
Kebisingan di sana-sani, furnitur bangunan yang tampak unik seperti bangunan Eropa zaman pertengahan berjejer rapi.
Banyak orang yang berjalan-jalan di sana-sini dengan senyuman damai. Di antara mereka ada juga orang dengan telinga kucing atau anjing.
Semua orang memiliki variasi ras yang berbeda-beda, namun mereka masih bisa melakukan komunikasi dengan baik.
Bukan hanya itu, ada juga orang yang menaiki kereta kuda dan berjalan di sekitar jalanan seolah-olah itu adalah hal yang biasa.
Seorang yang tampak seperti ksatria dengan zirah perak berjaga di penjuru kota untuk menjaga ketertiban kota.
Bagi Rogant ini adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu yang seperti ini. Matanya melebar penuh kekaguman.
Sekali lagi dia menyadari bahwa dirinya saat ini tidak berada di bumi, melainkan dunia fantasi yang menakjubkan.
“Fiuh~ Ini pertama kalinya aku melihat Ibu kota secara langsung, bagaimana denganmu Meily?”
“Ini juga pertama kalinya aku ke sini.”
Meily yang melihatnya juga terdiam kagum dengan pemandangan kota yang menakjubkan itu.
Dia melihat ke sana-sini untuk membakar pemandangan itu di ingatannya. Rogant tersenyum tipis melihat tingkah lakunya.
Bagaimanapun, sekarang mereka akhirnya sampai juga di Ibukota Kerajaan Lavendel setelah berjalan selama satu minggu.
“Yah, bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar?”
“Bolehkah?!”
Mata Meily berbinar-binar dengan semangat, Rogant tidak menduga kalau dia akan sangat bersemangat seperti ini.
Sebenarnya Rogant ingin menyelesaikan tugas nya di Ibukota dengan cepat dan menuju ke tujuan selanjutnya.
Tapi, setelah melihat Meily yang sangat bersemangat, mau tidak mau mereka harus sedikit memundurkan jadwal mereka.
Lagian mereka sudah melakukan perjalanan panjang dan lelah, jadi tidak ada salahnya untuk sedikit bersenang-senang.
“Yah, baiklah. Tapi, hanya sebentar saja, kau mengerti?”
Mendengar itu, Meily tersenyum lebar sambil berteriak “Horee!”. Rogant hanya menghela nafasnya dan menepuk kepala Meily.
“... Dan, jangan pernah melepaskan mantel ini saat bermain.”
“Hmm~ Kenapa?”
Perkataan Rogant membuat Meily memiringkan kepalanya kebingungan.
Untuk menjawabnya, dia menoleh ke arah orang-orang yang ada di sekitar, Meily juga mengikuti pandangan Rogant.
“Lihatlah, apa kau melihat ada orang yang mempunyai rambut hitam dan putih?”
Setelah mengatakan itu, Meily akhirnya mengerti apa maksud Rogant.
Memang, tidak ada satupun dari orang-orang di sekitar mereka yang mempunyai rambut hitam dan putih.
Kebanyakan dari mereka berambut coklat, jingga, hijau, biru, dan blonde.
Tidak ada satupun dari mereka yang mempunyai rambut hitam legam dan putih cerah, jadi mereka bisa menarik perhatian jika Rogant dan Meily membuka jubahnya.
Mengetahui itu Meily mengangguk paham dengan maksud Rogant.
“Hmm~ Aku mengerti. Meily tidak akan membuka mantelnya.”
“Bagus. Karena mantel ini mantel sihir, jadi kau tidak akan menarik perhatian juga saat memakainya.”
Mantel itu memiliki nama >Robes of Ungliness< yang memiliki efek untuk membuat pemakainya tidak diperhatikan.
Mantel itu terbuat dari benang sihir yang langka lalu mengubahnya menjadi mantel yang memiliki efek khusus.
Jika seseorang melihat mereka berdua, maka si penglihat hanya akan mengabaikannya seperti orang biasa pada umumnya.
__ADS_1
Dengan begitu mereka bisa berbaur dengan keramaian tanpa menarik perhatian orang-orang.
Namun, efeknya akan lemah kepada orang yang mengetahui atau kenal dengan pemakainya tersebut.
Itu adalah mantel sihir yang di ambil Rogant di salah satu desa yang dia hancurkan.
Karena Rogant penasaran dengan sesuatu seperti alat sihir, dia selalu mengambil mereka untuk dirinya sendiri.
“Baiklah, semuanya juga sudah selesai. Bagaimana kalau kita mencari sesuatu untuk di makan?”
“Aaah~ Itu ide yang bagus. Ini adalah sebuah kencan!”
“Eh?”
Rogant sedikit tersentak saat mendengar kata 'Kencan', dia benar-benar sama sekali tidak memikirkan hal itu.
Kencan adalah sesuatu yang sering di lakukan oleh sepasang kekasih, perempuan dan laki-laki.
Jadi, apa ini juga bisa di anggap 'Kencan'? Bagi Rogant, Meily hanyalah sekedar pion yang berguna untuknya.
Namun, selain itu, dia juga seorang perempuan meskipun masih anak-anak bagi Rogant. Jadi, bisa di bilang ini juga kencan.
[Ini bisa di anggap sebagai tindakan 'Selingkuh', Master.]
“Diamlah!”
Rogant semakin bermasalah saat Pride System mengatakan sesuatu yang tidak penting di saat seperti ini.
Memang benar, karena secara resmi dia memiliki kekasih yang bernama >Pandora<.
Dia adalah seorang perempuan dengan rambut berwarna putih panjang yang berkilau indah, iris mata yang berwarna biru semurni langit, dan suara yang seperti nyanyian peri.
