Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 34: Tingkat Kesulitan Kuil Kehidupan


__ADS_3

Seluruh ruangan menjadi hening setelah perkataan Rogant sebelumnya, di situasi seperti itu Meily mengangkat tangannya.


Itu adalah sesuatu yang tidak terduga. Mata Rogant melebar keheranan dan memalingkan pandangannya ke arah Meily.


Kizuna juga terkejut, dia tidak percaya kalau Meily lah yang pertama kali akan berbicara.


Namun sama sekali tidak menyadari keterkejutan mereka berdua, Meily berbicara dengan suara yang menggoda.


“Hmm~ Sebenarnya Meily sedikit bingung, kenapa kita perlu ke sana? Bukannya tempat itu berbahaya.”


“Meily-chan!”


Dengan wajah serius, Kizuna membentak Meily setelah dia mendengar perkataannya. Itu membuat Meily sedikit tidak senang.


Tapi, Meily menahan amarahnya dan memalingkan pandangannya dengan cemberut.


Alasan Kizuna marah adalah karena Meily terlalu jauh dalam bertindak, dia tidak bisa memahami suasananya.


Rogant mengatakan bahwa dia ada urusan penting di >Kuil Kehidupan<, jadi Kizuna yakin bahwa itu pasti sesuatu yang sensitif.


Sesuatu yang sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata saja.


Akan tetapi, mengesampingkan hal itu...


... Sebenarnya Kizuna juga ingin tau jawabannya, tapi dia selalu ragu untuk menanyakannya.


Itu wajar saja, lagian >Kuil Kehidupan< adalah sebuah legenda yang semua orang mengetahuinya.


>Kuil Kehidupan< di kenal sebagai tempat pemakaman salah satu tujuh dosa besar yang mengemban dosa Kerakusan.


Saat ini tempat itu menjadi sarangnya para binatang iblis yang lebih kuat dan ganas dari biasanya.


Untuk memasuki tempat itu kau harus siap untuk menerima kematian, menerima penderitaan, dan menerima ketakutan.


Namun, terkadang masih saja ada orang bodoh yang mencoba untuk memasukinya.


Mereka adalah orang-orang toIoI yang mencoba untuk menantang nyawa mereka.


Semua orang ingin tau misteri dari >Kuil Kehidupan< tersebut, banyak yang mengatakan di sana ada darah naga ilahi.


Hanya setetes dari darah naga tersebut, kau bahkan bisa membuat tanah yang mati menjadi kaya akan kesuburan.


Hanya setetes dari darah naga tersebut, kau bahkan bisa menghidupkan seseorang yang sudah mati dan mendapatkan keabadian.


Namun sampai sekarang belum ada satupun eksistensi yang berhasil mencapai ke >Kuil Kehidupan<


Karena tingkat kesulitannya terlalu mustahil untuk bisa menaklukkan >Kuil Kehidupan< tersebut.


Ada tiga tantangan yang harus kau hadapi terlebih dahulu sebelum bisa sampai ke sana.


Pertama adalah hutan hujan yang di penuhi dengan binatang iblis yang kuat dan ganas.


Di katakan binatang iblis yang ada di sana jumlahnya itu tidak terbatas, mereka akan terus bermunculan entah darimana.


Keganasan binatang iblis di sana juga tidak bisa di bandingkan dengan binatang iblis biasa yang sering kau temukan.


Salain binatang iblis, kau juga perlu menghadapi hutan itu sendiri. Kondisi alam di sana sangat buruk.


Di katakan sekali kau memasukinya, maka kau tidak akan pernah kembali lagi. Itu seperti sebuah labirin besar.


Dan yang ketiga adalah salah satu dari >The Five Great Devils< yang saat ini sedang bersarang di hutan hujan tersebut.


Hingga saat ini tidak ada seorangpun yang berhasil kembali hidup setelah memasuki tempat itu.


Semua orang tau tentang hal itu, tapi Rogant tetap mengatakan bahwa dia perlu ke sana untuk urusan yang penting.


Kizuna berpikir kalau Rogant pasti menginginkan darah naga tersebut, tapi sayangnya itu salah.


Memiringkan kepalanya, Rogant menjawab dengan santai pertanyaan dari Meily.


“Yah, karena di sana ada seorang gadis yang sedikit membuatku penasaran.”


“Aaah~”


“Eh...?”


