Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 6 " Kesadaran Celine "


__ADS_3

Melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit ini, dirinya kemudian masuk kedalam mobil.


"Ingat Rasyel ini adalah keputusan kamu! Ini adalah keputusan kamu jadi jangan pernah untuk berfikir yang tidak-tidak paham!"


Hendak akan menyalakan mesin mobil, suara angkuh tiba-tiba terdengar dari belakang kursi ia berada, merasa terkejut sekejab mata pandangannya pun tertuju pada arah suara seseorang itu.


"Anda? Siapa anda? Apa yang anda lakukan disini anda ingin berbuat jahat kah kepadaku?"


"Jangan banyak berkata aku tidak akan mungkin setega itu melukai seseorang jika bukan seseorang itu sendiri yang berani berbuat! Anda sendirilah yang mencari masalah apa mungkin aku akan melepaskan kamu begitu saja setelah atasanku memerintahkan ku!"


"Apa maksudmu aku tidak mengerti!"


"Ruang rahasia bukankah anda juga masih ingat betul kan dengan ruang rahasia itu? Baiklah akan aku perjelas, setiap orang yang keluar dari pekerjakan itu tidak segampang nya orang itu akan pergi, sama halnya seperti anda! Anda sudah mengetahui semua rahasia disana apa mungkin pihak sana akan bodoh melepaskannya begitu saja?"


"Terus apa mau mereka? Apa mereka ingin aku kembali lagi kesana dengan begitu nasibku akan aman?"


"Dibilang seperti itu, jika anda kembali aku pastikan anda akan aman, gimana? Apa anda setuju dengan tawaran ku ini?"


"Baiklah jika itu sudah jadi keputusan anda aku akan kembali! Aku akan kembali menghindari nasib malang yang akan menimpaku anda puas!"


Hanya menunjukkan wajah licik sekaligus senyuman menyeringainya, tanpa adanya rasa beban pria itu bergegas pergi tak menghiraukan pria yang barusan ia ancam.


"Dasar pria gila! Apa seperti ini cara dia mengancam orang-orang yang keluar dari pekerjaan sana? Jika mereka mengetahui rahasia itu apa salah jika mereka keluar tanpa adanya beban pikiran yang akan mereka dapat?"


"Padahal aku berniat untuk tidak melakukan pekerjaan ini tapi hanya gara-gara satu masalah! Aku harus kembali keruangan ini lagi!"


Memasuki ruangan rahasia dengan langkah lesu seolah-olah tidak ada tenaga lagi yang ia terima. Menghampiri Wanita cantik bergaun putih yang hanya terbaring lemas disana, perlahan-lahan ia menghampirinya.


"Tidak di sangka kita akan bertemu lagi sekarang? Sekarang apa yang harus aku lakukan apa aku harus menuruti permintaan dari pak kepala itu? Karena jujur cuma dengan cara itu aku bisa bertahan di sini sekaligus mencapai keinginanku! Jadi maaf aku harus melakukan semua ini, maaf!"


"Hem padahal aku berniat hanya untuk mencari ketenangan disini tapi hanya gara-gara satu masalah dan rasa penasaranku, mau gak mau aku harus bertahan dan mencari kebenarannya disini,"


Satu tatapan yang tertuju pada pandangan Rasyel, bahkan bola matanya tidak bisa terhenti memandangi Wanita yang tertidur pulas saat ini. Memeriksanya sesaat kemudian apa tidak ia pikirkan pun terjadi gimana dengan tiba-tiba ia pun menjadi sangat terkejut lantaran tiba-tiba Wanita itu telah sadar dan mengatakan sesuatu yang membuat Rasyel terkejut hingga terpental.

__ADS_1


"Penjahat!"


"K..kamu...?


"Dan tiba-tiba ada seseorang yang datang dan langsung membangkitkan Rasyel yang terjatuh dilantai.


"Dokter sedang berbicara dengan siapa? Apa yang terjadi, kenapa Dokter bisa sampai bersimpuh disini? Dokter? Dokter kenapa tegang gitu ada apa? apa ada masalah disini?


"Tidak apa-apa kok Dok, tadi aku cuma kaget aja lihat kehadiran Dokter yang datang tiba-tiba, karena tadi aku lagi berbicara ditelpon dengan seseorang, ada apa Dok? Kenapa Dokter kemari?


"Itu! Aku kesini hanya mau menyuntikkan ini ke pasien ini, apa anda sudah menyuntikkannya?"


"Iya saya sudah menyuntikkannya, jadi Dokter tidak perlu melakukan itu semua," balas Rasyel yang terlihat masih sangat bingung, sesekali ia memandang kearah Wanita tidur itu akan tetapi ia terlihat kembali memejamkan matanya.


"Baiklah kalau kamu sudah melakukannya, ya sudah kalau gitu saya pergi sekarang mari!"


"Baik Dok, silahkan!"


