Divine Protection: Pride System

Divine Protection: Pride System
Episode 31: Kesedihan Seorang Pelacur


__ADS_3

Di dalam hutan terdengar suara tawa yang datar dan kaku, namun ada kesedihan dan kegilaan di dalam suara tawanya.


“Aaaa, ahaha, ahahaha...”


Seorang wanita dengan wajah suram dan mata yang tidak memancarkan kehidupan sedang tertawa di bawah sinar bulan yang hanya setengah bagian.


Siluetnya begitu cantik bagaikan karya dewa itu sendiri, memiliki rambut panjang berwarna biru cerah bagaikan langit biru di atas awan.


Selain itu, dia juga memiliki sembilan ekor rubah yang sangat cantik dan halus.


Memakai pakaian gadis kuil yang menampilkan tubuh seksualnya, wanita itu terus tertawa kaku penuh keputusasaan.


“Ahaha, ahahaha, ahahahaha...”


Terlalu menyedihkan melihatnya yang sudah terpuruk seperti itu, tubuhnya gemetar di selimuti oleh ketakutan sejati.


Pikirannya sudah hancur, paru-parunya sulit untuk mendapatkan nafas dengan baik, dia ingin menangis, tapi harga dirinya menolak untuk menangis.


Dia hanya meringkuk di penuhi dengan kesedihan, di kedua tangannya dia memegang tubuh seseorang.


Tubuh itu telah hancur sampai kehilangan bentuk manusianya, itu adalah mayat dari anak kesayangannya.


Kesedihannya yang mendalam terletak kepada mayat dari wanita yang ada di tangannya itu.


Gemetar, gemetar, gemetar, dan gemetar, tubuhnya terus gemetar tidak bisa menahan kesedihan atas kematian keluarganya.


Wajah cantiknya telah luntur dan digantikan dengan wajah pucat yang hanya di penuhi keputusasaan.


Dia gagal, dia gagal melindungi keluarganya. Sekali lagi, wanita itu gagal melindungi keluarganya.


Trauma masa lalunya kembali lagi dan menghancurkan dirinya.


“Kenapa... Kenapa ini bisa terjadi kepadaku? Apa salahku?... Kumohon, beritahu aku, dimana letak kesalahanku?”


Wanita rubah ekor sembilan itu terus mengutuk dirinya sendiri, betapa lemahnya dirinya.


Meskipun dia adalah mahkluk agung, sekarang dia benar-benar sangat menyedihkan.


Menderita, kesakitan, sengsara, itu ada bagian dari kehidupan. Selama kau mahkluk hidup, maka kau akan mengalami hal itu.


Lalu, bagaimana caranya untuk bangkit kembali? Selama kau mendapatkan jawabannya, maka kau akan baik-baik saja.


Tapi, bagaimana dengan orang yang tidak mendapatkan jawabannya? Apa yang harus mereka lakukan?


Harus ada seseorang yang membantu mereka, bukan?


Harus ada seseorang yang memberitahu mereka, bukan?


Harus ada seseorang yang berada di sisi mereka, bukan?


Menyemangati mereka, mendukung mereka, dan menolong mereka. Dengan begitu seseorang bisa selamat dari penderitaan.


Namun bagaimana dengan wanita itu, apa ada seseorang yang bisa menyemangati dirinya?


Bagaimana dengan Kizuna, apa ada seseorang yang bisa mendukung dirinya?


Bagaimana dengan pelacur itu, apa ada seseorang yang bisa terus berada di sisinya?


Tidak, kurasa tidak ada. Dia hanyalah seorang wanita yang telah menyerahkan tubuhnya kepada lelaki manapun yang menginginkannya.


Apa dia pantas untuk di selamatkan? Dia hanyalah seorang alat, apa dia pantas mendapatkan kebahagiaan?


Jika kau mempertimbangkan seluruh perbuatan yang Kizuna lakukan, maka dia akan di klarifikasikan sebagai seseorang yang tidak pantas untuk di selamatkan.


Itu adalah keputusasaan yang hanya bisa wanita itu sendiri yang mengerti.


“Hmm~ Rogant, apakah dia benar-benar bisa berguna?”


“Jangan khawatir kalau soal kegunaannya, dia benar-benar sangat bermanfaat.”


“Yah, baiklah, jika kau mengatakannya begitu. Tapi, sekarang apa yang harus kita lakukan?”


“Huft~ Tenang saja, bagaimanapun aku hanya harus mencegahnya agar dia tidak bunuh diri.”


