
Melanjutkan kembali pembicaraan mereka dalam sambungan telefon. Bibik mengangkat kembali sambungan itu setelah Monika meneleponnya kembali.
📞"Hei siapa tadi yang datang barusan? Apa dia dokter itu?"
📞"Bukan nyonya dia itu cuma supir!"
📞"Baguslah sekarang yang harus kamu lakukan kamu harus bisa menghalangi seseorang yang ingin masuk kedalam rumah ini. Saya sudah memutuskan untuk bikin dia koma lagi nanti aku akan panggil dokter pribadi untuk dia paham!"
📞"Baiklah nyonya!"
Tanpa sengaja pembicaraan mereka telah diketahui oleh supir disaat dirinya yang hendak mengembalikan kunci mobil. Mendengar sendiri dari luar jendela kamar Celine dari situlah akhirnya kejahatan mereka telah terbongkar.
"Apa jadi nyonya Celine dia tidak pernah pergi luar kota, melainkan dia sedang disekap dirumahnya sendiri? Mereka benar-benar kejam aku tidak bisa biarin ini ini semua. Aku harus menolong nyonya Celine tapi bagaimana caranya?"batinnya.
"Aku harus pergi! Mereka tidak boleh tau kalau aku telah mendengarnya?"batinnya lagi.
Mengetahui sebuah rahasia yang tidak seharusnya ia dengar. Perasaan campur aduk terus saja menyerangnya ingin sekali ia menolongnya dan berbuat sesuatu tapi dengan cara apa dia mampu melakukan semua itu.
"Dimana ini apa yang harus aku lakukan sekarang cepat atau lambat aku harus bisa menolong nyonya sebelum semuanya terlambat tapi gimana caranya?"
Berjalan tidak fokus pada arah tujuan, sang supir yang saat itu sedang mengendarai mobil dirinya tidak sengaja hampir saja menabrak seseorang, melihat seseorang itu jatuh tersungkur dirinya lantas langsung keluar mobil untuk memeriksa keadaan seseorang itu.
"Maaf! Saya tidak sengaja maafkan saya! Maafkan saya!"
Raut wajah yang berselimut rasa bersalah. Namun setelah sang supir menatap balik wajah seseorang itu ingatannya mulai muncul, berfikir seseorang yang ada dihadapannya sebelumnya sudah pernah ia temui.
"Ini kan laki-laki yang kemaren aku lihat dia bersama dengan nyonya Celine? Apa aku minta bantuan saja sama dia?"batinnya.
"Maaf pak? Apa bapak baik-baik saja? Saya tidak kenapa-kenapa jadi anda tidak perlu cemas?"
" Baiklah kalau gitu sekali lagi maafkan saya!"
"Ya sudah saya permisi dulu!"
"Tunggu tuan?"
"Bapak memanggil saya?"
"Iya tuan, saya cuma mau tanya apa tuan kenal dengan nyonya Putri Alexander Arceline?"
"Nama itu? Bapak tau dari mana kalau saya kenal dengan Wanita itu?"
"Syukurlah ... Alhamdulillah akhirnya ada seseorang yang bisa saya minta bantu. Oh iya tuan apa kita boleh bicara sebentar saat ini? Ada sesuatu yang harus aku kasih tau kepada tuan?"
"Apa tentang Celine?"
"Iya tuan!"
"Baiklah ayo!"
"Tapi alangkah baiknya kita bicara dalam mobil!"
"Baik Pak!"
Keduanya mulai masuk kedalam mobil, mulai berbincang membicarakan akan sesuatu yang sudah diwanti-wanti oleh Supir begitu juga dengan Rasyel sendiri.
__ADS_1
"Ada apa Pak? Masalah apa yang ingin anda bicara padaku?"
"Ini masalah yang penting tuan! Tuan harus menolong nyonya Celine karena dia sekarang sudah berhasil masuk di jeratan wanita siluman itu? Nyonya besar dalam masalah karena dia mengidap penyakit ganas namun semua itu terjadi karena ulah dari Wanita itu, tuan harus menolongnya! Tuan harus menolongnya!"
