
Setelah kejadian tak terduga datang, Rasyel yang datang tepat waktu dia berhasil menangkap tubuh Celine, keduanya yang tidak sengaja berpelukan bersamaan tatapan mereka yang fokus menatap kearah satu sama lain disertai lamunan memandang secara langsung dengan jarak yang sangat dekat, tanpa sengaja Rasyel yang mulai terbawa suasana dalam hatinya ia tanpa sengaja mengeluarkan pujiannya.
"Memang kamu itu wanita yang sangat cantik dan aku tidak salah jika mengagumimu?"batin Rasyel dengan senyumannya.
Memandang dengan secara serius. Terlamun dengan lamunan keduanya yang tak sengaja menunjukkan akan senyum manisnya, Celine yang akhirnya tersadar setelah ia melihat Rasyel memandangnya dengan tatapan tulus lantas ia pun berkata.
"Lepaskan, tidak!"
"Maaf-maaf aku tidak bermaksud memeluk kamu!"
Tak lama akhirnya Bram dan juga Verrel pun datang.
"Apa kamu baik-baik saja syukurlah untung saja."
"Apa yang kalian lakukan aku menyuruh kalian untuk menjaganya tapi bukan membiarkan dia seperti ini astaga Celine lutut kamu, lutut kamu apa yang terjadi?"
"Iya tadi aku terjatuh akhirnya seperti ini,"balas Celine.
"Astaga bagaimana semua ini bisa terjadi kalian ini benar-benar tidak bisa dipercaya! Aku itu menyuruh kalian untuk melatih dia bukannya malah melukainya seperti ini kalau gini lebih baik aku sendiri yang harus melatihnya!"
"Maaf Rasyel kita ngaku kalau kita salah jadi tolong maafkan kita! Maafkan kita!"
"Ya sudah untuk kali ini aku akan memaafkan kalian, ya sudah ayo Celine kita pergi dari sini, sini aku bantu!.
Setelah mau pulang, Bram dan juga Verrel pun mau ikut juga tapi Rasyel sigap langsung melarang.
"Siapa yg menyuruh kalian untuk masuk?"
"Astaga Rasyel kan kita satu rumah apa kamu lupa?"timpal Verrel.
"Iya tapi bukan berarti kalian bisa pulang bareng sama aku!"
"Tunggu! Jadi kamu melarang kita untuk masuk! Kita tidak boleh pulang bareng terus apa tujuan kamu datang kesini?"tanya Bram.
"Pikir aja sendiri ya sudah kita pulang dulu, sampai ketemu di rumah!" Tanpa berkata lagi Rasyel menarik tangan Celine dan membawanya pergi.
"Apa yang terjadi sama itu orang? Setan apa yang merasukinya kenapa dia jadi seperti itu bagaimana dia bisa berubah dalam sekejap?"Sama-sama tidak mengerti Verrel yang hanya mampu mendengarkan ucapan Bram dirinya hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah dari pada kita cuma terdiam disini mendingan kita pulang aja sekarang nanti keburu malam aku jalan dulu!"
Sesampainya mereka dikediaman Rasyel. Rasyel yang lagi membantu Celine untuk mampu berjalan, lantas memintanya untuk berlatih berlatih
"Baiklah berhubung tadi kamu latihannya gagal, mendingan kita latihan disini aja aku akan membantumu!"
"Tidak! Aku tidak mau. Aku rasa dengan berlatih segiat dan se'berusaha apapun aku, aku yakin aku tidak akan pernah bisa lagi untuk berjalan jadi sudah! Sudah lupakan semuanya aku tidak ingin berlatih lagi!"
"Di-dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, jika kita tidak berani untuk mencoba mana mungkin kita akan tau berhasil atau tidaknya, kamu mencoba satu kali lagi aku yakin kamu pasti bisa jadi semangatlah jangan putus asa!"
__ADS_1
"Baiklah aku akan mencobanya!"
Susah payah Celine melatih kakinya untuk mampu berjalan secara normal, tapi semakin ia paksa semakin sulit baginya untuk bisa melakukannya hingga rasa putus asa pun lagi-lagi menyerangnya.
