
Malam yang tadinya Berselimut awan hitam menunjukkan akan hujan yang akan turun. Kini hari dengan cepatnya telah berganti pagi, terik sinar matahari mulai tembus pada gorden jendela kamar Celine yang tembus dari celah-celah jendela, melakukan aktifitas tidurnya kini mata cantik itu mulai terbuka dengan lebarnya sesekali menggeliat menunjukkan akan reaksi sehabis tidurnya, melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah 6 waktu baginya untuk melanjutkan aktifitas di setiap paginya
Mulai beranjak dari tempat tidur, serasa tubuhnya yang tidak bertenaga sekejap kakinya menjadi kram dan tubuhnya yang serasa tak mampu untuk melangkah akhirnya ia pun terjatuh.
"Ahhh awww kenapa ini? Kenapa badanku lemas sekali?"
Tubuh yang serasa tak mampu untuk dia bangkitkan. Berusaha Celine memangil nama sang asisten rumah tangga namun tindakan yang ia lakukan tak kunjung membuahkan hasil, bukan hanya satu atau pun dia kali dia memangil sang asisten namun panggilannya tak kunjung mendapatkan respon dari seseorang yang ia panggil.
"Bikk kemana dia? Kenapa dia tidak mendengar teriakanku mendingan aku cari dia aja?"
Tak ingin kalah dengan kelemahan yang terjadi dalam dirinya, dengan berusaha dan sekuat tenaganya ia mencoba bangkit tanpa bantuan seseorang. Setelah berusaha keras akhirnya ia mampu bangkit mendirikan kakinya biarpun serasa kram dan lemah ia paksakan untuk mampu berdiri dengan tegaknya.
Merasa sedikit ada otot pada dirinya untuk melangkahkan kakinya dirinya perlahan mulai berjalan mencari sang asisten rumah tangga. Hanya dengan mengandalkan tembok sebagai penahan tubuhnya dirinya akhirnya berhasil melangkahkan kakinya dan berjalan secara perlahan-lahan.
"Bikk dimana dia sekarang apa dia sedang pergi tapi kemana?"
Langkahnya mulai sampai pada salah satu gudang yang tidak biasa Celine datangi. Langkahnya seketika terhenti setelah mendengar Bibik yang berbicara lewat telepon pada seseorang yang ia rasa seorang wanita. Merasa ada ganjal dengan nada Bibik yang seperti sedang membicarakan seseorang ia lantas mulai membuntuti lebih dekat asal suara itu.
Sengaja menguping secara diam-diam akhirnya dia pun mengetahui semua perkataan apa saja yang barusan dikatakan Bibik.
"Nyonya tenang saja aku sudah berhasil melakukan perintah nyonya. Bahkan sampai sekarang gadis lemah itu belum juga tersadar dari tidurnya, jadi nyonya tinggal tunggu saja nanti karena menurutku apa yang akan nyonya impikan bakal segera tercapai. sedangkan Celine dia akan menderita dan terus menderita dengan kondisinya saat ini akibat meminum obat cairan yang bisa merusak ginjalnya itu!"
"Apa....jadi kau yg melakukan semua itu?"gertak Celine yang menyahut pembicaraan sang asisten rumah tangga, terkejut pembicaraan mereka telah kepergok olehnya sang asisten rumah tangga lantas mematikan sambungan teleponnya.
"Nyonya? Anda sudah mendengar semuanya?"
"Kau tega sekali kau melakukan semua ini? Apa salahku sampai-sampai kau tega melakukan semua ini padaku, apa?"
"Ya akhirnya nyonya mengetahui semuanya juga, baguslah kalau gitu setidaknya aku tidak perlu berbohong lebih lama lagi!"
"Setelah apa yang kau lakukan terhadapku kau masih berani menginjakkan kakimu dirumah ku? Mendingan sekarang aku minta kamu angkat kaki dari rumah ini karena mulai sekarang aku memecat mu jadi cepat kamu pergi!"
__ADS_1
Belum juga asisten merasa kalah akan tindakannya dan pergi dari kediaman besar ini. Rasa sakit lagi-lagi Celine derita, merintih sejadi-jadinya tak membuat sang asisten rumah tangga merasakan cemas akan kondisinya. Rasa sakit yang amat tidak bisa ia tahan akhirnya membuat tubuhnya sampai tersungkur jatuh kelantai.
"Astaga nyonya ini kasihan sekali ya pasti sekarang nyonya sedang kesakitan banget kan?"
