
—Merambat-rambat, menjalar-jalar dan menelan isinya.
Kehitaman adalah bentuk dari ketakutan, semuanya hitam, semuanya gelap, ini adalah bentuk dari ketakutan sejati.
Merasa mual, perutnya terasa mual seakan-akan ada seseorang yang mengotak-atik isi perutnya.
Pergelangan tangan kanannya melemas dan sakit, itu sakit dan berdenyut-denyut.
Semuanya terisi, semuanya telah terisi sampai isinya tumpah. Itu gelap, itu hitam, seperti sebuah lumpur keburukan.
Lumpur itu tumpah dan mengotori hati kemanusiaan, semakin berat dan sakit, pada akhirnya hati itu hancur.
Sekarang semuanya kosong, namun, kekosongan itu segera di isi oleh lumpur keburukan, lumpur kejahatan, lumpur ketakutan, lumpur yang menjijikkan.
Kesadarannya terhuyung-huyung, terasa mual, terasa sakit, terasa berdenyut, itu perasaan yang tak tertahankan.
Namun, meskipun begitu, dia harus berjalan, dia harus bergerak, karena itulah yang selama ini dia lakukan.
Merebut kembali apa yang menjadi miliknya dan terus bergerak maju. Memungut kembali apa yang hilang darinya dan terus bergerak maju. Hanya itulah yang perlu dia lakukan...
—Apa sih yang sebenarnya dia inginkan?
Mengambil dan mencuri, memberi dan membuang, semua itu hanyalah rangkaian kehidupan yang menjijikkan.
... Dia harus berjalan dan bergerak maju.
—Apa sih yang dia lakukan?
Tubuhnya terpendam, tubuhnya tenggelam, tubuhnya tertelan oleh lumpurnya yang dia makan sendiri.
Dia akan mati jika dia tidak bergerak maju, dia harus mengulurkan tangannya dan menyelamatkan dirinya.
Dengan begitu, dengan melakukan itu Night Rogant menulis ulang kembali takdirnya.
---[★★★★★★]---
Air menetes dari langit.
Langit telah menangis meratapi dunia yang menyedihkan.
Hujan telah datang, hujan telah datang.
Burung-burung mulai bernyanyi memperingati seluruh mahkluk hidup.
Hujan turun dan membasahi tubuh Rogant yang pingsan, tubuhnya pingsan sambil berdiri.
Air menetes dan mengalir melewati tubuhnya.
Lalu, tiba-tiba tangannya berdenyut.
“HIIIEEEKKKHH—!!!”
Para Mot mendesis seperti bayi menangis, mereka mengutuk hujan yang datang.
Hujan menyebalkan, hujan mengacaukan, mereka akan membasahi sayap buruk mereka. Para Mot membenci hujan...
Binatang iblis yang seperti ngengat itu tidak menyukai hujan karena itu akan membasahi tubuh mereka dan membuat mereka susah bergerak.
“HIIIEEEKKKHH—!!! HIIIEEEKKKHH—!!!”
“HIIIEEEKKKHH—!!!”
Mereka mengibaskan sayap mereka seraya mendesis seperti bayi menangis.
Suara mereka sangat berisik sampai memekakkan telinga.
Mereka semua mulai berterbangan ke sana ke sini dengan panik untuk menghindari air hujan yang turun.
Mereka itu toIoI, jadi mereka tidak akan pernah berpikir untuk dengan tenang berlindung di bawah pohon atau menggali tanah. Mereka hanya mahkluk bengis...
Mereka cuma memiliki otak yang menjijikkan, dimana mereka hanya menyukai penyiksaan dan pembunuhan.
Mereka hanya perlu makan dan bertambah kuat. Mereka hanya perlu menjadi kuat untuk bisa bertahan hidup, mereka tidak perlu menjadi pintar.
Begitulah mereka. Jadi, saat hujan turun pun mereka hanya bisa menggeliat di sekitar tempat itu seperti orang mabuk.
Namun, di saat mereka lengah—
“HIIIEEEKKKHH—!!!”
—Salah satu dari mereka terbunuh dengan tubuh yang di tebas.
Seketika itu, seluruh Mot menjadi diam dan memperhatikan mayat temannya yang mati.
Tapi, bukannya membantu atau waspada, mereka malah menertawakan temannya yang mati. Bahkan ada yang mencoba untuk memakannya.
__ADS_1
“Oh ayolah, apa kalian selalu seperti ini? Menjijikkan.”