"Sudah aku tidak mau lagi, percuma! Biarpun kamu mengajariku sudah payah aku juga sama sekali tidak akan bisa berjalan lagi jadi aku tidak mau melakukan itu lagi tidak mau!"
"Astaga Celine kamu jangan putus asa kaya gini, aku tau kamu pasti bisa jadi kamu harus semangat kamu tidak boleh pantang menyerah ayo bangun lagi!"
"Tidak! Aku tidak mau!"
"Payah! Padahal selama ini aku merasa kamu itu wanita yang paling kuat dan tabah setiap kali menghadapi ujian ataupun rintangan, tapi kayaknya itu semua salah! Kamu bukan lah wanita yamg seperti itu kalau aku tau kamu mudah akan pantang menyerah seperti ini lebih baik dari awal aku tidak menolong mu!"
"Apa kamu menyesal karena kamu sudah menolongku? Ya sudah iya-iya aku mau berlatih lagi sekarang ayo!"
"Gitu dong dari tadi kali!"
Kembali berlatih, sedangkan Bram dan juga Verrel yang lagi rebutan remote lantaran tidak mau ketinggalan film yg di sukainya itu. Pada mereka sedang berebutan mereka tidak sengaja memencet salah satu channel yg dimana disitu ada sebuah pemberitaan mengenai hak waris atas perusahaan dari almarhum papanya Celine yang kemungkinan hak waris itu akan jatuh ke wanita jahat itu setelah Celine ahli waris yang dibicarakan dinyatakan meninggal dalam operasi kemaren.
Tangannya seketika mengepal, air matanya tumpah tak tahan dengan kondisinya yang masih belumlah stabil, tubuhnya yang tadinya berdiri kokoh kini tubuh itu perlahan-lahan roboh
"Astaga Celine kamu tidak apa-apa kan? Kamu baik-baik saja kenapa ada apa? Apa yang kamu lihat? Kamu ingat dengan wanita yang ada didalam tivi itu?"
"Dia orang yang sudah membunuh Papaku! Dia juga yang telah membuat hidupku jadi seperti ini hanya karena harta dia tega membunuh Papaku yang tak lain adalah saudaranya sendiri dia benar-benar wanita jahat! Dia benar-benar wanita yang sangat kejam!"
"Apa! Jadi dia itu beneran orang jahat sudah aku duga!"timpal Rasyel.
"Iya yang dikatakan Bram memang benar! Ini bukan cuma tindak kejahatan tapi ini sudah dalam kasus pembunuhan jadi kamu harus melaporkannya ke polisi supaya dia mendekam dipenjara?"timpal Verrel kemudian.
"Iya aku tau tapi untuk memenjarakannya itu tidak semudah yang kita pikirkan. Aku perlu bukti yang kuat untuk menangkapnya!"
"Kamu tenang saja kita akan bantuin kamu. Kayaknya yang perlu kita lakukan sekarang kita harus menggagalkan rencananya itu, tapi kita harus pakai cara apa untuk menggagalkan?"
"Ada cara untuk menggagalkan rencananya itu! Yaitu aku harus keluar dari persembunyian ini dan muncul dihadapan orang-orang dengan begitu orang-orang akan mengetahui kalau aku masih hidup wanita itu dia tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi!"
"Apa kamu yakin? Kamu yakin jika rencana kamu akan berhasil? Kalau mereka sampai menyakiti kamu gimana? Dan membuat hidup kamu seperti dulu apa kamu sudah memikirkannya termasuk memikirkan memikirkan resiko terbesar yang akan terjadi?"
"Iya aku sudah memutuskannya. Dan aku rasa mereka tidak akan berani melakukan itu lagi sama aku. Karena yang terpenting jangan sampai wanita itu berhasil menguasai semuanya. Jika itu terjadi aku tidak atau apa yang akan terjadi! Konferensi pers itu tinggal 2 hari lagi dan satu satunya cara aku harus menghadiri acara itu?"
