkan matanya ke arah benda bulat kecil yang dia pegang saat ini.


Saat menatap benda itu dengan matanya yang sekarang terlihat seperti ikan mati, dia sedikit curiga dan ragu untuk memakannya.


Apa mungkin di dalamnya ada racun? Apa ini semacam jebakan? Mungkinkah ini umpan untuk membuat dirinya lengah.


Banyak sekali pemikiran dan kemungkinan yang telah dia pikirkan, tapi saat dia memikirkan...


—{Apa yang akan terjadi jika aku tidak memakannya?}


Ketakutan mulai menghantui Reyna sekali lagi, dia mungkin akan dibunuh jika membuat Rogant tidak senang.


Apa yang harus dia lakukan sekarang? Satu-satunya pilihan yang dia punya hanyalah memakan benda itu.


Tapi, apakah itu baik-baik saja? Apa yang akan terjadi setelah dia memakannya?...


“Yah, aku yakin semuanya baik-baik saja.”


Mengerahkan semua keberaniannya, Reyna mencoba untuk memakan benda aneh itu.


Sebelum itu, dia harus membuka bungkusnya terlebih dahulu. Itu membuatnya sedikit kesusahan, tapi dia tetap berhasil.


Dia mendengus dengan senang, ada sedikit rasa kepuasaan saat dia berhasil membuka bungkusnya.


Sekarang dia tinggal memasukkannya ke dalam mulutnya, apa yang terjadi nanti dia tidak perlu memikirkannya.


Apapun itu, dia tidak boleh sampai membuat Rogant merasa tidak senang karena kebaikannya di tolak.


Dengan penuh keengganan Reyna memakan benda bulat tersebut, Namun—


“Hei, apa yang kau lakukan dengan cemilanku?”


—Sesuatu yang gelap dan hitam segera menghampirinya, saat itu juga...


“Hah?”


Pergelangan kedua tangannya terpotong dengan sangat rapi, darah mulai bermuncratan dari kedua tangannya, rasa sakit mulai mengalir ke seluruh tubuhnya.


“AAAAARRRRRGGGGGHHHHH—!!!”


Teriakan keras bergema di seluruh hutan itu, beberapa burung mengepakkan sayapnya dan terbang menjauh.


Sedangkan Reyna terjatuh dan berguling-guling ke-kanan dan ke-kiri di tanah yang basah mencoba untuk menekan rasa sakitnya.

__ADS_1


Darahnya terus bermuncratan tak henti-henti, rasa sakit membuat semuanya semakin parah. Kedua tangannya telah menghilang, itu membuatnya sangat syok.


Tidak ada satupun yang bisa dipakai untuk menghentikan pendarahannya, matanya memucat penuh dengan penderitaan.


Rasa sakit yang tak tertahankan telah membuatnya menangis dan menangis dengan sangat menyedihkan.


Gaun dan rambutnya menjadi kotor karena tanah, semuanya terjadi secara tiba-tiba. Otaknya tidak bisa mencerna apa yang terjadi.


Semuanya sangat sakit, semuanya sangat panas. Panas sekali sampai membuat tubuhnya tidak bisa berhenti mengeluarkan keringat.


Sangat menjijikkan, terasa tidak nyaman, tapi dia sama sekali tidak memperdulikannya karena rasa sakit yang luar biasa lebih mendominasi pikirannya saat ini.


—{Apa ini?! Apa ini?! Sakit! Ini sakit! Apa yang terjadi?! Arrrggghhhhh!! Ini sakit!! Tidak, aku tidak ingin mati!! Tidak tidak tidak!!!}, Reyna terus berteriak di dalam pikirannya.


Sambil terus menangis, Reyna mencoba untuk memikirkan sesuatu. Namun, tidak ada satupun yang bisa dia pikirkan.


Dia tidak ingin mati, dia harus hidup dan terus menjalani hidupnya sampai pada akhirnya dia bisa mati dengan damai. Dia tidak ingin mati seperti ini.


Tapi, hanya kematian yang bisa dia pikirkan. Dia akan mati, sudah jelas di akan mati. Dia akan mati kehabisan darah.


Tidak, dia tidak mau itu. Semuanya sakit, dia benci itu, lalu apa yang perlu dia lakukan?


Seandainya disini ada orang baik yang mau menolongnya, maka dia akan selamat. Tapi, apakah seseorang seperti itu ada.


Mata Reyna memerah perih mencoba untuk mendapatkan belas kasihan dari Rogant, tapi itu adalah sebuah kesalahan.


“Ya yah, selamat Reyna-san. Kau mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa! Meskipun itu membuatku sedikit terkejut.”


Mata Reyna melebar di penuhi dengan keputusasaan, Rogant tanpa ada belas kasihan tersenyum dengan sangat lebar.


Itu adalah senyuman yang sangat lembut, tapi bagi Reyna itu sangat menakutkan.


Hanya melihatnya saja sampai membuat rasa sakitnya menjerit sekali lagi.