Suara datang dari belakang mereka.
Terpikat oleh suara itu, para Mot membalikkan tubuhnya yang besar dan menoleh ke sumber suara tersebut.
Di sana mereka melihat seorang pemuda laki-laki dengan rambut berwarna putih yang bersinar seperti cahaya bulan.
Pemuda itu dengan senyuman lembut meremehkan mereka semua.
Iris matanya yang hitam dan gelap terlihat seakan-akan dia sedang mengemban kutukan yang besar.
Namun, yang paling menarik perhatian dari pemuda itu adalah penampilannya. Dia tidak terlihat seperti seorang manusia.
Di tangan kanannya terdapat sebuah pedang, itu hitam dan menjijikan, seperti mahkluk hidup yang berdenyut-denyut.
Seperti kulit bagian dalam manusia yang terbuka keluar, sesuatu yang seperti itu menempel di lengan kanan pemuda putih itu dan membentuk sebuah pedang besar.
Menakutkan dan menjijikan, itu kata yang tepat untuk menggambarkan senjata itu.
Itu adalah >Pedang Iblis Schrik< yang telah menyatuh dengan tubuh >Night Rogant<
“HIIIEEEKKKHH—!!! HIIIEEEKKKHH—!!!”
“HEEEIIIKKKHHH—!!!”
Para Mot mulai mengeluarkan suaranya yang terdengar seperti bayi menangis. Mereka semua menertawakan penampilan Rogant yang aneh.
Mereka menertawakan Rogant yang datang sendirian menghadapi mereka semua.
Dia pasti bodoh, dia pasti toIoI, kalau begitu kita bisa menang, pikir otak menjijikkan mereka.
Dengan begitu, para Mot mulai terbang, mereka bahkan tidak pernah berpikir untuk berkerja sama.
Mereka secara acak-acakan terbang dan menerjang tubuh Rogant dengan kecepatan yang menakutkan.
“Dasar toIoI.”
Mengangkat tangan kanannya yang sekarang berubah menjadi pedang besar nan menjijikkan, Rogant memasang kuda-kuda.
Tapi, tidak terlihat santai, dia memasang kuda-kuda seperti seorang pendekar yang berpengalaman dan mengayunkan pedang besar nan menjijikkan itu dengan kuat.
Tapi bukan untuk menyerang, Rogant membuat debu untuk mengacaukan mata para Mot.
“HIIIEEEKKKHHH—?!!”
Asap debu itu dengan cepat menghilang karena tetesan air hujan, begitu juga dengan Rogant.
“HIIIEEEKKKHHH—?!!”
Mereka semua mendesis seperti bayi menangis, mereka panik, mereka kehilangan keberadaan Rogant.
“Hei, aku di sini.”
Mendengar suara yang datang entah dari mana, para Mot mulai mendesis lagi seperti bayi menangis dan menolehkan tubuh mereka ke sumber suara tersebut.
“HIIIEEEKKKHH—?!!”
“Baiklah, kurasa ini menjadi sedikit menyenangkan.”
Entah bagaimana, Rogant muncul di atas punggung salah satu para Mot. Seketika itu juga salah satu dari Mot mati.
Punggungnya di tusuk dengan pedang besar nan menjijikkan itu dengan kejam.
Darah merah kehitaman mulai bermuncratan dari luka tusukannya dan tubuhnya terjatuh seperti boneka yang talinya terputus.
“HEEEIIIKKKHHHH—!!! HIIIEEEKKKHHH—!!!”
Mot lainnya mulai menertawakan temannya yang mati. Mereka sama sekali tidak khawatir, karena mereka yakin mereka kuat.
Para Mot itu benar-benar berpikir bahwa mereka adalah mahkluk yang terkuat.
Jika teman mereka mati, tidak ada satupun dari mereka yang akan peduli dengannya, mereka hanya perlu membalaskan dendam dari teman mereka yang telah mati saja.
Tapi, tidak ada satupun dari mereka yang ingin mati demi teman mereka sendiri.
Dengan pemikiran seperti itu, mereka dengan penuh percaya diri menyerang Rogant yang telah membunuh salah satu dari teman mereka.
“HIIIEEEKKKHH—!!!”
Mereka terbang dan menerjang Rogant dengan tubuh mereka yang besar. Kaki buruk mereka berhasil menangkap tubuh Rogant.