Terdapat suara orang lain selain dirinya, suara itu berasal dari dua siluet yang ada di depannya.


Seorang pemuda berambut putih dan gadis kecil berambut hitam, Kizuna kenal siapa mereka.


Tapi, dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk memikirkan hal itu. Segalanya terasa sangat tidak penting baginya.


Sekarang dia perlu memikirkan masa depan yang akan dia lalui, apa yang akan terjadi pada dirinya dimasa depan nanti?


Saat Kizuna memikirkan hal itu, matanya hanya semakin suram. Dia berakhir tanpa bisa memikirkan apapun.


Tubuhnya terlalu lelah dan sakit, dia merasa seperti berada di atas tempat tidur yang dingin.


Tubuhnya terlalu dingin, bahkan meskipun dia sudah menyelimuti dirinya dengan ekornya yang berbuluh...


... Dia tetap merasa kedinginan.


Tubuhnya tidak bisa berhenti gemetar dan gemetar, ini adalah akhir dari dirinya.


Ini adalah akhir dari kisahnya sebagai mahkluk agung, benar-benar sangat menyedihkan.


Lalu, setelah dia memikirkan hal itu. Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di dalam benaknya.


“Oh, mungkin lebih baik aku mengakhiri diriku di sini.”

__ADS_1


“Sayang sekali, tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Kau masih harus melakukan sesuatu untukku.”


Suara yang lembut segera memasuki telinganya. Mendengar itu, telinga dan ekornya sedikit bereaksi terhadap suara itu.


Kepalanya ingin melihat sumber suara tersebut, tapi dia tidak memiliki tenaga yang cukup untuk melakukannya.


Namun tiba-tiba kepalanya secara paksa di gerakan oleh seseorang, pandangannya langsung menangkap wajah seseorang.


Dia adalah seorang pemuda dengan rambut putih polos yang bersinar seperti bulan di langit malam.


Mata hitamnya yang dipenuhi dengan teror ketakutan saat ini menatap mata suram milik Kizuna.


Lalu senyuman lembut yang terlihat menyeramkan bagi siapapun yang mengetahui sifat aslinya.


Tubuh Kizuna langsung gemetar lebih dari sebelumnya, dia tersentak kaget saat pemuda itu menatapnya.


Pemuda itu menatapnya, dan menggerakkan bibirnya merangkai beberapa kata-kata.


“Kau telah gagal.”


Pernyataan itu membuat mata Kizuna melebar di penuhi keputusasaan, pupil matanya mengecil menggambarkan rasa takutnya saat ini.


Tangan kanannya langsung dia gerakan dan menepis tangan pemuda itu yang memegang dagunya.


“Kau! Apa yang kau ketahui tentang diriku?! Aku... Aku sama sekali tidak gagal!”


“Tidak. Kau gagal. Kizuna Miko telah gagal melindungi keluarganya dan jatuh ke dalam keputusasaan, bukankah begitu?”


Pemuda itu menegakkan tubuhnya, menaruh kedua tangannya di kedua sisi saku celananya dan menatap lurus Kizuna yang meringkuk di tanah.


Senyuman lembut dari pemuda itu membuat tubuh Kizuna benar-benar tidak bisa berhenti gemetar ketakutan.


Lalu kata-kata tanpa ampun yang dilontarkan oleh pemuda itu, membuat hati Kizuna semakin sakit dan sakit.


“Kau gagal, kau gagal melindungi keluargamu dariku. Benar-benar mahkluk yang malang.”


“Bukan! Memang aku gagal melindungi satu anggota keluargaku, tapi selanjutnya—”


“Selanjutnya kau akan tetap gagal. Kau akan gagal, gagal, gagal, dan terus gagal. Ahaha, benar-benar mahkluk yang menyedihkan.”


Kizuna menarik nafasnya, tubuhnya langsung diam membeku, mulutnya segera di kunci dengan rapat.


Dia tidak tau harus membantahnya seperti apa lagi. Kegagalannya telah merebut segala kebebasannya.


Namun, pemuda itu tetap tanpa belas kasihan membuat Kizuna semakin menderita dan menderita.


Senyumannya semakin lebar seakan-akan dia sedang menikmati situasi saat ini.


“Nah, Kizuna-chan. Aku akan memberikan sebuah kata-kata yang bagus untukmu. Dengarlah baik-baik, kau mengerti?”


Perkataan itu membuat seluruh tubuh, pikiran, dan organ dalam Kizuna menjerit ketakutan.


