
Berhasil menukar brangkar yang ditumpangi Celine dengan brangkar yang terdapat jenazah pada pasien yang meningal kemaren lantas brangkar yang terdapat Celine lalu dipindahkan keruang lain.
Dan dalam ruangan itu hanya terdapat dua seseorang yang berada dalam ruangan itu dan seseorang itu yang tak lain adalah Celine yang masih dalam keadaan terbaring diatas brangkar yang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sedangkan seseorang yang salah satunya adalah Dokter Rasyel yang dengan setianya ia masih setia menunggu Celine akan tersadar dari kondisinya saat ini.
"Aku memang tidak tahu siapa diri kamu yang sebenarnya apa kamu orang yang terlahir dari golongan orang kaya raya, atau pun terlahir dari golongan orang sederhana tapi yang jelas aku tidak tahu perasaan apa yang telah aku rasakan saat ini entah apa melihatmu terbaring lemas seperti ini aku merasa aku sudahlah gagal menjadi Dokter untuk melindungi pasiennya.
Maafkan aku! Maafkan aku karena kecerobohan ku aku belum mampu membebaskan mu dari tempat ini, maafkan aku.
Beberapa langkahnya ia yang berniat ingin pergi. Akan tetapi belum juga langkahnya keluar ia sudah dikejutkan dengan gerakan salah satu jari Celine yang tiba-tiba bergerak. Lantas tanpa menunggu ia pun segera memeriksanya.
"Ada dimana aku ini kenapa aku bisa ada disini?"
"Syukurlah kalau kamu sudah bangun aku lega sekarang!"
"Dokter ada apa dengan wajahku ini kenapa wajahku tertutup perban seperti ini. Apa wajahku menggalami kerusakan parah?" tanya Celine yang terlihat panik.
__ADS_1
"Untuk masalah itu kamu tenang aja kamu tidak lagi menggalami cacat wajah, ini semua hanyalah sandiwara ku saja!"
"Sandiwara? Sandiwara seperti apa maksud Dokter?"
"Sudahlah diam nanti aku akan jelaskan, ada seseorang yang akan masuk jadi diamlah. Dan jangan pernah berkata sepatah kata pun apa kamu mengerti? Aku akan menyuntikkan kamu cairan sesuatu tapi ini akan aman kamu tidak akan koma lagi!"
"Iya Dok aku mengerti!" Hadirnya salah satu Dokter yang saat itu menghampiri Rasyel dan juga pasien yang wajahnya tertutup dengan perban.
"Dokter dia siapa kelihatannya aku tidak pernah melihat kalau ada pasien yang menggalami kecelakaan kemaren?"
"Ini Dok pasien ini pindahan dari Rumah sakit lain karena ruangan yang penuh, jadi akhirnya ia dipindah dirumah sakit ini. Kasihan sekali dia, dia menjadi korban kebakaran dan untungnya dia selamat dalam tragedi itu!"
"Ya sudah Dok kalau gitu saya pamit mau periksa pasien yang lainnya!"
"Baiklah!"
__ADS_1
"Huu hampir saja,"gumamnya secara perlahan.
"Dokter? Kenapa Dokter mau menyelamatkanku dan menjauhkan aku darinya. Jika tadi kamu berkata jujur siapa aku kan sudah pastinya Dokter itu akan menggadu padanya tapi kenapa Dokter malah..
"Sudahlah aku adalah seorang Dokter jadi ini sudah jadi tugasku untuk menyelematkan nyawa pasienku. Dan untuk alasannya ini...ini hanyalah alasan karena aku kasihan kepadamu dan tidak lebih atau pun kurang apa kamu mengerti!"
"Baiklah!"
"Aku harus memeriksa pasien yang lainnya. Ingat jangan pernah bersuara!"perintah Rasyel.
"Baiklah," balas Celine yang kemudian langkahnya pun pergi dari dalam ruangan ini dengan tatapannya yang terlihat bingung.
"Ada apa dengan Dokter Rasyel kenapa dia jadi aneh seperti itu?" batin Celine yang kemudian entah kenapa ia pun tersenyum manis dengan sendirinya.
"Aku sudah berhasil membuat Nyonya percaya kalau Celine sudahlah meninggal dalam operasi kemaren. Termasuk aku juga berhasil membuatnya percaya jika kecelakaan waktu itu mampu berhasil melenyapkannya. Akan tetapi sekarang kenapa aku merasa rencanaku ini belum sepenuhnya berhasil belum lagi kalau nanti Nyonya merasa curiga kalau jasad yang waktu itu bukanlah Celine melainkan sebuah patung gimana reaksinya nanti?"batin Rasyel.
__ADS_1
BERSAMBUNG