
Hari sudah malam, bulan menggantung di atas langit dengan cahaya yang redup. Sang Iblis Putih masih terbangun meratapi dosa- nya sendiri.
Api unggun menyala-nyala di depannya yang memperlihatkan dua siluet yang sedang duduk saling berseberangan.
Mereka berdua adalah Kizuna dan Rogant, untuk Meily, dia sudah tertidur. Karena bagaimanapun, dia tetaplah anak-anak.
Rogant menghela nafas dan mendongak melihat bulan dari sela-sela pepohonan– Saat ini mereka berada di hutan.
Dia terus menatap bulan dengan serius, bahkan tidak ada senyuman yang seperti biasa dia perlihatkan tersirat di wajahnya.
Dia terlihat seperti merenungkan sesuatu, pikir Kizuna.
Dia terus memperhatikan Rogant, dia penasaran apa yang sedang dia pikirkan. Tapi, Kizuna yakin bahwa itu pasti berkaitan dengan Kuil Kehidupan.
Karena mereka sebentar lagi akan mencapai tempat itu. Perjalanan mereka tidak mudah sama sekali, karena binatang iblis terus menerus menyerang mereka di sepanjang jalan. Mereka tidak diberi waktu untuk istirahat– Terkutuk lah untuk binatang iblis.
Yah, tapi berkat kekuatan >Soul Resonance< milik Rogant, mereka bisa sampai sejauh ini dengan selamat. Setiap mereka membunuh satu binatang iblis, secara tiba-tiba kematian itu terhubung dengan binatang iblis lainnya.
Bunuh satu, mati seribu.
Dengan demikian, mereka bisa dengan mudah melewati tantangan binatang iblis.
Namun, mereka tidak boleh lengah, karena masih ada dua tantangan lagi, yaitu Labirin Hutan Kuil Kehidupan. Tapi, itu bisa di lewati selama mereka mengikuti arahan dari Pride System yang sudah di beritahu oleh Rogant.
Maka, yang menjadi masalah di sini adalah >The Five Great Demon<. Salah satu dari lima binatang iblis terkuat, yang katanya tinggal di Hutan Kuil Kehidupan. Tapi, itu juga bisa di lewati selama mereka bertiga berkerja sama– Mungkin.
Mereka tidak yakin. Karena bagaimanapun >Pedang Suci< generasi ke-3, sebelumnya pernah pergi menantang >The Five Great Demon< dan berakhir dengan kematiannya.
Tapi, karena itu jenis binatang iblis yang berbeda dengan yang ada di Hutan Kuil Kehidupan, maka mereka tidak bisa mendapat informasi tentang binatang iblis apa yang bersemayam di Kuil Kehidupan.
Bahkan >Pedang Suci< generasi sekarang yang dulu pernah menantang Kuil Kehidupan juga sama sekali tidak mengetahuinya.
Dengan demikian, kemungkinan mereka untuk kalah sangat tinggi. Karena bagaimanapun, hanya orang bodoh saja yang akan menantang >The Five Great Demon< tanpa mempunyai informasi apapun.
Dan mereka adalah orang bodoh tersebut.
__ADS_1
Akan tetapi, selain itu juga. Ada satu hal lagi yang harus mereka waspadai, itu adalah >Racun Dosa Besar Kerakusan<.
Menurut informasi yang Rogant berikan, sepertinya racun itu bisa memberikan status negatif, yaitu Kelaparan.
Tapi, bukan kelaparan biasa seperti hanya perlu makan kau akan kenyang. Itu adalah kelaparan yang bisa membuatmu menjadi gila dan memakan segalanya tanpa pandang buluh, bahkan rekanmu sendiri juga tidak terkecuali.
Kizuna mengernyit saat dia memikirkan hal itu. Dia sekali lagi di buat jijik dengan kekuatan tujuh dosa besar Kerakusan.
—{Bahkan setelah mati pun, dia tetap saja merepotkan dunia.}, Pikirnya dengan penuh kebencian.
