Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 37 " Berhasil Menakut-nakutinya."


__ADS_3

"Mon? Sekarang rencana yang kamu atur untuk mengerjai wanita itu sudah berhasil kamu capai, selanjutnya apa yang ingin kamu lakukan?"


"Membuatnya menderita seperti ini sudah sangat membuatku bahagia. Rasa iri dengki yang aku pendam akhirnya mampu aku luapkan pada wanita bernama Celine itu, namun ada satu lagi rencana yang ingin aku berikan pada wanita itu dan kayaknya rencana ini sangat membuatku yakin jika nasibnya akan tambah semakin hancur?"


"Rencana apa itu? Apa aku boleh membantumu?"


"Sepertinya kamu memang harus membantuku tapi untuk apa rencana itu maaf aku belum bisa memberitahumu!"


"Baiklah tidak masalah aku bisa menunggunya."


"Iya tunggulah sampai rencana-ku ini berhasil yaitu untuk menjebak kalian berdua dalam malam yang panas. Saat ini aku masih lemah dan iri melihatnya bahagia bersama Si Dokter itu dan sebelum dia bahagia bersama Lelaki yang sangat mencintainya aku pastikan hubungan merekalah yang akan hancur terlebih dulu, melihat orang yang paling disayang jatuh ke pelukan Laki-laki lain dan tidur bersama bukankah itu akan menjadi bumerang bagi hubungan mereka? Sekaligus rencana ini akan berjalan seperti yang aku inginkan membuat kegaduhan besar di Perusahaannya?"


Dalam hatinya berkata, menunjukkan senyum licik yang ia sembunyikan tapi mampu membuat kecurigaan pada Pria disampingnya, belum tau apa rencana wanita ini namun hatinya berkata jika dirinya belum mampu mendapatkan kepercayaan dari wanita itu.

__ADS_1


Berbeda dengan mereka, Celine dan Rasyel yang sengaja menjenguk Bibik disel tahanan keduanya berniat ingin berbicara secara baik-baik menanyakan apa penangkal ramuan yang mampu memperlambat penyakit yang diderita Celine itu, namun Bibik menunjukkan sikap kepercayaan pada Monika yang sangat berharap dan yakin jika Monika akan menolongnya. Memberikan ekpresi wajah tidak takut pada seseorang yang sedang ia ajak bicara angkuh lan percaya dirinya mampu membutakan diri dari Wanita yang sedikit tua itu.


"Kalian? Apa yang kalian cari disini aku tidak ingin melihat kalian pergilah!"


"Aku tidak tau hal bodoh apa yang membuat Bibik tega melakukan semua ini padaku seperti ini? Aku tidak akan menyalahkan Bibik jika Bibik melakukan semua ini atas paksakan tapi apa bibik sadar tanpa sengaja Bibik telah menghancurkan diri Bibik sendiri? Mendekam didalam sel ini apa wanita yang Bibik bantu untuk menjalankan misinya? Dia mau melirik sekali saja nasib Bibik disini dan bersedia membantu Bibik agar terbebas dari jeratan hukuman ini?"


"Jika tujuan nyonya datang kesini hanya untuk menertawakan ku, pergilah! Pergilah karena tindakan nyonya sama sekali tidak akan pernah aku anggap! Nyonya kesini hanya untuk menertawakan ku jadi pergilah! Pergilah!"ucapnya tanpa lirikan mata yang tertuju pada arah keduanya.


"Bibik sekarang bisa b0d0h dan beranggapan jika wanita itu akan menolongmu? Tapi apa bibik sadar dirinya bahkan menjadi buronan apa mungkin dia akan perduli dengan Bibik sedangkan dirinya sendiri masih dalam pengejaran Polisi? Hidup memang penuh misteri dan penuh kejutan? Aku sadar aku tidak perlu menghakimi Bibik tapi apa bibik tidak ingat dengan keluarga Bibik di Rumah? Aku bisa saja mencabut tuntutan ini namun melihat Bibik masih bersikeras aku engan untuk menolong Bibik. Bibik memang tidak punya hati bahkan untuk memikirkan keluarga Bibik sendiri Bibik engan memperdulikannya jadi untuk apa aku harus peduli pada Bibik?"timpal Celine dengan kepasrahannya.


