
Setibanya dia di acara, para tamu undangan sudah pada hadir untuk menyambutnya. Dan setibanya ia di pesta rasa pusing yang dialaminya masih saja ikut menyertainya bahkan bisa dibilang tambah semakin menjadi.
"Kenapa kepalaku tambah semakin sakit padahal aku sudah meminum obat migrain sebelum berangkat tadi, tapi ini kenapa bukan malah mereda tapi malah semakin parah apa efek obat tadi sungguh-sungguh tidak ada pengaruhnya?"
"Biar lebih jelas lagi kamu lebih baik jika kamu langsung membaca surat ini silahkan!"
"Baik dok!"
Setelah Celine membacanya betapa kagetnya dia membaca isi surat ini yang menyatakan jika dia mengidap penyakit gagal ginjal, sekejap mata hatinya terasa hancur tak mampu membayangkan jika nasibnya akan strategis ini.
"Tidak! Ini tidak mungkin aku tidak mungkin mengidap penyakit ini tidak mungkin?"
Berlari dengan perasaan yang tidak percaya, ia tak sengaja bertabrakan dengan salah satu Dokter yang kebetulan juga berjalan dengan arah berlawanan, sama-sama hampir jatuh dokter yang tadinya melirik kearahnya ucapan kasar pun Dokter lantas ucapkan.
"Maaf-maaf aku tidak
sengaja maaf!"
"Kamu itu kalau jalan bisa hati-hati tidak sih!"
Terkejut siapa seseorang yang barusan membentaknya, sadar perubahan apa yang ditunjukkan oleh Rasyel padanya, hatinya terasa sakit tapi sadar semuanya tidak akan terjadi kalau bukan dirinya sendiri yang berbuat.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu sekarang sudah benci sama aku maka karena hal itu kamu berkata seperti itu!"
Dalam sekejap mata orang yang disayangi berubah dengan sangat cepat, ia lantas pergi tanpa se'ucap kata. Sedangkan Rasyel yang tidak berani menoleh kebelakang melihat sekilas Celine yang sudah menjauh dari langkahnya.
"Maaf aku sengaja berkata seperti itu karena mulai sekarang aku akan jauhi kamu, aku tidak mau hatiku hancur yang kedua kalinya tapi kenapa dia menangis apa yang terjadi dengannya kenapa dia bisa ada di Rumah sakit apa dia sedang sakit? Mendingan aku tanya aja sama dokter yang memeriksanya.
Hendak akan mencari dokter yang barusan memeriksa Celine, hadirnya dokter lain yang spontan menghentikan akan niatnya.
"Maaf Dok!"
"Dokter Rasyel ada apa Dok? Apa ada yang bisa saya bantu!"
"Tidak Dok! Saya hanya ingin menyampaikan kalau Dokter Andre barusan saja tersadar!"
"Apa dokter serius?"
"Iya dia baru saja pulih dari komanya, ya udah mari saya tinggal dulu!"
"Iya terima kasih ya infonya."
Lupa akan tujuan pertama untuk menemui Dokter tadi, dirinya beranjak pergi memasuki salah satu ruangan rawat Dokter Andre, melihat dokter sudah lumayan membaik tanpa adanya alat-alat bantu berserakan Rasyel pun menghampirinya.
"Dok gimana keadaan dokter Andre sekarang apa dokter baik-baik saja?"
__ADS_1
"Syukurlah keadaan aku lumayan lebih baik sekarang Dok!"
"Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu? Kenapa Dokter Andre bisa tidak tau kalau rem mobilnya blong?"
"Rem blong maksudnya Dokter?"
"Astaga Dokter ini, dokter kecelakaan karena rem mobil dokter mengalami blong kan?"
"Memang waktu itu rem saya memang blong tapi sebenarnya bukan itu penyebabnya?"
"Maksud dokter?"
"Iya pada saat itu aku sedang mengendarai mobil ada beberapa orang yang mengejar saya dari belakang karena takut makanya saya ngebut naik mobilnya.
"Apa jadi sebelum kejadian kecelakaan itu ada beberapa orang yang sedang mengejar dokter?"
"Iya karena aku ngerasa mereka adalah orang jahat makanya aku ngebut waktu itu!"
" Tapi bagaimana bisa sama percis seperti yang aku alami kemaren?"
"Sama percis maksud dokter?"
"Iya dokter sebenarnya saya juga baru saja mengalami kecelakaan, dimana pada saat saya sedang dlm perjalanan pulang ada beberapa orang yang sedang mengikuti saya. Dan akhirnya saya pun berusaha untuk melawan mereka tapi malah saya yang tertusuk oleh mereka
"Apa jangan-jangan ini semua sudah direncanakan oleh seseorang? Dimana ada orang yang berusaha untuk menghabisi nyawa kita tapi apa permasalahannya dan siapa orang yang tega melakukan itu?" Dokter Andre pun kepikiran oleh wanita itu.
"Siapa yang dokter Andre maksud?"tanya Rasyel.
"Wanita yang berusaha untuk menghabisi Celine karena dia tau Celine sekarang masih hidup dia pasti nyuruh orang untuk mencari tau siapa aja dokter yang terlibat dalam operasi waktu itu?"
"Iya yang Dokter Rasyel katakan ada benarnya juga jika itu memang benar wanita itu benar-benar sudah tidak bisa dibiarin lagi!"
