
Berhasil menjalankan aksinya, wanita itu lantas keluar dari dalam ruangan rahasia itu, tak lupa air mata palsunya ia tunjukkan pada beberapa dokter yang sudah sedari tadi menunggunya. Air mata palsu yang ditunjukkan pun mampu membuat pandangan dokter yang melihat nampak merasa kasihan tapi tidak dengan Dokter Rasyel merasa ada yang ganjal ia hanya memberikan tatapan sinis sadar jika wanita itu memang wanita bermuka dua yang menginginkan akan sesuatu.
"Aku tidak tahan berada didalam sana? Dia satu-satunya keluarga yang aku punya apa mungkin aku akan kehilangan dia seperti sekarang Papa pergi meninggalkan aku! Aku tidak sanggup! Aku tidaklah sanggup melihat penderitaan adikku seperti ini aku tidak sanggup!"
"Anda yang sabar, ini takdir, takdir dan cobaan untuk anda agar tetap sabar menjalankan kehidupan ini yang sabar kami tau anda orang baik jadi bersabarlah!"
"Sekali lagi terima kasih atas bantuan kalian semua, saya tidak tahan berada disini meratapi nasib adik saya kasih tau saya jika sesuatu terjadi dengannya kasih tau saya!"
"Baik nyonya apapun yang terjadi kita akan siaga dan nyonya tidak perlu cemas kita akan mengabarkan setiap masalah yang terjadi nanti!"
"Baiklah ya sudah saya pamit permisi dulu!"
__ADS_1
"Dasar Wanita serigala kelihatan sekali dia hanya berpura-pura? Kira-kira apa yang terjadi apa yang barusan dilakukan wanita itu firasatku menunjukkan jika sesuatu telah ia rencanakan entah apa tapi aku yakin dia pasti merencanakan sesuatu aku harus kembali kesana untuk memeriksa keadaan Celine.
Masuk kedalam ruangan yang hanya ada wanita cantik terbaring diatas tempat itu, Rasyel lantas menghampirinya.
" El! Mendingan sekarang kamu kasih tau aku apa yang sedang dia bicarakan tadi? Aku merasa dia hanya berpura-pura jadi katakan apa yang dia ucapkan ayo katakan?" Melihat seseorang yang ia ajak berbicara tak juga membalas akan ucapannya beberapa kali, Rasyel menggoyangkan pundak Celine tapi nyatanya cara itu tak juga membuahkan hasil.
"Kenapa dia tidak mendengar ku? Apa yang terjadi dengannya sekarang? Apa tadi mereka telah menyuntikkan cairan ini kedalam tubuhnya makanya dia jadi pingsan seperti ini lagi," ucapnya dengan melihat botol kecil putih yang sedang ia bawa saat ini.
Sedangkan ditempat lain lebih tepatnya di Rumah sakit Hospitality terlihat bingung sekaligus terlihat panik melihat kondisi Celine yang sudah dua hari ini belum kunjung sadar akibat cairan yang kemaren yang barusan disuntikkan Monika pada tubuh Celine.
"Sebenarnya berapa banyak obat yang disuntikkan Nyonya pada tubuh Celine? Kenapa sampai dua hari lamanya obat itu masih berpengaruh. Tidak, aku tidak bisa diam aja aku harus melakukan sesuatu, iya aku harus melakukan sesuatu!"
__ADS_1
"Maaf anda dilarang masuk!"
"Kalian ini orang baru atau apa? Saya ini dokter dari pasien yang berada di dalam punya hak apa anda berani melarang saya! Pergilah saya harus memeriksa keadaan pasien jadi jangan halangi aku!"
"Maaf tapi mulai sekarang anda bukanlah dokter pasien ini, ini perintah dari nyonya besar jadi lebih baik anda pergilah!"
"Sudahlah mendingan dokter Rasyel mundur saja apa yang dikatakan mereka memang benar! Dokter Rasyel memang sudah bukan Dokter untuk pasien, nyonya besar menyuruh saya untuk mencari dokter baru, sadar usia dokter dan pasien tak jauh berbeda nyonya takut dokter Rasyel akan memanfaatkan situasi ini untuk bisa mencintainya,"jelas Dokter Andre.
"Apa itu masuk akal! Saya disini hanya bekerja memangnya perbedaan umur bisa jadi masalah?"tegas Rasyel dengan kesalnya.
"Iya saya tau Dokter Rasyel tidak mungkin punya pikiran seperti itu, tapi Dokter tenang nyonya besar melakukan semua ini hanya sebuah wasiat mungkin dia takut sesuatu lain terjadi pada adiknya bahkan kabarnya nyonya besar tidak mencari dokter di Rumah sakit ini tapi dokter dari spesialis lain jadi tenang bukan cuma Dokter yang diberhentikan secara tidak adil dari pekerjaan ini tapi bisa dibilang semua dokter termasuk saya juga!"timpal Dokter Andre dengan jelasnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG