Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 22: Malam Yang Damai


__ADS_3

“Aku pikir kali ini aku mendapatkan sesuatu yang bagus.”


Rogant menatap ke arah bulan purnama dari sela-sela pepohonan sambil mengumumkan sesuatu dengan suara pelan.


Ada sedikit rasa senang saat dia berbicara, dia juga tersenyum lebih bahagia dari biasanya.


Setelah itu, Rogant menghela nafas panjang, ada sedikit kabut saat dia melakukannya menandakan bahwa udaranya semakin dingin.


“Huft~ Mungkin lebih baik aku memakai baju yang lebih tebal lagi.”


Menarik syal merah gelap favoritnya untuk membuat dirinya sedikit hangat, Rogant kembali berjalan menelusuri hutan yang gelap tanpa penerangan.


Penglihatan Rogant sedikit berbeda dari manusia biasa, dia bisa melihat di kegelapan layaknya seperti siang hari.


Berjalan selangkah demi selangkah di bawah langit malam, Rogant bersenandung dengan irama yang dia sukai.


Setelah itu, saat Rogant terus berjalan dan berjalan sesuai dengan irama musiknya.


Penglihatannya menangkap sebuah cahaya dari api unggun yang menari-nari, dan yang duduk di sana adalah seorang gadis kecil.


Gadis kecil sekitar umur 10 tahun, dengan rambut berwarna hitam malam yang terurai dan iris mata berwarna ungu indah.


Dia mengenakan jubah tebal berwarna hitam dengan sedikit garis-garis keunguan, dia adalah >Night Meily<, rekan Rogant.


Melihat itu, alis mata Rogant sedikit naik dan sedikit melembutkan senyumannya saat dia berjalan menghampiri gadis kecil itu.


“Hei, Meily. Maaf membuatmu menunggu”


“... Waah!!”


Di sapa dari belakangnya, Meily berteriak kaget saat dia sedang fokus menatap api unggun itu.


“Hmm~ Kenapa kau mengagetkanku?”


Sedikit kesal karena di kagetkan, Meily menyipitkan matanya menatap Rogant dengan tajam sambil menggembungkan pipinya.


Tapi Rogant hanya tertawa kecil menganggap bahwa reaksi itu cukup menggemaskan.


“Ahahaha, aku minta maaf, aku minta maaf. Aku hanya bermaksud menyapamu saja.”


“Kalau kau sudah selesai tolong berikan sinyal kepadaku, jadi aku bisa menjemputmu!”


Meily hanya semakin kesal walaupun Rogant sudah memberitahu yang sebenarnya.


Meskipun begitu, Rogant hanya mendesah dengan acuh tak acuh, lalu mengelus kepala Meily dengan sedikit kasar.


“Aku mengerti, ini salahku. Sebagai permintaan maaf aku akan memberi permen kesukaanmu lagi.”


“Aaah~ Tolong jangan perlakukan rambut Meily dengan kasar, dan jangan anggap Meily seperti anak kecil!”


“Tapi, bukannya Meily-chan memang masih anak kecil.”


Mengabaikan komplain Meily, Rogant hanya tersenyum bahagia dan terus memperlakukan nya seperti anak kecil.


Namun Meily segera membuang tangan Rogant yang mengelusnya dan berbicara sambil menyilangkan kedua tangannya.


“Tolong jangan menyebut Meily dengan tambahan '–Chan'. Bagaimanapun, aku sudah bukan anak kecil lagi.”


“Bukannya kau masih sepuluh tahun?”


“Aku sudah hampir mencapai tiga belas tahun, jadi Meily bukan anak kecil lagi!”


Meily terus berbicara dengan suara yang menggoda tidak seperti penampilannya.


Bahkan Rogant sedikit terkejut dengan perubahan ini, mereka sudah bersama selama tiga tahun.


Memang itu adalah waktu yang cukup lama untuk membuat sifat orang berubah, tapi perubahan pada Meily terlalu besar.


Dia sudah tidak bisa lagi mengingat Meily yang tiga tahun lalu, semuanya telah berubah.


—{Apa aku melakukan kesalahan dalam mendidiknya?}, Pikir Rogant dengan bingung.


Tapi, dia segera menggeleng pelan mengakhiri pemikiran yang tidak penting itu dan kembali menatap Meily.


“Ngomong-ngomong, apa kau tidak ingin permen ini? Anggap saja ini sebagai imbalan atas kerja kerasmu.”


Rogant berbicara dengan nada lembut sambil mengulurkan telapak tangannya dengan beberapa permen di sana.


Yah, Meily telah berkerja keras dalam membunuh bandit yang Rogant suruh, jadi memberinya beberapa hadiah mungkin akan sedikit menyenangkan hatinya.


Terpancing dengan godaan Rogant, mata Meily sedikit melirik ke arah permen yang ada di telapak tangan Rogant.


Tapi dia masih berpikir keras apakah lebih baik dia mengambilnya atau tidak.


Jika dia mengambilnya, maka dia akan di perlakukan seperti anak kecil yang dia benci.


Tapi, jika dia tidak mengambilnya, maka dia akan kehilangan permen kesukaannya, dia juga benci itu.


... Jadi apa yang harus dia pilih disini?


Setelah itu—

__ADS_1


“Hmm~ Apa boleh buat? Berikan itu kepadaku, aku akan memakannya jika kau tidak mau.”


—Dia menggapai telapak tangan Rogant dengan malu-malu.


Melihat itu, Rogant mengangkat bahunya dan menatap ke arah Meily yang wajahnya sedikit memerah.


“Kau tau, di negaraku orang-orang menyebut ini sebagai tsundere. Yah, tapi itu yang membuatmu sedikit manis.”


“Lagi-lagi Rogant mengatakan sesuatu yang tidak Meily mengerti, itu membuatku tidak senang!”


Mungkin kesal dengan kata-kata Rogant yang tidak berasal dari dunia ini, Meily mendengus dengan kesal dan memalingkan pandangannya dari Rogant ke permennya.


Yah, apapun tingkah laku Meily. Bagi Rogant dia tetaplah anak kecil yang menggemaskan.


Setelah itu, Meily membuka bungkus permen yang Rogant kasih dan memakannya dengan semangat.


Ada benjolan aneh di pipinya yang membuat nya semakin imut.


Dia sekarang sudah bisa membuka bungkus permennya dengan mudah, tidak seperti tiga tahun yang lalu.


—{Tapi... Yah, sepertinya Meily masih seperti anak kecil yang menyukai permen}, Pikir Rogant sambil melihat ke arah gadis kecil yang dengan bahagia mengemut permennya.


Lalu, dia duduk di potongan kayu yang di buat Meily untuk di jadikan kursi dan menatap ke arah api unggun yang menari-nari.


Melihat itu, Meily berjalan mendekati Rogant dan duduk dengan santai di pangkuannya.


“Aku pikir kau tidak ingin diperlakukan seperti anak kecil.”


“Hmm~ Ini adalah hak Meily untuk duduk di sini.”


“Begitukah?”


Meily tidak menatap ke arah Rogant saat dia berbicara, dan Rogant hanya menghela nafas lalu menatap kembali ke arah api unggun.


Atau mungkin lebih tepatnya dia menatap ke arah lempengan tipis yang bersinar warna hitam gelap di depannya.


Itu adalah papan status Rogant yang melayang di udara secara supranatural. Hanya dia yang bisa melihatnya.


...---[Profil >Divine Protection Pride System<]---...


[Name: >Night Rogant<]


[Species: >Overdevil<]


[Level: >???<]


[Health Point: >???<]


[Magic Point: >???<]


[Skill: >Zero<, >Despair Art's<, >Stealth<, >Nect<, >Deceive<, >Aura of Terror<]


[Magic: >Verblin<]


[Inventory: >The Rest of Pandora<, >Blade of Fear<, >Robes of Ugliness<, >Magic Stone<]


...[>System Shop<]...


