Dokter Genius Milik Putri Konglomerat

Dokter Genius Milik Putri Konglomerat
Bab 35 " Apakah Rasyel akan sungguh-sungguh Melakukannya ."


__ADS_3

Menyaksikan pemandangan yang sangat indah bersama orang yang sangat ia cintai membuat wajah bahagianya terlihat jelas dari gadis cantik tersebut. Tak henti-hentinya menunjukkan senyumannya pada sang kekasih, laki-laki disebelahnya yang ikut bahagia akhirnya mampu melihat wajah dari seseorang yang sangat ia sayangi mampu tersenyum lepas, menunjukkan rasa bahagianya diatas penderitaan yang selama ini telah ia derita.


"Aku sangat senang akhirnya hari ini aku mampu melihat wajah senyuman kamu selepas ini? Ini yang terakhir kamu menderita Celine. Setelah ini aku pastikan tidak akan adalagi orang lain yang akan menyakitimu aku janji!"


Batinnya yang hanya mampu berkata, tidak tau rasa bahagia yang ia rasakan saat ini ketika melihat orang yang dia sayang akhirnya mampu tersenyum, rasa bahagia ikut ia rasakan memeluk sang kekasih dengan dekapan pelukan hangatnya, dirinya tak akan membiarkan seorang pun yang akan bisa untuk menyakitinya, tidak akan!"


Namun nyatanya tidak semua kebahagiaan akan didapatkan wanita cantik lan manis itu. Belum sepenuhnya ia merasakan rasa bahagia ini bersama orang yang sangat ia sayangi, lagi-lagi rasa sakit terus saja menyerangnya merasakan rasa amat sakit pada bagian ginjalnya membuatnya seketika melemah, ingin menjerit untuk meluapkan semuanya namun dirinya tak mungkin menunjukkan akan kelemahannya dan kalah melawan rasa sakit yang entah kapan akan menguasai tubuhnya itu.


"Ahh sakittt kenapa pada saat aku lagi bersama dengan orang yang aku cintai kenapa penyakitku harus kambuh seperti ini? Dia tidak boleh tau kalau aku sedang kesakitan seperti aku tidak mau dia khawatir, kamu harus kuat Celine kamu harus kuat!"batinnya yang ingin sekali menjerit, wajahnya yang mulai memucat menahan rasa sakit yang tak mampu ia sembunyikan lagi, tak tahan dengan rasa sakit yang terus menyerang pandangannya mulai buram dan perlahan-lahan kesadarannya pun mulai menghilang.


"Celine coba kamu lihat itu indah sekali bukan?" ucap Rasyel tapi tak ada sahutan." Kenapa kamu diam aja kamu lagi godain aku ya?" Sesaat Rasyel memanggilku wajah Celine kearahnya yang ia temukan seseorang yang sangat ia cintai sudah menutup keduanya matanya.


"Astaga Celine kamu? Sadarlah Celine sadarlah! Astaga aku harus bawa dia kerumah sakit sekarang juga!"


Segera melarikannya kerumah sakit, lantas Dokter pun langsung menanganinya, beberapa saat Dokter itu pun keluar.


"Dokter gimana dok? Gimana keadaan Celine dia baik-baik saja kan?"


"Maaf dokter Rasyel saya harus mengatakan semua ini, keadaan Celine saat ini tambah semakin parah kita sudah tidak ada waktu lagi kita harus segera mendapatkan pendonor ginjal buat dia jika kita terus menunda saya tidak tau apa dia bisa bertahan lebih lama!"


"Apa sekarang tidak ada cara lain untuk mengobatinya misal dengan kemoterapi atau pun cuci darah? Saya yakin dengan tindakan itu semua Celine masih bisa terselamatkan kan? Katakan Dok dia masih bisa selamat kan?"


"Saya mengira dengan tindakan semua itu akan mampu menyelematkan nya, tapi sadar cairan berbahaya yang masuk kedalam tubuhnya beberapa tahunlah yang menjadi penghambat cara itu semua, ini sangat sulit Dokter sangatlah sulit?"

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan pendonor ginjal itu? Mendapatkan ginjal tidaklah mudah yang dibayangkan?"