Mereka menggenggam erat tubuhnya dan memakan kepalanya terlebih dahulu, lalu membuangnya ke pohon-pohon di hutan.
Kepalanya telah hilang, tubuh Rogant tergeletak di tanah dengan darah yang bermuncratan, dia mati.
__ADS_1
Namun—
“Yap, beginilah caranya bertarung.”
—Menulis ulang kembali takdirnya, Rogant muncul di salah satu punggung para Mot.
“HIIIEEEKKKHH—?!!”
Kawanan Mot itu tersentak, wajah mereka semua menggambarkan bahwa mereka terkejut dan bingung.
—Bagaimana bisa dia ada di sini?!
Yah, jika mereka punya akal untuk bisa bicara, pasti itu yang akan mereka katakan.
“Ha-ha! Matilah!”
Segera, Rogant menusuk punggung Mot yang dia naiki dan mengoyaknya menjadi dua menggunakan pedang besar nan menjijikkan seraya dirinya menyeringai dengan lebar.
”HIIIEEEKKKHH—!!!”
Mot itu menjerit keras seperti bayi menangis di bawah rasa sakit dan penderitaannya.
Tubuhnya terkoyak sampai menembus ke perut bagian bawahnya membuat darah dan jeroannya bertumpahan di tanah.
Tubuhnya yang masih kejang-kejang akhirnya mati dan terjatuh ke bawah seperti boneka yang talinya terputus.
“Oh betapa kasihannya, sungguh mahkluk yang menyedihkan. Baiklah, selanjutnya siapa?”
Rogant tersenyum, itu adalah senyuman lebar bak seorang iblis. Tatapannya yang gelap mengintip jiwa para Mot.
“HIIIEEEKKKHH—!!!” Jerit para Mot dengan suara bayi menangis yang memekakkan.
Mereka kacau, teman mereka satu per satu sudah mati, mereka takut. Jadi dengan otak mereka, mereka mencoba untuk berpikir.
Memikirkan sebuah rencana yang bagus untuk membunuh lawannya, karena mereka tidak pernah menganggap diri mereka sendiri toIoI.
Jadi, pasti rencana mereka akan berhasil. Jika, itu tidak berhasil, itu juga bukan salah mereka.
Itu semua salah teman-teman mereka yang tidak berguna dan toIoI.
Dengan demikian, mereka memutuskan untuk menyerang Rogant secara bersamaan.
Dari kiri dan kanan, belakang dan depan, para Mot telah berhasil mengepung Rogant.
“Yah, sungguh hebat kalian bisa berpikir untuk berkerja sama seperti ini. Tapi, aku kecewa, kalian benar-benar toIoI. Apa hanya ini yang bisa kalian pikirkan?”
“HIIIEEEKKKHH—!!!”
Para Mot yang merasa diri mereka di hina, langsung menerjang tubuh Rogant secara bersamaan dengan suara mendesis seperti bayi yang menangis.
Mereka akan mengoyak-koyak pemuda itu yang beraninya menghina mereka.
Mereka akan menghancurkan pemuda itu yang beraninya meremehkan mereka.
Saat mereka membayangkan pemuda itu yang menangis dan menderita meminta tolong, wajah mereka menyeringai.
Mereka tertawa dengan suara yang menjijikkan, mereka sudah tidak sabar untuk melihat raut wajah putus asa pemuda itu saat mereka menyiksanya.
Itu adalah hal yang paling nikmat saat mereka melawan seorang manusia.
Namun, meskipun dalam situasi seperti itu, Rogant hanya menghela nafasnya.
“Haahh... Membosankan.”
Dia berkata.
Tak kala di saat yang bersamaan, Rogant mengangkat tangan kirinya yang tidak di telan oleh lumpur keburukan dan membuat suara yang keras.
Itu adalah suara dari jari yang saling bergesekan. Yah begitulah...
Rogant menjentikkan jarinya.
Seketika itu juga—
“HIIIIIEEEEEKKKKKHHHHH—!!!”
—Seluruh Mot terbelah, tubuh mereka terbelah dari punggung menembus sampai ke perut bagian bawah mereka.
Itu adalah kematian yang serupa seperti teman mereka sebelumnya.
Yah, mereka semua di bantai hanya dalam sekejap mata.
Ini adalah kekuatan sejati dari >System Seven Daily< yang mengemban dosa Kebanggaan.
>Soul Resonance< telah di aktifkan.
__ADS_1