Kali ini, rasa sakit dan rasa takut bercampur aduk di dalam dirinya, diaduk dan diaduk sampai bercampur rata semuanya.


Itu terlalu sakit dan sakit, dia tidak bisa mempertahankan akal sehatnya dengan baik.


“AAAAHHHKKK—!! TIDAK TIDAK TIDAK!! AKU TIDAK INGIN MATI!! KUMOHON SELAMATKAN AKU—!!!”


Reyna merangkak di tanah sambil terus berteriak dengan semangat yang luar biasa.


“Tenang saja, Reyna-san. Semuanya akan baik-baik saja, kau akan segera mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan.”


“TIDAKKKKK!! AKU TIDAK INGIN MATI!! AKU TIDAK INGIN MATI!!!”


Reyna terus merangkak di tanah dengan sangat menyedihkan, darahnya merembes ke seluruh gaunnya.


Tubuhnya berubah menjadi merah semua, dia terlihat seperti serangga yang cacat.


Mencoba merangkak terus berjalan berharap mendapatkan pertolongan yang hampa.


Bahkan, meskipun ada seseorang yang lewat, mereka tidak akan menolong Reyna. Dia benar-benar menyedihkan sampai tubuhnya melupakan bentuk manusianya.


Semuanya sangat menyedihkan, semuanya sangat menyakitkan, semuanya sangat tidak masuk akal.


Tapi tapi tapi, dengan senyuman lembut, Rogant mengantarkan Reyna menuju ke arah kematiannya.


Jika saja kau mencari kemanusiaan di dalam dirinya, maka kau tidak akan menemukan apapun di dalam sana.


Kau hanya akan gila dan hancur dengan sifat asli seorang iblis sejati. Iblis yang menganggap bahwa kematian adalah bentuk kebahagiaan.


Jika seseorang mati, maka dia harus merayakannya dengan senyuman yang hangat, itu adalah hal yang wajar bagi dirinya.


Dia harus tersenyum dan mengucapkan selamat kepada seseorang yang mati di hadapannya.


Itu adalah jenis kegilaan terburuk di antara yang terburuk.


“Aku... tolong... kumohon...”


Suara Reyna semakin rendah, tubuhnya sudah mulai lemas, dia tidak memiliki tenaga lagi untuk berteriak.


Pandangannya semakin kabur, dia akan mati. Kematian akan segera menghampirinya.


Semuanya terasa sakit dan sakit, tapi tiba-tiba seseorang mengelus kepalanya. Itu terasa sangat nyaman dan hangat.


Meskipun dia tidak bisa melihatnya dengan jelas, tapi pandangannya masih bisa menangkap sesuatu.


Itu adalah seorang pemuda yang memiliki rambut berwarna putih cerah yang bersinar sangat terang di matanya.


Tangisannya sedikit membasahi kelopak matanya dan itu terasa sangat hangat, cahaya itu terlalu terang bagi dirinya.


Tapi, apakah itu cahaya harapan atau keputusasaan? Dia sama sekali tidak memperdulikan hal itu...


Dia benar-benar terpesona dengan kecantikan dari pemuda yang memiliki rambut putih itu.


Reyna sedikit iri dengan kecantikan rambut tersebut, karena itu adalah bentuk keindahan yang melebihi dirinya.


Kecantikan yang masih belum ternodai, jenis keindahan yang masih suci, dia benar-benar mendambakannya.


Rasa sakit yang luar biasa sudah tidak terasa kembali, sekarang dia hanya ingin tidur dan tidur untuk selamanya.


Seseorang terus mengelus kepalanya dengan penuh kelembutan, dulu dia tidak pernah di perlakukan seperti itu.


Waktu kecil dia selalu di tegaskan oleh ibunya dengan belajar cara memuaskan para lelaki, namun dia sekarang dia tidak perlu memikirkan hal itu lagi.


Dia hanya bisa memikirkan kelembutan tangan yang membelai rambutnya sekarang.


Itu sangat hangat dan terasa sangat nyaman, dia ingin terus merasakan telapak tangan pemuda yang mengelus rambutnya itu untuk selamanya.


Namun, dia tau kalau dia akan segera mati. akan tetapi, meskipun begitu, dia sangat bahagia.


Ini adalah bentuk dari kematian yang membahagiakan, Reyna benar-benar bersyukur bisa mati dengan penuh kebahagiaan.


“Semoga kau bermimpi indah, Reyna-san.”


>Reyna Loyalis< adalah seorang pelacur yang berkerja untuk menggoda para lelaki.


Tapi, apa yang kau lihat dari pemandangan saat ini? apa yang kau rasakan dari pemandangan saat ini?


Seorang pelacur yang telah tergoda dengan bisikan iblis yang sangat lembut.

__ADS_1


Reyna mati sambil tersenyum bahagia, itu adalah bentuk senyuman dari seorang wanita yang sedang jatuh cinta.


__ADS_2