Seakan-akan waktu berhenti, Kizuna dan Meily sama-sama terkejut dan berseru dengan suara konyol.


Atau lebih tepatnya, hanya Kizuna saja yang terkejut. Pikirannya tidak bisa menangkap kata-kata Rogant dengan benar.


Tapi Meily memahami semuanya, itu juga membuat Kizuna terkejut.


Rasanya suasana tegang yang sebelumnya hanya sebuah lolucon, sekarang pikiran Kizuna menjadi kosong.


Namun Rogant hanya mengabaikannya dan melanjutkan penjelasannya.


“Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa terdapat seorang gadis berambut putih yang tinggal di sana. Aku hanya ingin memastikan hal itu saja.”


“Hmm~ Meily mengerti.”


Dengan suara menggoda yang tidak seperti penampilannya, Meily menyatakan bahwa dia mengerti tanpa bertanya lagi.


Memang masih banyak dari perkataan Rogant yang perlu di pertanyakan, tapi Meily sama sekali tidak memperdulikannya.


Tugas Meily hanya melindungi Rogant saja, kalau soal pemikiran atau rencana seperti ini. Meily sama sekali tidak dapat membantu.


Jadi dia hanya bisa mengatakan mengerti dan mengikuti semua perintah Rogant.


Akan tetapi, dari mereka bertiga hanya ada satu orang yang ketinggalan pembicaraan.


... Itu adalah Kizuna yang dari tadi masih diam membeku.


Rogant memalingkan pandangannya ke arah Kizuna dengan tatapan penasaran dan bertanya.

__ADS_1


“Apa kau baik-baik saja, Kizuna?”


“... Eh? Ah! Yah, aku baik-baik saja, Tuan.”


Mendapatkan pertanyaan dari Rogant, Kizuna tersentak kaget dan akhirnya tersadar kembali dengan dunia nyata.


Pipinya sedikit memerah karena malu dengan apa yang baru saja dia pikirkan.


Imajinasi seorang wanita memang tidak bisa di remehkan, tapi terkadang itu juga bisa membuat dirinya mudah untuk salah paham.


“... Ugh! Ini memalukan.”


Tidak ingin seseorang melihat dirinya yang sekarang, Kizuna menundukkan kepalanya dengan sedih.


Rasanya seperti dia tidak bisa mengendalikan dirinya seperti biasa, perasaannya terombang-ambing dengan penuh kegelisahan.


Hal itu membuat Kizuna tampak seperti orang lain, dia merasa dirinya dikendalikan oleh sesuatu yang tidak terlihat.


Dia masih bingung dengan perasaannya sendiri.


Rogant yang melihat itu, dengan senyuman lembut, menghela nafasnya dan mengangkat tangannya.


Dia meraih kepala Kizuna dan mengelusnya dengan lembut, lalu melontarkan kata-kata manis.


“Kizuna, aku membutuhkanmu. Maukah kau ikut bersamaku?”


Mata Kizuna melebar terkejut, perkataan Rogant sekali lagi telah menggerakkan hatinya.


Telinga rubah miliknya memerah, sembilan ekornya bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri dengan gembira.


Pipinya semakin memerah sampai mewarnai seluruh wajahnya, dengan senyuman bahagia Kizuna hanya mengangguk pelan.


Itu adalah jawabannya yang dia berikan. Rogant mengangguk puas dan mengelus kepala Kizuna sekali lagi.


Hal itu membuatnya semakin bahagia dan bahagia. Yah, meskipun dia sedikit malu.


Sedangkan Meily yang melihat kejadian itu, melompat dari kursinya dan mendekat ke arah mereka berdua.


“Hei, mau sampai kapan kalian bermesra-mesraan. Yang berhak di elus oleh Rogant hanya Meily saja, itu hak Meily!”


Menggembungkan pipinya dengan cemberut, Meily memisahkan tangan Rogant yang mengelus kepala Kizuna.


Itu membuatnya sedikit kecewa, tapi karena dia malu untuk mengungkapkannya. Kizuna hanya diam saja.


Rogant yang melihat hanya menghela nafas lelah dan mengalihkan pandangannya kearah Meily.


“Meily, kau tidak boleh serakah.”


“Itu bukan urusan Meily. Yang hak Meily ya hak Meily, hanya Meily yang boleh melakukannya.”


“Umm~ Tuan, aku tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir...”


Rogant terlihat bermasalah dengan situasi ini, dia berpikir keras untuk mencari cara kabur dari situasi seperti ini.