"Ahhh tolong ambilkan obatku... Aku mohon tolong aku ....
"Tolong ....apa aku tidak salah dengar? Akulah yang telah membuat dirimu merasakan rasa sakit ini akibat penyakit yang anda derita. Jadi ibarat seperti perampok apa ada perampok yang akan menolong korbannya disaat sedang berusaha bertahan dari mautnya itu? Tidak! Itu tidak akan mungkin menyenangkan juga melihat orang sengsara seperti anda ini?"ucapnya dengan senyum liciknya.
"Kau biadab! Kau sungguh biadab!"
Berusaha ia merangkak ingin mengambil obat penenang namun tenaganya tak cukup untuk ia dapatkan. Rasa sakit yang semakin menyerahnya membuat dirinya tidak berdaya, rasa sakit yang semakin menjadi akhirnya membuatnya kalah serasa tak tahan pejamkan matanya akhirnya perlahan-lahan mulai menutup, tersungkur tidak sadarkan diri seketika membuat sang asisten cemas gelagapan.
"Nyonya? Nyonya bangun! Astaga dimana ini kalau dia sampai meninggal aku tidak mau masuk ke penjara dimana ini apa yang harus aku lakukan? Iya aku harus mengasih tau nyonya!"Lantas ia menghubungi salah satu nomor yang tertera pada layar ponselnya.
"Nyonya! Nyonya gawat!"
"Kenapa? Apa yang terjadi kenapa kau panik sekali? Dan sambungan tadi? Kenapa kau tiba-tiba menutupnya?"
" Celine, dia sudah mengetahui semuanya, sekarang dia jatuh pingsan apa yang harus aku lakukan aku tidak mau masuk penjara gara-gara masalah ini aku tidak mau! Apa yang harus aku lakukan nyonya?"
"Baiklah nyonya!"
"
"
"
"Apa dia sudah mengetahui rencana kita?"
"Iya Nyonya dia sudah tau semuanya termasuk akulah orang yang telah memberinya cairan itu pada setiap minumannya?"
__ADS_1
"Baiklah kayaknya rencanaku harus aku percepat!"
Suasana yang terlihat tegang, rasa takut lan cemas yang serta jadi satu, sesaat suara bel rumah yang terdengar jelas dari kedua telinga Mak lampir itu.
"Siapa itu? Kayaknya ada tamu dan pasti orang itu lagi yang bakal mau ketemu nyonya Celine seperti kemaren?"sahut Bibik, sesaat Monika menimpalinya.
"Tunggu! Memangnya kemaren ada orang yang sedang mencari Celine hingga kemari?"timpal Monika.
"Iya ada nyonya, dia seorang dokter dan kelihatannya dia ingin sekali bertemu dengan Celine dia seperti sangat peduli dengannya?"
"Ya sudah kamu buka saja, lalu kamu bilang kalau Celine dia tidak ada dirumah sana cepat takutnya dia akan curiga!"
"Baik nyonya!"
Lantas asisten rumah tangga itu pun akhirnya membuka pintunya dan ternyata orang yang bertamu bukanlah Pria yang dia maksud tapi melainkan sang supir.
"Kau rupanya ada apa? Kenapa kamu pagi-pagi datang kesini, apa ada masalah?"
"Aku ingin bertemu dengan nyonya Celine, beliau bilang kalau kemaren dia menyuruh saya untuk mengantarkan ke suatu tempat makanya aku datang kesini sekarang dimana dia?"
"Astaga dimana ini?" batinnya yang cemas. " Tunggu mengantarnya? Jadi kamu belum dikasih tau nyonya Celine kalau semalam dia tiba-tiba pergi keluar kota lantaran ada tugas mendadak apa dia tidak mengasih tau kamu?"timpalnya.
"Keluar kota? Tapi kenapa dia tidak mengabari saya? Apa mungkin karena dia tau kalau Putri saya baru aja mengalami kecelakaan makanya dia tidak mau merepotkan?" batinnya.
"Hay aku sedang berbicara denganmu?"tanya Bibik.
"Ya sudah makasih kalau gitu permisi!"Tanpa berkata lagi supir lantas pergi meninggalkan kediaman ini.
"Dasar bodoh! Kenapa dia gampang banget aku tipu!"gumamnya dengan tersenyum licik.
SEKALIAN JANGAN LUPA MAMPIR YA 👇👇
__ADS_1
Bersambung.