Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 55." Adanya Mukjizat."


__ADS_3

Aku sadar tidak semua keinginan harus dipaksakan, begitu juga dengan kehidupan ini, jika takdir Tuhan cuma sampai disini sudah seharusnya aku untuk menerimanya. Jika dia memang bukanlah jodohku berikan aku jodoh yang mampu menerima kekuranganku begitu juga kekurangan dari keluarga ku sendiri.


Hari ini aku tidak akan lagi menentang takdir dari yang maha kuasa, jika Tuhan ingin mengambil nyawanya aku sudah bersiap dan ikhlas jika takdir kita hanya sampai disini, aku akan tetap menyayanginya biar di-dunia kita tidak untuk ditakdirkan untuk bersama.


Ikhlas menerima dengan lapang dada takdir kehidupan hanya Tuhan yang tau, siang ini bersamaan dengan awan mendung yang mulai hadir ikut menunjukkan suasana hatinya saat ini. Pria itu hanya merenung, getar ponselnya telah berbunyi yang telah menandakan jika ada seseorang yang telah menghubunginya.


Dirinya lantas mengakalinya melihat nama seorang Wanita yang ia kenal sebagai Sekretaris dari Istrinya.


"Mbak Nana? Ada apa dengannya kenapa dia menghubungiku?" lantas ia menjawab telepon tersebut.


📞" Iya Mbak ada apa? Apa ada yang bisa saya bantu?"


📞" Maaf Tuan bisakah anda kemari? Anda harus datang ke Perusahaan Nyonya ini masalah darurat anda bisa kan?"


📞" Baik Mbak aku akan segera kesana tunggulah!"


📞" Baik Tuan!"


Selang beberapa menit dirinya telah sampai di perusahaan besar itu, melihat pandangan orang-orang hanya tertuju padanya dirinya lantas masuk keruangan yang biasa Celine tempati, disana sudah ada Nana yaitu Sekretaris Celine yang selama ini telah membantu menghandle masalah ini.


"Ada apa Mbak?"


"Tuan kita dalam masalah besar! Saya kira masalah ini tidak akan semakin merambat kemana-mana namun ternyata dugaan saya salah, orang-orang masih tidak percaya jika kabar yang beredar itu bohong, mereka menyerang perusahaan ini dan imbasnya sekarang perusahaan yang dulunya bergabung bekerja sama dengan perusahaan ini kini mereka telah angkat kaki dan memutuskan rencana kerja sama ini apa yang harus kita lakukan tuan?"


"Berita ini akan terus berkembang jika aku hanya berdiam diri tanpa melakukan banyak tindakan. Namun pekerjaan ini bukanlah di bidangku dan hal inilah yang membuatku bingung dari mana aku harus memulainya?"


"Jika perusahaan ini tetap seperti ini, mereka terus menyerang dengan berita-berita miring semuanya akan kacau! Perusahaan ini akan hancur dan kita tidak bisa berbuat apa-apa jadi gimana ini?"

__ADS_1


"Cara satunya aku harus muncul! Mungkin jika aku mengadakan konferensi pers dan mengadakan klarifikasi ini semuanya akan kembali normal, mereka hanya termakan isu yang hanya melihat satu sisi,aku akan menemui mereka semua dan membereskan semuanya jadi tenanglah!"


"Apa anda yakin cara ini akan berhasil? Jika cara ini malah memperbaiki keadaan dan Tuan semain gimana?"


"Tidak ada salahnya kita mencoba, manusia hanya mampu mencoba berhasil atau tidak itu urusan nanti, namun aku harus mencobanya jadi bisa kan sore ini anda mengurus semuanya?"


"Iya Tuan saya akan mengurus semuanya anda tenanglah!"


"Ya sudah saya permisi dulu!"


"Baiklah!"


Malam yang sunyi beberapa kamera sudah mulai terpasang menyambut akan berita yang mungkin akan menghebohkan ini. Para wartawan yang sudah berjejeran rapi menunggu akan hadirnya seseorang yang tak kunjung muncul.


Suara bisikan mulai terdengar dari setiap sudut kuping seseorang yang berada disana, Selang beberapa menit seseorang yang ia tunggu akhirnya tiba dengan mengenakan jas putih dengan tampan dan percaya dirinya, dirinya mulai naik keatas sana.


Semua sorot mata mulai tertuju, kamera yang mulai mereka fokuskan pada arah depan membuat pria tampan itu sedikit nampak tak tenang dan sedikit dipenuhi rasa gugupnya.


"Sekali lagi terima kasih atas kehadiran semuanya yang menyempatkan untuk hadir di acara komperensi yang malam hari ini saya gelar, pertama-tama saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya tanpa kehadiran kalian acara ini mungkin tidak akan pernah ada jadi terima kasih!"