"Sekarang dimana Celine berada apa dia ada dirumah itu?"
"Iya! Nyonya masih ada disana, tadi pagi saya mencoba menemuinya tapi wanita itu berkata jika Nyonya pergi ke luar kota, kemudian disaat aku hendak mengembalikan kunci mobil aku yang sengaja ingin memangil bibik dari dapur lewat jendela luar aku mendengar jelas mereka membicarakan soal Nyonya. Bahkan dugaan-ku nyonya sekarang tidak baik-baik saja dan mungkin dia sedang disekap karena aku tidak melihatnya?"
"Ini tidak bisa dibiarkan aku harus menolong Celine sekarang juga!"
"Iya tuan benar, kita tidak ada waktu lagi ayo!"
Kembali kediaman besar itu namun sesampainya mereka dikejutkan dengan pemandangan rumah yang sudah dijaga ketat dengan penjaga.
"Sejak kapan dirumah nyonya Celine ada penjaganya?"
"Iya pak ya sudah ayo kita kesana sekarang!"
"Tunggu mau kemana kalian?"
"Aku mau ketemu dengan nyonya Celine jadi minggir lah!"
"Tidak bisa! Nyonya Celine menyuruh kita untuk jangan sembarangan orang untuk bisa masuk kedalam rumahnya, beliau sedang ada di luar kota!"
"Kalian pikir aku bakal percaya! Sudahlah aku malas untuk ngeladenin kalian jadi sekarang kalian pinggir dari hadapanku sekarang juga!"
"Tidak! Kita tidak akan minggir, ya sudah jika kalian tidak mau pergi dari sini kita yang akan paksa kalian untuk pergi cepat usir mereka sekarang juga!"
"Baik! Ayo pergi kalian sekarang dari sini cepat pergi!"
Memberikan satu dugeman tepat pada wajah penjaga sekejap ekpresi wajah penjaga mulai terpancing emosi. Sudut bibirnya yang terdapat bercak merah membuat penjaga itu nampak tersulut emosi yang menggebu-gebu.
"Berani sekali anda menantang kami!" tegasnya dengan muka garangnya.
"Itu keinginan kalian sendiri, jika kalian mengijinkan aku untuk masuk ini semua tidak akan pernah terjadi, kalian juga tidak akan babak belur seperti ini! Jadi jangan salahkan kami!"
"Omong kosong cepat serang mereka!"
"Baik!"
Sama-sama tak ingin kalah melawan para penjahat bertubuh kekar tersebut. Rasyel mau pun supir terus saja memberikan serangan. Tiba-tiba hadirnya Verrel dan Bram tepat pada perdebatan mereka.
"Dokter kau tidak apa-apa?"
"Kalian ini lama sekali kenapa baru datang?"
"Maaf! Ya sudah mendingan sekarang kalian masuk kedalam rumah itu, soal penjaga biar kita yang urus!"
"Baiklah! Rupanya ada untungnya tadi aku menelfon kalian aku masuk dulu!"
"Cepatlah masuk!"
Melihat langkah keduanya yang memulai memasuki kediaman itu, sigap Verrel dan Bram langsung menghalangi akan niat dua penjaga yang berniat ingin menghalanginya. Menendang salah satu dari mereka, salah satu penjaga memberikan tatapan licik seakan-akan siap memangsa kedua mahkluk dihadapannya.
"Hey! Disini harusnya orang yang kalian lawan itu kita bukan mereka!"
__ADS_1
"Brengsek cepat serang mereka!"
Saling adu otot antar keduanya. Memberikan serangan memb4bi but4 dengan letupan emosi, tak melepaskan serangan untuk kalah dari mereka, kedua penjaga itu terus saja menyerangnya, tak ingin kalah Verrel dan Bram terus saja memberikan serangan itu hingga kedua nampak kelelahan tak menandingi akan adu banteng yang diberikan Verrel dan Bram tersebut. Alhasil ampunan akhirnya kedua pria itu ucapkan.