Tapi, dia tetap tidak ingin mendengarnya. Dia selalu berteriak pada dirinya, bahwa dia akan baik-baik saja.


Akan tetapi, sekarang pemuda itu akan mengatakan. Sebuah kalimat yang sangat tidak ingin dia dengar saat ini.


Betapa kejamnya pemuda itu, kenapa dia ingin memojokkan dirinya sampai sejauh ini. Apa yang sebenarnya dia inginkan?


Meskipun dia telah berbuat hal yang buruk, tapi dia tetaplah seorang wanita. Kenapa dia harus mengalami penderitaan seperti ini?


Apa dia tidak bisa mendapatkan sesuatu yang sama seperti wanita lain pada umumnya?


Seperti sebuah kebahagiaan, walaupun itu sangat kecil. Tapi dia benar-benar sangat menginginkannya.


Dia ingin seseorang mencintainya seperti seorang wanita pada umumnya, tapi dia selalu bingung. Apakah dia pantas untuk di cintai?


Seseorang seperti dirinya, apa dia memiliki hak untuk mendapatkan kebahagiaan yang seperti itu? Apa ada pria di luar sana yang bisa mencintai dirinya apa adanya?


Kenapa? Kenapa dirinya harus mengalami semua ini? Sejak kapan dirinya hancur dan memilih jalan yang seperti ini?


Jika sekarang dia mendengar kalimat yang selama ini telah dia pikirkan, tapi terus dia sangkal.


Apa dia bisa mempertahankan akal sehatnya dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja?


Tidak, itu tidak mungkin. Dia akan hancur sampai ke akar-akarnya, tidak akan ada yang bisa menyelamatkannya.


Semuanya sudah berakhir untuk kehidupannya.


Namun, pemikiran seperti itu segera di hancurkan oleh kata-kata yang di lontarkan pemuda tersebut.


“... Kizuna-chan, aku membutuhkan bantuan mu. Jadi aku akan menyelamatkanmu. Jika kau tidak bisa mendapatkan penyelamatmu, maukah kau memilih diriku?”


“Hah?...”


Pikiran Kizuna langsung hancur seperti sebuah pecahan kaca.


Dia merasa waktunya yang berhenti langsung bergerak kembali setelah dia mendengar kata-kata itu.


Itu adalah kata-kata yang sangat tidak dia duga. Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


Pikirannya yang terombang-ambing, sekarang menjadi kosong dipenuhi dengan kata-kata itu.


Dia tidak salah dengar, jantungnya langsung berdegup dengan sangat kencang.


Waktunya yang berhenti telah digerakkan kembali oleh pemuda itu, rasanya sekarang dirinya bisa menangis.


Air mata mulai menetes membasahi pipinya yang halus seperti salju, telinganya menunduk dengan penuh kesedihan.

__ADS_1


Ekornya menari-nari dengan penuh kegembiraan, seseorang telah mengatakan kata-kata yang sangat ingin dia dengar.


Selagi Kizuna terus diam membeku, pemuda itu sekali lagi menggerakkan bibirnya sambil menggaruk pipinya dengan malu.


“Yah, kau tau. Meskipun aku mengatakan akan menyelamatkanmu, sebenarnya aku hanya ingin kau menyelamatkanku.”


“Eh?... Apa maksudnya itu?”


Kizuna sedikit gelisah saat pemuda itu mengatakan kalimat tersebut.


Dia berpikir keras mencari maksud dari perkataan pemuda itu.


Tapi, pemuda itu mengabaikan kegelisahan Kizuna dan melanjutkan perkataannya.


“Hmmm, bagaimana bilang ya? Kau lihat, aku ini sangat lemah, kan? Jadi, aku ingin kau melindungiku.”


Mata Kizuna melebar keheranan, apa yang di katakan pemuda itu memang benar.


Dia tidak terlihat seperti orang yang kuat. Oleh karena itu, baru saja pemuda itu mengatakan bahwa dia ingin Kizuna berada di sisinya.


Dia ingin Kizuna berada di sisinya dan melindunginya, pemuda itu telah mengatakan bahwa dia membutuhkan dirinya.


Selama ini dia selalu mengharapkan seseorang berada di sisinya, jadi dia benar-benar terkejut saat orang lainlah yang menginginkan dirinya berada di sisinya.


Kizuna menangis, tapi dia segera menghapus air matanya dan menatap pemuda itu dengan senyuman lembut.


Ini adalah pertama kalinya seseorang, seorang laki-laki yang menginginkan dirinya selain tubuhnya.