Itu wajar. Karena bagaimanapun, dosa besar Kerakusan adalah dalang dari kehancuran ras Serigala Biru– Ras-nya Kizuna Miko.
Dia benar-benar sangat membencinya, tapi entah mengapa kebencian itu sekarang sudah menjadi agak samar-samar setelah dia bertemu dengan Rogant.
Dia sangat ingin mengubur dalam-dalam kebenciannya dan di gantikan dengan kenangan indah saat dia bersama Rogant.
Yah, begitulah. Dia ingin terus bersama Rogant untuk selamanya.
Saat Kizuna memikirkan hal itu, dia menyadari bahwa pipinya memanas.
Dia dengan malu memalingkan wajahnya. Sembilan ekornya berdansa di belakangnya, dan telinganya juga memerah.
...---[★★★★★★]---...
“....” Rogant terdiam.
Dia terpesona dengan pemandangan yang berada di ujung matanya.
Pohon-pohon besar dengan batang yang berwarna hijau kehitaman dan menjulang tinggi hampir mencapai langit.
Untuk sebuah hutan, itu bisa di bilang sangat besar. Tumbuhan yang ada di sana memiliki ukuran yang tidak masuk akal.
“Jadi, itu Hutan Kuil Kehidupan.” Seru Rogant saat dia mengintip pemandangan dari balik jendela kereta naganya.
“Yah, Tuan, sebentar lagi kita akan sampai.” Sahut Kizuna dari kursi pengemudi.
__ADS_1
“Hmm~ Meily rasa ini bukan saatnya untuk kagum, banyak binatang iblis yang mendekat ke arah kita. Meily kerepotan mengurus mereka semua sendirian.” Tambah Meily yang saat ini duduk di sebelah Kizuna untuk mengamankan jalan dengan lebih mudah.
Mendengar Meily yang menggerutu, Rogant tertawa kecil dan mengatakan mantra sihir yang bisa membuat Meily semangat.
“Baiklah, selesai ini aku akan menambahkan jatah cemilan mu dua kali lipat.”
“Meily ingin tiga kali lipat.” Balas Meily yang suaranya lebih senang dari sebelumnya.
Dia akhir-akhir ini menjadi lebih egois dari biasanya. Yah, bukan masalah sih...
Malahan itu lebih bagus untuk anak seusia dirinya lebih egois lagi.
Memikirkan hal itu, Rogant mengangguk puas.
“Aku mengerti, aku akan menambah jatah cemilan mu menjadi tiga kali lipat.”
“Yeah~ Hore!!” Teriak Meily dengan semangat.
Mereka saat ini masih dalam perjalanan ke Kuil Kehidupan, dan sebentar lagi mereka akan sampai di sana.
Dengan suara kereta yang berderit, mereka terus bergerak maju dengan kecepatan yang di tarik oleh dua naga tanah– Raptor.
Rogant telah memberi dua naga sebuah nama. Itu karena mereka berdua telah berusaha keras membantu dirinya.
“Yah, aku juga mengandalkan kalian berdua Glent, Glant.” Kata Rogant saat dia melihat kedua naga itu yang berlari tanpa takut saat mereka menerjang kawanan binatang iblis.
“———Raagghhh!!” Kedua-duanya merespon dengan suara raungan yang penuh semangat.
Mereka berlima selama perjalanan ini telah memahami peran mereka masing-masing.
Meily fokus membunuh kawanan binatang iblis yang menyerang mereka dengan kegelapan yang menari-nari di sekelilingnya.
Rogant membantu Meily dengan cara terus menerus mengaktifkan Unlimited Skill-nya >Soul Resonance< kepada para kawanan binatang iblis itu agar lebih mudah melewati mereka semua.
Kizuna fokus dengan mengemudi kereta naganya.
__ADS_1
Sedangkan Glent dan Glant dengan semangat seekor naga tanah, mereka berlari dengan sekuat tenaga tanpa rasa takut menerjang kawanan binatang iblis.
Dengan demikian, tanpa di sadari mereka semua telah sampai di pintu masuk Hutan Kuil Kehidupan.