Melihat statusnya yang mengalami beberapa perubahan sejak tiga tahun lalu, Rogant hanya merasa sedikit kecewa.


Asal kekecewaan berasal dari Unlimited Skill yang susah untuk di dapatkan.


Dia telah melakukan banyak hal selama tiga tahun ini untuk mendapatkan Unlimited Skill yang baru. Tapi, itu tidak semudah yang Rogant pikirkan...


“Hei, Pride-chan. Bagaimana caranya mendapatkan Unlimited Skill lagi?”


Rogant bertanya sambil menatap ke arah udara, dia mencoba untuk bertanya dengan System yang selalu mendukungnya.


Meily sedikit melirik saat Rogant mulai berbicara sendiri, tapi dia tau kalau Rogant sedang berbicara sama orang lain.


Dia sudah terbiasa dengan tingkah Rogant yang suka berbicara sendiri, jadi dia hanya mengabaikannya dan kembali menikmati permennya.


Lalu, sebuah suara muncul di dalam kepala Rogant. Suaranya terdengar halus seperti wanita dan penuh dengan loyalitas.


[Yah, ada beberapa syarat untuk mendapatkan Unlimited Skill, Master. Itu bukan sesuatu yang mudah untuk di dapatkan.]


“Syarat ya?”


Rogant merenung memikirkannya, lalu Pride System menjelaskannya dengan nada yang sama seperti sebelumnya.


[Syaratnya mudah, anda hanya perlu membunuh pengguna >System Seven Daily< lainnya dan mencuri inti Systemnya.]


Mata Rogant melebar terkejut dengan penjelasan yang tidak terduga itu. Dia mengernyitkan dahinya dengan serius.


Bagaimanapun, syarat yang di katakan Pride System itu terlalu berlebihan dan gila.


Membunuh sesama pengguna >System Seven Daily<. Bukankah itu artinya mereka dari awal memang di suruh untuk saling membunuh.


Itu berarti >System Seven Daily< adalah sebuah System yang khusus untuk orang-orang yang memiliki kesalahan di otaknya.


Yah, meskipun Rogant tidak terlalu suka mengatakannya.

__ADS_1


Ini seperti rencana busuk yang telah di buat oleh seseorang hanya untuk melihat orang lain saling membunuh.


Bukannya itu artinya sama saja seperti—


“Jika kalian ingin menjadi kuat, maka kalian harus saling membunuh.”


—Sudah pasti ini adalah hobi yang buruk.


Hanya orang sinting yang akan mengikuti permainan pembunuhan ini.


Tapi karena ini di dunia lain, jadi tidak akan di kenakan hukuman walaupun mereka saling membunuh.


Hukum rimba masih berlaku di dunia ini, yang kuat akan berkuasa, dan yang lemah akan binasa.


Rogant juga mengerti akan hal itu, makanya dia mencari seorang rekan kuat yang bisa membunuh pengguna >System Seven Daily<.


Jadi tidak akan aneh jika para pengguna >System Seven Daily< saling membunuh tanpa berpikir sama sekali.


Jika mereka haus akan kekuasaan dan kekuatan mereka tidak akan segan-segan untuk membunuh satu sama lain.


Memikirkan hal itu, Rogant menghela nafas berat dan menghilangkan papan statusnya.


“Yah, bukan berarti mereka di paksa saling membunuh. Jadi mungkin itu tidak benar.”


[Yup, seperti kata Master. Bagaimanapun dosa Kemalasan saat itu juga tidak terlihat berniat membunuh Master.]


“Tapi, jika itu memang benar. Di sini aku bisa percaya bahwa tidak akan ada pengguna >System Seven Daily< yang bersekutu.”