Sedangkan Rasyel sendiri dirinya yang akhirnya berhasil masuk, dirinya terus saja berteriak memanggil nama Celine namun yang ia temui bukanlah seseorang yang sedang ia cari melainkan asisten rumah tangga, terkejut tidak kepayang sesaat melihat kedatangan Rasyel dan juga sang Supir wajah paniknya tidak bisa ia hindarkan lagi.
"Kau! Berani sekali kau masuk kedalam rumah ini?"
"Sudah jangan banyak omong dimana Celine sekarang!"
"Nyonya tidak ada dirumah ini, dia pergi keluar kota jadi percuma kalian datang kemari kalian juga tidak akan menemuinya!"
"Keluar kota?"
"Iya keluar kota!"
"Sudahlah kamu pikir aku akan percaya dengan omong kosong kamu! Aku tau kalau dia ada masih ada dirumah ini. Dan aku juga tau kalau dia tidak pernah pergi keluar kota jadi sekarang kamu kasih tau aku dimana dia atau kamu ingin aku sendiri yang mengeledah rumah ini!"
"Mendingan kamu pergi dari sini atau aku akan panggil penjaga untuk mengusir kalian, paham!"
"Halangi saja aku kalau kau bisa!"
Menyisir satu persatu ruangan dari kediaman besar ini, namun setiap ruangan yang ia geledah tak menemukan akan batang hidung seseorang yang sedang ia cari, begitu juga dengan sang supir dirinya juga tidak menemukan akan keberadaan Celine.
"Saya sudah menyisir ruangan yang bawah aku juga tidak menemukan keberadaan nyonya Celine aku rasa mereka telah membawanya pergi?"
"Tidak mungkin! Aku sangat yakin Celine masih ada disini dan aku tau siapa seseorang yang akan memberitahu kita dimana Celine berada! Katakan dimana dia sekarang kamu tau kan dimana Celine sekarang?"
"Sudah aku katakan aku tidak tau! Kediaman ini sudah kosong karena Nyonya pergi sudah sejak semalam jadi percuma kalian mencarinya kalian tidak akan menemukannya jadi aku minta pergilah! Ayo pergi!"
"Kenapa kamar ini bisa terkunci?"
"Iya karena itu cuma gudang! Sudahlah kamu pergi saja dari sini aku kan sudah bilang kalau nyonya Celine dia tidak ada disini jadi percuma saja kalau kamu geledah rumah ini pada akhirnya kamu tidak akan menemukan dia juga!"
"Apa kau yakin kalau ini adalah gudang?"
"Iya itu beneran gudang!"
"Baiklah kalau gitu aku bakal periksa sendiri!"
"Apa yang kau lakukan!"
Mendobrak pintu tersebut secara paksa, meluapkan semua emosinya yang mampu memperbelah pintu yang tadinya masih utuh pada kunci rapinya. Tanpa berfikir ia lantas masuk melihat seseorang yang ia cari sudah terbujur tak berdaya diatas ranjangnya, raut wajah pucat yang ikut serta dalam wajah cantik Celine membuat Rasyel tak tahan melihat semua ini.
Tak mempercayai apa yang ia lihat saat ini, dengan langkah lemas dirinya perlahan mulai menghampiri namun Celine nampak terdiam dengan kondisi sudah tak sadarkan diri. Dengan sekejap Rasyel mengangkat tubuh mungil itu tanpa bersuara, dirinya langsung membawanya pergi. Sang asisten yang diselimuti rasa takut sekaligus cemasnya, dirinya yang berniat akan pergi untuk menghindari jeratan polisi namun usahanya telah sia-sia setelah sang supir, Verrel dan juga Bram yang tepat waktu langsung mengamankannya untuk jangan pernah bisa kabur.
"Anda ingin lari kemana? Anda sudah dinyatakan bersalah karena masalah ini jadi diam jangan coba-coba untuk memberontak paham!"
"Ayo ikutlah denganku ayo cepat jalan!"
"Tidak! Aku tidak salah ijinkan aku pergi! Aku hanya disuruh ijinkan aku pergi aku mohon ijinkan aku pergi!"
BERIKUT REKOMENDASI SUPER SERU NIH 👇👇
__ADS_1
BERSAMBUNG.