"Iya saya juga tau tapi kita tidak ada waktu lagi dokter ya sudah saya permisi!"


"Iya silahkan dok!"


Mengetahui fakta yang sangat menyakitkan namun dirinya tidak bisa berbuat banyak. Hatinya seketika hancur, ingin menolongnya namun dengan cara apa dia mampu menyelesaikan permasalahan jika yang harus dia hadapi ialah takdir dari sang pencipta.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus melihatmu mati perlahan-lahan seperti ini? Tidak! Aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi tidak akan! Aku harus menemui dokter Burhan sekarang juga!"Hendak akan keluar menemui Dokter Burhan, tak disangka Dokter tersebut terlebih dulu mendekatinya sesampainya diambang pintu keduanya tak sengaja berpapasan.


"Dokter! Kebetulan dokter sudah ada disini apa kita boleh bicara sebentar?"


"Dokter Rasyel ada apa? Apa ada hal yang penting yang ingin Dokter tanyakan padaku?"


"Saya sudah memutuskan kalau saya mau jadi mendonorkan ginjal saya atas nama Celine. Saya ikhlas memberikan satu ginjal ini asal aku masih mampu melihatnya tersenyum jadi tolong lakukan pencangkokan sekarang juga!"


Sedangkan disisi lain Celine yang saat itu telah tersadar, dirinya melihat sekelilingnya namun yang ia temukan hanyalah kesepian yang lagi-lagi terus ia dapatkan. Sesaat ia mendengar ada suara seseorang yang sedang berbicara dengan dengan kerasnya suara itu mampu Celine dengar.


"Aku ada dimana ini siapa itu yang berbicara diluar?"gumamnya yang melihat sekelilingnya.


"Iya dok saya sudah memikirkan matang-matang dan saya sudah siap jika nanti saya bakal hidup dengan satu ginjal, saya rela jika harus merelakan ginjal saya untuk Celine jadi cepat lakukan Dok!"Bagaikan tertusuk pedang yang tajam hatinya terasa perih mendengar ungkapan dari pria yang sangat ia cintai bersedia mendonorkan ginjalnya.


"Apa? Apa yang dia lakukan kenapa dia berkata seperti itu? Apa dia sudah gila?"gumamnya yang tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar. Hanya mampu menitihkan air matanya dan terus saja menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Ya udah jika itu keputusan yang kamu ambil dan memang sudah bulat saya akan mengabulkannya!"


"Terima kasih dok! Terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah saya permisi dulu!"


Setelah Rasyel kembali keruangan Celine, pandangannya dikejutkan setelah ia melihat Celine yang sudah sadarkan diri dan memberikan tatapan tak mengenakan kearahnya.


"Celine kamu? Kamu sudah sadar syukurlah aku lega sekarang kamu tidak apa-apa kan?"tanyanya dengan memegang kedua pipi Celine.


"Kenapa? Kenapa kamu lakukan itu semua!"


"Apa maksud kamu?"


"Sekarang aku tanya kenapa kamu melakukan itu? Kenapa kamu mau mendonorkan ginjal kamu hanya demi wanita sepertiku, kenapa?"


" Kamu tau darimana soal itu aku ....


"Ingat aku mencintai kamu dan aku juga sangat sayang sama kamu, tapi walaupun begitu bukan berarti aku kamu harus berkorban untukku sampai-sampai memberikan ginjalmu untukku! Ingat sampai kapan pun aku tidak mau menerima ginjal kaku aku tidak sanggup! Aku tidak sanggup!"


"Celine dengarkan aku dulu aku rela jika aku harus merelakan satu ginjal untukmu, aku rela berkorban karena aku tidak bisa melihatmu selalu menderita jadi tolong terimalah! Terimalah!"


"Kamu salah dengan yang kamu lakukan ini kamu sudah membuatku menderita karena aku tidak mau hanya gara-gara aku hidup kamu jadi ikut menderita, jadi aku mohon tolong jangan lakukan itu aku mohon jangan!"

__ADS_1


"Maaf Cel, tapi ini sudah jadi tujuan ku maafkan aku! Aku harus tetap melakukan ini maafkan aku!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2