" Huhu untung aja tadi akting aku bagus didepan Dokter Rusli, jadi aku akan aman dan tidak jadi dipecat dari Rumah sakit ini lantaran mengetahui rahasia besar disini, ternyata Rumah sakit ini tidak main-main jika melakukan kesalahan mereka akan langsung di tendang dari Rumah sakit ini tanpa rasa ampun jadi aku harus berhati-hati, tapi wanita tadi apa mungkin aku hanya berhalusinasi dia telah sadar?" gumamnya yang kemudian ia pun kembali melangkahkan kakinya menghampiri Celine.


"Kenapa kamu lakukan semua ini? Apa sekarang kamu akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh para Dokter-dokter itu?" Terkejut tidak main, Rasyel terbelalak kaget dirinya tidak mempercayai apa yang ia lihat saat ini.


"Anda? Anda sudah sadar?"ucapnya tak percaya.


"Apa kamu akan menyuntikkan obat itu ke tubuhku dan membiarkanku untuk terus terbaring disini hingga akhir hidupku. Jika kamu ingin melakukan itu Kenapa kamu tidak sekalian aja membunuhku karena tidak ada gunanya aku hidup jika cuma di jadikan boneka seperti ini, ayo bunuh aku!" ucap Celine yang kemudian Rasyel pun menimpalinya.


"Siapa yang mau melakukan itu? Walaupun aku orang yang tidak punya dan jelek sekalipun, aku masih punya hati yang baik. Dan kamu tenang aja aku akan menolong mu jika kamu juga mau bersandiwara denganku," balas Rasyel yang kemudian Celine pun bertanya balik.


"Bersandiwara? Bersandiwara seperti apa maksudmu?"


"Iya aku mau kamu ikut bersandiwara, jika kamu itu belum pulih seperti keadaan kamu sekarang. Dan aku juga mau kamu berpura-pura masih mengalami koma, apa kamu bersedia?"


"Itu tidak masalah aku bersedia, asal aku tidak akan mendekam di sini selama-lamanya!"

__ADS_1


"Baguslah kalau kamu setuju dengan ide aku ini!"


"Oh iya sekarang aku mau tanya sama kamu? Kan sekarang kamu itu udah membaik atau bisa di bilang sudah pulih, tapi kenapa kamu tidak langsung aja pergi dari Rumah sakit ini?"


"Tidak semudah yang kamu katakan? Gimana aku mau pergi dari sini, kalau disini penjagaannya sangatlah ketat. Belum lagi aku tidak ada tenaga untuk bisa kabur dari sini, jalankan lari untuk mengangkat sesuatu aja aku masih belum sanggup!" timpalnya.


"Iya juga sih, itu kelemahannya kita tidak akan semudah itu untuk pergi dari Rumah sakit ini kalau kamu aja tidak sanggup untuk bisa berjalan, jadi kayaknya nanti kamu harus berlatih supaya bisa berjalan lagi."


Dan dalam pembicaraan mereka, seseorang pun lagi-lagi mulai memasuki ruangan rahasia ini, Rasyel yang menyadarinya ia bergegas menyuruh Celine untuk berpura-pura tertidur.


"Tunggu? Kayaknya ada orang yang akan masuk, jadi mendingan kamu pejamkan mata kamu!"


"baiklah!"


"Nyonya Monika?"


" Dokter? Gimana keadaanya sekarang? Apa dia baik-baik saja?"tanya Dokter Andre Kemudian.


" Ya seperti yang Dokter lihat saat ini dia masih belum menandakan tanda-tanda kalau dia akan sembuh dan tersadar dari komanya.


"Ternyata masih sama, jujur aku sendiri juga berfikir kalau mungkin dia tidak akan sembuh. Apalagi melihat jika dia lemah seperti ini aku rasa semua pengobatan ini akan sia-sia saja?"


"Iya benar banget Nyonya, oh iya kalau boleh tahu awal mula pasien ini kondisinya jadi seperti ini itu apa sih penyebabnya? Apa dia mengalami kecelakaan parah?"


"Iya, Adikku ini memang pernah mengalami kecelakaan yang parah sekaligus ia juga kehilangan kekasihnya, jadi akhirnya dia seperti ini. Jika saya membiarkannya hidup bebas tanpa pengawasan ia mungkin akan melakukan bunuh diri lagi, jadi saya terpaksa melakukan semua ini. Ya sudah kalau gitu saya tinggal dulu masih banyak kerjaan yang harus aku lakukan soalnya. Tapi ngomong-ngomong kamu jangan macam-macam ya? Wanita ini sangatlah cantik jadi jangan coba-coba untuk mencintainya,"


Mendengar perkataan Nyonya Monika, seketika Rasyel pun terdiam, dan hanya bisa menundukkan kepalanya seolah ia merasa malu.


"Nyonya ini sangatlah aneh mana mungkin aku suka sama Wanita ini yang benar saja, dia memang cantik tapi dia bukanlah tipeku lagi, jadi pastinya itu tidak akan mungkin," timpal Rasyel yang kemudian Monika pun menimpalinya.


"Baiklah aku jaga omongan kamu itu, ya sudah saya permisi dulu!"


"Baiklah!"

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2