Rasa curiga yang sudah mengarah pada Wanita licik itu, disisi lain Celine yang tidak tau harus berbuat apa, diselimuti rasa takut bercampur sedihnya ia memaksakan diri untuk tetap melajukan kendaraannya seorang diri tanpa adanya supir pribadinya. Terlihat melamun air matanya terus saja menjatuhi kedua pipinya, sesaat tangisannya terhenti setelah sesuatu ia rasakan amat sakit yang tiba-tiba hadir menyerangnya.
"Sekarang aku sudah sendiri. Dan aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi orang-orang yang aku sayangi perlahan-lahan pergi meningalkan aku. Dan sekarang apa yang harus aku lakukan? Apa aku bisa menghadapi penderitaan ini sendiri? Apa aku sanggup?"
"Astaga ginjalku kenapa sakit sekali ah!"
Rasa sakit yang semakin menjadi telah ia rasa, membuatnya menangis kesakitan tak tertahan ingin sekali ia menjerit tapi bukan Celine namanya jika dia akan kalah melawan penyakit yang setiap harinya sudah menguasai akan tubuhnya.
Wajahnya seketika memucat tak fokus pada laju kendaraan yang masih ia pegang kelopak matanya sudah mulai tak tertahan dalam hitungan detik dirinya jatuh pingsan mobil yang masih dalam keadaan menyala akhirnya tak merelakan lagi mobil yang ia kendarai menabrak salah satu pohon tegak.
Segera melarikannya ke rumah sakit brangkar yang terdapat Celine dalam keadaan terluka segera brangkar itu pun didorong beberapa orang yang lalu hendak dimasukkan ke salah satu ruang unit gawat darurat. Di posisi lain Celine yang pada saat itu sedang berbicara dengan Dokter yang lain, pandangannya dikejutkan dengan kedatangan pasien baru yang tak lain Celine sendiri.
"Astaga Celine apa yang terjadi dengannya?"
__ADS_1
"Pasien baru saja mengalami kecelakaan dok!"
"Ya sudah tunggu apa lagi sekarang masukkan ke UGD sekarang juga cepat!"
"Baik dok!"
Memasukkannya keruangan gawat darurat, Rasyel segera menanganinya sendiri, sedangkan Suster yang membersihkan percikan darah yang terdapat pada keningnya.
"Suster saya minta suster segera cek laporan ini saya tidak mau kalau ada luka dalam yang serius pada pasien ini!"
"Baik dok permisi;"
"Baiklah!"
Hanya mampu meratapi wanita cantik yang masih terbaring, bersamaan dengan wajah pucat yang ikut menyertainya genggaman manis akhirnya Rasyel berikan. Menggenggam dengan lembut tangan Celine, mulutnya akhirnya mulai angkat bicara.
"Aku tidak tau apa yang terjadi pada diri aku ini? Padahal sudah jelas-jelas kamu sudah menyakitiku tapi entah kenapa aku tidak bisa lihat kamu seperti ini, aku mohon cepat lah sadar aku tidak bisa lihat kamu seperti ini aku mohon sadarlah!" Baru beberapa detik ia mampu mengungkapkan perasaannya, gerakan salah satu jari tangan Celine mulai menunjukkan akan reaksi, perlahan-lahan ia mulai membuka kelopak matanya dan sadar jika disampingnya sudah ada Rasyel.
"Ada dimana aku ini?"
"Akhirnya kamu tersadar juga apa yang kamu rasakan saat ini? Kamu tidak merasakan sakit kan? Mana yang sakit katakanlah!"
"Dokter Rasyel aku tidak kenapa-kenapa aku baik-baik saja kok!"balasnya.
"Kamu serius kamu tidak kenapa-kenapa?"
"lebih baik aku menyembunyikan penyakitku ini dari Dokter Rasyel selama ini dia sudah cukup banyak membantuku. Aku tidak mau menyusahkan dia lagi!"
"Kenapa kamu diam? Ada apa?"
"Tidak! Aku tidak kenapa-kenapa kok. Aku cuma ingin bertanya aja kenapa kamu masih peduli denganku kan aku sudah jahat!"
"Aku! Aku melakukan ini karena kamu adalah pasien ku jadi kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak. ya sudah karena kondisi kamu sudah lebih baik, kamu juga sudah sadar jadi tidak ada alasan buatku lagi untuk tetap berada disini. Jadi aku harus segera pergi! Ada urusan lain yang harus aku tangani sekarang permisi!"
Langkah Celine yang mulai pergi dari pandangan Rasyel saat ini. Baru saja ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini, Celine yang tiba-tiba merasakan sakit pada ginjalnya reflek ia keceplosan mengeluarkan teriakan akan rasa sakit itu, sedangkan posisi Rasyel yang belum pergi jauh dari pandangannya ia sekejap mendengar ucapan termasuk rintihan dari Celine barusan.
"Astaga Celine kamu kenapa apa yang terjadi kenapa kamu kesakitan, ada apa?"
"Tidak! Dokter Rasyel tidak boleh sampai tau soal penyakitku ini!" batinnya. " Dokter aku baik-baik saja kok aku cuma salah gerak aja makanya tadi sedikit sakit aku tidak apa-apa kok!"sambungnya lagi.
"Apa kamu serius kamu tidak kenapa-kenapa?"
"Iya aku tidak apa-apa kok tenanglah!"
JANGAN LUPA UNTUK MAMPIR 👇👇👇 YA 🥰🥰🥰
__ADS_1
BERSAMBUNG.