"Tuan? Apa tuan ini sedang gugup atau takut katakan saja apa yang ingin anda katakan jangan banyak berkata!"ucap salah satu Wartawan yang membangkitkan suasana.


Suara sahutan dengan nada keras Pria itu lontarkan, benar nyatanya dirinya sungguhlah gugup ketika harus berhadapan dengan banyaknya wartawan dengan secara langsung.


"Saya tau kalian semua sudah menunggu momen ini. Awal niat saya mengadakan komprehensif ini saya hanya ingin mengasih tau jika berita yang selama ini beredar semuanya bohong! Semua berita itu bohong yang mencoba untuk menjatuhkan nama baikku jadi kalian harus percaya jangan hanya melihat satu sisi, saya tidak menyalahkan kalian tapi harusnya percaya atas ucapan ku ini!"


"Bukti apa untuk membuktikan jika anda memang sungguh serius menikahi Nyonya besar akan cinta bukan karena kekayaannya? Jika anda sungguh-sungguh mencintainya apa anda ada bukti jelas untuk membuktikan cinta itu?"

__ADS_1


"Aku bisa saja mengatakan jika aku rela mengorbankan ginjalku ini? Tapi apa cara itu sungguh ampuh atau mungkin malah sebaliknya mereka akan menyerang-ku secara bertubi-tubi lagi?"batinnya dengan perasaan yang kacau, tak mampu memberikan bukti yang jelas semua tatapan tajam tertuju padanya lemparan kertas bahkan tepung dengan sekejap mata mulai menyerangnya.


Ruangan konferensi pers mendadak riuh oleh pertanyaan dari reporter. Dirinya terlihat kebingungan akan ucapan apa yang harus ia hadapi. Ini pertama kalinya dia muncul di depan media. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari media.


Sorotan cahaya kamera dan pertanyaan dari para reporter, membuat Rasyel terasa sesak. Ruangan itu seakan berputar begitu cepat.


"Akulah yang akan membuktikannya!"


Satu ucapan yang keluar dari mulut seseorang, tak jelas siapa seseorang yang sudah menyebut kata-kata itu hinga membuat Rasyel yang tadinya berbicara dihadapan banyak orang seketika berpaling dari asal suara itu berasal.


Wajahnya yang seketika berpaling dari Seseorang itu seketika membungkam kan mulutnya sendiri, raut wajah tidak percaya berselimut dengan air matanya yang tiada henti membuatnya tak yakin dengan siapa ia berhadapan saat ini.


Bahkan tatapan semua orang yang juga tak percaya dengan siapa yang ia lihat, perlahan-lahan ia menghampiri seseorang yang terduduk di-kursi roda dengan didorong Dokter tampan dan satu laki-laki dibelakangnya.


"Celine? Ini beneran kamu? Kamu beneran selamat sayang?"ucap Rasyel yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, tangannya mulai memeluk erat tubuh Istrinya tak menyangka jika doanya akan kembali dikabulkan oleh Tuhan yang maha kuasa.


"Sayang katakan ini sungguh-sungguh kamu kan? Kamu beneran masih hidup dan apa yang aku lihat ini tidaklah mimpi kan?"tanya Rasyel lagi pandangannya berpaling kearah Dokter Andre dan juga Samuel yang dimana keduanya hanya menunjukkan senyumannya.


"Iya ini beneran aku aku memang masih hidup,"balas Celine dengan wajah senyum lepasnya.


"Tapi kenapa semua ini bisa sampai terjadi? Siapa yang mengobati kamu bahkan beberapa menit yang lalu Dokter Andre sempat memberikan aku pesan yang katanya kamu ...."


"Tapi sayangnya perkataan Dokter Andre tidaklah benar sayang. Dan hari ini Tuhan benar-benar mengabulkan permohonan kita. Dan Alhamdulillah Tuhan memberikan kami mukjizat yang sangat besar gimana akibat ramuan herbal yang sering kamu berikan ke aku selama ini, ramuan itu benar-benar mampu memperlambat masa penjalaran sel kanker. Dan kabar baiknya kanker yang aku derita turun menjadi stadium 1?" balas Celine yang membuat tatapan semua orang sangat bahagia.


"Sayang aku berharap apa yang aku lihat saat ini beneran kamu? Aku berharap apa yang aku lihat saat ini beneran kamu sayang, ini beneran kamu kan? Ini gak mungkin orang lain lagi yang memakai topeng seperti di tv tv?"tanya Rasyel yang masih tidak percaya.


"Iya sayang apa yang kamu lihat saat ini beneran Istrimu! Ini beneran Celine Menantu Mama, Mama sungguh tidaklah bohong, ini beneran Istri kamu?"

__ADS_1


Tanpa memberikan balasan dirinya kembali memeluk Istrinya tangis haru menyelimuti suasana ini, para wartawan yang tadinya mencoba memojokkannya kini semua berubah setelah kehadiran Celine.


BERSAMBUNG.


__ADS_2