Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 44." Pernikahan Penuh Haru."


__ADS_3

Mendapatkan restu dari Mamanya Rasyel untuk membina hubungan rumah tangga. Dan meminang Celine sebagai calon Istrinya. Akhirnya setelah dua Minggu kemudian pernikahan mereka pun di selenggarakan dengan cepat .


Dengan balutan kebaya putih yang menghiasi tubuh Celine, ditambah lagi dengan riasan yang gak terlalu berlebihan membuat kecantikan Celine terlihat sangat natural dan terlihat sangat cantik.


Akan tetapi dihari pernikahan yang biasanya akan jadi hari kebahagiaan bagi sepasang suami istri, hal itu tidak berpengaruh bagi Pria tampan yang sudah mengenakan setelan jas hitam dengan rapinya, dirinya tidak bisa menghentikan air matanya yang terus-menerus membasahi pipinya.


Dia tidak tau apa ini air mata bahagia atau air mata kesedihan yang sedang dia rasakan saat ini. Melihat calon Istri yang hendak akan ia nikahi masih terbujur lemas bersamaan dengan alat-alat pembantu pernafasan yang memenuhi sekeliling tempat terbaringnya calon istri. sedangkan dirinya yang terus menangis, Mamanya akhirnya menghampirinya dan menenangkannya


"Sayang kamu kenapa nangis, Ini adalah hari bahagia kamu, Jadi kamu tidak boleh menangis seperti ini ya, usap air mata kamu laki-laki setampan kamu tidak pantas menangis seperti ini..jadi usap lah!"pinta Mamanya yang akhirnya mengusap air matanya.


"Ma ... apa yang aku lakukan ini benar, apa aku tidak terlihat bodoh karena melakukan semua ini? Aku tidak egois kan!"tanya Rasyel pada mamanya.


"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang, yang kamu lakukan ini sangatlah benar, sebagai seorang Mama yang melahirkan kamu? Mama mengatakan apa yang kamu lakukan ini sangatlah benar, jika Mama ada diposisi kamu, Mama juga akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan, Jadi jangan menangis ya, Penghulu dan para tamu sudah pada datang, Jadi kamu harus bersiap-siap sekarang, ingat jangan menangis lagi ya, calon istrimu akan tambah sakit jika ia tau calon suaminya cengeng seperti ini Jadi usap lah!"ucap Mamanya sembari membantu mengusap air mata Putranya.


"Baik ma, terima kasih ya ma, karena Mama sudah selalu ada disamping ku, terima kasih!" ucap Rasyel sambil memeluk Mamanya.


"Ya sudah, Sekarang sudah waktunya kamu untuk kita mulai, Jadi bersiaplah!"

__ADS_1


"Baik ma!"


Pernikahan yang hanya terselenggara dan hanya mengundang beberapa tamu undangan,teman, keluarga dan penghulu.


Para tamu dan penghulu yang sudah pada datang dan memasuki ruangan rawat Celine, Celine sendiri yang masih dinyatakan koma tak menghindarkan air mata semua orang untuk tidak terjatuh.


"Sayang lihatlah calon suamimu sangatlah tampan pastinya kamu akan sangat bahagia bisa mendapatkan Suami seperti dirinya. Dan aku sudah sangat bahagia akhirnya kalian bisa bersatu."Lantas Mamanya yang menyuruh Rasyel untuk duduk berhadapan dengan penghulu.


"Apa ijab kabulnya sudah bisa dilakukan sekarang? Apa para mempelai juga sudah siap?"tanya sang penghulu.


"Iya kita sudah siap pak!"jawab Rasyel.


Rasyel terdengar sangat tegas mengucapkan Ijab Kabul tersebut hingga selesai, diiringi tangis haru dari tamu dan anggota keluarga yang hadir di sana.


"Bagaimana para saksi, sah?"


"SAHHH!!!"

__ADS_1


Ucapan Sah yang sangat semangat itu semakin mengharukan ruangan ini.


Ijab kabul yang akhirnya diucapkan oleh Rasyel telah membuktikan jika keduanya sudah sah menjadi sepasang Suami-istri.


"Sekarang, sesi pemakaian cincin." Pak penghulu mengarahkan keduanya agar segera pasang cincin pernikahan secara bergantian.


Rasyel duluan yang memegang tangan kanan Celine, kemudian dengan lembut dia membantu Celine memasangkan cincin tersebut di jari Rasyel sendiri. Menahan tangisnya yang amat sulit ia tahan. Setelah dirinya membantu pujaan hatinya memasangkan cincin pada dirinya itu, berbalik Rasyel sendiri yang dengan tulus dan manis memasangkan cincin satunya dijari Celine, wajah bahagia bercampur kesedihan serempak hadir mengitari ruangan ini, Rasyel yang lalu memberikan kecupannya pada kening Celine berjanji dirinya akan selalu untuknya disaat duka mau suka akan menerpa keduanya.


Sang Mama dari Rasyel sendiri lalu memberikan kecupan pada menantunya, lalu ia memeluk sang Putra dan memberikan dukungan sepenuhnya pada anak semata wayangnya itu.


"Kalian berhak bahagia sayang? Kalian berhak bahagia, usap air mata kamu!"ucap sang Mama dengan lembut mengusap air mata sang Putra.


Apa kondisi Istri saya akan seperti ini sampai seterusnya Dok? Apa Istri saya tidak akan bisa sembuh tanpa alat bantu semua ini?"


"Dokter yang sabar yang namanya umur manusia kita tidak tau kapan nyawa seseorang akan dijemput, tapi benar apa yang Dokter katakan tanpa adanya alat bantu ini mungkin nyawa istrimu sudah tidak bisa tertolong, tapi sebagai keluarga kalian tidak boleh pesimis kalian harus kuat dan yakin jika istri Dokter bisa melewati semua ini ya sudah saya tingal dulu!"


"Baik Dok sekali lagi terima kasih!"

__ADS_1


"Iya sama-sama Dok!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2