Apa yang akan di lakukan oleh Rogant untuk menghadapi situasi seperti ini?


Jika ada seseorang yang bisa membantunya, itu hanya ada satu eksistensi saja.


“Pride-chan, tolong aku.”


Mendengar suara pertolongan dari Masternya, Pride System terdengar sedikit kesal saat dia membalasnya.


[Saya sarankan untuk anda tidak menambah seorang wanita lagi, jika terus seperti ini. Anda tidak akan bisa mengelak kalau Pandora-sama ada di sini dan marah.]


“Kau benar-benar jahat ya, Pride-chan.”


[Ini semua salah Master.]


Semuanya hanya semakin tambah merepotkan saja, Rogant juga tidak mendapatkan pertolongan dari rekannya.


Dia hanya mendapatkan sarkasme yang membuatnya semakin bermasalah saja.


Menghela nafasnya panjang, Rogant menepuk tangannya dengan keras dan membuat satu ruangan itu diam.


“Baiklah, aku pikir ini sudah melenceng jauh dari pembicaraan kita. Jadi bisakah kita fokus sekali lagi ke topik sebelumnya.”


“Hmm~ Yah, jika Rogant mengatakan itu.”


“Apapun keinginan, Tuan.”


Saat semuanya kembali diam, Rogant mengangguk puas dan melanjutkannya.


“Baiklah, sudah sampai mana kita sebelumnya?”


“Umm... Tuan, ada sesuatu yang ingin saya katakan.”


“Apa itu?”


Yang mengangkat tangan dan mengatakan hal itu adalah Kizuna, dia membuat raut wajah yang serius saat berbicara.


Kizuna memiliki tingkat adaptasi yang bagus, sehingga dia langsung bisa menyesuaikan dirinya dengan suasananya.


Seperti yang di duga dari salah satu mahkluk agung dan pemimpin dari distrik lampu merah.


Kemampuannya dalam mengendalikan situasi dan suasana benar-benar luar biasa.


Menggerakkan bibirnya yang menggoda, Kizuna mengatakan sesuatu yang di luar dugaan.


“Pedang Suci generasi sekarang, Patrecia Van Strovius. Pernah sekali menantang >Kuil Kehidupan<”


Rogant mengernyitkan dahinya saat mendengar informasi itu, sedangkan Meily hanya dengan santai mendengarnya.


Karena kejadian sebelumnya, saat ini Meily duduk di pangkuan Rogant dan membuat suasana seakan-akan tidak tertarik dengan pembicaraan mereka berdua.

__ADS_1


Rogant telah membuatnya diam dengan membiarkannya duduk di pangkuannya dan memakan beberapa permen kesukaannya.


Sedangkan Kizuna hanya bisa melihat Meily dengan tatapan iri dan mengabaikannya. Dia harus fokus agar tidak mengecewakan Rogant.


Akan tetapi, Rogant sama sekali tidak memperdulikannya, dia hanya mengfokuskan dirinya dengan pembicaraannya saja.


“Jadi, apa Pedang Suci itu berhasil?”


Ada sedikit kesedihan dan keraguan di dalam kata-kata Rogant. Dia masih ragu apakah informasi itu benar atau tidak?


Jika benar, maka dia harus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak dia inginkan.


>Pedang Suci< adalah eksistensi manusia terkuat di seluruh dunia. Tidak mungkin bagi dirinya untuk bisa gagal.


Teknik pedangnya bisa membelah dimensi dan dunia dengan sangat mudah.


Keberadaannya membuat seseorang merasa aman berada di dekatnya.


Langkah kakinya akan selalu membuatnya di puji di manapun dia berada.


Tatapannya tidak akan membiarkan penjahat kabur dari pengejarannya.


Bakatnya akan memaksamu mengetahui Ketidakadilan Dewa.


Dia seakan-akan seperti sebuah menara yang tinggi, suasana di sekelilingnya akan dengan sendirinya selalu mengikutinya di manapun dia berada.


Tidak ada satupun eksistensi yang bisa membunuhnya atau mengalahkannya.


Dari semua generasi Pedang Suci, bisa di bilang generasi yang sekarang adalah yang terkuat.


Dia adalah maha karya dari para dewa, semua keinginan yang dia inginkan, maka dewa akan mengabulkannya.


Jiwanya yang merupakan seorang ksatria di antara para ksatria membuatnya sulit untuk di benci.


