
"Sayang kamu ingin membawaku kemana?"
"Sudahlah nanti kamu juga akan tau, yang jelas sekarang kamu harus ikut aku karena ini sudah waktunya akan tiba!"
Sesampainya mereka disalah satu taman yang dimana taman itu taman yang dulunya pernah keduanya pakai untuk melihat Matahari terbit mau pun terbenam yang dengan indah mampu mereka jangkau dengan pandangan yang sangat dekat.
"Tempat ini? Kamu masih ingat dengan tempat ini?"
"Apa sih yang tidak aku ingat! Disaat kamu koma akulah orang yang banyak berjuang untuk memperjuangkan kamu, banyaknya orang yang menganggap remeh seolah-olah aku gila namun aku tidak mendengar semua ocehan itu karena sekarang aku tau akibat usahaku aku mampu mengembalikan orang yang aku sayang untuk aku pandang didepan mataku seperti ini!"
"Aku cukup bangga seseorang sepertimu dengan berusaha memperjuangkan aku tanpa melihat seperti apa tanggapan seseorang mengenai dirimu dan aku cukup bahagia mendapatkan semuanya?"
"Ya sudah kita duduk matahari terlihat mulai akan muncul?"
"Iya kita duduklah disana!"
Satu bulan dengan cepatnya telah berlalu , hubungan erat yang terjalin antara dua pasangan sejoli semakin hari kebahagiaan keduanya semakin terlihat jelas, keduanya duduk disalah satu kursi taman, Rasyel yang beberapa kali mencium mesra perut buncit Istrinya yang siapa sangka telah masuk ke usia satu bulan dari sekarang.
"Kira-kira jika anak kita laki-laki kita jadikan apa ya? Dokter, penyanyi,model,pengusaha. Dan jika perempuan kira-kira sifatnya sama tidak ya perilakunya seperti dirimu ini?"tanya Rasyel.
__ADS_1
"Yang pasti dari semua yang kamu sebut aku tidak ingin jika anak kita akan menjadi seorang Dokter?"ungkap Celine secara jujur.
"Kenapa? Bukankah jika dia menjadi Dokter anak kita akan jadi penerusku nanti?"ucapnya yang secara Gr.
"Tidak! Aku tidak setuju, jika dia menjadi Dokter tidak akan tidak mungkin jika dia perilakunya juga akan sama percis seperti dirimu! Kamu ini sudah menjadi Pria yang memiliki sifat kepedean, kegantengan dan itulah yang aku tidak inginkan jika anakku akan seperti Papanya tidak mau!"
"Ya elah biarpun aku orangnya kegantengan tapi itu memang benar kan? Dan jika aku juga orangnya kepedean buktinya aku berhasil mendapatkan hati wanita seperti dirimu ya kan?"ledeknya dengan mencolek dagu istrinya secara manja.
"Ih gombal!"
Melirik kearah timur, melihat matahari yang mulai terbit wajah bahagia terlihat jelas dari raut wajah Celine, sedari tadi inilah yang ia tunggu dan siapa sangka keinginannnya akan kembali terkabul untuk menyaksikannya. Air matanya mulai terjatuh mengingat beberapa bulan yang lalu dirinya sedang berjuang antara hidup dan mati.
Mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi seorang Ibu sekaligus Istri dari keduanya yang sangat ia sayangi telah membuktikan jika kebahagiannya memang ditakdirkan ada, namun Tuhan memberikan ujian dan kesetiaan cinta hubungan mereka masing-masing.
"Iya aku sangat bahagia?"balas Celine.
"Terus apa yang membuatmu malah menangis bukankah ini yang selama ini kamu impikan yaitu melihat matahari terbit sekaligus bersama denganku dan juga anak yang nantinya akan jadi pelengkap dalam rumah tangga kita ini?"
"Aku tidak percaya jika akhirnya aku mampu merasakan kebahagiaan yang amat besar ini? Awalnya aku berfikir usiaku tidak akan lama, bahkan untuk memandang mu aku berfikir jika aku telah bermimpi mampu bersanding dan bercanda denganmu seperti ini? Tapi nyatanya Tuhan mengijinkan ku untuk mendapatkan kembali kebahagiaan ku, aku sungguhlah seperti bermimpi, aku seperti sedang bermimpi?"