Kau pikir sudah berapa lama dia menunggu momen seperti ini.


Sudah ratusan tahun lebih dia hidup, tapi ini pertama kalinya dia merasakan perasaan seperti ini.


“Kizuna Miko, aku membutuhkanmu. Aku ingin kau melindungiku, sebagai gantinya aku akan menyelamatkanmu. Jika kau sedih, aku akan menghapus kesedihanmu. Jika kau sakit, aku akan menghilangkan rasa sakitmu. Ini adalah hubungan kita, hubungan saling membutuhkan. Jadi, maukah kau mulai saat ini berada di sisiku untuk melindungiku?”


Pemuda itu menundukan tubuhnya, menatap Kizuna dengan tatapan lembut, dan mengulurkan tangannya ke arahnya.


Tidak bisa menahan perasaan bahagianya, Kizuna menangis, dia menangis dan terus menangis.


Kebahagiaan yang hangat telah merubah kesedihannya menjadi tangisan bahagia.


Air matanya terus mengalir dan mengalir, dia mengangkat tangannya yang gemetar dan meraih tangan pemuda tersebut.


Pemuda itu mengangguk puas dan menarik tubuh Kizuna yang masih meringkuk di tanah untuk berdiri.


Dia menggenggam erat tangan Kizuna, ada perasaan malu saat pemuda itu menggenggam erat tangannya.


Dia menutup wajahnya yang memerah dengan ekornya, pemuda itu memiringkan kepalanya kebingungan.


Tapi, dia hanya mengabaikannya dan sama sekali tidak menanyakan apapun, namun itu bagus untuk Kizuna.


Jika sekarang pemuda itu mengatakan sesuatu, dia merasa dirinya akan mati karena rasa malu.


Meskipun dia sudah berumur panjang, dia tidak percaya dirinya akan melakukan tingkah laku seperti ini.


Tapi, itu sedikit membuatnya bahagia. Ini pertama kalinya jantung Kizuna berdebar sangat kencang saat menyentuh tubuh seorang laki-laki.


Padahal seharusnya dia sudah terbiasa dengan laki-laki, tapi kenapa saat ini dia sangat malu saat laki-laki itu menggenggam tangannya.


Saat Kizuna memikirkan hal itu, dia hanya semakin malu dan malu saja.


“Hei, apa kau tidak apa-apa?”


“Eh, ah! Y-Yah, aku baik-baik saja.”


“Begitukah?”


Tingkah lakunya benar-benar aneh, dia tidak percaya dirinya akan sangat gugup saat berbicara dengan seorang laki-laki.


—{Perasaan ini? Apa yang di sebut orang lain soal perasaan ini?}, Kizuna memikirkannya, tapi dia tetap tidak bisa mendapatkan jawabannya.


Namun, dia percaya bahwa suatu hari dia akan menemukan jawabannya, jika dia terus bersama pemuda itu.


Kizuna yakin, bahwa dia akan segera mengetahui nama dari perasaan yang dia rasakan saat ini.


“Baiklah, Kizuna-chan. Sekali lagi, perkenalkan namaku adalah Night Rogant. Semoga kita bisa akrab...”


Pada saat itu Kizuna bersumpah, apapun yang terjadi dia akan menyelamatkan pemuda tersebut.


Dia akan melindungi pemuda yang telah mengatakan bahwa dia membutuhkan dirinya.


Meskipun itu harus mempertaruhkan nyawanya, kalau demi pemuda itu. Kizuna berani untuk melakukan apapun!


Dia telah menetapkan hatinya seperti itu. Dia akan selalu berada di sisi pemuda tersebut.


Tapi, hanya untuk saat ini tolong biarkan dirinya menangis di dalam kebahagiaannya.


Melompat ke arah pemuda tersebut, Kizuna melampiaskan seluruh kesedihannya dan memeluk erat tubuh lemah pemuda itu.


“Haahh! Yah, kurasa untuk sekarang baik-baik saja.”


“Waaaaah~!!”


Tangisan keras bergema di seluruh hutan gelap tersebut.


Mengangkat tangannya, Rogant mengelus lembut kepala wanita yang menangis dadanya.


Namun, senyuman bak seorang iblis terlihat jelas di wajahnya yang polos. Kizuna sama sekali tidak menyadarinya...

__ADS_1


Sekali lagi, tujuan dari iblis tersebut telah tercapai dengan sangat mudah seakan-akan itu semua adalah takdirnya.


__ADS_2