Jadi itu artinya, jika dia pergi kencan dengan perempuan lain selain >Pandora<, maka itu bisa di anggap sebagai tindakan perselingkuhan.
Meskipun >Night Rogant< adalah orang yang mengemban dosa Kebanggaan dengan kejeniusan di atas rata-rata.
—Apa dia perlu menerima ajakan Meily atau tidak?
Berpikir keras tentang hal itu, akhirnya Rogant sampai pada kesimpulannya.
—{ Meily masih kecil, jadi ini tidak di anggap sebagai 'Kencan', mungkin?}, Pikir Rogant dengan sangat yakin dan ragu.
Selagi dia memikirkan hal yang tidak berguna seperti itu. Seseorang menarik ujung jubahnya.
“Hei, Rogant. Ayok, kita ke sana, sepertinya di sana ada sesuatu.”
Itu adalah Meily yang dengan acuh tak acuh menunjuk ke arah salah satu stan makanan yang terlihat sangat ramai.
Di sadarkan dengan tingkah laku Meily yang sangat bersemangat, Rogant hanya menghela nafas berat dan dengan pasrah menyetujuinya.
Setelah itu, mereka pergi berjalan ke arah stan makanan itu dengan Meily yang menarik tangannya.
Meskipun mereka menarik perhatian, tapi tidak ada satupun yang melirik ke arah mereka.
Akan sangat merepotkan jika mereka berurusan dengan para ksatria Kerajaan, mereka ke sini bukan untuk mencari masalah.
Jadi untuk jaga-jaga Rogant juga mengaktifkan Skill >Stealth< nya untuk menghilangkan hawa keberadaan mereka berdua.
Tapi, mereka juga tidak boleh terlalu terlihat mencurigakan.
—{Yah, karena ada Meily kurasa semuanya akan baik-baik saja}, Pikir Rogant saat melihat gadis kecil yang sama sekali tidak waspada.
Berkat Meily, mereka jadi tidak terlihat terlalu mencurigakan. Hanya terlihat seperti sepasang adik kakak biasa yang berjalan-jalan di kota.
“Waah~ Rogant lihatlah! Ini terlihat enak!”
Meily dengan senyuman bahagia menatap ke arah makanan yang terlihat seperti sate bakar.
Melihat itu, Rogant hanya menghela nafasnya dan berjalan mendekati Meily dengan santai.
__ADS_1
“Yah, kurasa sedikit rileks juga tidak buruk.”
“Apa kau mengatakan sesuatu, Rogant?”
Di tatap bingung oleh Meily, Rogant tersenyum lembut dan mengelus kepala Meily.
“Tidak. Tidak ada, hanya saja seperti yang aku pikirkan, Meily hanyalah anak kecil.”
“A-Apa?! Meily bukan anak kecil!”
“Ya yah, jadi apa kau mau aku belikan sate ini?”
Mengabaikan Meily yang marah, Rogant dengan acuh tak acuh mengubah topik pembicaraannya.
Tapi, sepertinya Meily hanya semakin kesal, dia menghentakkan kakinya ke tanah dan membentak Rogant.
“Tunggu Rogant! Sudah aku bilang Meily bukan anak kecil, jangan mengabaikanku!”
“Hei, Paman. Tolong berikan aku sate ini 2 tusuk.”
“Siap, bos!”
Dengan sengaja mengabaikan Meily, Rogant dengan santai memesan makanannya kepada paman penjaga stan itu.
Paman itu dengan semangat membolak-balik sate nya dan suara bara apinya yang retak terdengar nyaman di telinga Rogant.
Sedangkan Meily yang secara total di abaikan begitu saja, menggembungkan pipinya dengan cemberut.
Dia semakin kesal dan kesal, lalu kekesalan itu di teriakan.
“Meily bukan anak kecil–!!”
Di luar perkiraan, teriakan Meily membuat orang-orang yang berlalu lalang menoleh ke arahnya.
Tapi, setelah itu mereka kembali lagi berjalan seakan-akan itu adalah hal yang biasa.
Mengetahui itu, Rogant berjalan santai ke arah Meily dan memberinya sate bakar yang sudah jadi setelah dia membayarnya.
Jangan di tanya dari mana dia mendapatkan uangnya. Lebih baik melupakan hal itu dan menikmatinya.
“Baiklah, aku minta maaf. Untuk sekarang cobalah ini, rasanya enak.”
Meskipun masih terlihat kesal, Meily tetap mengambil sate bakar itu dari tangan Rogant.
Memakan satu tusukan daging bakarnya, mata Meily kembali bersemangat seolah-olah melupakan amarahnya yang sebelumnya.
Melihat itu, Rogant mengendus lelah dan juga menggigit sate bakar miliknya.
Namun, sama sekali tidak reaksi di wajahnya, malahan dia sedikit mengerutkan keningnya dan berkata.
“Ini sedikit asin.”
Sepertinya, lidah Rogant tidak cocok dengan masakan yang ada di dunia itu. Tapi, dia memaksakan dirinya untuk memakannya.
Setelah itu, mereka kembali berjalan-jalan di sekitar kota itu. Rogant hanya mengikuti Meily dengan senyuman lembut.
Tidak ada yang aneh, semuanya berjalan dengan damai tanpa adanya masalah.
Meskipun sebelumnya Meily sedikit membuat keributan, tapi Rogant hanya mengabaikannya seperti itu bukan masalah besar.
Karena orang-orang hanya akan mengabaikan mereka, semuanya berkat efek dari mantel sihir yang mereka pakai.
Namun—
“... Meily... Chan...”
—Satu orang dengan rambut pirang yang cerah dan iris mata berwarna merah yang penuh dengan kemarahan.
Siluet yang terlihat seperti gadis kecil itu sama sekali tidak terpengaruh dengan efek mantel sihir tersebut.
__ADS_1