__ADS_1
"Tapi nyatanya kamu tidaklah bermimpi sayang, bersanding dan memandangku seperti ini inilah kejadian yang sungguh-sungguh kamu alami. Tatap aku dan lihat aku sampai kapan pun aku akan selalu ada, didalam janin yang kamu kandung ada bukti akan cinta kita jadi aku mohon jangan lagi menangis, aku mohon?"
Tak mampu membendung air mata kebahagiaan dirinya lantas memeluk suaminya, dibalas suaminya yang membalas pelukan hangatnya itu, keduanya telah berhasil melewati semuanya biarpun Tuhan mencoba menerjang dengan berbagai ujian cinta, keduanya mampu berdiri kokoh dan berhasil berdiri diatas duri yang kapan saja bisa mengancamnya.
Takdir kehidupan pada dasarnya hanya Tuhan yang tau, kematian, penderitaan, kekayaan dan takdir cinta pada dasarnya hanya Tuhanlah yang tau seperti apa takdir itu berjalan beriringan dengan banyaknya ujian yang dasarnya semua manusia akan merasakannya.
Aku sadar kehidupan yang kita jalani terus berjalan tanpa adanya halangan yang akan menghalangi akan hadirnya kebahagiaan itu sendiri.
Aku bahagia akhirnya sekian lama aku berfikir kebahagiaan tidak akan berpihak padaku, kali ini aku percaya jika setiap kebahagiaan seseorang sangatlah ada, hanya butuh kesabaran lah bagi setiap orang untuk berhasil melewati tahap sulit dalam badai yang dilaluinya.
Aku sadar setiap manusia pasti ditakdirkan untuk bahagia. Entah bahagia karena apa tapi aku sangat yakin, setiap luka yang tertanam pasti akan tiba waktunya luka itu akan berubah menjadi kebahagiaan yang akan sulit untuk dilupakannya.
Aku bersyukur kehidupanku sekarang mampu mendapatkan kasih sayang yang tulus dari pria seperti Rasyel, dia memang anak yang terlahir dari keluarga kurang mampu tapi ketulusan dan kebaikannya lah yang akhirnya semakin mendorongku untuk memilih dia sebagai Suamiku, biarpun ini terbilang alay karena tidak sepantasnya pria ini mampu menjadi suami dari Wanita bergelar konglomerat sepertiku tapi itu hanya kaya orang sedangkan aku? Aku menganggap Pria yang disampingku inilah yang cocok untuk aku perjuangkan. Dan satu hal yang terpenting, aku mencintainya bukan karena ketampanannya, tapi aku mencintainya karena dia Lelaki baik, pengertian, perduli bahkan rela melakukan apapun demi wanita yang dicintainya.
Bahkan aku berfikir kalau bukan karena ketulusannya mungkin aku tidak akan mampu lagi mempertahankan Pria seperti dia, tapi entah kenapa melihat ketulusannya dan perjuangannya selama ini, hal inilah yang semakin mendorong ku untuk tetap bertahan dalam kehidupan ini, tak perduli siapa dia dan darimana keluarganya aku yakin dia bisa jadi tangung jawab bagi aku dan juga calon anak yang aku kandung saat ini, terima kasih sayang! Terima kasih karena kebaikan dan kesabaranmu kamu bersedia menunggunya hinga beberapa bulan lamanya sejak aku dinyatakan koma, terima kasih! Terima kasih.
Dan kita berdua telah berjuang dengan keras apa yang harus kita miliki, suka duka sudah sama-sama kami lewati dengan rintangan yang sangat besar karena kita yakin takdir tidak akan pernah mengkhianati hasil setelah bersusah payah kita berjuang melawan rintangan terbesar kami.
Wajah bahagia telah terpancar dari keduanya. Suka duka telah mereka rasakan selama ini. Dan cinta sejati? Mereka telah membuktikan jika cinta sejati akan tahu kemana dan dimana hati itu akan pulang pada tempat asalnya.
__ADS_1
Memeluk erat, mencium kening dengan lembut. Keduanya yang sama-sama memberikan tatapan satu sama lain, dari raut wajahnya terlihat sangatlah bahagia hingga tidak tersirat seperti apa mereka harus menunjukkan rasa bahagianya itu.
TAMAT.