"Tapi aku rasa kamu tidak akan bisa karena sampai sekarang aja kamu belum bisa berjalan mana mungkin kamu akan bisa berdiri didepan orang-orang itu tapi kamu tenang saja aku akan mengajari kamu sampai kamu bisa berjalan!"
"Apa kamu serius? Kamu sungguh-sungguh mau mengajariku sampai bisa biarpun kemungkinannya sangatlah tipis?"
"Iya aku serius! Di-dunia ini tidak ada yang tidak mungkin jika kita tidak mencoba. Apa yang sudah aku ucapan tidak mungkin akan semudah itu aku langgar jadi mari kita berlatih bersama?"Sama-sama bertatapan muka dengan senyuman merekah yang sama-sama hadir antar keduanya, Bram yang tidak bisa terdiam melihat suasana ini lantas ledekan-nya ia keluarkan.
"Sudah-sudah kenapa kalian jadi sama-sama tersenyum gini kalau kalian sama-sama saling mencintai bilang aja lagi gak perlu diumpetin lagi ya kan Verrel?"
"Iya betul banget!"balas Verrel yang ikut mendukung.
__ADS_1
"Apa maksud kamu siapa juga yang mencintai itu cuma perasaan kalian saja sudah-sudah ini sudah malam jadi sekarang kalian harus tidur!"
"Itu orang-orang kenapa tidak mau mengakuinya juga sih klu cinta ngapain harus di diumpetin bilang ya bilang gitu Dok?"timpal Bram yang merasa kesal.
Berjanji akan terus melatihnya hingga bisa, Rasyel yang sengaja mengajaknya untuk jalan pagi tak lupa dengan penyamaran yang dilakukannya.
" Memang kita mau kemana kenapa dokter pagi-pagi gini sudah mengajakku untuk bersiap-siap?"
"Iya karena aku akan mengajak kamu ke suatu tempat. Aku sudah berjanji sama kamu jadi aku harus menepati janji itu. Nanti juga kamu akan tau kita akan pergi kemana?"
"Baik lah kalau gitu!"
Dan setelah 1 jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di taman.
"Akhirnya kita sampai juga disini!"
"Taman? Kenapa kamu mengajak aku ketaman bukannya kamu mau mengajariku kenapa kamu malah membawa ku kesini?"
"Iya memang benar aku akan mengajarimu dan disinilah tempatnya taman ini dipenuhi dengan rumput-rumput seperti ini jadi kamu tidak perlu takut kalau nanti kamu akan terjatuh ini tidak akan sakit, sudah sekarang ayo kita mulai berlatih sekarang km turunkan kaki kamu!"
"Baiklah aku akan coba!"
Celine pun akhirnya perlahan-lahan menurunkan kakinya itu dan dia bisa berdiri secara tegak.
"Iya bagus seperti itu jadi sekarang ayo kamu coba melangkah pelan-pelan saja ya kamu jangan paksakan!"
Celine pun coba melangkah kan kakinya itu baru 2 langkah dia terjatuh lantaran tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya.
"Astaga Celine kamu baik-baik saja kan? Sudah ayo kamu berdiri lagi aku yakin kamu pasti bisa!"
"Iya aku pasti bisa! Aku tidak boleh menyerah!"
Celine yang sangat bersemangat akhirnya berhasil juga dan perlahan-lahan dia bisa melangkahkan kakinya itu.
"Aku berhasil! Aku berhasil! Akhirnya aku bisa juga!"
"Gitu dong kalau kamu semangat gini kan kamu cepat bisa jalannya ya sudah mendingan kita istirahat dulu sebentar kita makan dulu kamu pasti laper kan?"
"Iya kamu tau juga kalau aku sedang laper sekarang!"
"Ya sudah sekarang ayo kita pergi ke restoran itu kamu jalan aja kamu jangan naik kursi roda sekalian kamu bisa mengerakkan kakimu perlahan?"
"Iya yang kamu katakan memang benar ya sudah ayo!"Tidak membutuhkan waktu lama keduanya akhirnya sampai disalah satu Restoran menyantap menu makanan yang ia pesan tadi.
BERSAMBUNG.
__ADS_1