Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 9 " Hati yang seketika Hancur "


__ADS_3

Semua dokter terlihat sibuk memberikan pertolongan pertama, sibuk dan tak bisa diganggu bersamaan dengan kecemasannya yang ikut menyertai para dokter. Hendak akan melakukan tindakan operasi tiba-tiba alat pacu jantung mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan.


"Sial segera kita lakukan pemompa jantung!"


"Baik Dok!"


Beberapa langkah telah Dokter lakukan, barusan mereka lakukan pertolongan tapi Tuhan berkehendak lain, pukul 13:00 siang detak jantung pasien dinyatakan terhenti yang menunjukkan jika tidak ada tanda-tanda jika nyawa masih ada. Dan tubuhnya yang seketika melemah .


"Innalilahi wa innailaihi rojiun."


"Beliau telah berpulang, cepat hubungi pihak keluarga!"


"Baik Dok!"


"


"


"


"Beliau sekarang sudah meninggal, sebelum meninggal atas kasus kecelakaan beliau sempat berpesan agar putrinya dibebaskan dari ruang rahasia ini. Dan kita harus memenuhi wasiatnya jadi kalian setuju!"


"Iya saya setuju, sudah saatnya wanita itu bisa hidup dengan bahagia tanpa di perlakukan seperti ini, ini sudah tiga tahun lamanya jadi sudah seharusnya dia bebas tanpa diperlakukan layaknya seperti boneka seperti ini!"


"Maaf! Sedari tadi kalian berkumpul dan mengatakan kata beliau sebenarnya sedari tadi siapa yang kita bahas? Dan ada hubungan apa beliau dengan pasien diruang rahasia itu?"


"Anda memang tidak tau jadi pantas anda bersikap seperti ini. Pasien yang barusan meninggal tadi, dia itu Papa kandung dari wanita yang ada didalam ruang rahasia, wasiatnya dulu pernah bilang jika beliau meninggal beliau berpesan jika putrinya harus diberhentikan dalam kondisinya saat ini jika beliau telah meninggal dan sekarang tanpa dugaan beliau benar-benar meninggal jadi kita harus memenuhi wasiatnya?"

__ADS_1


"Jadi pasien tadi itu Papanya? Astaga kira-kira apa yang akan terjadi setelah Celine tau kalau papanya itu telah meninggal pasti dia akan syok! Maaf dokter saya harus keruangan rahasia, sudah saatnya saya memantau keadaan pasien itu saya permisi saya tinggal dulu!"


"Baik Dok, kita juga akan kembali memeriksa keadaan pasien yang lain!"


Bergegas masuk kembali keruang rahasia, ia menatap wanita yang masih terdiam diatas tempat itu, menghampirinya ia lantas menunjukkan suaranya


"Ayo buka mata kamu ini aku! Kamu tidak perlu takut!"


"Ternyata kamu? Dari mana saja kamu tumben-tumbenan kamu telat memantau keadaanku apa yang terjadi diluar? Apa ada masalah di sana?"


"Aku mau tanya sesuatu sama kamu?"


"Kamu mengalihkan pertanyaan ku? Baiklah tanya soal apa?"


"Kadang aku ingin tau apa isi hati kamu yang paling dalam? Didalam sini kamu sudah terkurung hampir 3 tahun setengah dan selama itu kamu ditahan disini semua ini tidak akan terjadi kalau bukan Papa kamu penyebabnya. Dan pertanyakan-ku? Melihat Papa kamu yang mengurung Putrinya hingga tahunan apa didalam hatimu menyimpan dendam padanya? Apa setelah kamu bebas kamu akan membencinya dan berfikir kamu menyesal memiliki papa seperti beliau?"


"Iya! Kamu memang harus membalasnya?"


"Dibilang benci semua orang pastinya akan benci melihat sikap arogan Papa yang dengan teganya mengurungku bertahun-tahun seperti ini, jadi jika dibilang dendam jujur entah kenapa aku tidak menaruh dendam apapun padanya sadar dia melakukan semua ini demi kebaikanku, dia melakukannya karena Papa tidak mau kehilangan Putri satu-satunya. Apalagi melihat langsung aku pernah melakukan bunuh diri dihadapannya alasan itulah yang menyebabkan kenapa Papa mengurungku disini jadi aku sama sekali tidak benci atau pun dendam padanya aku tidak pernah! Oh iya mengenai soal Papa apa kamu tau alasan kenapa dia tidak pernah menjenguk ku?"