Rasyel kemudian menggenggam erat tangan Celine untuk ia ajak pergi. Bibik yang akhirnya terpengaruh akan ucapan dan perkataan Rasyel barusan, hatinya mulai was-was bahkan raut wajahnya terlihat memerah telah menandakan jika rasa takut yang ia alami sungguhlah nyata.


"A ...apa maksud anda? Bukankah kejahatan yang aku lakukan hanyalah membuatnya mengidap penyakit itu tapi kenapa hukumannya harus hukuman m4ti?"

__ADS_1


"Bibik sepertinya tidak hafal dengan undang-undang yang berlaku selama ini. Tindakan yang Bibik lakukan sudah sangat keterlaluan bahkan kelewat batas, dengar-dengar memang hukuman itu yang akan Bibik jalani jadi saran aku mulai sekarang Bibik banyaklah berdoa karena umur tidak ada yang tau sekarang Bibik mampu berdiri dan dengan bangganya Bibik percaya jika Nyonya Monika yang Bibik banggakan itu akan menolongmu? Tapi apa bibik yakin jika seseorang yang Bibik nanti-nanti nyatanya tidak kunjung menolong tapi telah keduluan hukuman vonis itu jatuh gimana nasib Bibik? Apa bibik masih mampu untuk menanti-nantikannya lagi?"


"Tidak! Aku tidak mau jika kejahatan ku akan mendapatkan hukuman m4ti! Aku tidak mau! Aku tidak mau tolong aku! Tolong aku!"


"Aku dan pacarku bisa saja menolong Bibik tapi ini semua tidak gratis. Aku akan menolong Bibik asal Bibik kasih tau aku apa ramuan tradisional penangkal dari penyakit yang Celine derita ini? Pastinya Bibik juga tau apa efek dan obat dari penyakit buatan ini jadi katakan? Katakan apa penangkalnya?"


"Ba ...baiklah jika hanya itu cara kalian agar kalian mampu menolongku aku akan kasih tau kalian apa penangkal dari penyakit yang diderita nyonya Celine. Penyakit nyonya mampu sembuh jika ada penangkal yang ia dapatkan misal dengan meminum salah satu tumbuhan berjenis sarang semut? Tumbuhan ini bukanlah tumbuhan biasa yang akan kalian dapatkan dengan mudahnya. Tumbuhan ini sangatlah langka bahkan aku dengar-dengar hanya ada di Papua lah tumbuhan ini mampu kalian dapatkan. Tapi tumbuhan itu hanya berfungsi memperlambat sel-sel penyakit yang menjalar ke tubuh Nyonya untuk sepenuhnya pulih jalan satu-satunya yaitu dengan tranformasi ginjal hanya itu yang saya tau! Hanya itu jadi aku mohon bebaskan aku! Bebaskan aku!"


"Aku janji aku bakal membebaskan Bibik jika ucapan yang Bibik katakan itu sungguh-sungguh benar penyakit Celine akan pulih dengan ramuan itu, tapi jika Bibik salah dan terbukti berbohong Bibik sendiri yang akan menyesal! Bibik akan menyesal!"ancam Rasyel yang nambah menakut-nakutinya.


"Saya sungguh-sungguh berkata apa adanya, aku mampu berkata seperti itu karena hanya itu yang nyonya Monika katakan hanya itu?"


"Baiklah jika itu yang Bibik katakan sekarang aku akan mempercayainya, namun untuk membebaskan Bibik tidak semudah itu kita harus menunjukkan kebenaran itu apa tumbuhan ramuan itu sungguh-sungguh mampu berfungsi dengan sempurna pada tubuhku nanti!"

__ADS_1


"Hanya pada kalian aku mampu meminta tolong untuk mencabut hukuman ini, tolong aku! Tolong aku!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2