Itu juga yang membuat Kerajaan-Kerajaan lainnya membuat perjanjian agar Pedang Suci tidak melewati perbatasan wilayah Kerajaan Lavendel.


Rogant telah mencari semua informasi tentang Pedang Suci, dan semua informasi yang dia dapatkan selalu mengejutkannya.


Dia langsung mengklarifikasikan Pedang Suci sebagai keberadaan yang setara dengan para Dewa.


Sangat mustahil bagi orang seperti itu, bisa gagal dalam menaklukkan >Kuil Kehidupan<


Namun, pemikiran seperti itu langsung di putar balikkan dengan kata-kata Kizuna selanjutnya.


“Pedang Suci gagal menaklukkan >Kuil Kehidupan


Mata Rogant melebar keheranan, dia benar-benar tidak menduga hal tersebut.


Dari segala pemikiran dan kemungkinan yang telah dia pikirkan benar-benar di hancurkan dengan mudah.


Bagaimana bisa Pedang Suci itu gagal menaklukkan >Kuil Kehidupan<.


Apa ada suatu alasan yang membuat eksistensi seperti itu bisa gagal? Tidak, pasti ada. Jika tidak ada, maka itu sangat mustahil.


Jika itu dia, Rogant yakin dia akan dengan mudah membersihkan semua binatang iblis yang ada di sana.


“Tidak, sebenarnya Pedang Suci bisa melewati tantangan binatang iblis yang tak terbatas dengan mudah, hanya saja...”


Menyipitkan matanya dengan serius, Rogant terus mendengarkan perkataan Kizuna dengan seksama.


Sebelum melanjutkannya, Kizuna mengerutkan keningnya dengan gelisah dan berkata.


“... Sepertinya Pedang Suci tidak dapat menemukan lokasi >Kuil Kehidupan<”


“Aaah~, begitu ya. Itu benar-benar tidak terduga, aku mengerti sekarang.”


Memang benar, ada salah satu tantangan seperti itu yang tercatat di tiga tantangan terbesar >Kuil Kehidupan<


Sebuah hutan yang seperti labirin yang selalu membuat seseorang tidak bisa mencapai >Kuil Kehidupan< dengan mudah.


Tempat itu benar-benar rumit sampai membuat Pedang Suci sekalipun tidak bisa melakukan apa-apa.


Lalu, bagaimana Rogant dan yang lainnya akan melewati hutan labirin tersebut? Jawabannya sangat mudah.


Karena di kelompok Rogant ada seorang navigasi yang bisa di andalkan.


[Yah, jika hanya itu. Saya bisa melakukannya dengan mudah.]


Mendengar perkataan Pride System yang percaya diri, membuat Rogant tersenyum dengan bahagia.


Dia benar-benar di berkahi dengan rekan yang luar biasa. Sekali lagi, Rogant harus berterima kasih kepada Pandora.


“Ngomong-ngomong, ngapain Pedang Suci menantang >Kuil Kehidupan”


“Dari informasi yang saya dapatkan sepertinya itu adalah perintah dari kerajaan. Beberapa tahun lalu, Kerajaan Lavendel pernah mengalami kerugian besar berkat tanah yang tidak subur. Jadi mereka menyuruh Pedang Suci, Patrecia Van Strovius untuk pergi ke >Kuil Kehidupan< dan mengambil darah naga ilahi.”


“Jadi gitu. Tapi, pada akhirnya Pedang Suci juga tetap gagal ya.”


Yah, jika seperti itu. Rogant benar-benar lega, dia tidak ingin seseorang lebih dulu sampai ke >Kuil Kehidupan< sebelum dirinya.


Cerita tentang seorang gadis berambut putih yang terkurung di >Kuil Kehidupan<, bukan berarti tidak ada alasan khusus tentang itu.


Saat Rogant mendapatkan cerita seperti itu dari seorang pedagang yang ingatannya dia curi.


Rogant langsung mengingat kembali kepada seseorang yang dia kenal mirip dengan definisi gadis berambut putih itu.


Meskipun kemungkinannya sangat kecil, bukan berarti dia tidak memiliki harapan.


Dia harus memeriksanya dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Jika gadis berambut putih itu benar-benar Pandora, kekasihnya. Maka Rogant harus menjadi orang pertama yang melihatnya.


Karena bagaimanapun...

__ADS_1


“... Ini adalah sumpahku.”


__ADS_2