"Apa yang harus aku katakan jika Papanya telah meninggal? Seperti apa wajah terkejutnya jika dia tau Papanya telah meninggal karena mengalami kecelakaan yang belum jelas siapa pelakunya?"


"Kenapa anda malah melamun? Apa kamu tau dimana Papa? Dia tidak kenapa-kenapa kan?"


"Kamu tenang saja Papa kamu baik-baik saja, bahkan sekarang ini beliau juga ada disini apa anda ingin bertemu dengannya!"


"Anda serius Papa ada disini? Papa ingin menjengukku mana? Mana Papa aku ingin sekali mendengar suaranya biarpun aku hanya mampu mendengar tanpa berani untuk berbicara padanya mana?"

__ADS_1


"Tunggulah!"ucapnya yang tak berani banyak bicara.


"Terus sekarang papa ada dimana pasti sekarang Papa sudah ada disini bahkan menuju kemari jadi mendingan kamu panggil Papa sekarang ayo cepat panggil!"


"Satu hal yang harus kamu tau, memang Papa kamu ada disini tapi dia tidak untuk menjenguk mu, melainkan papa kamu baru saja mengalami kecelakaan parah dan nyawanya tidak tertolong! Maafkan aku! Maafkan aku!"


Mendengar ucapan Rasyel seketika ia menjadi terdiam, tak mempercayai ucapan apa yang barusan dikatakannya.


"Dokter bicara apa? Aku tau dokter sedang mengerjai-ku tapi tidak usah dengan cara seperti ini, katakan apa yang tadi dokter katakan tidaklah benar kan? Itu semua hanya ucapan bohong dokter kan? Itu semua sungguh-sungguh tidak benar kan? Mana Papa! Mana dia!".


"Sekarang aku tanya apa di mataku ini terlihat kalau aku sedang bergurau? Apa dari wajah ku ini membuktikan kalau aku sedang berbohong! Papa mengalami kecelakaan hebat! Jantungnya tidak berdetak dan akhirnya beliau tidak tertolong, beliau meninggal dalam tempat kejadian anda harus percaya! Anda harus percaya!"


"Ini tidak mungkin? Papa tidak mungkin meninggalkan aku! Aku mau ketemu Papa sekarang! Aku mau ketemu dia dimana Papa? Dimana Papaku!"


Tak percaya dengan semua yang dikatakan Rasyel, Celine yang nekat akan turun dirinya memberontak akan turun tapi segera Rasyel menghalanginya, terjatuh karena tenaganya tidak kuat tapi Celine masih berusaha bangkit biarpun tenaganya masih tidaklah stabil.


"Astaga Celine kamu tidak apa-apa?"


"Lepasin aku! Aku mau ketemu papa, tolong jangan halangi aku! Lepasin aku! Aku mohon tolong lepasin aku!"ucapnya yang semakin memberontak, lantas Rasyel sekejap langsung membentaknya.


"lihatlah aku! Apa aku ini terlihat seperti orang pembohong? Kenapa kamu tidak percaya sama yang aku katakan! Papa kamu dia sudah meninggal dan kamu harus mempercayainya dan kamu jangan nekat untuk pergi dari sini! Sadarlah belum saatnya apa kamu mau orang-orang mengetahui kondisi kamu yang sudah pulih? Apa kamu mau mereka menyuntikkan cairan itu ke tubuh kamu dan membuat mu kembali koma bahkan lebih parah apa kamu mau? Lihatlah aku aku tau kalau kamu sekarang lagi hancur! tapi bukan seperti ini caranya kamu harus bersabar menunggu besok karena besok para dokter sudah memutuskan untuk menghentikan semua ini. Setelah ini kamu bisa hidup dengan kebebasan! Kamu juga bisa melihat makam papa kamu walaupun papa kamu sudah tidak bernyawa lagi sadarlah! Sadarlah!"


Tak tega melihat Wanita dihadapannya menangis sejadi-jadinya, ia lantas memberikan pelukan hangatnya, membekap tubuh Celine dengan erat pada pelukannya, Celine lantas membalas pelukan itu.


"Kamu yang sabar. Aku yakin kamu bisa melewati semua ini, tidak ada seorang ayah yang tega melihat putrinya menderita begitu dengan juga papa kamu, pasti beliau juga tidak ingin melihat putrinya seperti ini jadi kamu harus kuat! Kamu harus kuat!"


"Kenapa orang-orang yang aku sayangi perlahan-lahan sudah pergi meningalkan aku! Kenapa?"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2