Jika perkataan Rogant itu benar, maka semuanya akan berubah menjadi sangat mudah. Tapi, jika salah—


Untuk membunuh satu saja sudah membuat Rogant sangat kesulitan dan tidak berdaya, apa jadinya jika mereka berkerja sama.


[Tenang saja, Master. Kurasa saya tidak yakin orang-orang sinting seperti mereka memikirkan sesuatu seperti berkerja sama.]


Pemikiran Rogant langsung di sadarkan oleh perkataan dari Pride System.


[Anda juga melihatnya, bukan? Kepribadian dosa Kemalasan seperti apa.]


“Kau benar juga.”


Mendengar kata-kata Pride System yang meyakinkan, Rogant hanya mengangguk paham.


Lagian jika mempertimbangkan kepribadian dari pengguna >System Seven Daily< itu sendiri juga penting.


Sangat tidak mungkin mereka bisa berkerja sama dengan baik.


Bagaimanapun, Mereka adalah orang sinting yang hanya hidup untuk memuaskan keinginan egoisnya sendiri.


Rogant segera menghilangkan pemikiran yang sebelumnya dan memalingkan matanya ke arah Meily yang dari tadi hanya diam.


Dia mengangkat tangannya dan mengelus kepala gadis kecil itu dengan lembut untuk mencari ketenangan.


Berpikir Meily akan marah lagi, secara tidak terduga dia hanya diam membiarkan Rogant mengelus kepalanya.


Itu membuat mata Rogant melebar keheranan, dan menghentikan tangannya.


Namun—


“Aaah~ Rogant benar-benar bodoh. Jika kau mengelus rambut Meily dengan lembut, maka aku tidak akan marah.”


—Meily mengatakannya dengan jelas sambil mendengus kesal.


Mendapatkan izin dari Meily, Rogant tersenyum lembut dan mengelus kepalanya kembali dengan sedikit kasar.


“Kau benar-benar yang terbaik, Meily!”


“Kyaaa~ Aku bilang pelan-pelan!”


“Ahahaha, aku mengerti, aku mengerti, Putri Meily. Bagaimanapun juga, kau adalah milikku.”


“Ugh...! Apa kau tau apa yang kau katakan?!”


Meily menjauh dari pangkuan Rogant dan menatap tajam ke arahnya dengan pipi yang memerah cerah.


Melihat itu, Rogant hanya mengedipkan matanya dan tersenyum lebar seperti seorang kakak yang suka menjahili adiknya.


“Yah, apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh? Apa Meily tidak menyukaiku?”


Menghadapi Rogant yang membuat serangan kejutan itu, Meily sedikit tersentak dan berbicara dengan nada kesal.


“Tentu saja, aku juga menyukai Rogant! Tapi aku tidak suka di perlakukan seperti anak kecil!!”


“Ahaha! Ya yah, Meily benar-benar sangat imut.”


“Lihatkan, Rogant sekali lagi memperlakukan ku seperti anak kecil! Jika tidak dihentikan, aku akan menggigitmu loh!”


Mendapatkan ancaman yang terdengar lucu itu, membuat Rogant semakin tertawa keras.


Tentu saja, Meily kesal dan benar-benar menyerang Rogant dengan gigitannya, tapi dia dengan mudah menghindarinya.


Meskipun Rogant tidak memiliki ilmu bela diri yang hebat, kalau hanya menghindari serangan kecil seperti ini dia masih bisa.

__ADS_1


Akan tetapi, akan sangat gawat jika Meily sampai memakai >Unique Bless: Shadow GardenSudah jelas, dia akan mati dengan sangat mudah, jadi lebih baik di sini Rogant mengalah dan berusaha untuk menenangkan hati Meily.


Sudah jelas, dia akan mati dengan sangat mudah, jadi lebih baik di sini Rogant mengalah dan berusaha untuk menenangkan hati Meily.


__ADS_2